Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 85 - FORBIDDEN LOVE!!


__ADS_3

Kini Vera sudah ada di dalam mobil menuju White House. Setelah 1 jam perjalanan mobil berhenti di depan pintu mansion besar itu. Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk.


"Wow! Apa ini istana? Gede banget! Kira-kira butuh berapa duit buat membeli istana ini? 3 milyar? 10 milyar? Ahh!! Aku tidak bisa membanyangkan bangaimana tumpukan uang dollar itu dihamburkan begitu saja. Luar nya saja sudah sangat bagus dan megah, bagaimana dengan bagian dalam dan interior nya?" baru turun dari mobil Leo sudah mambuat mulutnya nyerocos mengagungkan mansion di depan mata. "Dan lihat.. Wow! O May God!! Astogeh! Ini halaman apa tanah pemakaman? Gede amat. Bejirr!! 20 milyar!! Astaga itu uang nya!!"


Saking nyaring nya suara Leo membuat semua orang menatap nya. Dasar Ndusun! Itulah yang ingin di sampaikan semua orang dari tatapan matanya. Suara nyaring melengking menembus gendang telinga memang sangat menyebalkan.


"Lu kira rumah gua TPU?! Astogeh mamak, anak sapa dia?" ucap Vera tak habis pikir dengan Leo. Sampul nya aja yang keliatan Cool, berwibawa, tapi aslinya otak sengklek.


"Eh! kutu kupret! Cepet masuk, ndusun banget dah lu, kek ngga pernah liat beginian. Dasar NORAK!" Vera lantas bersuara dengan hahaha Indonesia nya.


"Yaelah, eh Mak Lampir! Santuy dong, kayak di pantai gitu.. Emn... Enak!!" jawab Leo yang malah melenceng.


"Lu tuh sebenernya manusia bukan sih?" heran Vera dengan sedikit berteriak.


"Selow dong mbak, santai macam di pantai" ucap Leo.


"Lu masuk sekarang atau gua kirim ke Zimbabwe!" ancam Vera.


"Iyuh!! Najis uy tralala. Masa Leo yang tampan badai bagai pangeran kuda putih di kirim ke Zimbabwe"


" Makanya tuh mulut kaleng suruh diem dulu bisa?!"


Plak! Plak!


"Aww.." ringis mereka berdua saat mendapati hadian di kepala masing-masing.


"Berisik! Masuk sekarang! Kalian liat itu?" ucap nenek Rosa menunjukan segerombolan mafioso yang tengah melihat mereka berdua.


"Astaga! Image ku harus hancur di depan bawahan ku. Damn!" batin Vera tepuk jidat.


"Wow! Om-om nya gagah banget, jadi cinta deh" mata Leo berbinar-binar menatap para mafioso Vera yang berbadan gagah dan terlihat garang itu.


Nenek Rosa mulai habits kesabaran melihat Leo. Nenek Rosa memberi koda mata pada Brian. Brian mengerti dan mendekati Leo.


"Eehh!" protest Leo saat merasa tubuhnya terangkat. Benar saja ternyata Leo menggendongnya bagai memikil garang di pundak nya.


Brian pun berjalan membawa Leo masuk.

__ADS_1


"Dada om-om tanpan! ILY 300!" seru Leo.


Mereka masuk ke rumah besar dengan warna putih mendoninan. Pintu besar yang tadi nya tertutup, sudah terbuka lebar dibarengi suara sambutan.


"Vera!!"


"Kak Vera!!"


"Nenek!"


Teriakan dan pelukan langsung menghantam tubuh Vera. Pelukan dari Farah dan Alex membuat tubuhnya sedikit terhuyung. Sedangkan nenek Rosa mendapatkan pelukan hangat nan lembut dari Farel.


"Kagen" ucap Farah.


Acara pelukan itu selesai, Farel melepaskan pelukan kepada nenek Rosa dan beralih ke Jessy. Tapi saat ingin memeluk Jessy, tiba-tiba Jessy mundur. Farel tertegun dengan sikap Jessy. Tidak biasanya Jessy menolak pelukan nya, malah Jessy selalu ingin dipeluk.


"Hei kenapa? Ayo peluk, aku kangen" ucao Farel dengan bahasa inggris. Jessy total dian tertunduk tidak merenspon.


"Ada apa dengan mu? Kau sakit?" tanya Farel dengan tangan nya telulur ingin memegang kening Jessy. Reflect Jessy menepis tangan itu.


Vera dan Refa melakukan kontak mata. Di hati Vera masih ada rasa sedih dan kasihan pada Jessy, tapi juga ada rasa kecewa. Sedangkan Farah terheran dengan sikap Jessy sahabat nya yang berubah.


"Vera, aku keluar dengan Farel" pamit Jessy.


Jessy keluar lebih dulu baru disusul Farel di belakang nya. BMW biru gelap itu menyusuri jembatan di London. Tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut dua manusia itu. Jessy pun membuang pandangan nya menatap jalan yang ramai.


"Farel, aku ingin kita putus" ucao Jessy spontan. Farel kaget dengan ucapan Jessy tapi masih me coba positive thinking.


"Hahaha.. Kau becanda. But why?" tanya Farel sesekali melirik Jessy di samping nya.


"Kita tidak bisa melanjutkan nya lagi Farel" jawab Jessy yang masih enggan melihat Farel.


"Why? Are you nothing loved me again?" tanya Farel menahan sakit hati dan amarah nya.


"It's not simple question" jawab Jessy yang sudah memandangi wajah Farel.


"Beri aku alasan yang masuk akal Jessy. Kenapa kau ingin putus? Apa aku kurang baik pada mu?" tanya Farel.

__ADS_1


"Tidak, kau sangat dan terlalu baik pada ku. Tapi aku egois" ucap Jessy.


"Egois? Egois bagaimana? Bicara yang jelas Jessy!" bentak Farel dengan keadaan mobil yang menepi.


"Kau akan tau nanti" jawab Jessy melemah dan keluar dari mobil. Melihat Jessy yang mulai berjalan menjauh, Farel dengan cepat melepas seatbelt dan keluar dari mobil.


Farel berlari mengejar Jessy dan memeluk nya dari belakang. Sontan Jessy berhenti, sekarang mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang tengah melintas.


"Apa mereka sepasang kekasih?"


"Mungkin mereka sedang bertengkar"


"Pria itu tampan"


"Apa yang mereka pertengkarkan?"


"Ada kesalah pahaman mungkin"


Kata-kata itu terdengar dari beberapa mukut warga London yang melintas. Jessy memejamkan matanya karena air matanya sudah tumpah. Jessy membungkam mulutnya menahan isak tangis nya agar tidak terdengar.


"Lepas, lepas, lepaskan Farel" ucap Jessy sambil mencoba melepaskan pelukan Farel.


Farel melepasnya dan memutar tubuh Jessy menghadap nya. Mata Jessy yang sudah memerah dan mengeluarkan air mata terlihat di mata Farel Hati nya sakit melihat Jessy menangis.


"You love me, don't you?" tanya Farel.


"Yes! I love you. But.. I can't" jawab Jessy.


"Kenapa Jessy? Kenapa!!" tanya Farel sambil mengguncang tubuh Jessy.


"Kita bersaudara! Kau paham!" jawab Jessy yang ikut meninggikan suara nya.


Seketika Farel diam seribu bahasa. Saudara? Saudara dari mana?


"Apa maksud mu? Kau bukan saudara ku. You is my girlfriend!" ucap Farel.


"Vera! Vera is my sister Farel! Sister!" bentak Jessy mengcengkram kerah baju Farel Terlihat dari tatapan mata Jessy terlihat kekecewaan, kesedihan dan penyesalan.

__ADS_1


"Cinta kita cinta terlarang! TERLARANG! FORBIDDEN LOVE! FORBIDDEN! FORBIDDEN FAREL!" ucap Jessy dengan air mata dan tangis nya.


__ADS_2