
Setelah Vera menghadiri satu meeting di perusahaan nya, Vera bersiap kembali karena jam dinding sudah menunjukkan pukul 13.05. Menurut perhitungan, ini pertama kali nya Vera menghadiri meeting di LIG dengan status nya sebagai Presdir perusahaan.
"Mbak Dian, tolong handle perusahaan lagi. Besok saya kesini" Ucap Vera sambil berlalu pergi dari ruangan nya.
Vera sudah sampai di parkiran. Vera merasa seperti di ikuti seseorang dari belakang, tapi Vera tidak peduli. Vera masuk ke mobil dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sampai mobil Vera turun di jalan, Vera melihat dari kaca spion ada 3 mobil USV hitam mengikutinya.
"Mengikuti ku? Mimpi" Ucap Vera ambil memperlihatkan senyum devil nya.
Vera menambah kecepatan mobilnya sampai 90 km. Tapi Vera masih tetat di ikuti. Vera diam saja fokus pada jalanan. Vera mengeluarkan handphonenya dan menelfon Ansel.
"Lady? Ada apa?" Tanya Ansel.
"Ansel buka jalan untuk ku" Jawab Vera.
"Baiklah, tapi kenapa? Ada masalah?" Tanya Ansel.
"Seseorang mengikuti ku" Jawab Vera.
"Apa?! Baik aku akan buka jalan untuk mu dan mengirim kan mafioso untuk membantu mu" Ucap Ansel.
"Jangan! Kau dan yang lain tunggu di daerah sekitar markas. Suruh pasukan mu bersiaga di sana, aku akan menggiring mereka" Ucap Vera.
"Tapi Lady itu terlalu berbahaya" Jawab Ansel.
"Lakukan Ansel!" Pekik Vera.
"Baik!" Jawab Ansel.
Telfon terputus, tak lama jalanan yang di masuki Vera sepi. 3 mobil USV itu melaju kencang memblokir sisi kanan dan kiri mobil Vera dan satu mobil berjaga di bagian belakang.
"F*ck!" Umpat kesal Vera.
Tak lama dari sisi kanan kiri muncul satu orang pria bertubuh kekar menodong senjata ke arah Vera. Vera tetap diam tidak bergeming. Vera menunggu waktu yang tepat untuk meloloskan diri.
DODODODORRR!!
ARGHH!
BRUM!!
PRANG PRANG PRANG!!
BRAK!!
DUAR!!
Waktu Vera tepat, setelah mengambil senjata kedua pria itu sudah siam menarik pelatuk. Dengan cepat Vera melajukan mobilnya lebih dari 130 km untuk menghindari tembakan itu. Alhasil kedua pria itu malah saling tembak. Mobil di bagian kiri terkena rentetan tembakan mobil di sebelah kanan. Mereka menambak tiang listrik dan BUM!!. Mobil mereka meledak.
"Goodbye!" Ledek Vera sabio tertawa garing.
2 mobil yang tersisa masih mengikuti Vera dari belakang. Sampai di sebuah perempatan Vera di kejut 'kan dengan kehadiran 3 mobil USV lagi. Untung Vera dengan cepat bisa menghindari 3 Mobil itu.
__ADS_1
"Sial! Ada berapa banyak mereka?!" Pekik Vera yang sudah sangat kesal.
DODODODODORRR!!!
Vera di brondong peluru dari 2 mobil USV itu. Vera terus melaju kencang tanpa bisa membalas tembakan itu. Vera berdecak kesal di buat mereka. Ternyata mereka menang sudah merencanakan nya mungkin, tiba-tiba datang seorang pria mengendarai motor melaju dari arah berlawanan. Tanpa ampun Vera menambah kecepatan nya sampai mendekati 155 km.
DUAK!!
Vera menabrak pengendara motor itu sampai terpental bahkan motornya hancur dan melayang terbang mengenai kaca depan mobil USV di belakang Vera.
"Hahahaha!! Mamam tuh! Makanya jangan ngelawan Vera!" Celetuk Vera sambil tertawa.
"Oh no!! Mobil ku lecet! B*ngsat! Sorry sayang, nanti kita servis ya" Ucap Vera berbicara degan mobil nya.
Vera sudah jenuh di buntuti menelfon Ansel lagi.
"Ansel!!" Pekik Vera setelah telfon nya di jawab.
"Lady ada apa?!" Tanya Ansel yang ikutan panik karena Vera berteriak.
"Dengar! Keluarkan tank ku dari gudang. Aku akan segera sampai, walau ada sedikit masalah" Jawab Vera.
"Berapa lama lagi lu sampe?" Tanya Ansel.
"Mungkin 10-15 menit" Jawab Vera.
DODODODODORRR!!!!
"ARGHH SIAL!" Pekik Vera kesakitan karena mereka menambaki Vera lagi sampai kaca belakang nya pecah.
"Diam Ansel aku sedang fokus! Kamu mau lady kesayangan mu mati?!" Tanya Vera.
"Baiklah! Hati-hati aku tidak ingin kau terluka" Jawab Vera.
"Siap!" Jawab Vera.
"Hei jangan di matikan! Aku butuh teman bicara!" Pekik Vera lagi.
"Baiklah baiklah... Aku tidak mematikan nya" Jawab Ansel pasrah dengan hati yang cemas takut Vera terluka.
Vera menengok jam tangan nya dan terkejut melihat arah jarum jam itu yang menunjukkan pukul 13.30
"Apa?! Siak aku kehabisan waktu!" Pekik Vera sambil memukul stir mobil nya.
"Vera kenapa?" Tanya Ansel yang mendengar ucapan Vera.
"Tidak papa!" Jawab Vera.
"Bersiap lah, kurang dari 10 menit aku sampai saat aku sampai kalian tembak mobil di belakang ku dengan tank, mengerti?" Ucap Vera.
"Yes Lady!" Jawab Ansel.
__ADS_1
Vera yang sudah hampir dekat dengan cepat menambah kecepatan nya lagi menjadi 160 km. Dan ternyata benar hanya butuh waktu 5 menit Vera sampai di depan tank. Vera melakukan drifting untuk menghentikan laju mobilnya dan sedikit menyombongkan atraksi mobil nya.
"SEKARANG!" Teriak Ansel pada mafioso yang berada dalam tank.
BUM BUM..
SYUUTT...
DUAR! DUAR!
Tank Vera langsung meluncurkan 2 tembakan ke 5 mobil itu. Mobil itu pun meledak dan terbakar hebat di siang hari. Vera merasa senang dan bebas sudah tidak di ikuti lagi. Namun Ansel melihat seorang pria bertubuh besar dan berambut panjang yang tengah merangkak dengan luka di sekujur tubuhnya.
Ansel dengan sigap berlari dan menangkap basah pria itu sambil menodongkan senjata ke arah nya. Mata Ansel terbelalak saat melihat siapa pria itu ia pun tida bisa percaya dengan apa yang ia lihat.
"Apa yang kau lakukan di sini.. Marco" Tanya Ansel dingin, penuh penekanan dan kekecewaan yang mendalam.
"An-ansel" Ucap Marco gugup melihat Ansel di depan matanya menodongkan senjata.
Mafioso Vera berhamburan menghampiri Marco dn ikut menodongkan senjata mereka masing-masing.
"Marco, aku sangat kecewa" Lirih Ansel dengan kebencian yang sudah meluap.
"Seret dia masuk dan kurung di ruang tahanan. Biar aku yang berbicara dengan Lady" Perintah Ansel dengan sangat dingin persis seperti Vera.
"Baik" Jawab mereka.
Marco pun di bawa oleh 2 orang mafioso yang sama-sama bertubuh besar masuk ke dalam markas. Untunglah Vera tidak melihat nya. Bagaimana jika melihat nya? Mungkin akan langsung disiksa di tempat. Ansel berbalik dan menyuruh anggota nya memasukkan kembali tank itu.
Sedangkan di dalam markas, Vera cepat-cepat mengganti pakaian nya. Dengan pakaian casuak namun elegant tapi terkesan sedikit tomboy tidak Vera hiraukan, entah nenek Rosa memarahi nya atau tidak Vera tidak peduli. Setelah selesai Vera cepat keluar dari ruangan nya dan mencari Ansel.
"ANSEL!" Teriak Vera menggelegar di markas.
Ansel yang mendengar tidak mau membuat Lady menunggu langsung menghampiri Vera.
"Kenapa lady?" Tanya Ansel.
"Mana kunci mobil mu?" Tanya Vera sambil menyodorkan tangan nya meminta kunci mobik Ansel.
"Nih!" Jawab Ansel seraya memberikan kunci mobil ke Vera, Vera pun menerima dengan senang hati.
"Gua duluan Sel!" Ucap Vera sambil melangkah pergi.
"Vera tunggu!" Ucap Ansel menghentikan langkah Vera.
Vera berbalik dan menatap raut wajah Ansel yang menurutnya aneh.
"Apa? Gua gak punya waktu banyak, mending to the point aja" Ucap Vera dengan nada yah sudah berubah.
"Eh.. Itu Ver.. Ah! Lupain aja lah! Sono buruan berangkat tinggal 20 menit lagi" ucap Ansel yang mengalihkan pembicaraan membuat Vera berkerut kening.
"Oh yaudah" Jawab Vera.
__ADS_1
"Gua tau lu pasti mau ngomong sesuatu, tapi gak papa kalo lu gak kasih tau ke gua. Gua duluan" Ucap Vera sambil melangkah pergi.
Ansel menatap Vera pergi hanya bisa diam tak berkata. Ansel sebenarnya ingin memberitahu kan tentang Marco pada Vera, namun Ansel tau saat ini bukan waktu yang tepat untuk membertau kan yang sebenarnya.