
Budaya 'kan like dulu sebelum atau sesudah membaca. Terima kasih!
.
.
.
"Kau seperti bintang, terlalu jauh untuk ku gapai. Tapi hanya dengan sinar mu cukup membuat ku bahagia"
-Mark Zucker-
.
.
-oOo-
Kini sudah 2 bulan sejak Vera resmi berpacaran, Vera sudah banyak berubah. Kini Vera sudah bisa tersenyum dan tertawa kembali, Vera juga sudah menjadi hangat dengan keluarga baru nya. Tapi sifat dingin Vera tidak sepenuhnya hilang. Vera tetap pribadi yang tegas, tidak mudah di atur, berani dan disiplin. Lucas juga sekarang sudah naik pangkat menjadi asisten pribadi Vera untuk membantu Jessy yang kadang kewalahan dengan urusan kantor Vera. Sedangkan hubungan Jessy dan Farel masih belum bisa Jessy terima. Farel pada akhirnya berjuang mati-matian supaya Jessy bisa menjadi milik nya.
Hari ini seperti biasa mereka berangkat sekolah. Pelajaran demi pelajaran mereka ikuti, sekarang Vera juga sudah jarang tidur di kelas. Jam pelajaran MTK selesai dan waktu nya jam makan siang. Mereka pergi ke kantin bersama dan makan bersama dalam satu meja.
"Jess, lu masih belum terima Farel?" Tanya Refa.
"Belum" Jawab Jessy.
"Astaga! Kasian Farel, udah nunggu 2 bulan loh.." Ucap Farah.
"Biarin" Jawab Jessy.
Derrtt.. Derrtt..
Handphone Vera bergetar, Vera dengan cepat menghentikan makan nya dan mengambil handphone nya. Ternyata om Rio menelfon Vera. Vera menggeser tombol hijau di layar handphone nya dan Vera juga menekan tombol speaker. Mulai lah percakapan mereka yang dapat di dengar semua orang di meja itu. Dalam percakapan itu semua orang di meja Vera bisa mengerti, karena sebelum nya Vera dan Farel pernah mengajari mereka berbahasa Indonesia.
"Hallo om, kenapa?" Tanya Vera.
"Vera, hari kamis kami pulang ya" Ucap om Rio.
"Emang kenapa om?" Tanya Vera.
__ADS_1
"Ada banyak alasan sih, pertama perusahaan punya rapat yang harus kamu sendiri yang mimpin, gak boleh di wakilin. Kedua, tante Ana kangen banget sama Farel. Ketiga, nenek kangen kamu sama Farel. Keempat, butik mama kamu perlu karyawan. Kelima, Farel punya calon adek baru. Keenam, kita masih harus bahas soal ahli waris. Ketujuh, keluarga William, Marquen pingin liat calon mantu, jadi jangan lupa bawa tuh dua calon mantu keluarga William" Jelas ok Rio panjang kali lebar.
Dan alasan ke tujuh sukses buat Vera sama Farel kaget setengah mati. Apa lagi Farel yang dapet banyak kabar. Mama nya hamil lah, mama nya kangen lah, nenek kangen lah dan terakhir pingin liat calon mantu?
"Ayah apa-apaan sih?! Calon mantu? Farel belum sukses dapetin hati dia nih. Ayah buru-buru amat sih? Farel juga belum lulus sekolah. Dan lagi sejak kapan Farel punya adik?" Protest Farel pada ayah nya, om Rio.
"Nah itu dia, kalo kamu gak bisa dapetin dia, harusnya kau tunjukin sama dia kalo kamu serius sama dia. Kalo masih kurang langsung lamar dia, abis lulus langsung daftar ke KUA! Dasar oon!" Jawab om Rio sukses membuat mereka terkekeh pelan.
"Ayah sama bunda gak mau tau intinya kamu hari kamis harus udah ada di Indonesia. Sampe batang idung kamu gak ayah liat, siap-siap buat ayah penyetin kamu jadi tempe penyet abis itu ayah makan!" Ucap om Rio tegas namun ada bumbu lawak walau sedikit.
Semua orang di meja itu di buat tertawa dengan ucapan om Rio.
"Vera" Ucap seseorang dengan suara wanita yang tak lain adalah tente Ana, istri om Rio, mamak dari Farel.
"Iya tan?" Jawab Vera.
"Vera, tante gak mau tau, pokoknya Farel harus pulang sama kamu hari kamis. Kalo dia gak mau paksa dia buat pulang. Kalo dia nakal teot 'Pipin' nya biar kapok. Ngerti?" Ucap tante Ana yang lagi-lagi membuat mereka tertawa, tapi tidak dengan Farel yang malah menjadi malu karena ucapan tante Ana.
"Siap tante!" Jawab Vera tegas.
Tutt.. tutt.. tutt..
Sambungan terputus, Vera manaruh handphone nya di atas mena dan melanjutkan kembali makan nya yang sempat tertunda. Tengah asik makan tiba-tiba mereka kedatangan tamu tidak di undang.
Tapi si empu yang di cari tetap diam dan tenang memakan makanan nya. Anak punk yang di cuekin itu marah dan membentak semua yang ada di kantin.
"Gua bilang nama Vera!" Bentak anak punk itu tapi lagi-lagi mereka cuekin.
"Gua" Jawab Vera yang masih meminum bobble tea nya tapi tidak menghadap ke sekelompok anak punk itu.
"Gua Vera" Ucap Vera lagi sambil berbalik badan.
"Ini Vera? Masih cebol? Hahaha..." Ejek salah seorang anak punk yang mungkin ketua nya.
"Ohh? Cebol?" Ucap Vera mengulangi ucapan mereka.
"Lu siapa?" Tanya Vera dingin.
"Adam" Jawab Adam sil leader punk itu.
__ADS_1
"What your problems whit me?" Tanya Vera dengan tatapan mengerikan nya.
"Mau bunuh lu!" Tegas Adam.
"Lewatin kita dulu" Ucap Lucas berbalik badan menghadap kumpulan anak punk itu.
"Cih! Bocah ingusan bangga" Ejek Opic salah satu anggota punk itu.
"Lu bisa lewatin mereka, lu boleh lawan gua" Ucap Vera sambil duduk kembali dan meminum bobble tea 'nya santai.
"Oke!" Jawab Adam sepakat.
Jessy dkk dan Lucas melawan 10 anak punk. Vera, Farel dan Mark dkk hanya menonton aksi mereka. Baru 10 menit 10 anak punk itu sudah bonyok di hajar 4 anak buah Vera.
"Lu kalah lawan mereka? Lemah! Dah gitu pakek acara nantangin gua? Mau gua bikin mati?" Ejek Vera.
"Siapa yang kalah! Gua masih berdiri, gua tantang lu duel satu lawan satu" Tantang Adam.
"Oke! Tapi jangan salah 'in gua kalo lu masuk rumah sakit. Karena gua gak sudi bayar pengobatan lu" Jawab Vera.
Duel pun di mulai, leader anak punk Vs leader mafia no.1. Vera tetap tenang menunggu serangan dari musuh nya. Adam berlari ke arah Vera dengan tinju yang sudah siap, dengan cepat Vera menghindar dari pukulan itu dan menyikut kesar punggung Adam. Satu kesalahan bisa membuat Adam tewas seketika. Vera menangkap tangan nya dan di patahkan tulang-tulang tangan Adam. Karena Vera tidak ingin melanjutkan, Vera melepaskan Adam dan membiarkan Adam dan komplotan nya.
"Ver, kok lu bebasin?" Tanya Farah.
"Sapa yang bebasin?" Tanya balik Vera.
Vera mengeluarkan handphone nya dan menelfon Marco.
"Beresin mereka dan jangan sampai tertinggal jejek" Ucap dingin Vera.
"Baik lady" Jawab Marco.
"Siapkan 100 pasukan kita serang Black Shadow. Dan setelah selesai 'perang' siapkan jet pribadi" Perintah Vera lagi.
"Siap lady!" Jawab Marco tegas.
Vera mematikan telfon nya dan duduk kembali menghabiskan makanan nya.
"Malam ini kita langsung berangkat ke Indo" Ucap Vera yang tidak bisa di nganggu gugat.
__ADS_1
"Oke!" Jawab Farel.
"Calon mantu juga harap ikut ya.." Ucap Vera lagi.