
Sontak Vera langsung bangkit dengan mata yang membulat sempurna. Vera mematika telfon nya sepihak dan bergerak menuju markas. Tak lupa Vera menghubungi Lucas, Jessy dan Farel.
Vera dengan BMW nya melakukan sangat kencang menuju markas nya. Tidak peduli sumpah ruah penggunaan jalan atau sampai di kejar polisi. 7 menit kemudian Vera sampai di markas nya, semua mafioso yang berada di sana menjadi gemetar ketakutan melihat lady mereka marah besar bahkan menatap rambut Vera saja tidak berani. Walalu bukan marah dengan mereka, tapi aura nya terlau terasa. Vera masuk ke dalam dan menemui Ansel yang sudah menunggu nya.
"Ansel" Ucap Vera dengan nada dingin dan atapan tajam.
"Ruang interogasi" Jawab Ansel yang ikut ketakutan.
Tanpa basa-basi Vera langsung menuju ruang interogasi. Vera mendobrak pintu itu sampai terlepas dari engsel nya. Tampak lah seorang pria bertubuh besar dan berambut panjang yang duduk bersender dengan kedua tangan 'nya di borgol di tembok.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Vera dingin.
"Lady.." Lihir Marco.
"Jangan panggil aku 'lady' dengan mulut kotor mu!" Bentak Vera.
Marco hanya bisa menatap Vera yang sudah meluap sekaligus kecewa.
"Jangan menatap ku! Marco ini balasan mu?! Aku sudah menganggap mu sebagai paman ku secara tidak langsung! Apa sumpah setia mu waktu itu hanya candaan?! Apa alasan mu hingga kamu menghianati ku?" Bentak Vera.
"Lady.." Lirih Marco.
"Vera!" Teriak Farel yang masuk ke ruang interogasi bersama Lucas dan Jessy.
"Dia..." Ucap Farel tertegun.
"Marco!" Jawab Lucas spontan.
"Marco di tangkap? Dia penghianat?" Batin Jessy.
"Ansel.. please help me.." Pinta Marco.
"Cuih! Tidak sudi aku menolong mu!" Jawab Ansel sambil meludah.
"Marco, kau menghancurkan kepercayaan ku. Kau membuka lubang kubur mu sendiri dan kau bermain-main dengan ku. Maka kau harus tanggung akibatnya" Ucap Vera dingin sambil menunjuk senyum devil nya.
"Ansel, telfon cabang Rusia sekarang dan perintahkan mereka untuk menghabisi keluarga Marco, tapi jangan dengan bayi nya. Bayi nya bawa ke markas Rusia. Jangan biarkan markas pusat tau tentang ini" Ucap Vera memberi perintah pada Ansel.
__ADS_1
"Baik Lady" Ucap Ansel dengan segera menelfon cabang Rusia.
Marco mendengar itu langsung kaget bukan main. Vera benar-benar serius akan ucapannya. Kali ini Marco memang sudah salah bermain dengan Vera, alhasil keluarga kecilnya mendapat imbas atas apa yang di lakukan Marco.
"Vera.." Lirih Lucas melihat raut wajah Vera yang berubah dan sulit di tebak.
"Inikah Vera yang aku kenal? Dia bagai monster, tanpa ampun menghabisi siapa saja yang berani dengan nya" Batin Jessy.
"Ini singa betina beneran?" Batin Farel.
"Kirim pasukan ke London, cari keluarga Marco dan habisi mereka kecuali bayi nya. Bayi nya bawa kembali ke Rusia, suruh seseorang mengurusinya. Markas pusat tidak ada yang boleh tau tentang rencana ini. Dan saat beraksi tolong rekam itu semua dan sebarkan di semua markas cabang kecuali markas pusat. Mengerti?" Ucap Ansel memberi perintah pada Roberto di Rusia dengan menggunakan bahasa Rusia.
"Yes sir!" Jawab Roberti kemudian memutuskan sambungan telfonnya.
Ansel kembali memasukkan handphone nya ke saku celana. Kini Vera berjongkok di hadapan Marco yang menangis.
"Kenapa? Kau menyesal? Sudah terlambat. Itu akibatnya melawan ku, keluarga mu terkenal imbas nya" Ucap Vera.
"Lady tolong.. tolong jangan bunuh keluarga ku" Pinta Marco.
"Marco, aku bertahan padamu. Siapa lagi yang berhianat pada ku?" Tanya Vera.
"Siapa?" Tanya Vera mengulangi ucapan nya.
"Tidak tau lady" Jawab Marco.
"Tidak mau buka mulut?" Tanya Vera.
"Baiklah, Ansel cambuk dia sampai buka mulut" Perintah Vera.
"Baik lady" Jawab Ansel.
"Ingat, jangan sampai dia mati karena dia belum melihat keluarga nya" Ucap Vera sambil tersenyum sinis dan berjalan keluar dari ruangan.
Lucas, Farel dan Jessy haya dian tidak berbicara. Mereka tau Vera sangat kecewa karena ini. Lucas dan yang lain keluar dari ruangan menyusul Vera. Sedangkan Ansel bertugas mencambuk Marco.
BRAK!
__ADS_1
Vera lagi-lagi menendang pintu ruang kerja nya. Vera duduk di kursi nya menundukkan kepala nya. Vera sedah kecewa dengan Marco, bagaimana bisa? Marco yang bekerja sebagai bawahan kepercayaan Vera malah menghianati nya?
"Vera" Panggil Jessy yang masuk bersama Farel dan Lucas.
Vera tidak menjawab merek hanya melihat sekilas lalu kembali menunduk.
"Ver, hukuman itu apa tidak terlalu berlebihan?" Tanya Jessy yang tersirat maksud untuk mentoleransi Marco.
"Kenapa?" Tanya Vera dingin.
"Vera, bukan nya kamu sendiri tau bagaimana rasanya kehilangan keluarga?" Tanya Lucas.
"Iya Ver, kasih Marco keringanan" Pinta Farel.
BRAK!
"DIAM! Kalian tau apa?! Dia berhianat! Dia hampir membunuh kalian dan aku harus mentoleransi nya?! Dia hampir mengambil nyawa teman ku dan aku harus mentoleransi nya?! Bukan kah kalian tadi bersumpah untuk menerima hukuman seberat apa pun jika kalian terbukti berhianat? Ini contoh nya!" Bentak Vera dengan nada keras di sertai gebrakan meja.
"Kalian berhak untuk memberikan saran tapi tidak untuk memerintah ku! Jessy, Refa, Farah dan Lucas kalian pernah berpikir untuk blas budi bukan? Kalian tau bagaimana cara kalian membalas itu? Itu cukup mudah, kalian hanya tidak boleh berhianat pada ku. Hanya itu! Buka kah itu sangat simple?! Aku tidak ingin harta kalian ataupun kekuasaan, aku hanya ingin kalian tidak berhianat!" Tambah Vera membuat semua terdiam.
"Vera..." Lirih Lucas.
"Sekarang baru kita temukan satu, bagaimana jika salah satu dari kalian penghianat juga?! Bagaimana rasanya di khianati oleh keluarga sendiri?! Kalian tau bagaimna sakitnya. Sakitnya tidak terlihat tapi terasa!" Ucap Vera.
"Kita ngerti Ver.. Tapi keluarga nya tidak salah" Jawab Farel.
"Kenapa? Kalian tidak suka cara ku? Atau kalian keberatan? Lagi pula dia sendiri yang memulainya! Aku juga tidak menghabisi semua keluarga nya. Aku menyisahka bayi nya. Jika kalian mengira aku iblis, itu benar. Dan kalian juga bagian dari iblis itu 'The Demon Blood' kalian tau artinya kan? Darah Ibis!" Jawab Vera.
"Vera, jika benar satu dari kami penghianat apa yang akan kau lakukan?" Tanya Jessy.
"Aku akan tetap memberi hukuman tapi jika benar di antara kalian penghianat aku tidak bisa membunuh kalian" Jawab Vera.
"Lalu bisa kamu mengampuni keluarga Marco?" Tanya Lucas.
"Itu balasan nya" Jawab Vera.
"Tapi ver.." Ucap Lucas yang langsung terpotong ucapan Vera.
__ADS_1
"ARGHH!! SIAL! Kalian semua keluar!!" Bentak Vera.
Jessy, Lucas dan Farel tidak bisa berbuat banyak. Mereka bukan pemilik kendali penuh atas TDB. Merek keluar dengan perasaan yang campur aduk. Sedangkan di dalam, Vera terlihat berantakan. Rambut yang tadinya rapi menjadi acak-acakan.