Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 42


__ADS_3

**Sebelum nya maaf untuk semua reader karena keterlambatan up. Akhir-akhir ini author lagi banyak tugas dari sekolah, jadi tugas itu jadi PRIORITAS utama author dulu. Sekali lagi mohon maaf untuk keterlambatan update nya.


TERIMA KASIH**:)


.


.


"Peran ku disini hanya memandangi diri mu yang bahagia bersama nya')"


-Mark Zucker-


.


.


Hari ini setelah 3 minggu koma dan 2 hari masa pemulihan, akhirnya Vera sudah boleh melakukan altivitas seperti biasa.


Dengan balutan baju lengan pajang warna coklat, celana bahan warna hitam, tas hitam dan topi hitam Vera turun ke meja makan. Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah dan seperti biasa mereka mengantarkan Alex lebih dulu.


Dan kini ada yang sedikit berbeda setelah 3 minggu Vera koma. Pertama, Refa dan Darrel resmi berpacaran walaupun umur mereka ajak jauh, dengan umur Refa 16 tahun dan Darrel 20 tahun bukan penghalang mereka. Kedua, Farah dan Justin mulai PDKT. Ketiga, Jessy dan Farel sudah mulai terlihat benih-benih cinta di antara mereka. Keempat, Vera dan Lucas menjadi lebih dekat dan akrab. Dan yang terakhir, Alex sudah mulai bisa berkelahi dan setiap dia di bully teman-temannya maka Alex akan menghajarnya seperti apa yang di katakan Vera.


-oOo-


Sampai di sekolah Lucas keluar lebih dulu mengambil kursi roda untuk Vera. Vera di bantu Lucas duduk di kursi roda itu dan Lucas juga yang mendorong kursi roda Vera. Sepanjang perjalanan menuju ke koridor sekolah sampai ke kelas Vera selalu di lirik oleh semua manusia yang melihatnya, tapi Vera mengacuhkan mereka semua. Sampai di kelas Vera tetap duduk di kursi roda nya.


Kehadian Vera setelah hiatus sekolah 3 minggu membuat semua manusia di kelas Vera menggerombolinya untuk menanyakan keadaan Vera.


"Cool beauty, 3 minggu gak sekolah karena sakit?" Tanya salah satu murid perempuan dengan tage name Jessica.


"Iya" Jawab Vera datar.


"Sakit apa sampe 3 minggu?" Tanya satu teman cowok Vincent.


"Kecelakaan" Jawab Vera.

__ADS_1


"Kecelakaan? Kapan? Dimana? Kecelakaan apa?" Tanya Raja si murid beasiswa asal Indonesia.


"Sendiri, mobil" Jawab Vera yang hanya mengucapkan 2 kata.


"Terus kenapa 3 minggu pengobatan nya? Parah ya?" Tanya Raisa.


"Ya, Vera sampe koma. Makanya hiatus 3 minggu sekolah nya. Puas?" Jawab Farel spontan.


-oOo-


Pelajaran usai waktu nya istirahat. Disaat orang yang lain sudah pergi ke kantin, Vera dan Jessy dkk sertai Farel belum pergi.


"Ver, lu beneran bakal pake kursi roda terus?" Tanya Farel sambil memasukkan beberapa buku ke dalah laci.


"Ya" Jawab Vera.


"Tapi sampe kapan Vera?" Tanya Jessy.


"1 atau 2 bulan?" Jawab Vera.


"Romeo nya dateng nih.." Rayu Farah.


Lucas masuk ke kelas Vera dan berdiri tepat di samping Vera. Setelah itu Lucas mulai perlahan mendorong kursi roda Vera, mereka pun pergi ke kantin sekolah.


"Liat tuh! Katanya dia kecelakaan dan sekarang jadi lumpuh gitu"


"Cool beauty kasian banget sih.."


"Sakit hati abang dek liat kamu lumpuh"


"Sukurin!"


"Mamam tuh karma"


"Cool beauty fighting!"

__ADS_1


Begitulah gosip-gosip yang keluar dari mulut-mulut NETIZEN HWHS. Tapi Vera dkk (Vera, Jessy, Refa, Farah, Farel dan Lucas****) hanya menjadi pendengar yang baik, padahal sebenarnya di dalam hati ingin sakali mereka merobek mulut-mulut yang tak bermutu itu. Sedangkan Vera? Ya! Tentu saja masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.


"Kalian gak punya kerjaan jadi gosipin orang?" Sindir Refa sambil sesekali melirik tajam ke salah satu NETIZEN itu.


"Mulut gak bermutu!" Ucap Jessy penuh penekanan.


"Dasar gak mirror. Kalian gak punya kaca? Nanti gua beliin buat lu niar ngaca!" Sembur pedas Farah.


"Ngapain kalian masih disini?!" Tanya Lucas penuh penekanan.


"PERGI!" Bentak Farel melanjutkan ucapan Lucas.


NETIZEN itu pergi sambil menyorak-nyoraki Vera dkk. Tapi seperti biasa bak hanya ucapan angin, mereka tidak mempedulikan semua itu. Mereka sampai di kantin sekolah dan duduk di tempat biasa. Entah kenapa Vera tidak mood untuk makan saat itu, jadi Vera memilih untuk bermain dengan handphone nya.


Vera mengkotak-ngatik handphone nya dan mendekatkan nya ke telinga kiri nya. Mulai lah pembicaraan antara orang itu dan Vera.


"Gua mau lu beli satu gedung perusaan. Terserah lu mau gedung baru atau bukan. Tapi inget, setelah gua pulang gedung itu harus sudah ada" Ucap Vera yang lumayan panjang itu.


"Baik lady" Jawab Ansel.


Vera memutuskan sambungan telfon nya lalu menaruhnya di atas meja. Jam pun terus berjalan, tak terasa kelas selesai. Vera dkk menuju parkiran untuk pulang ke mansion. Tapi kali ini ada yang berbeda.


"Hai guys!" Sapa Justin yang tiba-tiba muncul membuat Farah senang.


"Justin" Ucap Refa.


"Ver, gua pinjem Farah bentaran gak papa kan?" Tanya Justin yang langsung pada point pembicaraan. Karena Justin tau Vera tidak suka jika harus bertele-tele.


"Ambil" Jawab Vera sambil memperhatikan Farah.


"Makasih Ver!" Ucap Justin senang.


"Tapi inget, sampe dia lecet gua kirim lu ke rumah sakit" Ancam Vera dengan nada dingin, datar dan penekanan di setup kata nya.


"Siap!" Jawab Justin sembari hormat pada Vera.

__ADS_1


Justin menggandeng tangan Farah dan berlalu pergi masuk ke mobil Ferrari merah milik Justin. Setelah kepergian Farah, mereka masuk ke mobil dan pulang ke rumah. Tapi mobil Vera berhenti tak jauh dari sekolah.. Ternyata Vera dan Lucas gantian untuk mengendarai mobil. Dan sekarang Vera yang mengendarai lamborghini itu.


__ADS_2