Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 25


__ADS_3

"Merah" Jawab Jessy sambil menunduk malu.


"Hahahahaha!!!!" Tawa pun pecah menggelegar di meja itu.


"Udah nih! Malu!!" Bentak Jessy yang wajah nya masih memerah.


Mereka pun terdiam dan bersiap memutar botol untuk ke 2 kali nya. Botol itu berputar cepat saat di putar Jessy dan saat botol berhenti di Justin.


"Truth or dare?" Tanya Mark.


"Truth!" Jawab Justin.


"Sekarang, menurut lu di antara 4 cewek cantik itu mana yang menurut lu paling cantik dan sesuai kriteria lu?" Tanya Farel panjang kali lebar.


"Emmm..." Gumam Justin sambil melihat wajah Vera, Refa, Farah dan Jessy.


"Dia!" Jawab Justin dengan jadi telunjuknya menunjuk ke arah Farah.


"Farah?" Tanya Farel memastikan.


"Iya. BTW nama nya Farah?" Tanya Justin.


"Iya" Jawab Farel.


"Makanya kenalan dulu dong" Tambah Farel.


"Nanti aja" Jawab Justin dengan senyuman.


Permainan terus berlanjut permainan ke 3. Justin memutar botol itu dan berhenti di Vera.


"Ini yang gua tunggu-tunggu!" Seru Jessy.


"Asek! Vera cuy!" Tambah Farel.


"Semangat Vera!" Ucap Refa.


"Ver, pilih truth or dare?" Tanya Jessy yang memang inginkan balas dendam ke Vera.


"Dare" Jawab cuek Vera.


"Oke. Tantangan nya adalah buka baju lu" Ucap Jessy sambil tersenyum sumringah.


Sadangkan yang lain kaget dengan tantangan Jessy. Menurut Vera, Jessy inginkan balas dendam karena pertanyaan Vera di permainan pertama. Wajah Vera masih cuek menanggapi pertanyaan Jessy.


Tanpa pikir panjang Vera langsung membuka kaos merah nya dan kini hanya tersisa tank top putih dan perban di pundak kiri nya yang melekat tak lupa di tambah ABS Vera yang jelas terlihat. Tak terasa wajah cowok-cowok di meja Vera sedikit merona walau tidak begitulah jelas. Ya gimana, mereka juga cowok normal jadi wajar.


"Lanjut" Ucap Vera sambil memutar kembali botol wine itu.

__ADS_1


Botol wine berhenti di Mark. Pertanyaan pun di keluarkan oleh salah satu dari mereka. Berkali-kalu mereka bermain, dan sekarang botol wine berhenti di Lucas yang sedari putaran pertama belum pernah dapat bagian. Ide untuk mengerjai pun muncul di benak Farel.


"Gua pilih dare" Ucap Lucas spontan.


"Oke. Pertanyaan nya di gua" Jawab Farel.


"Ya" Jawab singkat Lucas.


"Diantara 4 cewek cantik itu siapa yang menurut lu paling cantik dan cium dia" Ucap Farel memberi tau tantangan nya.


"Oke! Gampang" Jawab Lucas.


Lucas langsung berdiri dari dudunya menghampiri Vera dan Refa. Lucas ada di tengah-tengah mereka berdua. Lucas membungkukan badan nya ke samping kanan dan...


Cup....


Bibir Lucas sukses mendarat di bibir Vera. Vera hanya diam menanggapi Lucas seakan tidak terjadi apa-apa. Lucas pun melepaskan ciuman nya.


"Vera yang paling cantik" Jawab Lucas sambil duduk di kursi nya lagi.


"Tau gua bro! Lu emang naksir Vera kan?" Canda Farel diselingi tawa nya.


"Paan sih lu!" Elak Lucas.


"Caelah Bilang aja sih. Biar gua bisa punya abang" Tambah Farel.


"Belum" Jawab Farel sambil menjulurkan lidahnya.


"Jadi lu gak puas punya belasan abang? 15 abang keluarga William, 7 abang keluarga Cellos?" Tanya Vera.


"Belum. Soal nya nama Lucas belum masuk daftar abang gua. Dan kalo mau masuk Lucas kudu nikah ama lu Ver" Jawab Farel.


"Nikah? Lulus belum lu!" Ucap Vera.


"Hahahaha!!!!!" Gelak tawa pun pecah di meja itu. Suara tawa mereka terdengar kemana-mana.


******


Sekarang jam sudah menunjuk pukul 23.40. Hari yang semakin larut membuat pesta pun usai. Saat manusia yang lain sudah pulang kembali ke rumah nya sekarang hanya tersisa Vera, Jessy dkk, Lucas, Farel, dan beberapa mafioso Vera.


"Rel, lu tidur di sini aja" Ucap Vera.


"Gak usah, gua tidur di rumah gua sendiri aja" Jawab Farel menolak.


"Gak ada penolakan!" Ucao Vera penuh penekanan.


Farel membuat nafas kasar, ia tidak berani menolak Vera si singa betina. Akhirnya Farel pasrah dan tidur di mansion Vera. Vera menyerahkan semua pestanya pada mafioso untuk membereskan nya.

__ADS_1


"Singa betina! Gua tidur bareng Lucas ya" Ucap Farel sambil menaiki anak tangga memutar itu.


"Ngapain bawa-bawa gua ban*sat!" Bisik Lucas penuh penekanan.


"Udah ikutin aja" Jawab Farel yang juga berbisik.


"Terserah" Jawab Vera acuh.


"Tanks singa betina sayang!" Jawab Farel.


Sampai di atas mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Vera membaringkan pelan tubuhnya di kasur empuk nya. Vera sudah sangat lelah seharian ini. Vera pun tertidur pulas setelah membasuh tangan, kaki dan wajah nya.


******


Sementara di seberang kamar Vera, 2 orang cowok masih menggobol di atas kasur.


"Lucas, lu naksir Vera?" Tanya Farel membuka topik pembicaraan.


"Ha? Apaan sih?" Tanya balik Lucas.


"Jujur aja deh, kalo suka gua sebagai adek ipar bakal bantu lu buat dapetin hati Vera" Ucap Farel memberi semangat pada Lucas.


"Adek ipar? Pacaran juga gak!" Jawab Lucas.


"Tapi suka kan?" Goda Farel.


"Au ah! Bingung gua!" Ucap Lucas sambil merebahkan tubuhnya.


"Lucas, sebenernya lu belum tau sisi lain dari Vera yang ku kenal" Ucap Farel dengan jaut wajah sedikit sedih.


"Sebenernya Vera yang asli itu rapuh, bahkan hampir hancur. Dari Vera kecil dia gak pernah punya temen. Kalaupun punya, mereka cuma mau morotin yang Vera. Yang bikin Vera sampe separah yang lu kenal sekarang adalah keluarga. Vera punya beban paling berat di keluarga Hendrick William sebagai ahli waris, beban yang Vera rasa gak pernah bisa dibagi ke orang lain" Jelas Farel.


"Keluarga?" Tanya Lucas.


"Iya. Dan lagi sebenernya Vera itu pewaris 2 keluarga sekaligus. Keluarga William dan keluarga Marquen. Sebenernya Vera itu adalah ahli waris keluarga Marquen bukan William. Tapi karena sebuah kejadian ngebuat Vera jadi penerus keluarga William" Tambah Farel.


"Keluarga Marquen? Itu bukan nya keluarga terkaya ke 2 se-Indonesia?" Tanya Lucas.


"Ya" Jawab Farel.


"Jadi Vera itu keturuan keluarga Marquen?" Tanya Lucas.


"Iya. Dan Vera terikat belenggu 2 keluarga. Suatu hari Vera pulang ke Indo buat tanda tangan surat wasiat, yang akan buat Vera jadi pewaris tunggal keluarga William" Tambah Farel.


"Dan asal lu tau, Vera gak pernah mau orang lain ngerasain apa yang dia rasain, gak mau orang lain jadi kaya dia, gak mau ngerepotin orang lain termasuk keluarga sendiri, gak mau orang lain punya beban kaya beban yang dia punya sekarang, dan dia gak mau Vera gak pernah ngeluh sedikit pun saat dia punya masalah ataupun gagal dalam suatu hal. Vera is a strong woman!" Jelas Farel.


"Vera lu punya beban seberat itu? Beban itu lebih berat dari yang gua punya. Vera, you really really a strong woman!" Batin Lucas.

__ADS_1


__ADS_2