
Bagian yang kalian tunggu sudah hadir di chapter ini! Happy reading guys!!
******
Jam 2 siang kelas selesai, Vera, Jessy ddk, dan Farel menuju parkiran mobil. Vera masuk ke Lamborghini nya dan langsung tancap gas meninggalkan sekolah dan membelah jalanan London. Vera mengendarai mobil itu dengan kecepatan 150 km. Dalam 7 menit Vera sudah sampai di mansion nya.
"Non Vera cepat banget pulang nya, non Jessy nya mana?" Tanya bi Diah ramah sambil melemparkan senyum.
Vera hanya menatap bi Diah dan langsung pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun keluar menjawab pertanyaan bi Diah. Bi Diah hanya terdiam melihat Vera.
"Non Vera kenapa? Mood nya ga baik ya?" Batin bi Diah.
Klekk
Vera membuka pintu ruang kerja nya dan melemparkan tas nya ke sofa. Vera duduk di kursi putar itu. Vera menguidupkam laptop milik nya. 15 menit Vera bermain dengan laptop nya, Vera sudah mendapatkan apa yang ia ingin kan.
"Pertunjukan sebentar lagi di mulai" Ucap Vera dingin sambil menunjuk kan senyum devil.
Vera membuka salah satu laci meja itu dan mengeluarkan sebuah kunci. Vera mengantongi kunci itu dan berjalan sendekati rak buku di ruang kerja milik nya. Vera menekan salah satu buku disana yang merupakan tombol rahasia. Seketika rak buku itu terbuka, Vera masuk ke dalam nya dan rak itu kembali ke tempat semua.
Vera berjalan menyurusi lorong-lorong ruang rahasia itu, sampai lah Vera pada sebuah pintu. Vera memasukkan kunci itu pada sebuah lubang di sisi pintu dan memasukkan kata sandinya. Sebenernya ruang senjata itu lebih dari 1, sekitar 48 ruangan.
Setelah pintu itu terbuka Vera masuk ke dalam nya. Ruangan itu tak lain adalah Ruang Senjata. Ruang itu khusus untuk menyembunyikan senjata-senjata seperti pistol, laras panjang, pisau komando, bom, peluru, dan bendera berwarna hitam.
******
Setelah makan malam Vera terlihat keliar dari kamar nya. Tapi penampilan Vera beda dari biasanya. Vera berjalan turun dari tangga, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nya.
"Ver lu mau kemana?" Tanya Farah yang tidak dengan melihat Vera.
"Gua ada urusan" Jawab Vera dingin.
"Oh... Tapi kok baju lu item semua? Baju lu beda kaya biasanya"
"Bukan urusan lu"
"Tapi.."
Belum selesai Farah berbicara Vera sudah menatap Farah dingin nan kejam. Hawa dingin itu terasa jelas sampai menusuk tulang. Farah seketika membungkam mulutnya dan membiarkan Vera pergi.
Vera melajukan mobil nya dengan sangat cepat. 35 menit kemudian Vera sampai di sebuah gedung yang ada di pinggir kota. Di luncak gedung itu terlihat sebuah bendera yang bertuliskan "Black Swan" dengan ada nya logo angsa disana. Vera mengambil sebuah topeng yang juga berwarna hitam yang hanya menyisahkan mulutnya saja.
Vera menyelipkan 3 buah pistol yang ia sembunyikan di tubuh nya dan sebuah pedang Katana. Vera membelinya di sebuah pasar gelap dan acara lelang senjata. Vera perlahan masuk ke gedung itu. Di liar gedung memang tidak ada penjaga.
"Siapa kamu?!" Tanya seorang cowok di hadapan nya.
"Vera" Jawab Vera dingin.
Vera langsung mengeluarkan katana nya dan menusuk cowok itu tepat di dada kiri nya.
__ADS_1
"Arrgghhh!!!" Teriak cowok itu kesakitan.
Vera melepas kan katana nya dan cowok itu langsung jatuh dan mati. Tapi teriakan nya yang keras itu membuat pada mafioso di gedung itu berlari menuju tempat kejadian.
"Ada penyusup!" Teriak salah seorang dari gerombilan mafioso itu.
"Serang!!"
Mafioso langsung berlari ke arah Vera. Vera menggenggam erat katana nya dan langsung menebas habis mafioso itu. Ada yang dia tusuk dan ada beberapa yang bagian tubuh nya terpisah seperti kepala, kaki, dan tangan.
Kini seluruh mafioso itu mati di hadapan Vera, tubuh Vera di penuhi darah, di wajah nya juda ada bercak darah, katana nya juga berubah menjadi merah dan pada ujungnya meneteskan darah segar. Setelah itu Vera berlari menyurusi ruangan gedung itu. Vera tidak peduli berapapun orang yang akan dia hadapi karena semua nya akan mati. Vera naik ke lantai paling atas dan melihat sebuah kejadian.
"Ternyata ada pel*cur? Sampah!" Ucap Vera yang melihat Angel di pojok tembok dengan seorang cowok hidung belang yang sedang 'Olahraga'.
"Siapa kamu? Ahhh.." Jawab Angel di sertai suara des*han.
Vera yang jijik melihat pemandangan ini mengeluarkan handphone dan memotret Angel tanpa ada nya benang sehelai pun di tubuh nya serta seorang cowok di sana. Vera kembali mengeluarkan pistol dan...
Dor!
Tembakan Vera tepat mengenai kepala cowok itu. Cowok itu langsung jatuh bersimbah darah.
"Arrgghhh!!!" Teriak Angel ketakutan.
"Nikmati lah pertunjukan nya, karena sebentar lagi akan menjadi seru" Ucap Vera sambil menunjuk kan senyum devil.
Brak!!
"Daddy.." Jawab angel terisak.
Pandangan mata pria itu beralih ke Vera yang terlihat memegang pistol.
"Siapa kamu?! Berani nya masuk ke wilayahku! Para mafioso ku akan menghabisimu!" Ancam pria itu.
"Para mafioso mu sudah aku habisi dan ada yang sudah mengucapkan janji untuk setia padaku John" jawab Vera dingin.
"Dan sekarang giliran mu!"
Vera beralih mengeluarkan katana dan berlari ke arah John, ayah Angel.
Bukk..
Kepala John jatuh ke lantai, Vera menebas kepala. Angel yang melihat kejadian itu secara langsung menangis dan berteriak histeris.
"Daddy!!!!" Tariak Angel.
Vera berjongkok dan memungut kepala John yang sudah terputus itu dan melemparkan nya ke Angel.
******
__ADS_1
Vera turun menghampiri mafioso yang baru saja dia rebut dari Black Swan. Mereka berbaris rapi di depan gedung itu.
"Ingat kalian sudah bersumpah setiap padaku, mulai sekarang aku ketua baru kalian. Panggil aku Lady" Ucap Vera dingin.
"Baik Lady!" Jawab mereka.
"Tugas pertama kalian adalah mengambil semua senjata yang ada di Black Swan dan bawa semua uang mereka"
"Baik Lady!"
*****
Vera sampai di mansion pukul 9 malam. Vera menyuruh para mafioso untuk menaruh senjata itu ke ruang penyimpanan senjata. Saat Vera masuk, ternyata Jessy ddk, Farel dan bi Diah belum tidur, mereka masih nonton tv bersama.
"Vera lu udah pulang?" Tanya Farah dengan mata yang masih tertuju pada layar tv.
"Udah" Jawab Vera dingin.
"Eh, mereka siapa?" Tanya Jessy penasaran pada sekumpulan cowok berbadan besar nan gagah mambawa banyak senjata yang di taruh pada sebuah kotak kayu.
"Mereka mafioso ku" Jawab Vera.
Mendengar pernyataan Vera mereka berlima kaget sekaligus tidak percaya dengan pernyataan Vera yang tidak masuk akal.
"Hah?! Mafioso?" Tanya Refa.
"Iya" Jawab Vera.
"Ver, lu bener-bener mau masuk ke dunia mafia? Itu bahaya Ver!" Tambah Farel.
"Bener non Vera. Dunia mafia itu kejam, non jangan sampe masuk ke sana" Tambah bi Diah.
"Lu semua ga tau alasan gua masuk dunia mafia kan? Rel, inget kata nenek waktu itu!"
**Flashback***
"Vera" Ucap nenek.
"Iya nek?" Jawab Vera.
"Vera, nenek punya permintaan buat Vera"
"Apa nek?"
"Tolong balas dendam atas kematian papa mu, keluarga mu"
"Pasti nek, pasti Vera akan balas dendam"
"Tapi inget Vera, mereka adalah seorang mafia. Fras Hopper adalah ketua mafia itu, White Heart"
__ADS_1
**Flashback Off***