Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 28


__ADS_3

Sekitar 30 menit Darrel memeriksa keadaan Vera, Darrel keluar menemui Lucas dan yang lain yang duduk di kursi sebelah pintu ruangan tempat Vera di periksa. Baru menutup pintu Darrel sudah di serbu banyak pertanyaan dari Lucas dan yang lain.


"Rel, gimana Vera" Tanya Lucas yang tiba-tiba.


"Vera gak papa kan?" Tanya Refa.


"Vera kenapa?" Tanya Farah.


"Dia sakit apa?" Tanya Jessy.


"Parah gak?" Tanya Mark.


"Woy! Bisa diem gak? Gimana gua bisa jawab kalo lu semua nyerocos terus?" Jawab Darrel berbalik tanya.


"Oke, Vera gak papa. Dia cuma kecapean, banyak pikiran dan kurang istirahat" Jawab Darrel kemudian membuat Lucas dan yang lain tenang.


"Ngomong-ngomong, kemarin kalian kasih Vera makan sesuatu gak?" Tanya Darrel.


"Iya, gua nyuruh Vera buat makan 10 kerang" Jawab Refa.


"What?! Lu kasih Vera makan kerang?!" Tanya Farel spontan sambil menepuk jidat. Dan bertanya dengan nada sedikit keras membuat semua manusia di situ kaget.


"Iya, emang kenapa?" Jawab Refa berbalik tanya.


"Pantesan Vera tumbang. Denger baik-baik, Vera dari kecil gak bisa makan kerang, dia alergi. Kalo dia makan kerang walaupun suma satu biji ataupun sekecil upil Vera bakal dapet sakit yang kuat biasa di bagian perut, pusing, dan kadang mual. Kalo Vera gak kuat nahan, di bakal pingsan kaya yang barusan kalian liat" Jawab Farel.


"Vera alergi kerang? Sorry gua gak tau.." Jawab lirih Refa dengan sedikit menunduk.


"Udah gak papa kok Ref, kamu gak sengaja, jangan dipikirin lagi, bentar lagi paling Vera sadar" Ucap Darrel sambil mengelus puncuk kepala Refa.


"Kak Darrel kenal Refa?" Tanya Darren.


"Iya, aku dokter mereka" Jawab Darrel.


"Eit! Tunggu, barusan Darren bilang 'kak?" Tanya Refa.


"Iya. Darrel abang Darren" Jawab Darren sambil tersenyum.


"Pantesan nama kalian cuma beda belakangnya doang" Ucap Lucas.


"Kita boleh liat Vera kan?" Tanya Jessy.

__ADS_1


"Boleh. Tapi jangan berisik, Vera masih butuh istirahat. Yaudah, kalo gitu gua permisi" Ucap Darrel sambil pamit pergi.


"Oke! Thanks ya" Ucap Farah.


Setelah Darrel pergi, mereka masuk ke ruangan Vera. Mereka melihat Vera yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus terpasang di tangan kiri nya.


"Cepet sembuh Ver, soal nya ada yang pingin gua omongin ke kalian semua" Ucap Lucas yang berbicara dengan Vera yang tertidur itu.


"Jangan lupa weekend kita janji liburan" Ucap Farah.


"Gua kangen latihan bareng lu" Ucap Jessy.


"Vera, moga lu gak kumat kalo nanti lu bangun dan liat lu dimana" Batin Farel.


"Istirahat cool beauty biar cepet sembuh" Ucap Mark.


Waktu terus berlalu, kini jarum jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Jessy dkk, Lucas, Farel, Mark, Justin, Ender, dan Darren masih stay di ruangan itu untuk Vera. Mungkin karena kelelahan mereka tertidur.


"Emm..." Ucap Vera sembari membuka perlahan matanya.


"Gua dimana? Ini bukan sekolah" Batin Vera.


Vera yang merasakan ada seseorang yang memegangi tangan nya langsung menoleh ke kanan. Kaget Vera saat tau orang itu adalah Lucas.


"Lucas? Tunggu ini infus? Rumah sakit!" Batin Vera bergejolak.


Seontak Vera langsung menarik kasar tangan kanan nya dan menarik kasar jarum infus yang terpasang di tangan kiri nya. Karena tarikan itu tangan Vera mengeluarkan darah segar. Tanpa pikir panjang Vera langsung membuka selimut yang membungkus tubuhnya dan several turun dari ranjang rumah sakit.


Brugh!


Entah kenapa kaki Vera terasa sangat lemas, sekekita ia jatuh tersungkur di lantai rumah sakit dan sedikit tetesan merahnya darah mawarni keramik putih itu. Karena suara Vera jatuh anak keras membuat Lucas terbangun.


"VERA!" Teriak Lucas mendapatkan Vera sudah jatuh di samping ranjang rumah sakit dengan tangan kiri nya dan mengeluarkan darah.


Lucas langsung menghampiri Vera yang sudah jatuh itu. Karena teriakan Lucas, Jessy dkk, Farel, Ender, Mark, dan Justin sontak membuka matanya kaget terperanjat.


"Vera!" Tarikan mereka mendekati Vera.


"Vera, lu kenapa? Lu masih belum pulih" Ucap lirih Refa.


"KENAPA KALIAN BAWA GUA KESINI! GUA MAU KELUAR SEKARANG!!" Teriak Vera menggelegar ke seluruh ruangan.

__ADS_1


"Vera tenang Ver.. Kontrol emosi.." Ucap Farel.


"GUA MAU PULANG SEKARANG!! GUA GAK SUKA RUMAH SAKIT!! GUA GAK SUKA RUMAH SAKIT!! GUA GAK SUKA!! PULANG SEKARANG!!" Teriak Vera lagi.


"Vera sadar Ver..." ucap Farel mencoba menenangkan Vera yang dark tadi sudah teriak-teriak seperti orang kesetanan.


Di saat yang lain sibuk menenangkan Vera yang menggila, Darren menelfon Darrel untuk segera ke ruangan Vera. Tak lama kemudian Darrel datang dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Astaga Vera!" Teriak Darrel yang segera menghampiri Vera.


"Vera kenapa bisa gini?" Tanya Darrel


"GUA BENCI RUMAH SAKIT!!" Teriak vera sambil menangis.


Greb..


Lucas yang melihat Vera dalam kondisi seperti itu langsung memeluk erat Vera. Vera kaget dengan tingkah Lucas namun Vera tidak menolak pelukan Lucas. 1 tahun lamanya Vera tidak pernah merasakan hangat nya sebuah pelukan dari orang tersanyang. Melihat Lucas memeluk Vera, Refa ternyata juga memeluk Vera, tak hanya Refa, semua manusia di ruangan itu ikut memeluk Vera supaya Vera tenang.


"Vera kalo mau nangis, nangis aja gak papa. Kita gak ngelarang asal itu bisa buat Vera lebih baik" Ucap Farah dengan air mata yang mengalir di pipi putih nya.


"Kita selalu ada buat Vera" Ucap Jessy.


"Lu jangan gini lagi Ver.." Ucap Farel.


"Vera itu cewek kuat!" Tambah Mark memberi semangat.


"Vera is really a strong woman" Tambah Justin.


"Vera maafin kita..." Ucap lirih Refa sambil menangis dan diselingi segukan nya.


Seketika itu juga suasa di ruangan itu sangat pilu. Semua memeluk Vera, memberikan Vera semangat tiada henti. Mencoba mam buat Vera lebih tenang dan lebih baik. Tak lupa diselingi tangis dari beberapa orang. Tak lama mereka melepaskan pelukan nya. Karena pelukan itu Vera merasa lebih baik dari sebelum nya.


"Guys makasih udah ada di setiap hari-hari nya Vera. Makasih mau jadi temen Vera. Vera janji gak akan sembunyiin apa-apa lagi dari kalian" Ucap Vera menghapus air matanya dan tersenyum manis.


Ini pertama kalinya mereka melihat Vera tersenyum. Senyuman itu membuat Vera terlihat lebih cantik dari sebelum nya. Bagi Lucas, Jessy dkk, Justin, Ender, Mark, Darren, dan Darrel ini pertama kalinya mereka melihat Vera tersenyum.


"Oke! Tapi sebelum itu tangan kamu harus di obatin dulu" Ucap hangat Darrel tersenyum.


"Ya!" Jawab Vera.


Vera pun di bantu oleh Lucas dan Jessy untuk mendudukan Vera kembali ke ranjang nya. Selama luka Vera di obatin Vera tidak pernah meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2