
Sekarang hari udah malam dan Vera masih berada di rumah sakit. Sekarang di ruangan VIP Vera di temani semua sahabatnya. Mereka menonton film box office di ruangan Vera.
"Vera" Ucap Lucas.
"Emm?" Jawab Vera sambi menikan satu alisnya.
"Boleh tanya?" Tanya Lucas sedikit ragu-ragu.
"Apa?" Tanya balik Vera.
"Lu mau cerita tentang keluarga lu sama kita semua gak?" Tanya Lucas dengan raut wajah yang sedikit ragu-ragu sampai-sampai keringat dingin membahasi kening Lucas.
Awalnya Vera tidak menduga Lucas akan bertanya seperti itu. Dengan menarik nafas panjang Vera perlahan mulai ber cerita tentang keluarga nya dulu.
"Karena gua tadi udah janji, sekarang gua akan cerita ke kalian semua" Jawab Vera.
"Gua anak kedua dari 3 bersaudara. Gua punya 1 kakak laki-laki dan 1 adik perempuan. Keluarga gua hidup bahagia, damai, dan harmonis. Tapi ada kejadian dimana keluarga gua dibantai sama organisasi mafia yang di ketuai temen Papa gua. Mereka semua meninggal karena nyelametin gua dari mafia itu. Mulai hari itu hidup gua berubah 180 derajat seperti yang kalian liat di hari sebelum nya" Jelas Vera sambil menunduk dan tak terasa buliran air jernih yang sedari tadi sudah di bendung pun jebol.
"Jadi garis besarnya lu mau balas dendam sama temen papa lu?" Tanya Mark.
"Iya. Dan karena alasan ini gua ngelarang Farel masuk ke dunia mafia" Jawab Vera sambil menghapus kasar air matanya.
"Oke! Gua sekarang ngerti, makasih Vera lu udah mau terus terang ke kita" Ucap Farah.
"Oya, gua juga punya sesuatu yang pingin gua omongin ke kalian" Ucap Lucas tiba-tiba.
"Bilang aja. Sekarang kita keluarga" Jawab Jessy.
"Sebenernya keluarga gua udah meninggal 5 tahun yang lalu. Dan kejadian itu persis sama kaya kejadian keluarga Vera. Keluarga gua dibantai mafia pas adik gua ulang tahun ke 8 tahun. Dan gak sengaja gua ketemu Vera dan join di mafia Vera. Tujuan gua join juga sama, buat balas dendam, cuma gua gak tau Vera sama gua dendam sama orang yang sama atau gak" Ucap Lucas panjang itu.
"White Heart?" Tanya Vera spontan membuat yang lain kaget.
"Iya mafia White Heart" Jawab Lucas lantang.
"Frans Hopper sialan!" Ucap Vera lantang dengan tangan nya yang mengepal.
Vera langsung mengambil handphone nya yang berada di atas meja sebelah ranjang Vera. Vera mengotak-ngatik telfon nya dan mendekatkannya di telinga kiri Vera.
"Aku ingin semua informasi tentang mafia White Heart dan seluk beluk dari Frans Hopper jangan lupa berikan pada ku dan bawa laptop ku juga. Aku ingin secepatnya!" Ucap Vera lantang di telfon itu.
Tidak perlu menunggu jawaban, Vera sudah memutuskan pangilan itu sepihak. Vera melemparkam handphone nya kasar ke atas meja itu.
Setelah itu mereka semua bertukar cerita sambil menonton film. 30 menit kemudian terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Vera.
__ADS_1
Tok tok tok..
"Lady ini saya, Marco!" Ucap orang itu tak lain adalah Marco.
"Masuk!" Jawab Vera.
Setelah mendapatkan jawaban dari Lady nya, Marco masuk ke ruangan itu dengan membawa sebuah map coklat dan laptop Vera.
"Ini informasi yang Lady minta" Ucap Marco sopan sambil memberikan map dan laptop itu kepada Vera.
"Baik, kamu boleh pergi. Jaga mansion baik-baik. Setelah liburan siapkan pasukan kita serang markas Dusk Venus" Jawab Vera menerima map itu sambil memberikan perintah pada Marco.
"Baik Lady" Jawab Marco.
"Kenapa? Ada masalah Marco?" Tanya Vera karena heran kenapa Marco belum keluar dari ruangan Vera.
"Itu Lady... Anu.. Em.. Itu.." Ucap Marco gagap.
"Bicara yang jelas!!" Bentak Vera yang membuat Marco dan yang lain kaget.
"Itu Lady.. Saya ingin minta cuti 2 hari" Ucap Marco.
"Berikan aku alasan yang memuaskan" Suruh Vera dengan nada dingin dan kedua tangan nya sudah terlipat di dada.
Vera yang mendengar alasan Marco hanya membuat nafas kasar.
"Aku beri kamu cuti 3 hari, temani istri mu dan kembali sebelum liburan, kamu bisa gunakan mobil yang biasanya. Ambil ini untuk biaya persalinan istri mu nanti" Jawab Vera sambil menyodorkan map putih ke pada Marco. Sontak Marco kaget, mata nya berbinar-binar seakan tidak percaya.
"Terima kasih lady.. Terima kasih!" Ucap Marco sambil membungkuk berterima kasih pada Vera.
"Ya! Pergilah. Oya, Marco aku punya tugas untuk mu" Ucap Vera.
"Apa itu lady?" Tanya Marco.
"Kabarkan pada semua mafioso TDB bahwa saat liburan mereka bisa mengajak keluarga mereka untuk ikut liburan. Soal biaya aku yang tanggung" Ucap Vera.
"Baik lady!" Jawab tegas Marco.
Marco pun pergi meninggalkan ruangan Vera untuk pulang ke rumah nya menemui istri dan anak nya. Tapi sesuai perintah Vera, Marco kembali ke markas dulu untuk menyampaikan informasi pada mafioso yang lain.
*****
Waktu terus berlalu, tak terasa hari mulai larut malam. Jam dinding sudah menunjukan pukul 23.12. Karena hari sudah malam Mark, Justin, Ender, dan Darren pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Vera, hari semakin malam sebaiknya kami pulang" Ucap Mark mewakili ketiga temannya.
"Baiklah, ingin aku antar sampai depan?" Tanya Vera menawarkan diri.
"Gak udah Ver, lu mendingan istirahat biar cepet sembuh" Usul Ender.
"Oke. Makasih buat hari ini" Jawab Vera.
"Sure lady!" Jawab mereka kompak membuat gelak tawa muncul malam itu.
"Oke kami pergi. *Go*od bye!" Ucap Darren melangkah pergi dan melambaikan tangan.
Klek!
Pintu ruangan Vera tertutup kembali. Tak lama setelah kepergian Mark, Justin, Ender dan Darren, Vera menyuruh Jessy dkk untuk kembali ke mansion.
"Jessy, pulang lah ke mansion" Ucap Vera pada Jessy saat melihat Refa yang mulai mengantuk itu.
"Baiklah. Lucas aku titip Vera, jaga dia. Ingat jangan sampai melewati batas" Jawab Jessy sambil memberikan perintah pada Lucas.
"Tenang saja!" Jawab Lucas menyombongkan diri.
"Oke. Gua sama yang lain duluan Ver!" Saut Farah yang melangkah pergi dan memegangi tangan Refa.
"Ya!" Jawab singkat Vera.
Kini di ruangan Vera hanya ada 2 orang, Vera dan Lucas. Lucas juga mulai lelah membaringkan badan nya di sofa ruangan bersiap untuk tidur. Sedangkan Vera sudah lebih dulu berbaring di ranjang yang agak besar itu. Entah kenapa Vera merasa kasihan melihat Lucas yang akan tidur di sofa itu.
"Lucas" Panggil Vera.
"Vera? Kenapa?" Tanya Lucas dengan mata beratnya.
"Kemari!" Suruh Vera sambil menepuk-nepuk sisa ranjang nya yang kosong.
Lucas pun terlihat seperti orang kikuk melihat Vera. Lucas yang tak kunjung menghampiri nya membuat Vera kembali memanggil Lucas. Lucas yang sadar langsung cepat-cepat menghampiri Vera.
"Sini tidur" Ucap Vera sambil menepuk-nepuk sisa ranjang nya.
"What?! Gak udah Ver, gua tidur di sofa aja" Ucap Lucas menolak.
"Udah gak papa" Jawab Vera menenangkan.
Lucas pun pasrah yang naik ke ranjang Vera. Melihat Lucas sudah naik, Vera merebahkan tubuhnya di ranjang rumah sakit dengan posisi agak miring. Lucas juga perlahan merebahkan tubuhnya di sebelah Vera.
__ADS_1