
"Ve-Vera?!" Ucap mereka kompak karena kaget.
"Apa?" Jawab Vera dingin.
"Gak, gak papa" Jawab Farel gugup.
"Malam ini serang Black Panthers" Ucap Vera yang langsung pada point pembicaraan.
"What? Lu masih waras Ver? Black Panthers itu mafia no.5 terkuat" Jawab Jessy.
"Gua gak gila. Mafia terkuat? Baru satu tembakan dia udah gak bisa gerak di bilang terkuat?" Protes Vera.
"Maksud lu Ver?" Tanya Lucas.
"Markas tadi di serang Black Panthers. Leader nya udah gua kirim ke akhirat" Jawab Vera dingin sambil memakan makanan nya.
"Jadi yang tadi itu.." Ucap Lucas yang terpotong oleh Vera.
"Iya. Mafia Black Panthers" Jawab Vera.
"Lu ngirim dia ke akhirat pake cara apa?" Tanya Refa.
"Tebas kepalanya" Jawab Vera.
"Ihhh" Ucap lirih Refa yang kelihatan jijik itu.
"Jadi malam ini beneran jadi?" Ucap Farah memastikan.
"Iya. Dan kalo ini berhasil gua bakal aja kalian liburan" Jawab Vera.
"Yey!! Asik!! Gitu dong Ver, sekali-kali" Jawab Farah kegirangan.
"Ehem!" Farel berdehem keras karena merasa diri nya di kacangin.
"Gua di kacangin nih" Sindir Farel.
"Yaelah sensi bingit lu" Jawab Refa.
"Santuy bro!" Ucap Lucas.
******
Setelah istirahat mereka balik ke kelas masing-masing. Vera dan Jessy jalan di belakang Refa, Farah, dan Farel. Sampai di kelas mereka menuju tempat duduk masing-masing. Baru selangkah Vera masuk kelas cibiran langsung terdengar jelas di telinga Vera.
"Hai bidadari!"
"Sayang! Bebeb kangen nih"
"Gimana kabarnya"
"Muka cantik cuma karena skincare buat apa?"
"Body goals cuma buat nyabe di bar"
"Dasar gak tau malu, udah bolos masih punya muka buat kesini"
Vera langsung berhenti melangkah. Telinga nya sudah panas mendengar kan ochan netizen yang iri itu.
"Situ iri?" Sindir Vera dingin sambil menatap tajam cewek-cewek yang mulutnya nyinyir itu.
__ADS_1
Cewek-cewek itu bergidik ngeri melihat tatapan mata vera yang am at sangat tajam, di tambah Vera juga orang yang dingin dan datar membuat auranya semakin terasa.
Tidak ada satu jawaban pun terdengar dari semua mulut du kelas itu. Vera melanjutkan jalan nya dan duduk di kursi nya dan memejamkan matanya. Tak lama guru masuk mengisi jam kelas Vera.
"Vera bangun, bu Veron dateng" Ucap Jessy sambil mengoyangkan pelan tubuh Vera tapi tidak ada renspon dari Vera.
"Oy! Vera lu mau di hukum lagi?" Tanya Farel dengan nada kecil dari belakang Vera. Lagi-lagi Vera tidak merenspon mereka berdua.
Vera akhirnya tertidur di kelas saat ada jam pelajaran bu Veron. Tidur Vera sangat damai terasa.
"Vera!" Ucap bu Veron berteriak.
Awalnya Vera diam tidak menggubris bu Veron. Bu Veron yang merasa tidak di anggap ini marah pada Vera.
"Vera bangun!" Teriak bu Veron lagi.
Teriakan bu Veron ini membuat tidur Vera terganggu dan akhirnya mata Vera kembali terbuka walau malas rasanya untuk menatap bu Veron.
"Kamu ya! Berani-beraninya kamu tidur di jam saya!" Bentak bu Veron.
"Terus?" Tanya Vera acuh.
"Masih tanya lagi! Kamu ngapain tidur?"
"Ngantuk"
"Kali ngantuk ya tidur di rumah buka di sekolah"
"Ohh"
Vera mengambil tas nya lalu berjalan pergi keluar kelas. Seluruh manusia di kelas kaget melihat Vera yang keluar kelas saat pelajaran masih di mulai.
"Pulang" Jawab Vera tanpa sedikit pun melihat bu Veron.
"Ngapain kamu pulang?!"
"Bocan"
"Vera!"
Vera tidak mau mendengar kan teriakan bu Veron lagi dan akhirnya Vera menyumpal telinga nya dengan earphones. Vera acuh dan langsung keluar dari kelasnya. Manusia di kelas Vera hanya bisa melihat Vera yang berjalan di samping kelas.
"Enak banget dia, padahal baru aja masuk, belum satu jam pelajaran udah pulang"
"Iss iri gua"
"Luh uluh cool beauty!"
"Sayang tungguin dong!"
Vera masih berjalan dengan earphones yang terpasang di kedua telinga nya. Berjalan sambil mendengarkan musik dan bermain handphone. Anehnya Vera tidak menuju parkiran tapi malah ke kelas Lucas, padahal Vera tau kalau dia dan Lucas beda kelas, alias Vera kelas 10 Lucas kelas 11.
"Ehh cool beauty cool beauty!"
"Tuh bocah ngapain ke sini"
"Nemuin gua tuh"
"Gak belajar?"
__ADS_1
"Sok sokan bang*at!"
Vera langsung masuk begitu saja saat melihat pintu kelas 11-3 terbuka lebar seakan menyambutnya. Kedatangan Vera membuat heboh seisi kelas.
"Vera? Ngapain lagi ke sini?" Batin Lucas terheran-heran.
"Mau loncat lagi?" Batin Mark.
"Tuh cewek robot mau bikin atraksi apa lagi?" Batin Ender
Dengan santai nya Vera berjalan menuju kursi kosong belakang Lucas. Tapi belum sampai Vera sudah di tegur duluan oleh guru yang mengajar saat itu.
"Hei! Kamu kelas mana?" Tanya pak Ezan.
"10-1" Jawab Vera.
"Anak kelas 10 ngapain ke kelas 11?"
"Belajar"
"Hah?! Denger ya, kamu itu masih kelas 10 belum kelas 11. Kamu gak akan ngerti pelajaran ini"
"Ohh ya? Mau tes?"
"Oke. Silahkan kamu kerjakan tugas di papan tulis ini lalu kamu jelaskan cara mencari nya"
"Berani taruhan?"
"Ya!. Kalo kamu bisa jawab semua soal ini kamu boleh minta apa pun ke saya"
"Oke, taruhan ku mudah. Kalo gua bisa, kelas ini harus terbuka buat gua tanpa terkecuali dan gua bebas di kelas ini. Deal?"
"Deal!"
Setelah negosiasi yang berujung deal itu Vera merebut spidol dari tangan pak Ezan. Vera mengerjakan soal sambil memberi kan penjelasan bagaimana cara menjadi dan menghitung nya.
"Selesai!" Ucap Vera sambil melemparkan spidol ke arah pak Ezan.
Pak Ezan meneliti jawaban Vera dan ternyata jawaban Vera beneran semua tanpa ada salah tanda maupun angka. Pak Ezan lalu memastikan apakah murid nya paham dengan penjelasan Vera.
"Soal mu sekecil butiran debu" Ucap Vera.
"Sombong" Jawab pak Ezan yang merasa tersinggung.
"Anak-anak jujur, apakah kalian paham dengan penjelasan gadis ini" Tanya pak Ezan pada murid nya.
"Ngerti pak! Lebou ngerti dari yang bapak jelasin" Jawab salah satu murid cowok di kelas itu.
"Ender, apa kamu paham dengan penjelasan gadis ini?" Tanya pak Ezan lagi pada Ender untuk memastikan Vera.
"Sangat paham pak" Jawab Ender.
Pak Ezan akhirnya mengaku kalah dan membiarkan Vera belajar di kelas 11-3.
"Baik, kamu duduk di belakang Lucas" Suruh pak Ezan.
"Oke! Tapi ingat baik-baik namaku Vera" Jawab Vera dingin.
Vera berjalan ke kursi kosong belakang Lucas dan duduk di sana. Sesuai kesepakatan Vera bebas di kelas 11-3, jadi Vera langsung melakukan apa yang dia mau. Dan pada akhirnya Vera memutuskan untuk tidur di kelas Lucas dengan tas nya sebagai bantalan.
__ADS_1