Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 67 [Latar belakang Mia]


__ADS_3

Tiba-tiba orang itu melayang kan sebilah pisau tepat ke arah dada kiri Vera. Dan..


JLEBB!!


AHH...


TRING..


---------


Sesaat Sebelumnya•••


Saat melayang kan pisau tiba-tiba Vera membuka matanya dan mengambil pisau di balik selimut. Tanpa ragu Vera menusuk perut orang itu dengan pisau nya. Orang itu sontak menjatuhkan pisau di genggaman nya dan memegangi perut nya yang terluka.


TIK!


Lampu kamar Vera tiba-tiba hidup dan tampak lah 3 orang yang diam-diam ikut melihat. Walau mabuk tapi Vera tetap mengerikan. Orang itu kaget setengah mati saat diri nya ketahuan tertangkap basah ingin membunuh Vera.


"Good night Mia. What are you doing? You want to kill me?" Tanya Vera sambil menahan rasa nyeri di tangan nya.


"Ka-kamu.." Ucap Mia gugup.


"Surprise!" Jawab Vera, Farel, Jessy dan Ansel bersamaan.


"Giamana? Patah hati karena gak bisa bunuh gua Naomi Dylan?" Tanya Vera sambil menekan nama asli Mia ralat Naomi dan manarik jarun infus dari tangan nya.


Naomi kaget bukan main. Kenapa Vera bisa tau siapa Mia yang sebenarnya?


"Kaget kenapa bisa tau nama asli mu Naomi?" Tanya Vera.


"Kau...!!" Ucap Naomi jengkel.


"Ingat Naomi, kau terlalu bodoh untuk membohongi ku. Kau anak angkat Frans Hopper bukan?" Ucap Vera yang mengintimidasi Naomi.


"Apa yang kau ingin kan? Kanapa kau tau segala nya?" Tanya Naomi dingin.


"Simple, aku ingin balas dendam" Jawab Vera sambil bangkit dari duduk nya.


"Hump! Mimpi kau Vera! Di dunia ini tidak ada yang melebihi Frans" Jawab Naomi.


"Tapi wanita ku bisa melebihi Frans, Naomi" Ucap seseorang yang berdiri di ambang pintu.


"Lucas?" Ucap Naomi yang tak kalah kaget.


"Naomi, kau kira aku bisa masuk perangkap mu? Tidak semudah itu" Ucap Lucas dingin sambil melewati Naomi dan merangkuk pundak Vera.


"Menyamar sebagai gadis lemah dan masuk ke kehidupan kami bukan hal yang mudah" Ucap Jessy yang ikut menambahkan.

__ADS_1


"Menghancurkan hubungan untuk membantu Frans menghilangkan Vera tidak semudah membalikkan telapak tangan" Ucap Farel ikut memprofokasi Naomi.


"Menggunakan topeng untuk berbaur adalah hal yang sangat munafik!" Tambah Ansel dengan dingin nya.


"Sebenarnya bukan kami yang masuk dalam permainan mu, memainkan diri mu sendiri yang masuk dalam permainan kami" Ucap Vera.


Naomi pun diam seribu bahasa. Tangan nya masih setia menekan luka yang masih setia mengeluarkan darah segar. Sedangkan Vera dan yang lain masih di dalam kamar menatap Naomi dengan tatapan tidak suka.


BRUK!!


Naomi jatuh terduduk di lantai. Wajah nya berubah menjadi pucat. Lantai kamar Vera pun menjadi merah. Darah yang di rindukan Vera akhirnya tumpah juga.


"Jangan buang-buang waktu mu untuk membunuh ku, karena bukan aku yang membunuh orang tua mu" Ucap Vera sambil menjilat ujung pisau yang berdarah itu.


"Apa maksud mu.." Tanya Naomi menahan sakit nya.


"Sungguh naif! Otak mu benar-benar di cuci bersih oleh nya" Ucap Vera.


"Ansel berikan pada nya" Perintah Vera.


Ansel mengeluarkan sebuah berkas dan di lemparkan ke Naomi. Di halaman depan berkas itu terdalat tulisan 'Fakta Kematian Eiji Dylan dan Alice Chopra'. Mata Naomi membuat seketika membaca judul berkas itu.


"7 tahun yang lalu, 29 Desember pukul 23.17. Rumah Eiji Dylan di serang mafia. Orang tua mu mati malam itu demi melindungi mu. Saat hari penguburan nya, Frans Hooper datang dan memberitau mu siapa kelompok mafia itu. Frans bilang bahwa kelompok mafia ku yang membunuh keluarga mu. Kau salah besar! Mafia ku baru berdiri tahun ini dan mafia ku tidak pernah menggunakan jas saat melancarkan aksi. Dan asalkan kau tau, The Demon Blood terkenal dengan pekaian serba hitam nya" Ucap Vera.


-Flashback 29 Desember, rumah Eiji Dylan-


Malam itu kediaman Eiji Dylan sangat tenang. Semua orang di rumah yang terbilang cukup besar itu sudah terlelap tidur.


"Tidak bisa, pintu terkunci"


"Buka paksa!"


BUK! BUK! BUK!


BRAK!!


Pintu utama rumah Eiji di dobrak oleh sekumpulan lelaki berjas abu-abu. Suara itu membangunkan Eiji dan isteri nya, Alice. Naomi yang saat itu baru berusia 5 tahun itu juga terbangun. Naomi berjalan ke kamar orang tua nya sambil membawa boneka beruang kecil.


"Ibu.." Lirih Naomi.


"Tenang sayang, tidak akan terjadi apa-apa" Ucap Alice menenangkan Naomi.


"Rumah kita kok berisik?" Tabya Naomi.


"Tidak ada apa-apa Naomi. Kamu bersembunyi di dalam lemari itu. Ayah dan Ibu akan mengecek nya" Ucap Eiji dan di angguki Naomi.


Naomi bersembunyi di dalam lemari pakaian itu. Eiji siap dengan pistol nya turun ke bawah bersama Alice. Dari atas terlihat banyak pria berjas dengan senjata dan mayat-mayat pekerja di rumah Eiji. Eiji dengan beware turun menghampiri orang-orang itu.

__ADS_1


"Siapa kalian?" Tanya Eiji sambil menodongkan pistol nya.


"Dia orang nya" Bisik salah anggita pada anggota yang lain yang mungkin kepala pasukan.


"Ku tanya siapa kalian?!" Tanya lantang Eiji.


"Kami datang dengan perintah membunuh kalian" Jawab pria tinggi berjas itu.


"Siapa yang memberi kalian perintah?! Kami tidak pernah punya masalah dengan kalian" Ucap Eiji.


"Mr. H" Jawab pria itu.


DOR!


Eiji melepaskan tembakan ke arah pria itu. Tapi pria itu dengan sigap menghindar.


DOR! DOR!


Pria itu melepaskan tembakan tepat di dada Eiji dan Alice. Eiji dan Alice langsung ambruk dan mati seketika. Tapi ternyata di lantai atas ada seorang anak kecil yang melihat agedan mengerikan itu.


"Ibu! Ayah!" Teriak Naomi sambil menuruni anak tangga.


Setelah tembakan itu para pria itu langsung pergi dari rumah Eiji. Naomi menangis di samping mayat orang tua nya dan terus memanggil nama mereka.


Esos hari nya orang tua Naomi di makam kan. Para pelayat sudah membubarkan diri, tersisa Naomi seorang dengan boneka beruang nya berjongkok dan menangis. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mantap menghampiri nya.


"Naomi Dylan" Panggil orang itu, Naomi pun menoleh ke samping.


Tampak sosok pria ber-tattoo yang berumur sekitar 35 tahun mengenakan pakaian formal tanpa dasi dan di padu dengan jas panjang hitam.


"Paman siapa? Kenapa paman tau nama ku?" Tanya Naomi.


"Apa yang paman lakukan disini? Keluarga paman juga meninggal?" Tanya Naomi.


"Tidak. Kau ingin ikut dengan ku? Aku akan membuat mu menjadi gadis yang kuat agar bisa membunuh orang itu" Ucap nya sambil menghisap cerutu rokok nya.


"Paman kenal orang berjas itu?" Tanya Naomi.


"Tentu. Jadi bagaimana?" Tanya nya sambil menghembuskan asap rokok nya.


"Ya! Naomi mau paman! Naomi mau jadi orang kuat!" Jawab Naomi penuh semangat.


"Bagus. Tapi mulai sekarang nama mu adalah Mia Olivia dan mulai sekarang paman adalah ayah angkat mu. Frans Hooper" Ucap pria itu.


"Mia? Mia! Aku ingat Ayah! Aku Mia!" Jawab Naomi.


"Good! Ayo ikut Ayah" Ajak Frans.

__ADS_1


Sejak saat itu tidak ada lagi Naomi si gadis kecil yang lugu dan polos itu. Hanya ada Mia Olivia yang menjelma menjadi gadis cantik yang mematikan. Di bawah bimbingan Frans Hooper, Mia menjadi sosok gadis berdarah dingin. Bahkan saudara-saudara nya di kastil Nigel menyebut diri ya dengan sebutan Iblis Cantik.


-Flashback Of-


__ADS_2