
Kini semua mafioso sudah berkumpul di aula utama, mereka duduk di lantai menghadap ke sebuah layar lebar yang nantinya akan memutarkan film nyata. Vera, Jessy, Lucas dan Ansel duduk di kursi nya. Tak lupa Marco yang di ijuat di kursi besi untuk ikut bersama menyaksikan film itu. Tak lama layar itu memunculkan gambar. Film di mulai.
"Lihatlah baik-baik! Dan saksikan film ini sampai selesai" Ucap Vera sambil menyilangkan kaki nya.
"Baik lady!" Jawab mereka kompak nan tegas.
Film itu tayang langsung dan di saksikan oleh salah satu keluarga mereka yang di tahan Vera. Adegan menegangkan itu ternyata ada adegan 21+ nya, tapi yah.. siapa sangka? Anak perempuan Marco yang berumur sekitar 20 tahun, di pekosa oleh 2 mafioso Vera.
"Iblis! Lepaskan anak ku! Jangan menodainya!" Pekik Marco sambil mencoba melepaskan diri, namun percuma ikatan itu terlalu kencang.
"Hahaha.. mimpi" Jawab Vera degan tawa garing nya.
Marco terus menerus mengumpat Vera. Adegan itu juga membuat para pria normal, bukan maksudnya hampir semua pria menjadi menegang dan pergi dari sana untuk mendinginkan diri. Tak terkecuali Ansel dan Lucas. Desahan demi desahan terdengar jelas di telinga mereka.
"Ahh~" Desah pelan Ansel namun terdengar di telinga Vera, Lucas dan Jessy.
"Sialan! Kenapa harus ada adegan ini? Kasihan adik kecil ku.." Umpat Ansel.
"Kau hanya menonton Ansel, belum memperagakan" Jawab Vera sambil terkekeh pelan.
"Vera, suruh mereka berhenti saja.." Ucap Jessy.
"Sayang.. Skip adegan ini.. Atau aku dan mereka semua tidak akan tahan.." Lirih Lucas.
"Hah?" Ucap Vera seperti orang yang tidak mengerti ucapan Lucas.
"Ayolah.. jika aku tidak tahan.. aku bisa menerkam mu.. sayang kau tidak ingin punya anak sebelum menikah bukan.." Ucap Lucas.
"Oke oke" Jawab Vera.
Vera mengambil sesuatu dan di pasangkan di telinganya. Vera neneknya tombol kecil di alat itu dan berbicara dengan bahasa Inggris.
"Sudah main-main nya, jika kalian belum puas datang ke club. Sekarang bunuh mereka" Ucap Vera yang bisa terdengar oleh mafioso Rusia yang ada di London dan semua orang yang masih tahan untuk menyaksikan.
"Ah~ sebentar lagi lady.. hampir pada.. Ahhh~~ puncak nya.. Ah...~" Jawab mafioso itu.
"Baik lah.. setelah dari Indonesia aku akan ke Rusia dan membunuhmu" Ucap Vera dingin.
Mafioso yang tengah asik dan hampir pada puncak nya itu merasa sangat kecewa. Akhirnya ia melepaskan adik nya dari liang anak Marco. Dan..
DOR DOR!!
Mafioso Vera melepaskan 2 tembakan di bagian perut dan dada.
"TIDAK!!" Teriak Marco menggelegar ke seluruh ruangan.
__ADS_1
--------
Hari sudah berganti, kini di halaman mansion keluarga Marquen sudah di penuhi para wartawan. Seperti yang telah di janjikan, hari ini keluarga William mengadakan jumpa pers di kediaman Marquen untuk mengumumkan kedatangan Hans sekaligus tentang penerus Marquen Guenia. Pukul 10 acara dimulai, nenek Rosa, nenek Lucy, Vera, Om Rio dan om Rudi menyapa wartawan itu.
"Selamat datang di kediaman keluarga besar William. Seperti yang telah di janjikan sebelum nya. Hari ini kami keluarga William dan Marquen akan memberikan kabar gembira pada kalian semua" Ucap Om Rudi.
"Apa benar keluarga William punya anggota keluarga baru?" Tanya salah satu wartawan wanita.
"Baiklah, kami akan langsung menjawab pertanyaan kalian. Kami memanggil kalian ke sini untuk mengumumkan penerus perusahaan terbesar ke-2 yaitu Marquen Guenia sekaligus kembalinya salah satu anggota keluarga kami" Ucap om Rudi.
"Kami panggil Hansen Alexander William!" Ucap om Rudi.
Saat di empu nama muncul, para wartawan kaget sekaligus tidak percaya. Mana mungkin seseorang yang sudah meninggal bisa hidup kembali? Itulah yang ada di otak para wartawan itu.
"Itu.." Ucap salah satu wartawan.
"Tuan muda Dion!" Sambung wartawan lain nya.
"Ini sebuah berita besar!" Ucap wartawan yang lain.
"Ya! Ini lah alasan kenapa kami mengundang kalian semua. Kami ingin mengumumkan kedatangan salah satu anggota keluarga kami yang 2 tahun lalu di kabar kan meninggal, sekaligus di angkatnya Dion menjadi penerus Marquen Guenia" Jelas om Rudi.
Setelah itu om Rudi mempersilahkan Hans untuk berbicara dan menjawab beberapa bertanyaan dari para wartawan.
"Tuan muda Hans, boleh kami tau bagaimana anda bisa selamat 2 tahun lalu?" Tanya salah seorang wartawan.
"Ya, 2 tahun lalu ada seseorang yang menemukan saya tergeletak di depan kamar mayat. Dan sejak saat itu saya tinggal bersama orang itu" Jawab Hans.
"Kalau boleh tau siapa nama orang itu?" Tanya wartawan lain.
"Nama mereka adalah frivasi. Tapi saya sudah menganggap mereka sebagai orang tua sendiri" Jawab Hans.
Pertanyaan demi pertanyaan di lontar kan oleh para wartawan juga sudah di jawab oke Hans. Satu jam lamanya dan akhirnya jumpa pers itu selesai. Vera meminta izin pamit duluan karena harus menghadiri rapat perusahaan dan penyelidikan mendalam tentang penghianat.
-Ruang Presdir, Perusahaan LIG-
Terlihat seorang gadis sedang mengerjakan tumpukan dokumen dan berkas-berkas yang belum selesai. Kali ini Jessy dan Lucas ikut di panggil Vera untuk membantu nya, sedangkan pak Tarno dan mbak Dian di beri cuti 2 hari oleh Vera.
"Vera, ada meeting pukul 2 siang di perusahaan Alexis" Ucap Jessy sambil melihat iPad nya.
"Ya aku tau" Jawab Vera tanpa menoleh sedikitpun.
Berjam-jam Vera duduk di kursi kerja nya, bokongnya sampai mati rasa karena itu. Kini jam menunjukkan pukul 12.30.
"Kalian makan siang duluan, aku akan mengurus sisa nya" Ucap Vera.
__ADS_1
"Beneran Ver?" Tanya Jessy memastikan.
"Iya" Jawab Vera.
"Oke, nanti gua bawain makanan buat lu" Ucap Lucas.
"Thanks" Jawab Vera.
Setelah Lucas dan Jessy beluar dari ruangan Vera. Vera mengambil handphone nya dan menelfon seseorang.
"Leo, gua gak bisa ke lapangan, gua sibuk" Ucap Vera setelah telfon nya di terima.
"Oke deh, gak papa. Lu balik kapan?" Tanya Leo.
"Besok pagi" Jawab Vera.
"Malem ini bisa dateng ke tempat biasa? Ada reuni temen SMA" Ucap Leo.
"Gua usahain, jam berapa?" Tanya Vera.
"7 malem. Inget jangan lupa" Ucap Leo.
"Iya bawel" Jawab Vera.
Vera memayikan telfon nya dan menelfon seseorang yang berbeda lagi.
"Ansel, kamu udah sadap semua handphone orang markas pusat?" Tanya Vera to the point.
"Udah Ver, tenang" Jawab Ansel.
"Udah ada petunjuk?" Tanya Vera.
"Kalo sekarang sih belum, tapi gak tau kalo nanti" Jawab Ansel.
"Oke terus pantau mereka. Dan lagi Marco gak boleh mati sebelum waktu nya" Ucap dingin Vera.
"Oke!" Jawab Ansel.
"Besok kita berangkat jam 9, kita ke Rusia dulu baru balik ke London. Ngerti?" Tanya Vera.
"Ngerti Vera.." Jawab Ansel.
Vera mematikan telfon nya dan menaruhnya di atas meja. Kini otak nya serasa ingin meledak mengingat semua nya.
"Jangan main-main dengan ku atau kau akan merasakan akibatnya" Batin Vera sambil menunjukkan senyum devil nya.
__ADS_1