Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 14


__ADS_3

WARNING!!


CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR PSYCHOPATH BAGI YANG TIDAK SUKA SILAHLAN UNTUK DI SKIPP.


TERIMA KASIH!!


.


.


.


.


.


.


"Welcome to The Demon Blood!!" Seru Vera pada wanita itu.


"Siapa kamu? Saya tidak punya masalah dengan mu" Jawab wanita itu.


"Tidak punya masalah kata mu?!" Bentak Vera.


"Kamu tau aku siapa bu Petra?!" Tanya Vera sambil mengcengkram dagu bu Petra dan nada menekan kata 'bu Petra'


"Kenapa kamu tau nama ku?" Tanya bu Petra.


"Karena aku murid mu.. Mau kenalan?" Tanya Vera.


"Cuih! Tidak sudi aku untuk mengenalmu!" Jawab bu Petra sambil meludah di muka Vera.


"Nyalimu besar juga.. Tapi kita lihat apart kamu masih bisa bertahan di sini" Jawab Vera sambil mengelap bekas ludah bu Petra di pipi nya.


"Bawa dia ke ruang siksaan" Suruh Vera pada Marco.


"Baik Lady!" Jawab Marco dan 2 anak buahnya.


2 anak buah Marco langsung menyeret bu Petra masuk ke dalah ruang siksaan. Ruang yang sempit, banyak alat untuk menyiksa orang, borgol yang melekat langsung di dinding.


*****


Sampai di mansion Jessy ddk dan Lucas masuk ke dalam. Mereka di sambut hangat bi Diah dan Alex.


"Bi, Vera udah pulang ya?" Tanya Jessy yang langsung pada point.


"Gak, non Vera belum pulang ke sini biasanya kan bareng kalian" Jawab bi Diah.


"Emang kalian ga bareng non Vera?" Tanya bi Diah.


"Gak bi" Jawab Refa.


"Makasih bi" Ucap Lucas.


******


"Lady, wanita itu sudah di dalam" Ucap Marco.


"Ya. Jangan lupa kamu hapus segala jejak tentang hal ini" Suruh Vera.


"Baik Lady!" Jawab Marco.


Vera masih duduk dikursi nya sambil mengelap katana nya yang akan ia pakai nanti malam. Mafia Vera memang belum besar, anggotanya juga masih kurang, tapi kekuatan nya tidak bisa di anggap remeh. Vera berencana untuk menjadi mafia TOP. 1 sedunia.

__ADS_1


"Lady!" Teriak Jessy.


Vera hanya menatap teman-temannya yang datang ke markas. Jessy ddk dan Lucas berlari kecil menghampiri Vera yang duduk di kursi nya sambil mengelap katana.


"Vera, lu nangkep bu Petra?" Tanya Farah.


"Iya" Jawab Vera.


"Kenapa?" Tanya Refa.


"Menurut mu?" Tanya balik Vera.


"Malam ini kita serang Matatula" Suruh Vera.


"Baik Lady!" Jawab mereka.


Vera bangun dari duduk nya dan mengambil beberapa alat untuk menyiksa bu Petra seperti pisau lipat, cambuk, tang, pistol, dan air garam. Vera lalu masuk ke ruang siksaan.


"Lu mau ikut silakan" Ucap Vera.


"Oke!" Jawab mereka kompak.


Krekk..


Vera membuka pintu ruang siksaan. Di dalam ruangan sudah ada bu Petra yang di borgol. Vera mendekati bu Petra perlahan lalu berjongkok di depan bu Petra.


"Hai! Kita ketemu lagi" Sapa Vera.


"Siapa kamu?! Pelas kan saya!" Suruh bu Petra sambil meronta-ronta.


Plak!


Tamparan keras mendarat sempurnya di pipi bu Petra. Vera mengambil cambuk yang sudah di persiap kan nya tadi.


"Sudah siap?" Tanya Vera sambil mengangkat cambuk nya.


Vera mancambuki tubuh bu Petra sampai baju yang ia pakai robek dan tubuhnya lecet. Tapi Vera masih belum puas, sekarang Vera beralih mengambil air garam yang ia siapkan tadi. Di siramkan air garam itu ke seluruh tubuh bu Petra.


"Aaarrggghhhh!!!" Jerit bu Petra kesakitan karena lukanya di siram air garam.


Bu Petra sampai menagis menahan sakit yang ia rasa. Vera tidak mereka iba sama sekali, malah Vera terlihat sangat bersemangat.


Vera mangambil pisau lipatnya dan di goreskan ke pipi dan tangan bu Petra. Goresan itu berupa tulisan 'Bodoh' dan 'Bi*h'. Tidak sampai di situ, Vera malah merobek mulut bu Petra, semetika darah segar bu Petra keluar layaknya selang air yang di iris pisau.


"Ihhh" Ucap lirih Refa melihat agedan itu


"Huek.. Huek.. Huek.." Refa merasakan mual di perutnya, dengan cepat Refa langsung berlari keluar dari ruangan itu menuju toilet.


Sekarang hanya tinggal Lucas, Farah, dan Jessy yang menonton adegan yang akan Vera lakukan sekarang.


"Lucas, tolong ambilin tang nya" Suruh Vera.


"Ini Lady" Ucap Lucas menyodorkan tang ke pada Vera.


Vera mengambil tang itu dan di jepitnya kuku kaki Petra dengan tang itu. Vera mengoyang-goyangkan tang nya dan langsung menarik tang nya sampai kuku nya tercabut semua.


Darah di mana-mana tapi Vera masih belum puas untuk menyiksa nya. Vera kembali mengambil pisau lipatnya dan mencongkel mata kiri Petra sampai menggelinding bagai bola.


"Ada kata-kata terakhir?" Tanya Vera sambil menodongkan pistol ke arah dada kiri Petra.


"Oh sepertinya tidak ada. Sampai jumpa!"


Dor!

__ADS_1


Satu peluru berhasil masuk ke tubuh Petra. Seketika Petra menutup matanya dan tidur untuk selamanya.


"Lucas, kasih mayatnya ke Leo" Suruh Vera.


"Baik Lady" Jawab Lucas.


Vera dan Farah keluar dari ruangan itu. Sekarang tubuh Vera di penuhi noda darah. Vera mencuci tangan nya dari noda darah yang menurut nya najis itu.


"Marco!" Teriak Vera memanggil Marco.


Mendengar ia di panggil Lady nya, Marco langsung lari secepat mungkin menemui Lady nya agar tidak marah.


"Iya Lady" Jawab Marco.


"Bersihkan ruang siksaan" Suruh Vera.


"Baik Lady"


*****


Vera, Jessy ddk dan Lucas pulang dari markas jam 5 sore. Mereka naik ke kamar masing-masing dan membersihkan diri sambil beristirahat sebentar untuk bersiap menyerang markas Matatula.


Vera memilih Matatula sebagai target ke 3 nya hanya karena mafia itu sedang ada masalah dan sedikit terpecah. Vera Menggunakan kesempatan emas ini untuk menghancurkan Matatula dari barisan mafia.


*****


Vera sudah sampai di depan markas Matatula. Vera lebih dulu menyuruh Refa dan Farah melepaskan tembakan bius untuk ke 2 penjaga.


Brak!!


Vera menendang pintu masuk markas Matatula. Mafioso Matatula kaget melihat mereka mendapatkan pengunjung. Vera menarik katana nya keluar dan di naikkan ke udara


"Attack naw!!" Teriak Vera dengan pedang yang ia arah kan langsung ke mafioso Matatula itu.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Gemuruh tembakan demi tembakan terdengar jelas malam itu di markas Matatula. Vera, Lucas, dan Jessy berlari untuk mencari ketua mafia Matatula.


"Ada pengunjung rupanya" Sambut seorang pria berbaju putih sambil memegangi pistol nya.


"Aku lawan mu" Ucap dingin Vera.


Vera mengambik katana Jessy dan dilemparkan nya ke arah ketua Matatula. Duel antar ketua lagi lagi terjadi. Tapi duel kali Vera merasa bahwa lawan nya juga hebat.


Dor!


Tiba-tiba Vera menembak kepala Leader Matatula saat ia lengah. Leader mereka langsung ambuk dan mati di tempat. Mafioso Matatula pun berhenti melakukan serangan ke mafioso TDB (The Demon Blood).


Duar!!


Vera melepaskan tembakan ke udara. Peluru yang melesat sampai ke udara itu berubah menjadi kembang api yang berlogo mafia Vera.


"2 pilihan! Bergabung dengan ku arah mati di tangan ku!" Ucap Vera.


Hasil nya sama saja, mafioso Matatula saying dengan nyawanya. Mereka akhirnya memilih untuk masuk ke dalam mafia TBD. Setelah mengucapkan janji sumpah setia pada Vera mereka memulau tugas pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2