
"Lucas, what are you doing her?" Tanya Vera yang masih berjongkok.
"Sorry honey, aku punya urusan yang sama dengan mu" Jawab Lucas.
"W-what?!" Ucap Vera tidak percaya.
Udah lah! Gak usah buang waktu lagi, author cape mengetik. Langsung ke intinya aja oke!.
Perkumpulan itu di mulai, tidak ada satupun yang berani buka suara sebelum sangat ketua Dewan berbicara. Sedangkan Zura? Zura berasa di ruang pengobatan di kastil Joel.
"Bisa mulai?" Tanya Vera yang mulai suntuk.
"Hei wanita! Kau hanya tamu tapi kenapa kau selalu protes!" Ucap salah satu anggota Dewan dengan telunjuknya terus menunjuk wajah Vera.
"William, turunkan tangan mu!" Ucap Master Xiao.
"Apa-apa 'an kau Xiao?! Jangan ikut campur!" Pekik William Franklin dari mafia Swiss.
"Dia Vera Marquen keturunan Aro Marquez" Ucap Master Xiao.
"Hei! Marga ku William, bukan Marquen" Ucap Vera.
"Waw! Jackpot!" Pekik Marcell Axton.
"Kau! Kau benar-benar keturunan Aro Marquez?" Tanya Charles Darwin mafia dari Irlandia sekaligus ketua 11 Anggota Dewan.
"Menurut mu?" Tanya Vera.
"Untuk apa kau datang ke acara pertemuan ini?" Tanya Charles.
"Aku ingin mengambil kembali hak ku di dalam jajaran Dewan" Ucap Vera sambil menyilangkan kaki nya.
"Jangan-jangan.. kau ingin mengambil kembali kursi dewan milik Nyonya Marquen?" Tanya Marcello Axcel mafia dari Jerman sekaligus kakak Axton.
"Kenapa? Kalian keberatan?" Tanya Vera. "Sebenarnya ada 2 kursi kosong bukan? Satu milik ku dan satunya milik Tuan Lucas Vanderbilt" Sambung Vera dengan penuh penekanan di 3 kata terakhir.
Lucas yang ketahuan merasa tertohok sebuah besi. Tuan Lucas Vanderbilt? Terlalu jauh. Lucas yang mengerti Vera sedang marah karena Lucas menyembunyikan identitas nya dengan cepat mendekatkan kursinya ke kursi Vera.
"C'mon honey! I'm sorry okey? Please..." Ucap Lucas manja membuat Vera geli.
__ADS_1
"Menjauhlah kau" Tekus Vera sambil mendorong kursi Lucas menjauh.
"Jadi bagaimana? Aku bisa menduduki kursi itu?" Tanya Vera. Para anggota dewan saking bertukar pandang. Mereka sulit untuk menjawab pertanyaan itu.
"Jika kau bukan mafia, sampai kapanpun kau tidak akan pernah duduk di kursi itu" Ucap Kang Dong Won mafia dari Korea Utara dengan angkuhnya. Sedangkan Master Xiao tersenyum miring sambil menyulut cerutu yang di ampit dikedua bibirnya.
"Kau meragukanmu ku? I'm was born as mafia, darah mafia mengalir dalam nadi ku" Ucap Vera sambil duduk berputar di kursinya. "Aku bukan mafia? Kau bisa bertanya dengan Lucas, Joel, Master Xiao dan 2 wanita itu atau... pria tampan di sebelah ku" Ucap Vera dengan centilnya sambil meraba wajah Ansel, Lucas pun menahan gejolak cemburu di hati.
"Tuan, harap jangan ragukan lady Vera, dia seorang ketua mafia, dia bahkan punya kelompok mafia sendiri" Ucap Farah tenang.
"Benar, aku juga merupakan bawahannya" Ucap Lucas terang-terangan.
"Benar! Semua itu benar! Nona Vera memang seorang mafia, dia mafia yang menguasai seluruh Inggris, jika dia masuk dalam jajaran dewan, kita bisa semakin kuat. Lagipula kursi itu memang diperuntukkan khusus untuk keluarga Marquez" Ucap Master Xiao dengan sesekali menghembuskan asap rokok nya ke udara.
"Apa itu benar?" Tanya Genzo Hamura mafia dari Jepang.
"Astaga! Kenapa kalian sangat keras kepala? Kalian butuh bukti?" Tanya Vera, lagi-lagi para anggota dewan beradu pandang, kecuali Joel dan Master Xiao. Mereka saling menangguk tanda setuju.
"Ya! Sebagai ketua Dewan, aku butuh bukti" Ucap Charles.
"Baiklah. Joel aku butuh izin mu, jika ada yang datang, baik itu mobil atau apapun, jangan di tembak, kau mengerti?" Tanya Vera.
"Aku mau kau dalam waktu 5 menit, kirim 5 orang bersenjata ke Kastil Joel O'Hara, sekarang!" Ucap Vera tegas.
"Baik lady" Jawab Roberto. Vera langsung mematikan sambungan telfon nya.
"Baik tuan-tuan, harap menunggu 5 menit" Ucap Vera santai.
*****
"Kau, kau, kau dan kau cepat bersiap, dalam 5 menit kita harus ada di Kastil mafia Rusia, Tuan Joel O'Hara!" Roberto sambil menunjuk 4 orang yang tengah melintas.
"Baik!" Jawab mereka kompak.
Dengan cepat 4 ada dan Roberto langsung bersiap dengan senjata mereka. Setelah siap mereka berlari ke hangar helikopter di belakang markas. Setelah mereka masuk dan mengeratkan sabuk pengaman, baling-baling helikopter itu berputar, sedikit demi sedikit helikopter itu naik ke udara dan langsung melesat ke kastil Joel.
Saat helikopter itu melintasi kastil Joel semua menodongkan senjata mereka ke helikopter itu, tapi satu dari mereka melihat sebuah logo yang terdapat di ekor helikopter. Logo sebuah mahkota raja dengan 2 senjata laras panjang yang menyilang serta bunga mawar merah.
"Biarkan mereka masuk, mereka tamu yang dimaksud" Ucap seorang pria berambut gondrong. Para anak buahnya kembali menurunkan senjata dan membiarkan helikopter itu
__ADS_1
WHUS WHUS WHUS WHUS...
Angin kencang terasa, sebuah helikopter melayang di udara, 2 tali keluar dari dalam helikopter, seseorang keluar dari dalam dengan menggunakan tali itu. Setelah semua keluar helikopter itu terbang kembali ke markas nya. Mereka berlari ke arah Vera dan berbaris.
"Lady!" Panggil Roberto. Vera memutar kursinya menghadap ke 5 orang suruhan nya dengan wajah tak bersahabat. Sedangkan ke-lima orang itu menelan ludah melihat wajah Nona nya yang tak bersahabat. Vera menghidupkan handphone nya dan kembali menatap 5 orang itu. Vera berdiri dan menghampiri ke-lima mafioso.
"Berlutut" Perintah Vera dingin nanti tugas langsung di turuti. Robert dan 4 tema nya segera berlutut dan..
BUK! BUK! BUK! BUK! BUK!
Vera menghadiahkan mereka tinjuan di pipi. Hataman yang kuat itu membuat pipi mereka merah lebam dan sedikit berdarah di ujung bibir.
"Kalian terlambat 1 menit! Apa kalian sengaja membuat mereka menunggu?!" Bentak Vera menunjuk kebelakang dengan wajah bengis.
"Ti-tidak lady!" Jawab mereka kompak. Sedangkan para anggota dewan hanya diam saja, tapi tidak dengan William, ia merasa was-was saat mengetahui orang yang ia tunjuk dan ia komentari ternyata seorang iblis.
"Berdiri dan tunggu hukumannya" Ucap Vera lagi.
Saat berbalik badan, ekspresi Vera sudah berubah 180 derajat. Yang tadinya sangat menakutkan seperti iblis dan malaikat pencabut nyawa bertransformasi menjadi bidadari cantik yang murah senyum.
"Apa dia berkepribadian ganda?" Tanya Axton dalam hati.
"Bidadari Kematian. Bagaimana cara menjulukinya? The beauty evil? atau tetap pada jukukan itu?" Ucap Kang Dong Won dalam hati.
"Jika dia masuk dalam jajaran Dewan dengan kelompok mafia yang sudah cukup kuat, maka jika di gabung dengan semua mafia yang ada di bawah naungan keluarga Marquez maka.." Ucap Genzo dalam hati.
"Dia akan jadi penguasaan tertinggi dunia mafia" Ucap Charles dalam hati.
"Ini perwakilan dari ribuan mafioso ku" Ucap Vera yang kembali duduk anggun. "Jadi bagaimana? Aku bisa masuk?"
"Kau sudah memenuhi persyaratan pertama, tapi masih ada beberapa persyaratan lagi, Nona Marquen" Ucap Charles.
BRAK!
"NONA VERA... Aku benci menjelaskan 2 kali" Ucap Vera penuh penekanan dan tatapan pembunuh yang di arahkan ke Charles. Charles tertegun dengan sikap Vera.
"Apa-apa'an ini? Sikap nya tidak terduga. Tapi ini sangat familiar.." Ucap Charles dalam hati.
"Perasaan ini.. Kenapa mirip dengan sifat 'nya' Jangan-jangan.. Tidak! Tidak mungkin!" Ucap Genzo dalam hati yang diam-diam memperhatikan Vera.
__ADS_1