
Tiba-tiba kaki bu Sarah terangkat dan berhasil menginjak cetak biru Vera. Amarah Vera semakin memuncak dan sudah tidak bisa dibendung lagi dan akhirnya....
Bukk!
Arghh!
Vera yang terlanjur emosi langsung menendang bu Sarah tepat di perutnya sampai bu Sarah terpentar dan kepalanya terhantuk meja salah satu murid 10-1 sampai kepala bu Sarah mengeluarkan darah segar.
Karena kejadian yang di luar dugaan semua murid 10-1, membuat mereka menjadi semakin takut pada Vera, bahkan sampai ada yang gemetaran dan menangis karena kasihan pada bu Sarah.
Vera yang berlanjur amarah nya memuncak menghampiri bu Sarah yang menyenderkan tubuh nya di meja itu. Tapi sebelum itu Vera sempat mengambil sesuatu dari dalam tas nya.
Pluk!
Kaget bukan main ternyata Vera mengambil segepok uang US dollar dan di lemparkan nya tepat di depan bu Sarah yang kesakitan dan beberapa murid cewek yang ikut membantu. Vera berjongkok di hadapan bu Sarah.
"Kamu pikir aku tidak sanggup untuk membeli sekolah ini? Kamu pikir aku miskin? Aku bisa membeli seluruh sekolah ini tanpa terkecuali hanya dalam 5 menit" Ucap dingin Vera di hadapan bu Sarah.
"Pegang kata-kata mu Vera" Jawab bu Sarah yang masih sombong sambil menahan sakit di kepalanya.
"Kamu tidak percaya? Butuh bukti? Oke aku penuhi" Jawab Vera.
Dan saat itu juga Vera mengeluarkan handphone nya dan menelfon orang kepercayaannya. Ya! Sapa lagi kalo bukan Marco.
"Aku ingin dalam waktu 5 menit kepemilikan Hanlontown World High School menjadi milikku" Ucap Vera dingin dengan orang di sebrang sana.
Setelah itu Vera memutuskan telfon sepihak dan memasukkan kembali handphone nya ke saku celana.
"Kita tunggu 5 menit saja" Bisik Vera di telinga bu Sarah yang membuat bu Sarah bergidik ngeri.
Dan benar 5 menit kemudian Vera mendapatkan telfon dari pemilik asli Hanlontown World High School. Vera menekan tombol hijau di layar handphone nya serta menyambungkannya dengan semua speaker yang ada di HWHS.
"Halo? Apa benar ini nona Xaviera?" Tanya orang itu di sebrang telfon.
"Ya! Saya Xaviera" Jawab Vera.
"Baiklah hanya berbicara di sini hanya untuk memberi tahu kan bahwa anda sekarang adalah pemilik dari Hanlontown World High School atas hasil pembayaran 788 triliun. Anda dimohon untuk bisa mengambil surat tanda kepemilikan Hanlontown World High School"
"Terima kasih, saya akan mengambil nya setelah kelas selesai"
"Baik. Sampai jumpa nona Xaviera. Senang berbisnis dengan anda"
Tut... tut... tut...
Panggilan itu berakhir. Semua manusia di kelas Vera kaget dengan kejadian yang baru saja terjadi dan juga ada yang merasa bahwa Vera sangat hebat. Jessy dkk dan Farel hanya bisa tersenyum menanggapi tindakan Vera. Sedangkan bu Sarah hanya bisa diam membisu seakan tidak percaya dengan suara telfon tadi.
__ADS_1
"Bagaimana aku sudah membuktikan bukan?" Tanya Vera dingin.
"Oya, dan ingat aku sekarang adalah orang yang berhak atas sekolah ini. Mulai sekarang anda tidak berhak atas saya"
"Anda lebih baik pergi ke rumah sakit"
Vera berbalik badan dan mengambil cetak biru nya yang tergeletak di lantai. Vera menuju tempat duduk nya dan mengambil tas nya dan berjalan pergi meninggalkan kelas. Namun sebelum pergi Vera sempat memberikan sedikit hadiah kecil pada semua manusia kelas 10-1.
"Aku akan berikan kalian semua hadiah" Ucap Vera.
"Benarkah?" Tanya salah say murid cowok dari mereka.
"Vera kau serius?" Tanya mereka kembali.
"Hadiah apa?" Begitulah kehebohan kelas Vera saat Vera memberitau akan memberikan hadiah.
"Pertama, kelas kalian free sampai jam pulang. Kedua, aku mengundang kalian ikut dalam pesta yang aku buat malam ini, alamatnya gua share di grub. Ketiga, aku akan membagikan kalian handphone IPhone 11 pro max besok, masing-masing satu" Jawab Vera tegas tanpa melihat ke arah mereka.
"What?! Serious?!"
"Yang bener?"
"Yey!! Hora! Vera emang THE BEST!"
"IPhone 11 pro max gratis"
"Yeah! Yuhuu!! Jam koss!!"
"Makasih Vera!"
Vera tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan kelas nya beserta tas dan cetak biru di tangan nya.
******
Sementara di kelas Lucas. Seluruh manusia di kelas Lucas sangat terkejut dengan suara speaker sekolah yang terdengar jelas.
"Nona Xaviera itu siapa?"
"Entah"
"Sultan kan dia?"
"Hebat bisa beli HWHS!"
"788 triliun? Pingin ban*sat"
__ADS_1
Begitulah kehebohan yang terdengar dari kelas Lucas. Lucas pun sangat tidak percaya dengan speaker itu. Tapi ia yakin Vera membeli HWHS karena di speaker sekolah terdengar jelas suara Vera.
"Astaga Vera.. Dia tuh sebenernya siapa sih? Dapet duit sebanyak itu dari mana?" Guamam Lucas.
Brak!
Seseorang berhasil menendang pintu kelas 11-3 sampai pintu itu rusak dan kelas dari engsel nya. Semua mata tertuju pada seorang gadis cantik yang membawa sebuah cetak biru. Siapa lagi kalo bukan Xaviera Saffanya Beryn William!
Di dalam kelas itu memang sedang tidak ada guru alias Free!. Tanpa basa-basi Vera berjalan ke depan papan tulis.
"Lucas, Ender, Mark malam ini luangkan waktu. Kalian bertiga aku undang pesta malam ini di rumah ku dan besok kalian akan mendapatkan hadiah dariku" Ucap Vera dingin.
"Hadiah apa Ver?" Tanya Ender penasaran.
"IPhone 11 pro max" Jawab Vera.
"Apa?!" Ucap seluruh manusia di kelas 11-3 terkejut.
"Kenapa? Kalian mau?" Tanya Vera pada mereka kecuali Lucas, Mark, dan Ender.
"Mau!!" Teriak mereka kompak.
Mendengar jawaban mereka Vera mengambil sesuatu dari dalam tas nya dan yang di ambil adalah... Yups! UANG SEGEPOK!.
"Waw!! Sultan men!!" Ucao salah satu dari mereka dengan mata yang berbinar-binar.
[Ya coba sih? Sapa yang gak doyan duit coba? Tali bukan doyan duit lah soal nya duit gak bisa dimakan hehe.. Maksud nya siapa coba yang gak sending di kasih duit? Kalian sending ga sih di kasih duit sama Vera? Duit khayalan tapi ya. Tapi sebenernya author juga pingin sih Hehehe..]
-oOo-
Vera mulai berjalan meningitari meja mereka satu per satu untuk membagikan 20 lembar yang US dollar.
"Thank Ver" Ucao mereka.
"Makasih Vera"
"Makasih cool beauty"
"Tank baby"
Begitulah ucapan terima kasih mereka. Setelah itu Vera duduk di bangku khusus diri nya yang berada tepat di belakang Lucas. Kai ini Vera kesini bukan untuk belajar melainkan untuk menyelesaikan cetak biru nya agar cepat selesai.
******
Jam istirahat tiba. Seluruh manusia di HWHS menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Dan seperti biasa gerombolan Vera duduk di tempat biasa mereka duduki. Saat mereka tengah makan telinga Vera seperti menangkap suara yang sangat tidak asing di telinga nya. Walau suara itu samar-samar terdengar Vera yakin itu tanda bahaya.
__ADS_1
Ck ceklek..