Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 65


__ADS_3

Sini samua manusia dikelas 11-3 sudah berada di ruang bela diri. Karpet sudah di pasang. Pak Garba juga ikut menonton duel itu. Vera dan Lucas sudah mengambil posisi masing-masing.


"Vera haruskah kita lakukan ini?" Tanya Lucas yang sedikit khawatir Vera terluka karena nya.


"Sangat harus" Jawab Vera.


"Seberat inikah melawan orang yang kita cinta? Aku takut dia terluka karena ku" Batin Lucas.


Vera dan Lucas sudah mempersiapkan ancang-ancang yang mantap. Vera menyerang Lucas lebih dulu dengan tinju nya tapi berhasil Lucas gagal kan dengan memegang tangan Vera. Tatapan Vera berubah seketika, tangan Vera ikut memegang tangan Lucas. Dengan sekuat tenaga Vera membanting tubuh Lucas ke lantai dengan cukup kuat.


DUAK!


Lucas merasakan punggung nya sangat sakit yang perih. Tapi Lucas langsung bangkit dan membalas serangan Vera. Lucas menyeleding kaki Vera tapi ternyata Vera lebih gesit. Vera langsung salto kebelakang 2 kali.


"Jangan menganggap remeh seorang wanita" Ucap Vera.


"Aku tidak meremehkan mu sayang" Jawab Lucas.


"Siapa yang kau maksud dengan 'sayang', Mia?" Tanya Vera.


"Bukan! Tentu saja dirimu" Jawab Lucas.


"Maaf! Tapi ucapan mu hanya omong kosong belaka!" Ucap Vera sambil menyeding Lucas dan berhasil.


BUAK!


Lucas terjatuh ke lantai, dengan cepat Vera menindih nya dan bersiap untuk meninju Lucas. Namun ternyata kaki Lucas malah mengunci leher Vera dan di jatuhkan ke samping. Pertarungan itu semakin memanas dan seru. Vera dan Lucas sama-sama tidak ingin kalah. Vera yang terjatuh di tindih balik oleh Lucas. Lucas hendak melayangkan tinjunya tapi tiba-tiba kaki kiri Vera mendupak keras leher Lucas. Lucas kembali terjatuh dan langsung berdiri kembali, begitu juga dengan Vera. Mereka sama-sama tidak mau kalah, skill bertarung mereka juga hebat tapi Vera masih lebih unggul walaupun Vera seorang wanita.


"Kau hebat Vera" Puji Lucas.


"Thankyou" Jawab Vera.


"Aku sudah cukup lelah Lucas, jadi aku akhiri ini!" Pekik Vera sambil berlari ke arah Lucas dan bersiap menendang pinggang Lucas.


Tapi Lucas menahan kaki Vera dengan kedua tangan nya. Vera berusaha menyeimbangkan tubuhnha agar tidak jatuh. Dan..


BUK!


DUAK!


Kaki Vera yang sebelahnya menendang kuat perut Lucas. Lucas pun sampai terhantuk di tembok dan memegangi perutnya yang sakit.

__ADS_1


"Ada kesempatan!" Batin Vera.


Vera dengan cepat berlari ke arah Lucas yang masih berseder dengan tangan mengepal dan akan mengarah ke pipi Lucas, namun tiba-tiba sesuatu berlari ke arah Lucas juga dan membuat dirinya menjadi tameng untuk Lucas. Sontak Vera kaget dan langsung menghentikan laju nya dengan tangan yang telat berada di depan wajah orang itu, Mia.


Semua orang kaget, termasuk Jessy dan Farel yang malah merasa sangat jengkel dengan Mia.


"Jangan sakiti Lucas! Aku menyayangi nya! Aku mencintai Lucas!!" Ucap Mia dengan menunduk.


**!!!!**


Vera mendengar itu benar-benar sangat marah, hati nya sangat sakit dan perih, seperti ribuan jarum menusuk nya. Matanya pun mulai perih dan memerah menahan air mata dan amarah, tidak kuat menahan sakit hati yang di terimanya. Tubuhnya seperti kaku, tidak bisa di gerak 'kan. Ingin rasanya Vera membunuh Mia saat itu juga.


"Ada celah!" Batin Lucas.


Lucas segera menyingkir dari balik badan Mia dan..


BUK!


BRAK!!


Lucas menendang kuat perut Vera. Vera pun terpental dan menghantam karpet kuat. Sekarang tidak hanya hatinya yang sakit, perut dan punggung nya ikut sakit. Vera memegangi perut nya sangat terasa senap dan sakit.


"Pertandingan selesai, Lucas menang!" Ucap Pak Garba dan di hujadi tepuk tangan okeh semua nya.


"Vera lu gak papa?" Tanya Jessy cemas akan Vera dan raut wajah Vera sangat kecewa.


"Vera? Maafin gua.. Perut lu sakit? Bisa bangun?" Tanya Lucas sambil mengulurkan tangan nya berniat untuk membantu Vera berdiri.


Tapi Vera tidak sedikitpun menerima uluran tangan Lucas. Vera berdiri sendiri tanpa bantuan dari siapapun. Jessy dan Farel menatap Vera sedih, seperti ikut merasakan apa yang Vera rasakan.


"Aku Vera, menyumbangkan bangku ku untuk Mia" Ucap Vera dingin sambil melangkah keluar dari ruang bela diri.


"Aku Jessy, juga menyediakan bangku kosong" Ucap Jessy yang sama dingin nya dengan Vera dan segera melangkah kan kakinya.


"Aku Farel, dengan senang hati mengosongkan bangku ku" Ucap Farel juga sambil mengikuti kakak perempuan nya keluar dari ruangan.


"Lucas! Aku kecewa pada mu!" Batin Farel menatap tajam Lucas.


"Hahaha!! Selangkah semakin dekat dengan tujuan ku. Sekarang Aku sudah berhasil membuat Vera melepas Lucas. Tinggal tunggu watku menghabisi mu" Batin Mia.


"Lucas.. Maaf, karena aku Vera..." Ucap Mia tapi terpotong.

__ADS_1


"Cukup! Jika bicara lagi, aku habisi diri mu" Ucap dingin Lucas dengan tangan nya megepal.


"Humph! Permainan baru saja di mulai" Batin Mia.


Setelah Vera pergi, suasana hening mewarnai ruang bela diri. Tak satupun berbicara, ada yang menatap Lucas, ada yang menatap tidak suka serta menggosipi Mia yang kata mereka perusak hubungan, dan ada yang menatap kosong pintu keluar.


Kini Vera berjalan dengan penuh luka di hati keluar dari kelas sambil menggendong tas nya di pundak kanan. Jessy dan Farel ikut mengejar Vera.


"Ver, lu mau kemana? Biar gua anter" Ucap Farel menawarkan diri.


"Kita ke rumah sakit buat priksa punggung lu" Ucap Jessy.


"Gua mau sendiri" Jawab Vera dingin tanpa sedikitpun menoleh kebelakang.


Jessy dan Farel terdiam di tempat mendengar jawaban Vera. Sepertinya Vera sangat kecewa dengan apa yang barusan terjadi. Apa lagi saat mendengar Mia menyayangi Lucas. Betapa sakitnya hati Vera?


"Mia! Tidak akan ku biarkan kau melangkah lebih jauh lagi. Aku hanya perlu membuka topeng busuk mu dan meleyapkan diri mu dari dunia ini" Batin Jessy.


Vera melajukan mobilnya sangat cepat melebihi batas rata-rata dengan pipi yang basah karena air mata Vera. Vera terus memacu mobilnya lebih cepat dan hampir menunjuk angka 220 km. Bayangkan betapa kebut 'nya Vera mengendarai mobilnya.


BRAK!


PRANG!!


CITTT!!


Vera menabrak gerbang markas nya sampai terbuka. Setelah itu langsung melakukan drifting untuk menghentikan laju mobilnya. Mafioso Vera yang mendengar suara gerbang tertabrak langsung berhamburan keluar lengkap dengan senjata. Tapi mereka tidak menemukan musuh, melainkan asap dari hasil drifting Vera dan tentunya mobil Vera yang memper depannya rusak.


Vera membuka pintu mobil dan membanting nya kuat. Mafioso Vera sudah menduga bahwa seseorang telah membuat lady mereka marah besar dan sampai menangis. Vera masuk ke markas dengan penuh amarah duduk di kursi kebesaran nya. Ansel yang saat itu ada di markas sedang berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar. Tapi di ruang tengah malah melihat Vera duduk di kursinya dengan tangan mengepal dan wajah yang terlihat marah, jengkel, kecewa dan pastinya benci, serta mata nya yang sembab menunjukan bahwa Vera pasti habis menangis.


"MIA...!!!!!" Pekik Vera keras dan lantang menggema di seluruh ruangan markas.


Ansel yang mendengar pun menutup meminta nya rapat-rapat. Ansel langsung berlari menghampiri Vera.


"Vera! Vera! Lu kenapa?" Tanya Ansel cemas.


"Hahaha!! Tidak akan aku biarkan dia hidup dengan tenang. Akan aku hancurkan perlahan dirimu. Berani melawan ku, berarti merelakan nyawa mu.." Ucap Vera sambil tertawa hambar dan mengusap kasar mata nya yang masih mengeluarkan air mata.


"Vera lu kenapa? Bilang sama gua! Bilang Ver!" Ucap Ansel sambil memegang kedua pundak Vera.


"Biarkan dia hancur perlahan.. Aku buat hidup nya tersiksa bahkan lebih tersiksa dari kematian.." Ucap Vera dengan tatapan mata yang di penuhi kebencian.

__ADS_1


"Vera.." Lirih Ansel yang merasa iba dengan Vera.


"Lucas! Baji*gan kau! Kep*rat sialan! Apa dia tergoda dengan Mia?! Tidak bisa di biarkan. Harus aku beri pelajaran dia, menyakiti Vera sama saja menantang diri ku. Tunggu Vera, biarkan aku beri pelajaran pada pria baji*gan itu. Dia membuat mu seperti ini, ini kelewatan!" Batin Ansel.


__ADS_2