
Pukul 7 malam, di Cloud 9 unit Komando Pusat dari mafia keluarga Marquez. Cloud 9 adalah ruang rahasia dan paling aman yang berada di bawah tanah rumah peninggalan Hendrick William.
"Stop!" Ucap nenek Rosa menganggat tangan. Anggota dewan, Lucas dan teman-temannya langsung berhenti di belakang nenek Rosa.
"Ada apa? Kenapa tidak masuk?" Tanya Axcel.
"Kau ingin tubuh mu di penuhi peluru?" Tanya nenek Rosa dengan tatapan sinis menatap Axcel.
"Maksud mu?" Tanya Axton.
"Pintu masuk di lengkapi dengan laser. Laser ini tidak bisa di lihat dengan mata telanjang, bahkan jika kau lempar dengan pasir atau bedak tetap tidak akan terlihat" Ucap nenek Rosa.
"Lalu apa masalah nya?" Tanya Charles. Nenek Rosa hanya mengeluarkan senyum sinis nya.
"Axton, maju sampai depan itu" Ucap nenek Rosa menunjuk ke depan. Axton pun langsung maju sesuai perintah nenek Rosa.
"Nah ulurkan tangan mu" Ucap nenek Rosa. Actob tanpa ragu langsung mengulurkan tangan nya tapi baru jari-jari tangan nya masuk tiba-tiba..
TET! TET! TET!
Bunyi alarm terdengar nyaring, lampu yang awalnya putih menjadi berwarna merah dan berkedip-kedip. Dan tiba-tiba banyak sinar laser yang mengarah ke seluruh tubuh Axton. Semua orang tertegun seketika, sedangkan nenek Rosa tersenyum puas. Dengan cepat Axton kembali menarik tangan nya, seketika alaran itu berhenti dan semua laser hilang dari tubuh Axton
"Kenapa tidak masuk?" Tanya Nenek Rosa.
"Kau benar-benar ingin membunuh ku?!" Pekik Axton kesal.
"Bukankah kau yang tidak percaya pada ku?" Tanya nenek Rosa mulai menggoda Axton.
"Teknologi ini sangat canggih! Hebat!" Ucap William semangat dengan bertepuk tangan.
Tanpa di sadari nenek Rosa sudah ada di samping pintu masuk. Terlihat di sana seperti ada layar hologram. Nenek Rosa menempelkan tangan kanan nya di layar dan langsung melakukan scan otomatis. Di lanjutkan dengan peneriksaan wajah dan suara.
"Rosalie" Ucap nenek Rosa.
"Good night. Welcome to Cloud 9 Rosalie William" Ucap layar itu yang tiba-tiba bersuara membuat anggota dewan dan yang lain merasa takjup.
"Ayo masuk, sudah aman" Ucap nenek Rosa berjalan masuk. Anggota dewan dan kelompok Lucas mengikuti di belakang.
__ADS_1
Sampai di dalam ruangan, anggota dewan dan kelompok Lucas tak percaya apa yang mereka lihat. Cloud 9 yang ada di pikiran mereka sangat jauh dari realita nya. Cloud 9 yang sekarang ada di depan persis seperti yang ada di film Marvel.
Teknologi futuristic yang sangat canggih bahkan teknologi yang lebih modern dari zaman yang sekarang. Di sana tidak ada komputer, tapi layar hologram yang menggantikan peran monitor komputer sekaligus keyboard. Bahkan di tengah ruangan komando 1, 2 dan 3 terdapat hologram dunia, dan pada titik tertentu di tandai dengan warna merah, hijau dan hitam.
Dan di Cloud 9 yang hampir seluruh ruangan berwarna putih itu di huni beberapa robot buatan keluarga William sendiri.
"Selamat datang di Cloud 9!" Seru nenek Rosa yang tersenyum pada tamu nya.
"ini.. sangat, luar biasa!" Ucap Ansel terkagum-kagum.
"Pease follow the yellow light to lead to the secretariat boardroom" Tiba-tiba suara wanita terdengar bersamaan dengan hidup nya lampu-lampu berwarna kuning sebagai petunjuk jalan.
"Ruangan itu cukup jauh, jadi gunakan skuter listrik" Ucap nenek Rosa yang mengambil satu skuter listrik. Para anggota dewan dan kelompok Lucas.
ternyata di Cloud 9 ada 120 skuter listrik dengan berbagai desain yang mereka produksi sendiri dan tidak menjualnya ke masyarakat. Skuter itu seperti berpaduan antara sepeda dan sepeda motor, dengan terdapat 3 roda, kursi dudukan, lampu kecil di bagian depan. Ada juga skuter listrik dengan 2 roda.
-Ruang Dewan Sekretariat-
"Welcome to secretariat room, Nyonya Rosalie" Ucap beberapa orang pria dan wanita yang ada di ruangan itu.
"Buatkan minum" Titah nenek Rosa.
"Baik!"
__ADS_1
Nenek Rosa duduk di sebuah meja berbentuk huruf U. Anggota dewan dan kelompok Lucas ikut duduk di kursi masing-masing.
"Baiklah, karena aku juga akan semakin tua, maka aku akan memberitau tentang identitas asli cucuku, Vera. Mungkin Charles dan Genzo sudah sedikit mengetahui maksud ku, benarkan?" Ucap nenek Rosa dan di angguki Charles dan Genzo. Sedangkan yang lain diam menyimak.
"Sebenarnya Vera memiliki 3 orang tua, 1 Ibu dan 2 Ayah" Terang nenek Rosa blak-blakan membuat semua terkejut, bertepatan dengan datang nya cup coffee. What?! 3 orang tua? Seriously?!
"Maksud nenek bagaimana? Tidak masuk akal jika Vera punya 2 Ayah sekaligus" Ucap Lucas angkat bicara.
"Tunggu..!! jangan bilang bahwa sebenarnya Vera hadir dari 2 cairan berbeda lalu 2 cairan itu bersatu dan hadirlah Vera" Ucap Farah frontal, seketika pandangan semua orang tertuju pada nya.
"Kenapa? Aku salah bicara?" Tanya Farah merasa risih di pandangi banyak pasang mata.
"Jaga bicara mu! Kau bisa mati jika Rosa tersinggung!" Axton memberi peringatan.
"Tidak! Axton, dia benar. Vera terlahir dari 2 cairan berbeda, jujur aku tidak ingin mengatakan ini, tapi aku harus mengatakan nya. Damn it!" Ucap nenek Rosa dengan sedikit umpatan di akhirnya kalimat. Mereka yang ada di sana seketika membeku, tidak mungkin!!
"Rosa, jangan katakan bahwa salah satu dari pria itu adalah..." Ucap Genzo tapi sudah di benarkan Rosa.
"Ya! Jack Dawson, dia juga adalah Ayah Vera selain Hendrick" Jawab nenek Rosa yang terlihat berat hati saat mengunggapkan nya.
BRAK!!
"NO! NO! Are you crazy Ros? Jelas-jelas kau kau siapa Jack Dawson, dia, dia, dia adalah iblis!" Pekik William yang sempat menggebrak meja kuat. Sedangkan Charles dan Genzo mengusap wajah kasar, Renesmee benar, ramalan nya tepat.
"Nyonya Rosa, anda salah bicara bukan?" Tanya Bob, asisten pribadi Axcel.
"Tidak, aku serius, Jack juga Ayah Vera" Ucap nenek Rosa.
"Nenek, Jack Dawson yang anda maksud adalah salah satu orang pencetus 11 Anggota Dewan Mafia membantu kakek buyut Marquez. Ketua Anggota Dewan generasi kedua yang paling di takuti, seorang iblis yang haus darah dan membunuh Raja Inggris, Penasihat Militer Prancis, Perdana Mentri German, dan Penasihat Kerajaan Inggris?" Tanya Jessy mengebu-ngebu.
"Kau tau Jack Dawson?" Tanya Ansel.
"Apa hubungan mu dengan Jack?" Tanya Charles.
"Siapa kau yang sebenarnya?" Tanya nenek Rosa. Sedangkan Jessy tampak ragu untuk menjawab, tubuhnya gemetar kecil, keringat dingin terlihat di wajah nya. Lidah yang kelu untuk berucap di paksa oleh Jessy. Jessy mengambil nafas sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Jack Dawson, dia, dia adalah kakek ku" Jawab Jessy dengan kedua mata terpejam. Nenek Rosa dan anggota dewan beserta para asisten mereka terkejut bukan main.
__ADS_1