Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 75 - Kejujuran Reva*


__ADS_3


Vera mendengar nama ibu nya masuk dalam anggota mafia besar menjadi kaget, tidak percaya, penasaran dan rasa mustahil. Vera benar-benar tidak percaya dengan semua itu.


"Haha.. Kau becanda? Ibu ku tidak pernah sedikit pun ikut campur dalam dunia mafia. Di garis keturunan Marquen dan William baru aku seorang yang masuk ke dalam nya. Ibu ku Vina mustahil!" Ucap Vera yang tidak percaya dengan ucapan Joel.


"Kenapa kau tidak percaya? Kau kita aku berbohong? Aku berbicara tentang kenyataan" Ucap Joel meyakinkan Vera.


"Kenyataan yang sebenarnya adalah ibu ku bukan seorang mafia!" Ucap Vera dengan nafas menderu.


"Nona Vera, ini fakta. Kami tidak membohongi mu" Ucap Jacob ikut angkat bicara.


"Jika nona Vera benar tidak percaya, datanglah ke Rusia 2 minggu lagi. 11 anggota dewan melakukan kumpulan di kediaman tuan Joel" Ucap Jacob.


"Jika kau berbohong aku tidak segan membunuh mu dengan perlahan Joel O'Hara" Ucap Vera dingin penuh penekanan.


"Akan ku telindas tubuh mu dengan tank ku perlahan. Agar aku bisa mendengar bunyi tulang-tulang mu yang patah, jeritan, isakan dan ampunan mu. Kan ku buat tubuh mu pipih seperti kertas!" Ucap Vera dingin, penuh penekanan dan hawa pembunuh yang kental.


Ansel, Lucas dan Jessy dkk mendadak merinding mendengar ucapan Vera. Tapi tidak dengan master Xiao dan Joel ataupun asisten mereka. Mereka tampak tenang-tenang saja.


"Silahkan! Aku tidak keberatan. Karena apa yang aku ucapkan adalah kenyataan" Jawab Joel.


"Tapi jika kau masih tidak percaya dengan yang aku ucapkan, silahkan datang ke kastil ku dan ikuti pertemuan 11 anggota dewan. Mereka bisa menjawab semua pertanyaan mu" ucap Joel lagi.


Sadangkan Vera tampak sangat tertekan dengan semua nya. Ada rasa yang berkecambuk di hati nya. Jutaan pertanyaan mengumpul jadi satu di otak nya.


"Ibu mu adalah anggota dewan yang berperan penting dalam hal teknologi, informasi dan komunikasi, bahkan juga pertahanan. Ibu mu juga menjalankan beberapa bisnis illegal seperti pembuatan senjata. Bahkan ibu mu berpesan untuk mewarisi kursi keanggotaan pada mu" Ucap Master Xiao.


"Kenapa harus aku yang menempati nya? Kenapa tidak kakak ku?" Tanya Vera dengan suara yang bergetar.


"Karena Nyonya Marquen percaya pada anda, nona Vera" Jawab Guan Dong.


"Sudah cukup. Aku lelah, kalian bisa tinggal di sini beberapa hari. Pilih kamar kalian sendiri" Ucap Vera lesu. Vera mengambil tas nya dan pergi ke kamar nya.

__ADS_1


Jessy dkk, Ansel dan Lucas mentap Vera dengan tatapan iba. Mereka tau betapa terkejut dan tertekan nya Vera saat ini.


"Lucas, aku harap kau juga bisa hadir di pertemuan itu" Ucap master Xiao.


"Mengapa?" Tanya Lucas.


"Aku akan menjelaskan nya, tapi rahasiakan dari nona mu" Ucap Master Xiao dan di balas anggukan dari Lucas.


Master Xiao menceritakan sesuatu pada Lucas dan teman-temannya yang lain. Mereka tidak kalah kaget dengan Vera. Semua kematian orang tua Lucas dan Vera ternyata berhubungan dengan Anggota 11 Dewan Mafia.


"Jadi maksud mu.." Ucap Lucas yang langsung di potong master Xiao.


"Ya! Aku turut berduka dengan kematian Tuan Vanderbilt. Dan aku harap kau benar-benar bisa datang saat itu" Ucap master Xiao.


"Apa-apaan ini? Kenapa semua menjadi semakin rumit?" Ucap Lucas dalam hati.


Sementara di kamar Vera benar-benar tidak habis pikir dengan semua nya. Ternyata bukan hanya Vera yang pernah masuk mafia, tapi ibu nya juga pernah masuk.


Tidak ingin ambil pusing Vera langsung berganti pakaian dan menuju kolam renang yang di dalam mansion. Vera juga sudah meminta untuk diambil kan wine. Saat asik berenang Vera seperti sedang di perhatian seseorang. Vera menenggelamkan diri nya di dasar dan membuka keramik rahasia untuk mengambil sesuatu.


"Ini aku! Reva" Jawab Reva yang muncul di ambang pintu. Vera menurunkan pistol nya dan segera keluar dari kolam.


"Kau ingin berenang?" Tanya Vera basa-basi sembari memakai mantel putih nya.


"Aku menggaku salah lady" Ucap Reva sambil tertunduk.


"Maksud mu?" Tanya Vera berpura-pura tidak tau.


"Saat penyerangan terakhir, aku lah yang membocorkan informasi pada musuh. Aku seorang penghianat kelompok. Mia, kau sudah tau segala nya. Mia di kirim okeh Mr. H untuk menjadi mata-mata selain aku dan Marco. Tapi setiap aku bergerak maju kau malah berjalan mundur seperti memberi peluang untuk ku" Ucap Reva yang masih tertunduk. Vera mendengar kan dengan seksama dan menyilangkan tangan nya di dada.


"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Vera dingin.


"Aku ingin kau menghukum ku" Ucap Reva tegas menatap Vera. Tiba-tiba sudut bibi Vera terangkat, Vera tersenyum. Reva heran kenapa Vera tersenyum.

__ADS_1


"Vera kenapa..."


Greb!


Vera memeluk Reva erat. Reva kaget dengan pelukan Vera, ia diam saja.


"Aku sudah tau semua nya Reva" Ucap Vera.


"Vera.." Lirih Reva. Refa pun membalas pelukan Vera dengan erat. Air matanya tumpah dan membasahi pipi nya. Vera mengelus punggung Reva dengan lembut.


"Sudah, panggil Ansel dan perintahkan untuk melepaskan Marco. Tapi tentang anak nya akan tetap jadi milik ku" Ucap Vera dan langsung di angguki Refa.


Pembicaraan selesai Refa memberi tau ke Ansel tentang apa yang akan ia kerjakan. Saat Ansel mendengar perintag, ia kaget karena Vera malah melepaskan nya ketimbang membunuh nya. Kenapa Vera tidak membunuh nya? Kenapa Vera jadi sedikit baik hati pada penghianat? Pikir Ansel.


"Sudah lah, turuti saja. Vera sudah sangat tertekan" Ucap Refa.


"Baiklah!" Jawab Ansel. Setelah itu Ansel pergi ke markas untuk membebaskan Marco.


Sampai di markas Ansel langsung menuju ruang tahanan dan siksaan. Di Sana ada Marco yang tidak di borgol tapi tubuhnya penuh luka cambukan dan luka lebam yang lain.


"Apa kabar Marco?" Sapa Ansel yang baru masuk dengan nada tidak suka nya.


"Ansel? Ansel! Bagaimana anak ku?" Tanya Marco yang langsung mengebu-ngebu pada Ansel.


"Anak mu hidup lebih baik dengan Vera. Kau tau? Vera sangat menyanyangi Arthur" Jawab Ansel sambil duduk di kursi kayu.


"Arthur? Maksud mu nama nya Arthur? Tapi itu bukan nama asli nya, Willy Marcus nama asli nya" Ucap Marco.


"Hei! Harus nya kau bersyukur anak mu tidak ikut di bunuh. Bahkan Lady sudah menganggap nya seperti anak sendiri. Tidak ingin Arthur masuk panti asuhan, Lady mengadopsi nya dan memberi nya posisi walau hanya sebagai anak angkat. Lady sudah sangat baik kepada anak mu. Dan aku tegaskan bahwa Willy 'mu sudah tidak ada, hanya ada Arthur Harley Raymond" Jawab Ansel dingin.


"Kau tau kenapa aku di sini?" Tanya Ansel. "Aku di sini untuk membebaskan mu atas perintah lady"


Marco kaget seketika. Saat itu Vera sangat marah besar pada Marco karena menghianati kepercayaan yang di berikan Vera. Bahkan keluarga nya jadi terkena imbas dari apa yang ia lakukan. Tapi kenapa sekarang Vera malah melepaskan nya?

__ADS_1


"Sungguh? Lady tidak lagi marah kepada ku?" Tanya Marco dengan penuh harap.


"Aku tidak tau. Yang jelas kau tidak boleh mengulangi kesalahan mu atau Lady tidak akan segan meleyap kan diri mu" Ucap Ansel dengan sorot mata mengerikan.


__ADS_2