Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 5


__ADS_3

Dengan balutan jaket kulit hitam, Vera keluar dari kamarnya dengan membawa kunci mobil dan card gold miliknya. Vera membuka pintu kamar Farah.


"Farah.." Ucap Vera.


"Eh Vera.. Kenapa Ver?" Tanya Farah sambil bangkit dari posisi rebahan nya.


"Ganti baju terus kebawah"


"Mau ngapain?"


"Nanti tau sendiri"


Vera menutup kembali pintu kamar Rafah dan menuju kamar Jessy dan Refa. Ucapan Vera sama seperti halnya yang tadi ia katakan pada Farah. Vera duduk di sofa ruang tamu menunggu Jessy ddk siap. Tak lama mereka turun dari kamarnya dan menghampiri Vera.


"Bi nanti siapin makan malem!" Suruh Vera pada Bi Diah.


"Siap non!" Jawab Bi Diah dari arah dapur.


"Ver, kita mau kemana?" Tanya Jessy.


"Ikut aja" Jawab Vera.


Vera mengambil BMW nya di garasi dan menghampiri Jessy ddk di depan mansion.


"Masuk!"


Mereka masuk ke BMW Vera. Vera tancap gas meninggalkaan mansion. Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah mall. Vera melajukan mobilnya sampai parkiran.


"Kita ngapain di mall?" Tanya Farah.


"Beli keperluan" Jawab Vera dingin.


Mereka keluar dari mobil Vera dan masker ke mall itu. Mall TCX merupakan mall kelas atas yang ada di London. Barang-barang yang dijual pun sangat murah harganya sekitar 30 juta ke atas.


"Beli apa yang kalian suka" Suruh Vera.


"Yang bener? Kita ga ada duit buat beli barang mahal gini" Keluh Refa.


"Gua yang bayar"


Sontak mereka kaget dengan perkataan Vera. Yang benar saja, Vera yang membayar semua barang belanjaan mereka semua. Awalnya mereka menolak Vera untuk membelikan mereka tapi Vera memaksa mereka untuk tetep membeli barang yang mereka sukai.


Mulai dari baju, dress, celana, tas, sepatu, jaket, parfum, lipstik, alat make up semuanya mereka borong. Pada akhirnya mereka juga lah yang menjadi pusat perhatian semua orang yang berbelanja disana. Tapi Vera tiba-tiba ingat untuk membeli sesuatu.


Vera menuju pakaian pria, Vera ternyata berniat untuk membelikan Alex beberapa stel baju baru, buku, alat tulis, topi, celana, tas dan lain-lain. Mereka menghabiskan setidaknya ratusan juta untuk membayar semua belanjan mereka. Mereka membawa belanjan itu menggunakan kereta dorong dan memasukkan nya ke bagasi mobil.


"Udah?" Tanya Vera.


"Udah!" Jawab kompak mereka.


"Masuk!"


"Siap!"


Mereka masuk ke mobil dan Vera langsung memacu mobilnya pergi dari mall itu. Di jalan vera menghidupkan musik dari handphone nya, 3 manusia yang tau kau itu langsung nyanyi-nyanyi ga jelas sampe ketawa-ketawa sendiri.


🎶Tones And I - Dance Monkey🎶


"Huu ai sik yu, sik yu, sik yu everytime....!!!" Suara nyanyian Refa.


"Tuuutt yu mek mi, mek mi, mek mi, wana kar" Tambah Farah.


"Wua aaa dens for mi, dens for mi, dans for mi oo.."


Gara-gara nyanyian mereka yang ga genah itu membuat satu mobil tertawa, sedangkan Vera hanya tersenyum tipis melihat tingkah teman barunya.


"Lu pada nyanyiin apa kumur-kumur?" Ucap Vera.

__ADS_1


"Hahahahaha!!!" Sontak semua manusia di mobil tersebut tertawa keras.


Sepanjang perjalanan mereka selalu di temani tawa dan candaan. Tapi belum sampai di mansion Vera memberhentikan mobilnya di salah satu Caffetaria.


"Yuk turun" Ucap Vera sembari melepas sabuk pengaman.


"Ngapain ke caffe?" Tanya Jessy.


"Laper!" Jawab kompak mereka kecuali Jessy.


Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam caffe itu. Mereka duduk di meja yang memiliki 4 bangku.


"Mau pada pesen apa?" Tanya Farah.


"Cappucino!" Jawab Jessy.


"Aku sama kaya Jessy" Ucap Refa.


"Oke!" Jawab Farah.


"Ver, lu pesen apa?" Tanya Farah.


"Caffe latte" Jawab Vera.


"Lu apa Raf?" Tanya balik Vera.


"Mocachino" Jawab Farah.


Mereka memesan minuman mereka. 10 menit kemudian keluarlah minuman yang mereka pesan itu. Mereka meminumnya dengan santai. Tiba-tiba handphone Vera bergetar, ada orang yang menelfon nya.


Drreett.. drreett..


Vera mengambil handphone nya di sela kasu jaketnya.


"Om Rio?" Batin Vera.


"Sorry gua angkat telfon dulu" Ucap Vera.


Vera menggeser tombol hijau di layar handphone nya dan mendekatkan nya ke telinganya.


"Kenapa Om?" Tanya Vera.


"....."


"Gawat kenapa?"


"....."


"Apa?!"


Vera syok mendengar kabar dari Om Rio, handphone Vera seketika terlepas dari tangannya dan jatuh. Jessy ddk kaget dengan kejadian itu, apa beritanya?.


"Sorry kita harus pulang sekarang" Ucap Vera.


"Lah kenapa Ver?" Tanya Jessy.


"Ada masalah"


Vera langsung ke kasir dan membayar minuman mereka. Vera masuk ke mobilnya di ikuti Jessy ddk. Vera langsung tancal gas meninggalkan caffe itu 10 menit mereka sampai dengan kecepatan 80km.


Sampai di mansion Vera buru-buru membuka sabuk pengaman nya. Vera masuk ke mansion buru-buru, Vera menuju kamar mengambil Paspor nya.


"Barangnya turunin cepet!" Perintah Vera.


Mereka langsung menuruti apa kata Vera, mengambil semua barangnya dengan cepat. Vera selesai mengambil paspor langsung masuk lagi ke mobilnya.


"Siapa yang bisa bawa mobil?" Tanya Vera.

__ADS_1


"Jessy!" Jawab Farah.


"Jess, ikut gua!"


"Oke!"


Jessy masuk ke mobil. Vera melajukan mobilnya dengan sangat kebut. Sampai di bandara Vera keluar buru-buru.


"Bawa pulang ke mansion. Beberapa hari ke depan lu absenin gua" Ucap Vera.


"Asalnya?" Tanya Vera.


"Sakit atau ga ada urusan di indo"


"Oke!"


Vera berlari masuk ke bandara sedangkan Jessy kembali ke mansion menggunakan mobil Vera. Vera menuju tempat pembelian tiket.


"Mbak, satu tiket tujuan London-Indo yang berangkat hari ini! " Ucap Vera tergesa-gesa.


Setelah beberapa lama orang itu memberikan Vera tiketnya. Pesawat Vera lepas landas 1 jam lagi, awalnya Vera protes ingin tiket yang terbang lebih awal, namun haya tiket itu yang akan terbang paling awal sedangkan yang langsung masih 12 jam lagi. Vera tidak punya pilihan akhirnya menerima tiket itu.


******


Jessy sampai di mansion memarkirkan mobilnya ke dalam garasi lalu masuk ke dlam mansion.


"Jess, Vera kemana?" Tanya Farah.


"Bandara" Jawab Jessy.


"Non Jessy, Non Vera ngapain di bandara?" Tanya Bi Diah.


"Katanya ada urusan di rumahnya" Jawab Jessy.


"Di Indonesia?" Tanya Refa.


"Iya" Jawab Jessy.


"Vera juga minta tolong sama kita buat absenin dia beberapa hari kedepan" Jelas Jessy.


"Yahh... Ga seru kali ga ada Vera" Keluh Farah.


"Kak Farah! Kak Vera mana? Kok ga ada?" Tanya anak kecil di balik kamarnya.


"Vera lagi pulang ke rumahnya di Indonesia" Jawab Farah.


"Yah.. Kok pulang sih? Ga seru dong! Nanti siapa yang ajarin Alex buat pr?"


"Alex, kan ada Mama, Kak Farah, Kak Jessy, sama Kak Refa. Kak Vera nya lagi sibuk"


"Hem..."


"Ga papa ya?"


"Hem..."


Alex terus merengek karena Vera tidak ada di mansion. Tiba-tiba Jessy memberikan sesuatu pada Alex.


"Shutt... Jangan nangis lagi geh, katanya jagoan kok nangis?" Rayu Jessy.


"Mau hadiah ga?" Tanya Jessy.


"Hadiah? Mau!!" Jawab Alex yang kini sudah semangat.


Jessy mengambil beberapa paperback yang tadi Vera belikan untuk Alex dan Bi Diah.


"Ini buat Alex dan ini buat Bi Diah" Ucap Jessy sembari memberikan paperback itu.

__ADS_1


"Yey!! Makash kak Jessy!" Ucap Alex.


"Eh.. Bilang makasih nya jangan sama aku, tapi sama Vera"


__ADS_2