
WARNING!!
CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR PSYCHOPATH BAGI YANG TIDAK SUKA SILAHKAN UNTUK DI SKIPP.
.
.
.
.
.
TERIMA KASIH!!
“Jangan main-main dengan ku atau kau akan tau konsekuensi nya”
-Xaviera Saffanya Beryn William-
-Back to story-
Vera dengan pakaian serba hitam sudah sedari tadi sudah duduk di kursi markas nya. Menyilangkan kaki nya serta melipat tangan di dada. Tak lama Marco dan Ansel datang menghampiri Vera.
"Lady, orang nya sudah di dalam" Ucap Marco.
"Aku mengerti" Jawab vera dingin.
"Ansel, siapkan alat siksaan nya" Suruh Vera.
"Baik lady" Jawab Ansel.
Ansel bergegas pergi menyiapkan alat-alat yang akan di pakai untuk Vera menyiksa. Tak lama berselang Jessy dkk dan Lucas sampai di markas.
"Let's go!" Seru Vera bangkit dari duduk nya.
"Baik lady!" Jawab mereka kompak.
KREK...
Marco membukakan pintu untuk lady nya. Vera dan yang lain langsung masuk ke dalam. Terlihat disana sudah ada banyak orang yang di borgol, mereka gemetar ketakutan. Setidaknya ada 7 orang di dalam termasuk Kathy. Vera duduk di sebuah kursi kayu menatap tajam 7 tahanan nya.
"Kalian tau kenapa kalian bisa ada disini?" Tanya dingin Vera sambil menyilangkan tangan nya di dada.
__ADS_1
"Cukup! Siapa kamu sebenarnya? Benari-berani nya menculik keluarga Hudgens!" Bentak lantang sang nenek keluarga Hudgens, Meghan Hudgens.
"Aku? Aku malaikat maut kalian" Jawab santai Vera.
"Lady semua sudah siap" Ucap Ansel dari pintu ruang siksaan.
"Bawa masuk Ansel" Jawab Vera.
Ansel masuk bersama 1 mafioso Vera dengan membawa banyak alat untuk menyiksa mereka semua. Ansel menaruh semua itu di depan keluarga Hudgens. Sontak keluarga Hudgens ketakutan.
"Apa-apaan ini?! Mau apa kamu?!" Pekik sang Nyonya Hudgens, Rose Hudgens.
"Menyiksa kalian" Jawab Vera sambil beranjak dari duduk nya.
"Apa alasan mu nona? Jika anda menginginkan uang kami bisa memberikan nya, asalkan anda bersedia melepaslan kami" Ucap Kepala keluarga Hudgens, Jackson Hudgens.
"Uang? Aku tidak butuh uang kalian" Jawab Vera dingin.
"Lantas apa yang anda inginkan?" Tanya kakak Vanessa, Jordy Hudgens.
"Nyawa kalian" Jawab Vera dingin dengan tatapan membunuhnya di sertai senyum devil.
Vera berjongkok mengambil sebuah pisau komando yang masih bersih itu. Vera menjilat ujung pisau itu dan memutar-mutarkan pisau itu.
"Vanessa kesalahan apa yang sudah kau perbuat pada nya?!" Pekik Jackson.
"A-aku tidak melakukan kesalahan apa pun ayah.." Elak Vanessa.
"Lalu kenapa dia menyebut diri mu 'si pembuat masalah?" Tanya Jackson yang meninggikan intonasi nya.
"Aku tidak kenal dia ayah.. Percayalah.." Ucap Vanessa menahan tangis itu.
"SHUT UP!!" Bentak Vera, sontak semua orang langsung terdiam.
"Baik lah kita mulai pemanasan nya sekarang" Ucap Vera.
Vera menaruh pisau komando itu dan mengambil cambuk yang terdapat jarum-jarum sangat tajam.
Pletak
Pletak
Pletak
__ADS_1
Pletak
"Hentikan!! Cukup!! Jangan sakiti anak ku wanita iblis!" Maki Rose Hudgens melihat Vanessa di cambuki oleh Vera.
"ARGH!! AH!! AMPUN!! TOLONG!!" Erang Vanessa kesakitan.
Tapi Vera malah semakin semangat untuk menyiksa mereka. Seditaknya 50 cambukan Vera lontarkan pada Vanessa. Tubuh Vanessa berdarah karena tertusuk ribuan jarum-jarum.
"Bagaimana? Menyakitkan bukan?" Tanya Vera di sertai senyum devil nya.
Vera menaruh cambuk itu dan mengambil pisau komando. Di dekatkan pisau itu di pipi Vanessa. Vera mulai menyayat pipi nya dengan ujung pisau. Setelah pipi nya robek Vera mengambil sebuah sudah berisi garam. Vera mengambil garam itu dan di gosokan ke pipi Vanessa. Vanessa mengerang kesakitan menahan perih di sekujur tubuhnya.
"Hentikan!! Biadap!! Jangan sentuh anak ku!" Maki nyonya Rose lagi.
"Maksud mu seperti ini?" Tanya Vera sambil menodongkan pisau nya di leher Vanessa.
"Maaf... Maaf kan aku" Pinta Vanessa.
DOR!
Vera menembak kepala nyonya Rose. Tembakan itu membuat nyonya Rose tewas seketika.
"ROSE!!" Teriak tuan Jackson melihat istrinya tewas karena tembakan Vera.
"MOMMY!!" Teriak kedua anak nyonya Rose itu.
DOR DOR DOR DOR!!
Vera menembak habis keluarga Hudgens. Kini tersisa Vanessa seorang. Mommy, Daddy, Kakak, dan nenek nya sudah mati di tangan Vera.
"Sekarang girilan mu" Ucap Vera dengan senyum slirik ya.
DODODODORR!!
Vera menghujani tubuh Vanessa dengan peluru. Vanessa mati bersimbah darah. Jessy dkk, Lucas, Ansel dan Marco hanya menjadi penonton setia pertunjukan Vera. Walau tidak seseru saat Vera menyiksa Petra, tapi itu sudah cukup untuk mereka.
"Marco bereskan ini. Kubur mereka dengan" Ucap vera.
"Baik lady!" Jawab Marco.
"Ada yang ingin mencoba bagaimana rasa nya menyiksa?" Tanya Vera.
"Ya lady!" Jawab mereka kompak.
__ADS_1
"Baik lah aku beri kesempatan. Silahkan kalian siksa Kathy" Ucap Vera sembali pergi ruangan itu.