
"Lu ngapain ikut gua ke jelas Ver?" Tanya Lucas heran.
"Ga boleh?" Tanya balik Vera.
"Boleh kok" Jawab Lucas.
"Vera, lu emang dari dulu dingin ya?" Tanya Lucas membuka pembicaraan baru.
"Gak" Jawab Vera.
"Buset! Udah dingin, sadis, datar, irit ngomong. Untung cantik" Batun Lucas.
"Ngelamunin apa lu?" Sindir Vera membuat Lucas kembali sadar dari lamunan nya.
"Gak kok. Terus kok lu bisa jadi dingin gini?"
"Terserah gua"
Percakapan garing mereka hilang setelah mereka sampai di depan pintu kelas 11-3. Pintu itu memang tidak tertutup, Lucas masih dulu masuk baru di ikuti Vera.
"Anj*r ada Miss World kesasar!"
"Body gitu aja bangga"
"Cantik gua kali"
"Ngapain cool beauty ke sini?"
"Cool beauty liat sini dong!"
"Sayang ngasur yuk"
"Cabe bangga"
"Ngapain dia deketin Lucas"
"Itu kan Vera**?"
Begutulah sapaan manusia kelas 11-3, ada yang terpesona dan ada yang tidak suka dengan Vera. Vera duduk di kursi kosong sebelah Lucas.
"Hai! Ketemu lagi kita" Sapa seorang cowok di depan Vera.
"Hai Vera!" Sapa Ender juga.
"Ver, lu kenal mereka berdua?" Tanya Lucas heran.
"Gak" Jawab Vera dingin.
"Kita kenal?" Tanya Vera yang sepertinya lupa dengan cowok itu.
"Lu lupa? Gua Mark dia Ender" Ucap cowok itu yang tak lain adalah Mark. Ada di Chapter 11.
"Iya, sorry gua lupa" Jawab Vera.
"Iya gak papa" Jawab Mark hangat.
"Lu udah kenal Vera lama?" Tanya Lucas.
"Gak juga sih. Kita baru kenalan beberapa hari lalu" Jawab Mark.
"Ohh.. Pantesan" Jawab Lucas.
"BTW, Vera pacar lu Luc?" Tanya Mark sontan.
"Bu-bukan lah! Gua sama Vera temenan" Jawab Lucas gugup.
"Ohh, iya deh" Jawab Mark.
Dreet dreet..
Handphone Vera bergetar, Vera mengambil handphone nya dan melihat Ada notifikasi apa. Ternyata Marco menelfon Vera, Vera menggeser tombol hijau di layar handphone nya dan di dekatkan ke telinga Vera.
__ADS_1
"2 menit!" Ucap Vera dingin.
"Lady, markas diserang mafia Black-" Jawab Marco di telfon, tapi belum selesai bicara Vera sudah mematikan sambungan telfon nya.
Vera langsung mengambil tas nya dan menuju jendela kelas. Vera mengukur berapa ketinggian dari kelas Lucas ke bawah. Vera membuka jendela kelas lebar.
"Vera, lu mau kemana?" Tanya Lucas heran.
"Beresin baji*gan" Jawab dingin Vera.
"Baji*gan?" Ucap Ender dan Mark kompak.
"See you again" Ucap Vera dingin nan datar pada semua manusia yang ada di kelas.
Tanpa pikir panjang lagi Vera langsung lompat dari kelas Lucas ke bawah. Seluruh manusia di kelas kaget melihat agedan itu. Mereka sampai ikut melihat ke bawah.
"Gile noh kaki gak patah?" Tanya heran Mark.
"Cool beauty hebat! Lompat dari lantai 2" Puji satu siswa cowok.
"Manusia robot kah?" Tambah Ender.
"Dia manusia biasa" Jawab Lucas.
"Vera mau ngapain? Dia gak ada kelas?" Tanya Ender.
"Ada urusan dia. Nanti kalo udah selesai dia juga balik" Jawab Lucas.
"Dia gak takut dimarahin sama guru?" Tanya Mark.
"Di kamus Vera gak ada kata 'takut'" Jawab Lucas.
"Berarti dia juga gak takut sama orang tua sendiri dong?" Tanya Mark.
"Ortu Vera? Gua ga tau soal itu, yang gua tau dia itu hidup nya mandiri, gak sama ortu lagi" Jawab Lucas
******
Vera menendang pintu markas nya. Vera marah saat melihat mafioso nya jatuh di lantai tidak sadarkan diri dan penuh luka namun tidak ada yang mati. Kemarahan Vera semakin memuncak saat melihat seorang cowok duduk di kursi nya. Kursi leader TDB.
"Black Panther?" Ucap Vera dingin.
"Hei bocil! Mana leader TDB?!" Tanya seorang cowok yang merupakan salah satu anggota mafia Black Panther.
"Kenapa mencari nya?" Tanya balik Vera dingin.
"Tentu saja membunuh nya. Dia sudah membunuh adik ku, leader Matatula!"
"Benarkah?"
"Banyak bacot! Cepet suruh leader TDB ke sini!"
"Dia di depan mu.."
"Kamu?"
"Siapa lagi?"
"Leader TDB cuma seorang ga dia kecil yang masih bermanja dengan orang tua nya? Bocah ingusan!"
"Kau menyesal mengatakan nya"
"Benarkah?"
Thomas sang leader Black Panthers menghampiri Vera yang berdiri tak jauh di depan nya.
Dor!
Vera menembak Thomas yang sedang berjalan itu di bagian kaki kiri. Thomas langsung jatuh di buatnya.
"Bangun! Lawan gua!" Sery Vera dengan nada dingin menghampiri Thomas yang jatuh itu.
__ADS_1
"Selemah ini kah leader Black Panthers? SAMPAH!!" Ucap vera ngegas.
Thomas bergarak sedikit pun juga tidak. Vera terus menatap tajam Thomas dan akhirnya sampai pada akhir pertarungan.
"Ada kata-kata terakhir?" Tanya vera dengan katana yang sudah ada di genggaman nya.
Thomas masih saja ditak menjawqb dan akhirnya..
Duk!
Kepala Thomas sukses terpisah dari badan nya. Vera mengelap noda darah yang menempel di katana nya ke baju yang di pakai Thomas.
"Marco, bereskan markas. Jangan ada noda yang tertinggal walaupun sekecil debu dan buang kursi itu ganti yang baru. Urusan ku selesai" Ucap Vera sambil berlalu pergi.
"Baik Lady!" Jawab Marco.
*****
Sepanjang pelajaran Vera tidak masuk di kelas sampai waktu istirahat tiba. Jessy dkk dam Farel memutuskan ke kantin tanpa Vera.
"Vera gak masuk kelas?" Tanya Jessy.
"Entah. Tadi dia ikut Lucas ke kelas 11-3" Jawab Refa.
"Tepi kenapa ga masuk kelas juga tadi? Sampe istirahat tuh cewek gak ikut pelajaran" Tambah Farah.
"Biarin ah, otak dia juga genius" Jawab Jessy.
"Dia gak sekolah juga udah genius. IQ 200" Tambah Farel.
"What?! 200?!" Ucap mereka bertiga kompak.
"Iya!" Jawab singkat Farel.
"Buset!" Ucap Refa.
Sampai di kantin mereka duduk di meja biasanya. Tak lama setelah mereka duduk datang Lucas menghampiri mereka.
"Hai Jess, Ref, Far, Rel" Sapa Lucas.
"Hai Lucas" Jawab mereka bertiga kompak.
"Hemm" Jawab Farel hanya berdehem saja.
"Kas, Vera tadi ke kelas lu?" Tanya Refa.
"Iya sih, tapi pas dia dapet telfon dia langsung pergi" Jawab Lucas.
"Pergi kemana?" Tanya Jessy.
"Beresin baji*gan" Jawab Lucas.
"Pasti markas" Ucap Farel spontan.
"Tapi kalo dia pergi pasti lewat depan kelas kan. Tapi tadi kok gak keliatan?" Tanya Refa.
"Dia loncat" Jawab Lucas.
"Loncat gimana maksud nya?" Tanya Jessy.
"Loncat dari kelas gua ke bawah" Jawab Lucas.
"Lu yang bener? Kaki dia ga patah?" Tambah Farah.
"Beneran. Mana gua tau kaki Vera patah atau gak" Jawab Lucas.
Saat asik menggibah Vera datang seorang cewek yang tiba-tiba duduk di samping Farel.
"Kalian gibahin gua?" Tanya Vera dingin.
"Ve-Vera?!" Ucap mereka kompak karena kaget.
__ADS_1