
Setelah kejadian itu mafioso Vera yang terluka pun mendapat perawatan di rumah sakit tempat Darrel bekerja. Puluhan mobil-mobil berjejer rapi membentuk antrian ke belakang. Semua orang yang ada di rumah sakit itu kaget saat melihat puluhan orang yang masuk menyerbu rumah sakit itu untuk dapat perawatan.
Dokter dan suster yang bekerja pun sampai kewalahan karena saking banyak nya pasien yang di bawa Vera dan yang lain. Padahal orang-orang yang di bawa Vera sudah sisa dari 4 rumah sakit yang Vera kunjungi.
-oOo-
Kini Vera, Jessy dkk dan Lucas sudah sampai di mansion, Farel juga sudah kembali ke rumah nya sendiri. Dengan baru perang yang masih melekat mereka duduk di sofa karena efek kelelahan bolak-balik 4 rumah sakit dalam sehari. Saat sedang mengistirahatkan diri handphone Vera kembali bergetar.
"KAM*RET! GAK TAU ORANG CAPE YA!" Romet Vera yang kesal dengan orang yang menelfon nya.
Vera pun mengambil handphone nya dan mendekatkan ke telinga nya.
"Halo selamat malam, kami dari pihak rumah..." Ucap seorang resepsionis perempuan di sebrang telfon.
"TO THE POINT!!" Ucap Vera dingin dengan penuh penekanan pada resepsionis itu.
"Pihak rumah sakit menagih biaya...." Ucap resepsionis itu yang lagi-lagi Vera potong.
"LU KIRA GUA MISKIN?! DUIT GUA SAMPE 10 KETURUNAN PUN GAK ABIS! GUA SAMPERIN LU SEKARANG BAN*SAT!" Ucap Vera penuh emosi.
TUT TUT TUT..
Vera menutuskan sambungan telfon nya sepihak lalu pergi ke kamar. Tak lama Vera keluar dengan pakaian yang masih sama hanya saja jubah nya di lepas dan dengan sebuah black card. Vera keluar dari mansion nya, mengendarai lamborghini dengan kecepatan kilat membelah jalanan.
Vera yang tidak peduli ia jadi pembicaraan orang-orang ataupun sampai di kejar polisi. Vera terus tancap gas tanpa mengurangi kecepatan nya itu, malah kecepatan nya semakin bertambah. Tanya butuh 5 menit Vera sudah sampai di Kristal Hospital salah satu dari 4 rumah sakit yang Vera datangi.
Tanpa babibu Vera masuk ke dalam rumah sakit dan menuju meja administrasi untuk membayar biaya pengobatan anak buahnya. Kedatangan Vera membuat heboh dan ketakutan bagi orang-orang yang ada di rumah sakit. Pasalnya Vera masih lengkap dengan pistol dan katana serta badan dan wajah nya ada bercak darah.
BRAK!!
Vera meggebrak meja administrasi, sontak seorang wanita dan 2 orang pria kaget dengan kemunculan Vera.
__ADS_1
"Waktu kalian 2 menit, selesain administrasi atas nama Vera" Ucap Vera dingin dengan tatapan mata yang tajam itu.
Tapi bukan nya cepat melaksanakan tugas nya 3 administrator itu malah bengong dan menjadi kikuk seketika. Vera pun tambah marah pada 3 administrator itu.
"KALIAN MAU MATI?!" Bentak Vera dengan katana yang sudah bangun dari tidur nya dan kini menempel di leher seorang administrator wanita dengan Tag Name Agelica Hell.
"Ba-baik no-na.." Jawab Angelica gugup menahan rasa takut, tubuhnya pun sampai gemetar.
Vera kembali memasukan kanata nya kembali ke sarung nya. Vera memberikan black card untuk mereka gesek. Vera terus menatap mereka tajam, tak lama kemudian mereka selesai dengan tugas nya dan kembali mengembalikan black card itu pada Vera.
"LAMA" Ucap Vera dingin penuh penekanan serta tatapan pembunuh nya.
Vera pun langsung pergi dari tempat itu. Vera pergi ke rumah sakit ke 2 untuk membayar biaya pengobatan anak buahnya. Sekarang Vera sudah sampai di Quentin Hospital untuk membayar biaya pengobatan. Setelah itu Vera kembali pulang ke mansion, 2 jam lamanya Vera pergi untuk membayar biaya pengobatan.
-oOo-
Jam sudah menunjukan pukul 01.15 tapi Vera masih berada di ruang kerjanya. Entah kenapa Vera tidak bisa tidur malam itu. Akhirnya Vera menutuskan untuk mengurus perusahaan LIG dari jarak jauh.
Bunyi notifikasi dari seseorang yang tidak Vera kenal. Vera membawa pesan itu seksama. Kening nya pun berkerut membaca pesan itu.
"Semoga Tuhan melindungi kalian"
Begutulah pesan misterius yang Vera dapat kan. Vera pun menjadi penasaran apa maksud pesan aneh itu. Tapi Vera tidak ingin ambil pusing, Vera kembali ke kamar nya dan membersihkan diri. Dengan tubuh yang hanya berbalut jubah mandi Vera mengeringkan rambutnya. Setelah kering Vera langsung tidur.
****
"Kak Vera!!" Teriak seorang anak perempuan dengan rambut blonde berlari menghampiri Vera.
GREB!
Anak kecil itu memeluk tubuh Vera. Vera mematung tidak merenspon pelukan itu. Pikiran nya terbang entah kemana. Badan nya gemetar melihat anak kecil itu.
__ADS_1
"Kak Vera, aku kangen kak Vera" Ucap anak kecil itu.
"Ri... Risa" Ucap Vera gemetar.
"Iya kak, ini Risa. Kak Vera tau gak? Risa kengen kakak. Risa pingin bareng kakak lagi, kakak gak lupa sama hari ulang tahun Risa kan?" Ucap anak kecil itu yang tak lain adalah Risa.
Vera kaget bukan main tapi juga terselip rasa bahagia bisa bertemu dengan Risa. Vera melepaskan pelukan nya dan berjongkok menyamakan tinggi Risa. Vera pun memeluk Risa dengan erat sambil menahan air mata.
"Risa.. Kak Vera juga kangen banget sama Risa... Maaf kakak belum bisa nyusul Risa disana, kakak masih ada urusan disini. Tapi kakak janji suatu hari nanti kak Vera bakal susulin Risa oke?" Ucap Vera.
Tapi hati Vera lebih jujur, air mata itu pun akhirnya keluar dengan sendiri nya. Vera pun menagis terisak di pelukan hangat Risa, Risa yang tau kakak nya menangis itu menepuk-nepuk pelan punggung Vera agar Vera sedikit tenang.
"Risa.. Maafin kakak mu yang gak becus ini, maaf kakak gak bisa selametin kamu hari itu. Maafin kakak mu yang bodoh ini. Maaf kakak gak bisa jadi kakak yang baik buat kamu, maaf kakak gak bisa ngelindungin kamu. Maafin kakak Risa.. Maaf.." Ucap Vera penuh penyesalan sambil menagis terisak pada Risa.
"Kakak.. Kak Vera gak salah kok. Kak Vera udah jadi kakak terbaik buat Risa. Risa bersyukur punya kakak kaya kak Vera. Risa sayang kak Vera" Jawab Risa sambil tersenyum manis hingga lesung pipinya pun terlihat.
"Kakak juga sayag Risa.." Ucap Vera lagi.
Mereka melepaskan pelukan nya dan saling memandang satu sama lain. Namun tiba-tiba tubuh Risa bercahaya. Tubuh Risa perlahan mulai hilang. Sebelum benar-benar hilang Risa mengucapkan kata terakhir nya yang belum sempat Risa katakan sebelum nya.
"Kak, kak Vera janji harus kuat hadapi semua nya. Kita semua sayang kak Vera. Kita semua selalu ada buat kak Vera, kak Vera harus percaya kalo Risa, Mama sama Papa selalu dukung apa yang kak Vera lakukan. Dan satu lagi, kak Dion masih hidup" Ucap Risa.
"Kak Dion masih hidup? Apa maksud nya Risa?" Tanya Vera.
"Suatu hari nanti kak Vera bakal ketemu lagi sama kak Dion. Dada kak Vera!! See you next time.. I love you!" Ucap Risa sambil tersenyum manis.
Tubuh Risa pun semakin bercahaya membuat Vera harus menutup matanya karena cahay yang sangat terang itu. Tak lama Canada itu hilang dengan sendiri nya. Vera membuka matanya dan kaget melihat Risa sudah tidak ada di hadapan nya.
"Risa dimana kamu?" Tanya Vera sedikit berteriak.
"Risa!! Risa!! Risa!!" Teriak Vera.
__ADS_1