Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 36


__ADS_3

"Ternyata susah ya buat naklukin lu"


-Lucas Vanderbilt Ananta-


-oOo-


Setelah kelas usai, Vera, Lucas, Farel, dan Jessy dkk berjalan bersama ke parkiran mobil.


"Guys gua duluan ya!" Ucap Farel sambil menuju ke mobil nya.


"Oke!" Jawab mereka kompak kecuali Vera.


Entah kenapa hari ini Vera ingin mengendarai mobil nya sendiri sedangkan Lucas, Vera suruh satu mobil dengan Jessy dkk. Lucas pun mengikuti ucapan Vera. Vera masuk ke mobil nya dan mengenakan safety belt. Vera dengan lamborghini nya langsung pergi dengan kecepatan sedag keluar dari sekolah.


Vera yang mengendarai mobil dengan kecepatan kilat ini tidak menghiraukan sumpah ruah yang orang pengguna jalan lontarkan. Vera juga merasa akhir-akhir ini Vera selalu mendapatkan firasat buruk, tapi entah apa maksud dari itu semua. Kali ini entah apa yang merasuki Vera, dia tidak melajukan mobil nya pulang ke mansion.


TIN TIN TIN!!!!


!!


CIITT!!


Akibat Vera melamun ia hampir saja mengalami kecelakaan jika tapi Vera tidak cepat menghindar.


"*****! Gak fokus gua!" Dengus Vera kesal saat dia hampir tabrakan dengan mobil truk box.


Sementara di sisi lain, mobil yang di kendarai Lucas dengan kecepatan sedang sudah hampir sampai di mansion Vera.


"Uhuk... Uhuk.. Uhuk.." Farah tiba-tiba batuk di mobil.


"Lu kenapa?" Tanya Lucas.


"Gatau nih. Kayanya gua sakit deh"


Jessy yang duduk di sebelah Farah memegang kening Farah dan benar saja ternyata Farah demam.


"Badan lu panas Fa, pusing ga?" Tanya Jessy.


"Iya sih, agak pusing" Jawab Farah.


"Lu tidur aja dulu di mobil" Suruh Refa


"Hem.. Oke deh"


Farah tidur di mobil dengan menyenderkan kepalanya di pundak Jessy. Farah tertidur lelap di mobil. Di jalan ternyata mereka terjebak kemacetan. Karena kemacetan itu mereka pulang 2 jam lebih lama dari biasanya.


*****


"Udah turun" Ucap Lucas sembari melepas sabuk pengaman nya.


"Farah gimana? Kasian kalo bangunin dia" Tanya Jessy.


"Suruh Lucas gendong Farah ke kamar aja" Usul Refa


"Oke!" Jawab Lucas seraya mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Refa turun dari mobil, Jessy membantu Lucas menggendong Farah. Mereka semua masuk ke mansion.


"Oo... Udah pulang ya?" Tanya Bi Diah.


"Ya. Bi tolong siapin bubur ya" Pinta Jessy.


"Buat siapa non?" Tanya bi Diah penasaran.


"Farah" Jawab Jessy.


"Sebentar non" Ucap bi Diah


Bi Diah langsung menuju dapur untuk membuat bubur. Lucas menggendong Farah ke kamarnya, Lucas membaringkan pelan tubuh Farah. Tidak sengaja Lucas memegang kening Farah, Lucas merasa demam Farah tambah parah. Lucas segera keluar dari kamar Farah menghampiri Jessy dan Refa di ruang tengah yang asik nonton tv.


"Gawat!" Ucap Lucas.


"Kenapa?" Tanya Jessy.


"Demam Farah makin parah" Jawab Lucas


Mendengar itu Refa, Jessy dan Lucas menuju kamar Farah. Jessy memegang kening Farah, memegang demam Farah malah makin panas. Jessy mengeluarkan handphonenya dan menelfon Darrel.


"Darrel tolong ke mansion. Buruan!" Ucap Jessy di telfon


"....."


"Aku gak sakit. Farah!"


"....."


Jessy langsung mematikan telfon nga kasar dan mengantongi nya kembali. Benar saja 10 menit kemudian Darrel sampai di mansion. Darrel langsung memeriksa Farah.


"Dia ga papa, cuma kecapean biasa. Besok juga sembuh" Ucap Darrel.


"Oke, Makasih ya" Ucap Jessy.


Jessy, Lucas dan Darrel turun dari kamar Farah untuk membiarkan Farah istirahat. Di ruang tengah terlihat Refa yang lagi nonton TV.


"Ref, gua balik ya" Ucap Fauzan.


"Yaudah tinggal balik, apa urusannya ama gua?" Jawab Refa yang matanya masih tertuju pada TV.


"Jahat lu Ref" Rengek Darrel, entah kenapa akhir-akhir ini Darrel menjadi sangat dekat dengan Refa.


"Bodo!" Jawab ketus Refa


"Awas lu nyariin gua" Ucap Darrel dengan PD nya.


"Pede amat sih?" Ucap Refa yang mulai sebal.


"Yaudah, Jess, balik ya" Ucap Darrel berpamitan.


"Oke!" Jawab Jessy.


Darrel di antar Jessy dan Lucas sampai depan mansion. Darrel masuk ke mobil hitamnya tancap gas pergi dari mansion Vera. Saat Darrel mobil Darrel sudah tidak terlihat Jessy dan Lucas masuk kembali.

__ADS_1


"Mobil Darrel?" Tanya Vera saat tidak sengaja berpapasan dengan mobil Darrel.


Tapi Vera tidak ingin ambil pusing. Ia ingin segera sampai di mansion nya untuk menenangkan diri nya yang bimbang. Vera sampai di mansion nya dan memarkirkan mobil kesayangan nya masuk ke garasi.


"Darrel abis dari sini?" Tanya Vera tiba-tiba saat masuk ke mansion nya.


"Eh lu udah pulang? Iya Darrel tadi ke sini" Jawab Refa.


"Farah mana?" Tanya Vera karena tidak melihat tanda-tanda kehidupuan Farah di ruang tengah.


"Di kamar lagi istirahat. Farah sakit" Jawab Lucas.


Mendengar itu Vera langsung naik ke atas memutari anak tangga itu. Di depan pintu kamar Farah, Vera membuka pintu dengan pelan takut membagunkan Farah. Vera menempel kan tangan nya di kening Farah.


"Beneran sakit?" Batin Vera.


"Cepet sembuh Far" Ucap lirih Vera


Vera keluar dari kamar Farah untuk ke kamar nya sendiri. Vera merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu. Vera memejamkan matanya merilekskan diri dari tekanan beberapa hati belakangan. Secara tidak sadar Vera malah membanyangkan kejadian 1 tahun lalu.


"Mama... Papa.. Kak Dion.. Risa"


"Aaarrrggghhh...!!"


"Aku Xaviera Saffanya Beryn William bersumpah atas mana keluarga William akan membalaskan dendam atas kematian seluruh keluarga William!!!" Ucap Vera bersumpah.


"Aku menuntut balas kalian!! Darah di bayar darah!! Nyawa di bayar nyawa!! Aku bersumpah!!!"


Vera reflek langsung membuka matanya. Jantung nya berdetak sangat kencang, keringat dingin membasahi tubuhnya. Otaknya masih membayangkan bagaimana kondisi keluarga nya malam itu.


"AAARRGHH...!!" Vera berteriak frustasi sambil memegangi kepala nya.


Teriakan Vera menggelegar di segala ruang mansion. Jessy, Refa, Lucas, dan Bi Diah yang mendengar teriakan Vera langsung panik dan berlari ke kamar Vera.


"PRANGG!!!" Vera membanting sebuah vas bunga yang bernilai 20 juta itu ke lantai sampai hancur berkeping-keping.


PRANGG!!


Mendengar suara berang pecah Jessy, Refa, Lucas dan Bi Diah melangkah lebih cepat ke kamar Vera.


Tok.. Tok.. Tok..


"Ver, lu kenapa?" Tanya Refa.


PRANGG!


Terdengar lagi suara barang pecah dari dalam kamar Vera. Mereka takut terjadi sesuatu dengan Vera Lucas mencoba membuka pintu kamar Vera ternyata tidak terkunci. Saat pintu terbuka mereka tanpa aba-aba masuk ke kamar Vera. Mereka melihat banyak lecahan vas bunga, cermin, bingkai foto dan sebuah jam dinding.


Mereka kaget melihat Vera yang menjadi seperti orang kesurupan di depan mata mereka. Lucas, Refa dan Jessy mencoba menenangkan Vera yang seperti itu.


"Ver.. Lu kenapa?" Tanya Jessy pelan.


"Ver sadar ini bukan Vera yang gua kenal selama ini" Tambah Lucas.


"Bi Diah ambil sapu dulunya" Kata bu Diah sembari pergi meninggalkan kamar Vera.

__ADS_1


Vera menangis mengingat keluarganya. Vera kangen dengan keluarga nya. Jika di lihat-lihat, ini pertama kalinya mereka melihat Vera menangis seperti ini. Lucas menarik Vera ke pelukannya, Lucas memeluk Vera agar Vera merasa lebih baik. Lelah menangis Vera ternyata tertidur di pelukan Lucas. Lucas menggendong Vera dan merebahkan nya di kasur itu.


__ADS_2