Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 26


__ADS_3

Hari sudah pagi dan jam sudah menunjuk pukul 06.54, semua orang sudah siap di meja makan termasuk Farel. Saat semua sudah duduk di tempat masing-masing, ada 1 kursi yang masih kosong, Ya! Kursi Vera.


"Kak Jess, kak Vera mana? Kok belum turun?" Tanya Alex pada Jessy.


"Mungkin kak Vera lagi siap-siap, tunggu bentaran ya Lex" Jawab Jessy lembut sambil mengelus pucuk kepala Vera.


Mereka semua menunggu Vera di meja makan, tapi Vera tidak kunjung datang. Mereka bertanya-tanya kenapa Vera belum juga turun, padahal sudah jam 07.15.


"Vera mana sih? Tumben lama bener" Gerutu Refa sambil memonyongkan bibir nya.


"Tuh bibir monyong mau minta cium sapa?" Goda Farel pada Refa.


"Gua susul Vera dulu. Kalian cepet sarapan, bentar lagi sekolah" Ucap Farah.


"Oke!" Jawab mereka kompak.


Farah meninggalkan meja makan untuk menyusul Vera di kamar nya. Sedangkan yang lain di suruh sarapan lebih dulu. Sampai di depan pintu kamar Vera, Farah merasa kamar Vera sangat sunyi. Tidak ada suara sama sekali.


Tok.. Tok.. Tok..


"Vera ayo sarapan" Ucap Farah di span pintu kamar Vera.


Namun tidak terdengar jawaban dari dalam kamar. Farah pun mengetuk pintu nya lagi.


"Vera, lu gak sarapan? Bentar lagi berangkat" Ucap Farah.


Namun tetap saja, tidak terdengar jawaban dari dalam kamar Vera. Akhirnya Farah memutuskan untuk masuk ke kamar Vera. Ternyata kamar Vera tidak di kunci, jadi Farah mudah masuk ke kamar Vera. Saat Farah masuk, kamar Vera masih gelap samar-samar terlihat cahaya matahari yang menembus jendela.


Tek!


Farah menghidupkan lampu kamar Vera. Farah menilah Vera masih tidur di kasur empuk nya. Farah mendekati Vera untuk membangunkan Vera.


"Vera Vera Ver.. Bangun hari ini ada kelas" Ucap Farah sambil membuka gorden jendela kamar Vera.


Namun tidak ada renspon dari Vera. Farah penasah mendekati Vera dan memengang tangan Vera. Saat di pegang tangan Vera panas. Tangan Farah langsung beralih ke kening Vera.


"Dia demam?" Tanya Farah.


"Ver.. Vera..." Ucao Farah sambil menepuk pelan pipi Vera.


"Emmm...." Perlahan Vera membuka matanya. Samar-samar Vera melihat Farah di samping nya.


"Farah?" Tanya Vera.


"Ver, lu demam?" Tanya Farah.


"Gak. Gua gak demam" Elak Vera sambil mencoba untuk bangun dari tidur nya.


"Ver, kalo lu lagi sakit jangan maksain" Ucap Farah.


"Gua gak papa. Lucas berangkat bareng gua. Gua mandi dulu" Ucap Vera sambil berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Vera Vera.. Lu tuh ya.." Batin Farah.


Setelah itu Farah keluar dari kamar Vera untuk menemui teman-temannya. Ternyata teman-temannya sedang menghabiskan makanan mereka. Farah lalu duduk di kursi nya.


"Farah, Vera mana?" Tanya Jessy.


"Lagi mandi" Jawab Farah sambil mengambil sedikit nasi serta sayur yang di masak bi Diah.


"Oh..." Jawab Jessy hanya ber-oh ria.


"Oya, Vera mau berangkat bareng Lucas" Ucap Farah kemudian.


"Oke! Makasih ngasih tau" Jawab Lucas sambil sedikit tersenyum.


Tak lama Vera turun dan bergabung dengan yang lain. Tapi saat Vera turun teman-temannya sudah selesai makan. Jadilah Vera makan di temani Lucas karena yang lain sudah berangkat duluan.


"Pagi Lucas" Sapa Vera.


"Pagi Ver" Jawab Lucas.


"Vera, lu sakit? Muka lu pucet pasi" Tanya Lucas khawatir.


"Gak papa. Gua cuma kecapean" Elak Vera.


"Oke! Udah makan dulu baru berangkat, gua tungguin kok" Ucap Lucas sambil tersenyum lebar ke Vera.


Vera pun memakan manakan nya terpaksa. Tak lama kemudian Vera selesai makan walaupun makanan nya tidak habis semua.


"Yuk, berangkat" Ucap Vera sambil mengambil tas nya.


Mereka berdua pun berangkat sekolah walaupun mereka sendiri tau bahwa kelas sudah dimulai 20 menit yang lalu. Di atas meja ruang keluarga ada 100 paperback yang di dalam nya berisi IPhone 11 pro max dan 5 kotak kecil berisikan kunci mobil khusus untuk teman-temannya.


Vera di bantu Lucas dan bi Diah member paperback itu masuk ke dalam bagasi mobil. Setelah memasukan barang-barang itu mereka bergegas pergi ke sekolah.


"Vera gua boleh tanya sama lu?" Tanya Lucas membuka pembicaraan.


"Iya" Jawab Vera.


"Kalo lu punya rahasia lu mau cerita ke kita-kita?" Tanya Lucas sesekali melihat ke arah Vera.


"Iya" Jawab Vera.


"Kalo gitu lu boleh dong cerita soal kehidupan lu atau keluarga" Ucap Lucas.


"Gua butuh waktu buat cerita soal itu. Kehidupan gua gak semanis realita yang ada di otak lu" Jawab Vera.


"Oke kita kasih waktu kok. Dan lagi gua, Jessy, Refa sama Farah selalu ada buat lu, lu bisa andelin kita saat lu butuh, inget jangan ada rahasia, karena kita harus saling terbuka" Jelas Lucas.


"Iya. Dan makasih mau jadi temen gua" Ucao Vera.


25 menit mereka membelah jalanan London dengan kecepatan sedang. Kini mereka sudah sampai di sekolah. Mereka memarkirkan mobil dengan rapi. Mereka turun dari mobil dan membuka bagasi mobil untuk mengambil barang mereka.

__ADS_1


"Lady!" Sapa 3 mafioso Vera sambil membungkuk hormat.


"Ya! Berdiri" Jawab Vera.


"Bawa paperback ini" Suruh Vera pada mafioso nya.


"Baik lady!" Jawab mafioso Vera kompak.


"Sini gua bantuin" Ucap Lucas menawarkan diri.


"Oke" Jawab Vera.


Kini tangan mereka penuh dengan paperback. Mereka membawa paperback itu dibantu 3 mafioso Vera yang dari tadi sudah stay nungguin Vera sampe di sekolah.


Vera, Lucas dan 3 mafioso Vera berjalan masuk ke sekolah. Karena kelas sudah mulai 45 menit yang lalu jadi keadaan sekolah sepi walaupun ada beberapa yang belajar di luar ruangan olahraga. Vera menuju kelas nya sendiri. Sampai di depan pintu kelas Vera langsung menendang pintu kelas itu karena tangan nya malas untuk membuka pintu.


Brakk!!


"Cool beauty dateng gan!!!"


"YuHu daper hadiah!"


"Cih songong amat sih!"


"Lopyu Vera!"


"Gile banyak amat paperback nya?"


Vera masuk ke kelasnya dan berdiri di depan kelas seakan tidak ada guru di kelas nya, padahal kelas Vera masih jam pelajaran pertama.


"Makasih buat lu semua udah mau dateng ke pesta gua. Dan sesuai janji gua, gua bakal kasih kalian semua hadiah" Ucap Vera.


"Yey!"


"Ini yang gua tungguin dari tadi!"


"Untung gua beragkat"


"Dapet HP baru gan! Gratis pula!"


"Gua duluan!"


Begitulah heboh nya kelas Vera. Vera dan mafioso nya berjalan dari meja ke meja lain untuk membagikan paperback yang Vera bawa tadi. Saat semua sudah dapat termasuk guru yang mengajar di kelas Vera, berbeda dengan Jessy dkk dan Farel mereka hanya mendapatkan kotak kecil bewarna merah.


"Udah buka!" Suruh Vera.


"Makasih Vera!" Teriak mereka kompak.


Dan saat di buka mereka sangat senang sampai ada yang terlihat mencium-cium kotak handphone itu. Tapi saat kotak kecil bewarna merah milik Jessy dkk dan Farel di buka, mereka terlihat lebih terkejut lagi.


"Ini..." Ucap Refa.

__ADS_1


"Kunci mobil!" Teriak Farah spontan.


"Lamborghini Aventador!" Teriak Jessy dan Farel si penggemar mobil sports.


__ADS_2