
Esok pagi nya, setelah sarapan pagi Vera dan kelompok nya sertai anggota dewan berangkat ke bandara. Tapi sekarang ada yang berbeda, karena nenek Rosa ikut pergi bersama Vera ke Inggris. Awalnya Vera menolak karena takut akan ancaman Hopper Bersaudara yang belum di ketahui pasti dimana mereka berada, namun nenek Rosa ngotot ingin tetap pergi ke Inggris.
Terjadi lah perdebatan antara cucu dan nenek. Tidak hanya Vera yang menolak keras nenek Rosa ikut, tapi Tuan Charles dan Genzo serta keluarga William dan Marquez. Tapi perdebatan itu dimenangkan oleh nenek Rosa.
Kini Vera dan anggota nya berangkat ke Inggris dengan pesawat pribadi milik nenek Rosa. Tapi Lucas tidak ikut bersama Vera, Lucas ada di pesawat Tuan Charles untuk nantinya ikut mendarat di Irlandia.
"Tuan Charles, kenapa aku harus ikut dengan ku?" Protest Lucas pada Tuan Charles yang duduk manis sambil kenyeruput kopinya.
"Kau tidak boleh selamanya terus menjadi bawahan pacar mu. Orang tua mu juga mafia elite, mereka punya banyak pasukan, kekayaan berlimpah. Semua itu diwariskan pada mu. Mulailah lembaran baru kehiduoan sebagai mafia elite" Jawab Charles.
"Kau ingin mengajariku dari nol?" Tanya Lucas.
"Ya! Tentu saja" Jawab Charles dengan senyum nya.
"Ini bagus, hanya saja.. apa aku akan berpisah dengan Vera?" batin Lucas bertanya.
"Semakin cepat kau menguasai semuanya, semakin cepat kau bertemu kekasih mu" Ucap Charles yang mengerti perasaan Lucas.
"Kira-kira, butuh waktu berapa lama untuk ku menguasai semuanya?" Tanya Lucas.
"Satu tahun, tiga tahun, mungkin" Jawab Charles. "Ingat, kunci keberhasilan ada dalam diri mu. Dan ku jamin setelah kau benar-benar menanamkan cara kerja mafia elite kau akan lebih pantas bersanding dengan Vera, yang nantinya menjadi penguasa"
Lucas mencerna baik-baik ucapan Tuan Charles. Memang ada benarnya ucapan Tuan Charles, Lucas juga berasal dari keluarga mafia, orang tua nya seorang mafia kelas elite seperti Vera, walau tinggatan nya mungkin masih jauh di atas Vera. Lucas juga calon anggota dewan, ia harus benar-benar menjadi mafia sejati dan mafia disegani untuk melindungi diri nya dan Vera, serta keluarga nya di masalah depan.
"Tapi, aku masih bisa berkomunikasi dengan Vera kan?" Tanya Lucas.
"Boleh, tapi kau hanya bisa menghubunginya 2 kali dalam sebulan, bagaimana?" Tawar Charles. Lucas sedikit terkejut, hanya 2 kali, kenapa Pak Tua ini pelit sekali?!
"Baiklah! Aku setuju" Jawab Lucas yang sudah deal dengan tawaran Tuan Charles.
"Tuan, sebenarnya orang tua ku dalam mafia seperti apa?" Tanya Lucas yang penasaran. Charles melirik nya lalu menaruh cangkir kopinya.
__ADS_1
"Tuan Vanderbilt adalah orang yang hebat, begitu pula dengan Nyonya Shaun. Mereka pasangan yang sangat serasi, dan pasangan psychopath. Bahkan dulu saat Nyonya Shaun mengandung mu, dia ngidam sesuatu yang sangat aneh" Ucap Tuan Charles mengingat-ngingat kembali.
"Memang Ibu ku ngidam apa?" Tanya Lucas penasaran.
"Dia ingin membunuh seseorang dengan sangat sadis" Jawab Tuan Charles, Lucas terkejut mendengar jawaban Tuan Charles. "Kau ingin kau bagaimana Ibu mu membunuh orang itu? Dia mencambuk nya, menyetrum, memukul dengan tongkat baseball, merendam nya di air es, menggantung nya dengan posisi terbalik, memotong sausage nya, menggosokkan wajah ke dinding kasar, memotong lidah dan terakhir Nyonya Shaun menghabisi nyawanya dengan menusuknya menggunakan skop" Lucas mendadak pucat mendengar cerita Tuan Charles. Ngidam apaan tuh?
Lucas mendadak merinding mendengar cerita Tuan Charles. Ibu nya ngidam bunuh orang dan di kabulin? O May God!!!
*****
"Kau sudah putuskan?" Tanya Vera pada Jessy yang duduk di seberang.
"Aku--"
"Nenek akan membantumu bicara dengan Farel. Kau tidak boleh merahasiakan ini terus menerus" Ucap Nenek Rosa memotong ucapan Jessy. "Persiapkan hatimu jika ia nanti membenci diri mu"
Jessy hanya menunduk, hati nya yang sudah mencintai Farel sepenuh nya harus musnah menjadi debu. Ia juga harus menguatkan hati nya jika Farel benar-benar membenci nya, karena itu semua adalah resiko mencintai seseorang yang tidak bisa ia miliki.
"Aku, aku siap. Aku siap jika Farel membenci ku" Ucap Jessy dengan hati yang hancur lebur.
"Mereka semua akan berguna nanti, lihat saja" Jawab Nenek Rosa sambil menyeruput kopi nya.
Perjalanan itu membuat Vera benar-benar jengah, apalagi dengan tidak adanya Lucas di sisinya. Lucas di bawa pergi oleh Tuan Charles dalam waktu yang tidak sebentar dan entah kapan ia akan dikembalikan pada Vera. Ujian cinta 'kan ini?
Sementara jauh di Inggris, ada sebuah apartment mewah milik pribadi dengan 30 lantai dan hanya dihuni setidaknya 10 orang. Di sebuah ruangan private, ada 2 orang pria berbadan besar dan berotot tengah berbincang.
"Kapan kita harus mencari nya? Ini sudah masuk waktu" tanya salah satu pria diantara kedua pria tersebut.
"Sebentar lagi, kita sudah mendapatkan perintah dari Nyonya Marquin untuk melindungi nya. Para Hopper mengintai nya" jawab pria lain nya.
"Bagaimana dengan anak yang satu nya, Josh?" tanya John pada kembaran nya Josh.
__ADS_1
"Suruh V mencari nya, jika sudah ketemu kabarkan pada Daniel. Dia yang bertanggung jawab" jawab Josh dengan menatap foto seorang anak kecil dengan tampang imut.
"Setelah 7 tahun mengabdi pada Nyonya Marquin, sekarang kita harus mengabdi pada generasi selanjutnya" ucap John seperti mengingat masalah lalu nya. "Tapi bagaimana dengan Padila?"
"Bekerja sama, Padila juga bertugas menjaga nya atas perintah mendiang Tuan Dawson" jawab Josh dengan tatapan tajam. Mendengar jawaban Josh, dengan segera John mengeluarkan handphone nya untuk menelfon seseorang. Setelah terhubung, percakapan mereka dimulai.
"London, Nona mu ada di sana" ucap John dengan nada dingin nya.
"Apa informasi ini dapat di percaya?" tanya seorang pria yang tak lain adalah Padila.
"Nona mu menjadi incaran para Hopper, Padila" jawab John.
"Baiklah, terimakasih John" jawab Padila. Percakapan singkat itu pun berakhir. John kembali menyimpan handphone nya dan menatap intens Josh.
"Bersiap menuju Inggris" ucap Josh.
Josh and John keluar dari ruang private itu dan menguncinya rapat dengan kata sandi. Mereka masuk ke lift menuju lantai 7. Setelah pintu terbuka dan mereka keluar, Josh and John berjalan mendekat ke sebuah rak buku dan mendorong nya, ternyata itu sebuah ruangan rahasia. Mereka masuk dan membenarkan posisi rak buku itu seperti semula.
Di balik rak buku, terdapat sebuah ruangan cukup besar dengan 4 orang di dalam nya. Ada yang sedang bersantai di atas sofa, bermain game PlayStation dan ada yang tengah menikmati secangkir kopi.
"V, cari keberadaan anak Tuan Vanderbilt" titah John pada pria berkacamata yang tengah bermain game bersama satu orang pria lain. Pria yang di panggil V langsung mendongak 'kan kepalanya menatap John.
"Sebentar, aku selesai kan game ini" jawab V dengan mata yang kembali menatap layar TV.
Ceklek!
"Sekarang.." ucap John dengan moncong pistol yang sudah ada di atas telinga V. V membuang pandangan jengah dan melemparkan stick game nya dan berjalan menuju kesebuah komputer.
Jari-jari lentik nya menekan-nekan keyboard komputer. Tak berselang lama informasi yang di inginkan pun mereka dapatkan.
"Ia ada di Inggris bersama Nona dan menuju Indonesia bersama nya, tapi sekarang ia berpisah dan menuju Kildare, Irlandia" jawab V menjabarkan informasi yang ia dapatkan. "Kau puas?" V kembali beranjak dari monitor dan kembali bermain game.
__ADS_1
"Sebaiknya jangan kalian ganggu anak Tuan Vanderbilt 1 sampai 2 tahun kedepan, sepertinya ia sedang belajar bersama Tuan Charles" ucap V memperingati Josh and John.
"K, ikut kami ke Inggris" ucap Josh pada K yang tengah rebahan di atas sofa. K yang tidak ingin ribut dengan Josh and John, dua algojo psychopath itu pasrah saja menuruti permintahan mereka.