
Hari-hari terus berganti, ini Vera sudah diperbolehkan pulang oleh Darrel setelah 2 hari di rumah sakit.
"Akhirnya bebas" Ucap Vera koridor rumah sakit dengan teman-temannya.
"Baru juga 2 hari" Jawab Farel.
"Gimana Ver? Udah gak sakit lagi kan?" Tanya Refa.
"Gak" Jawab singkat Vera.
Mereka pun masuk ke dalam mobil pulang menuju mansion. 30 menit lamanya mereka sampai di dean gerbang mansion. Mafioso Vera langsung membuka gerbang mempersilahkan Vera masuk. Setelah memarkirkan mobil, Vera dan yang lain masuk ke mansion.
"Kak Vera!!!" Teriak Alex sambil berlari ke arah Vera.
Vera mendengar teriakan itu senoat terkejut. Dan tiba-tiba...
GREP! BUKK!
Alex loncat dan memeluk Vera, Vera yang belum siap pun hilang keseimbangan dan terjatuh. Kini mereka terbaring di lantai dimana Alex menindih Vera dan masih berpelukan. Entah kenapa Lucas yang melihat itu langsung memalingkan wajah nya tidak mau melihat mereka.
"Kak Vera! Kak Vera udah sembuh kan? Gak sakit lagi kan? Oya kak Vera bakal ikut liburan gak? Nanti Alex pingin 1 mobil sama kak Vera" Ucap Alex yang tiada hentinya melontarkan pertanyaan pada Vera.
"Iya, kak Vera udah sembuh Lex, kak Vera ikut liburan juga. Tapi Alex bangun dulu dari perut kakak ya.." Jawab Vera.
"Sorry kak Vera" Ucap Alex sambil bangun dari atas tubuh Vera.
Vera pun ikut bangun dan melemparkan senyuman ke Alex.
"Risa, andai kamu masih ada di sini mungkin kamu bakal temenan baik sama Alex. Risa, I'm miss you so much babe.. I'm miss you" Batin Vera dan tanpa sadar dari mata indah Vera mengalir sungai kecil.
"Kak? Kak Vera?" Ucap Alex sambil melambaikan tangan ke Vera.
Seketika itu juga buyar lah lamunan Vera, Vera menyeka air matanya kasar. Vera berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Alex.
GREB..
Vera memeluk erat Alex. Alex dan yang lain pun heran dengan tingkah Vera. Tiba-tiba Farel mengingat sesuatu yang mungkin membuat Vera seperti itu.
"Astaga! Ini bulan April. Vera ada niatan balik ke Indo?" Batin Farel.
Tak lama Vera melepaskan pelukan nya. Kedua tangan Vera memegangi bahu Alex dan tersenyum.
"Karena kak Vera udah pulang gimana kalo kak Vera bikin makanan buat Alex dan yang lain?" Tanya Vera sambil melontarkan senyuman manis nya.
"Kak Vera mau masak? HORAA!!" Teriak Alex kegirangan.
"Alex mainan dulu, kak Vera masak. Nanti kalo udah siap kak Vera panggil ya?" Ucap Vera.
"Oke kak!" Jawab Alex.
__ADS_1
Alex pun berlalu pergi ke kamarnya. Suasana seketika menjadi hening setelah Alex pergi ke kamar nya.
"Farel, ini bulan April?" Tanya Vera tanpa sedikit pun menoleh ke arah Farel. Jessy dkk dan Lucas pun heran dengan tingkah Vera yang aneh.
"Iya Ver.." Jawab Farel.
Vera menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar.
"Tanggal 16 kita balik ke Indo" Ucap Vera sambil berlalu pergi menuju dapur.
Jessy dkk dan Lucas yang tidak tau menau pun merasa aneh dengan perubahan sikap Vera yang sangat drastis itu. Setelah Vera tidak terlihat lagi Refa pun membuka suara.
"Balik ke Indo? Ngapain?" Tanya Refa.
"Vera mau meranyain ulang tahun" Jawab Farel.
"Ulang tahun siapa?" Tanya Farah.
"Risa, adik perempuan Vera" Jawab Farel.
"Tapi kan adik Vera udah gak ada" Ucap Jessy frontal.
"Iya, Vera ngerayain nya ke makam adik nya. Setiap Vera kesana dia bakal ngabisin waktu berjam-jam di makam Risa cuma buat sambil cerita dan nyanyi" Jawab Farel menjelaskan.
"Vera inikah sifat lu yang sebenernya? Lu bisa gini terus gak Ver?" Batun Lucas.
Sementara itu Vera sudah berada di dapur sambil memotong-motong sayuran. Saat Vera sibuk tiba-tiba ada tangan kekar yang berusaha mengambil pasta Vera pun sedikit terkejut dengan kehadiran tangan itu yang tiba-tiba, Vera pun menoleh ke belakang.
"Sini gua bantuin" Jawab Lucas yang tangan nya sudah memengang pasta itu.
"Lu mau masak apa?" Tanya Lucas agar ia tidak salah masak.
"Spaghetti bolognese" Jawab Vera.
"Oke" Ucap Lucas.
"Oya Ver, pasta nya kenapa banyak banget? Lu mau bikin berapa?" Tanya Lucas saat melihat ada lebih dari 3 pasta.
"Ohhh... Jadi kalian gak mau?" Ejek Vera.
"Mau!!" Jawab Lucas.
Setelah beberapa waktu akhirnya spaghetti buatan Vera jadi. Vera menghidangkan nya di piring cantik. Setelah mencuci tangan Vera di bantu Lucas menaruh piring-piring itu ke meja makan. 8 piring sudah tersusun rapi. Vera pergi ke kamar Alex untuk memanggil nya makan.
Tok tok tok..
KEREK...
"Alex ayo makan" Ucap Vera.
__ADS_1
"Iya kak!" Jawab Alex.
"Alex panggil kak Jessy sama yang lain ya" Suruh Vera.
"Iya!" Jawab Alex.
Alex pun naik ke atas memanggil Jessy dkk dan Farel yang kebetulan ada di mansion Vera. Vera pun pergi menuju meja makan. Tak lama mereka menunggu Jessy dkk dan Farel sudah datang. Mereka langsung duduk di kersi masing-masing.
"Bi Diah!" Panggil Vera dengan suara agak keras.
"Iya non" Jawab di Diah yang masuk sambil membawa sapu.
"Duduk bi, makan" Jawab Vera.
"Tapi non.." Ucap bi Diah yang belum selesai bicara sudah di pptong Vera.
"Tidak ada penolakan" Ucap Vera dingin dan penuh menekanan.
Bi Diah pun menaruh sapu itu di sudut ruangan, bi Diah mencuci tangan nya dan kembali ke meja makan. Setelah bi Diah datang mereka langsung menyantap. Di tengah-tengah nikmatnya makan handphone Vera bergetar, sontak Vera pun berhenti makan dan melihat ke arah handphone nya.
"Ansel?" Batin Vera.
Vera pun menggeser tombol hijau di layar handphone nya. Vera mendekarkan handphone nya ke telinga kiri nya.
"2 menit!" Ucap Vera frontal pada Ansel.
"Lady markas di serang!" Ucap Ansel di sebrang sana.
DODODODORR!! ARGH!!
Gemuruh tembakan pun terdengar jelas di telinga Vera. Vera kaget matanya membentuk bulat sempurna, Vera langsung memutuskan sambungan telfon nya. Vera langsung menaruh alat makan nya dan mengelap mulut nya dengan serbet. Vera langsung berlari menuju kamar nya untuk mengganti pakaian.
"Vera kenapa?" Tanya Farah yang melihat Vera aneh.
"Buru-buru amat keliatan nya" Ucap Farel.
Tak lama Vera turun dari kamar nya dengan sedikit berlari kecil menuruni tangga. Vera yang sudah siap dengan baju tempur serba hitam dengan topeng yang hitam pula dan tak lupa jubah bertuliskan 'Leader The Demon Blood'. Tak lupa pistol yang sudah tersarung di pinggang kiri nya dan tangan kanan nya memegang katana.
Kehadiran Vera yang seperti itu membuat Jessy dkk dan Lucas terkejut.
"Kalian tetep disini sebelum ada perintah dari gua buat ikut nyerang. Paham" Ucap Vera dingin di sertai tatapan yang tajam itu.
Tidak perlu menunggu jawaban, Vera langsung keluar dari mansion nya dan mengendarai Lamborghini nya menuju markas TDB.
-oOo-
ILUSTRASI KATANA VERA
__ADS_1
SOURCE: PINTEREST