
Kini Vera sudah berada di mansion nya menunggu kedatangan Ansel. Vera menghabiskan waktu nya dengan menonton TV. 2 jam kemudian orang yang di tunggu-tunggu pun datang.
"Lady, Tuan Ansel ada di sini" Ucap Roberto. Vera yang malas menjawab hanya melambaikan tangan nya sebagai kode. Roberto undur diri dari hadapan Vera.
Brugh!
Tepat di samping Vera duduk, Ansel mendudukkan dirinya dengan wajah lesu dan pucat. Vera menatap sekilas dan kemudian fokus kembali ke layar TV dan memasukkan snack ke dalam mulut.
"Kau sakit?" Tanya Vera sambil memegang kening Ansel.
"Tidak, hanya kelelahan" Jawab Ansel, Vera pun menarik kembali tangan nya dari kening Ansel.
"Apa ada berita?" Tanya Vera.
"Semuanya aman terkendali. Kecuali baj*ngan kecil itu" Ucap Ansel sambil ikut mengambil snack Vera dan memasukkan nya ke dalam mulut. Vera melirik ke Ansel.
"Baj*ngan kecil?" Tanya Vera mengulang ucapan nya.
"Tuan Muda Arthur Harley Raymond" Jawab Ansel.
"Huh.. Kau pasti lelah kan? Kemari aku hadiahkan pundak ku" Ucap Vera lembut sambil menepuk pundak nya. Ansel serasa mendapat jackpot tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka itu. Dengan cepat Ansel menidurkan kepalanya di pundak Vera.
"Aku akan sangat bersyukur jika kau benar-benar milik ku" Ucap Ansel dalam hati.
Vera dan Ansel mereka sudah sampai di gerbang kastil. Bisa dilihat betapa megahnya kastil Joel. Saat mobil Vera akan masuk tiba-tiba mereka tidak di perbolehkan untuk masuk.
"Maaf, kalian tidak boleh masuk tanpa izin tuan Joel" Ucap mafioso milik Joel yang bertigas menjaga gerbang.
"Kami tamu VIP tuan Joel. Tuan Joel sendiri yang menyuruh kami mengujungi nya" Jawab Ansel sambil menurunkan kaca mobil.
"Kalian punya bukti?" Tanya penjaga itu.
"Tidak!" Jawab Ansel.
"Tidak ada bukti, tidak boleh masuk" Tegas sang petugas.
Vera melirik penjaga itu di balik kacamata hitam nya. Ansel yang merasakan ada lirikan pembunuh mulai tegang, karena berarti Vera marah.
"Ansel tukar posisi" Ucap Vera dan di angguki Ansel.
Ansel keluar dari mobil nya, sedangkan Vera membuka sabuk pengaman dan pindah di kursi kemudi.
"Kami tidak di izinkan masuk?" Tanya Vera dingin ke penjaga itu.
"I-iya" Jawab penjaga itu gugup karena ketakutan dengan nada dingin Vera.
__ADS_1
"Kalian memaksa" Ucap Vera sembadi menaikan kaca mobil nya kembali.
Penjaga itu bingung dengan maksud Vera. Sedangkan Ansel tau maksud Vera. Segera Ansel mengenakan sabuk pengaman dan berpegangan kuat. Vera menekan rem dan gas bersamaan hingga muncul kepulan asap putih di belakang. Ansel sedikit menurunkan kaca mobil nya dan menodongkan pistol nya ke udara.
DOR DOR!
Ansel melepaskan 2 tembakan. Segera Vera melepaskan pijakan rem nya. Mobil itu melaku cepat melewati tikungan menutar dengan cara drift. Sedangkan mafioso itu kaget dan membunyikan alarm tanda ada penyusup.
Sedangkan di ballroom 10 anggota dewan yang sempat mendengar suara tembakan dan alarm itu menjadi lebih waspada. Mereka sudah menyiapkan senjata mereka masing-masing, begitu juga dengan para mafioso yang menjada pertemuan itu. Kecuali Joel dan asisten nya karena mereka tau siapa yang datang.
BRUS!
DUAK!
CITT....
Mobil Vera yang menerjang sebuah dinding tanaman dan sedikit terbang itu mendarat dengan sempurna walaupun body mobil lecet semua. Suara decitan ban mobil beradu dengan tanah. Mobil Vera berhenti tepat di halaman ballroom setelah melakukan berkali-kali drifting dan menerjang tanaman milik Joel dan beberapa dinding rumput. Sontak para mafioso Joel mengepung mobil merk Maserati merah itu dengan senjata. Para anggota dewan dan asisten mereka tak ketinggalan pula.
"Oke, pemberhentian sukses" Ucap Vera sambil membenarkan pakaian nya dan menyelipkan pistol dan sebuah pisau di balik punggung nya. Vera menekan sebuah tombol dan berbicara.
"Joel baji*gan! Anak buah mu tidak tau sopan santun" Ucap Vera yang ternyata mengaktifkan tombol mic di mobil nya.
Para anggota dewan tertegun dengan ucapan itu. Karena suara itu adalah suara seorang wanita, parahnya tidak pernah ada wanita yang berani menyebut Joel dengan sebutan 'baj*ngan'.
"Enough!" Ucap Joel. Para bawahan nya menurunkan senjata dan mempersilahkan Vera masuk.
Mata laki-laki terpana dengan kecantikan dan keanggunan Vera, tapi mereka tidak tau betapa sadis nya Vera. Vera mendekati Joel dan berbicara dalam bahasa Rusia.
"Apa kau sengaja membuat mobil ku masuk bengkel?" Tanya Vera dingin.
"Bukan begitu. Aku hanya lupa memberi tau mereka" Jawab Joel. "Aku akan memperbaiki mobil mu"
"Bisa aku request?" Tanya Vera, Joel pun tidak berani untuk menolak permintaan Vera, karena dia sendiri tau seberapa berkuasa nya Vera di Inggris dan berkuasa penuh atas Anggota Dewan Mafia.
"Tentu saja" Jawab Joel dengan senyum yang di paksakan.
"Aku ingin mobil itu jadi anti peluru termasuk semua kaca mobil, punya turbo kecepatan, di lengkapi senjata di bagian cap mobil depan, tempat penyimpanan senjata mini serta alat komunikasi" Ucap Vera membuat Anggota Dewan tercengang. Kenapa wanita ini berani sekali memerintah Joel? Apa latar belakang wanita ini? Mungkin seperti itu yang ada di pikiran para Anggota Dewan kecuali Master Xiao.
"Baiklah tidak masalah, hanya permintaan kecil, setelah selesai akan aku kabari" Jawab Joel yang lagi-lagi dengan paksaan.
"3 hari, aku ingin semua selesai dalam 3 hari" Ucap Vera dengan senyum penuh maksud nya. Joel kaget bukan kepalang, 3 hari? Biasanya untuk merombak mobil menjadi seperti itu di butuhkan waktu sekitar 10 hari.
"Oke, no problem, 3 day's, deal!" Ucap Joel.
"Jacob ambil kan kursi" Perintah Joel dan segera Jacob laksanakan. Tak lama datang 4 kursi. Vera dan Ansel duduk di salah satu kursi. Vera melepaskan kacamata hitam nya tiba-tiba terdengar suara wanita yang tidak asing di telinga nya.
__ADS_1
"Bukan kah itu cool beauty?" Tanya seorang wanita berjalan masuk dengan 2 wanita lain. Vera menengok dan ternyata wanita itu adalah Zura.
"Cool beauty? Kau kenal dia?" Tanya salah satu anggota dewan.
"Tentu, wanita ini lah yang merebut pria ku" Jawab Zura.
"Merebut pria?" Ucap pria itu mengulangi ucapan Zura. Sedangkan Vera hanya menatap tajam Zura.
"Yang di anggap ratu ternyata malah seorang wanita pemuas" Ejek Zura sambil mendekat ke arah Joel dan duduk di pangkuan nya. Sedangkan Ansel terlihat marah mendengar perkataan Zura yang mengejek Vera.
"Kau!" Geram Ansek tidak terima, Ansel yang sudah bangkit dari duduknya, dengan sigap Vera menahan Ansel.
"Abaikan saja" Ucap dingin Vera.
Zura mendekat ke Joel dan duduk di pangkuannya. Zura yang berpakaian mini itu mengekspos kaki jenjang nya yang mulus.
"Joel kau.." Belum selesai Vera berbicara Zura lebih dulu memotong ucapan nya.
"Untuk apa kau bicara dengan pria ku? Apa ingin kau rebut juga" Sindir Zura. Vera menggerakkan giginya merasa geram pada Zura.
"Hahahaha!!! Merebut Joel dari mu? Hahahha!! Bahkan pria di sampingku saja lebih tampan dari nya, untuk apa aku merebutnya dari mu? Joel juga bukan tipe ku" Ucap Vera diselingi tawa nya.
"Tuan itu, itu, itu dan itu juga bekih tampan dari Joel. Jika kau ingin kau, ada puluhan bahkan ratusan, oh tidak! ribuan pria berebut posisi menjadi calon suami ku" Ucap Vera.
"Dasar wanita rubah! Murahan! Tidak ada bedanya dengan para wanita pela*ura di rumah bordil" Ejek Zura. Ansel yang tidak terima Vera di katakan seperti itu angkat bicara.
"Apa kau bosan hidup?! Jangan mencari masalah dengan malaikat maut" Ucap Ansel.
"Malaikat maut? Cih! Wanita bordil ini kau sebut malaikat maut? Bahkan orangtuanya sana tidak akan mau menganggap nya" Ucap Zura sukses membuat sang malaikat maut bekerja.
Vera langsung menarik rambut Zura dan di seret menuju salah satu pilar berbentuk persegi itu. Dengan emosi memuncak dan tidak peduli dengan tempat, Vera mengantuk kan kepala Zura ke pilar itu dengan kuat, Zura mengaduh kesakitan dan menangis meminta tolong tapi tidak ada satupun orang yang tergerak ingin menolong.
"Orang tua ku tidak menginginkan diriku? Kau pikir kau siapa?!" Ucap Vera mengebu-ngebu. Setelah mengantuk kan kepala Zura berkali-kali Vera melepaskan jambakan nya, kening Zura pun robek sampai mengeluarkan darah segar yang deras, pilar itu sampai ternidai dengan darah Zura.
"Joel, kenapa kau tidak membantu wanita mu?" Tanya salah satu anggota dewan.
"Dia masuk sendiri dalam mulut harimau, untuk apa aku membantu nya, lagi pula percuma aku membantunya, aku bahkan tidak ingin berurusan dengan nya" Ucap Joel.
"Maksud mu?" Tanya pria itu.
"Kau akan tau nanti" Jawab Joel.
DOR!
"Enough!" Seru pria dengan suara berat memasuki ballroom itu. Sontak Vera menghentikan aksi selanjutnya yang tadinya ia berencana untuk membuat Zura benar-benar mati.
__ADS_1