
Sampai di mansion vera langsung merebahkan diri nya. Ia merasa sangat lelah seharian harus duduk di kursi kerja, menatap komputer tanpa henti. Saat Vera ingin memejamkan matanya tiba-tiba Vera teringat akan sesuatu. Segera Vera bangun dan berjalan ke lantai bawah. Saat Vera pulang, Vera dan Jessy sudah melewatkan makan malam. Di bawah ternyata para penghuni mansion masih berkumpul di ruang keluarga sambil menonton film.
"Jessy, Reva, Farah, Lucas, Farel kosongkan kegiatan lusa. Kita punya acara penting di Swiss" Ucap Vera to the point pada mereka tanpa ada sapaan lebih dulu.
"Kenapa? Apa ada masalah dengan mafia mu? Tapi di Swiss tidak ada Demon Blood" Ucap Farah penasaran.
"Kalian di undang dalam acara pernikahan direktur Hans, kakak ku" Jawab Vera. "Tidak perlu menyiapkan kado, cukup datang maka ia akan senang"
"Benarkah?!" Pekik Farah sambil memeluk bantal menatap Vera.
"Apa aku terlihat berbohong?" Tanya balik Vera.
"Sudah! Aku lelah. Jessy besok suruh Black Rose handle perusahaan lagi, aku ingin sekolah" Ucap Vera mengagetkan semua.
"Hah?! Benarkah? Kau akan kembali sekolah?" Tanya Lucas.
"Ya. Farel, mulai besok kau harus kembali ke rumah mu sendiri" Ucap Vera dingin dan segera pergi naik ke lantai atas.
Setelah kepergian Vera, mereka mulai bergosip tentang Vera yang tiba-tiba akan sekolah lagi.
"Kenapa Vera sekolah lagi? Dia sudah tidak marah?" Tanya Farah.
"Hem.. entah lah!" Jawab Mia.
"Sudah! Itu tidak penting. Tapi Jessy pasti tau apa yang terjadi" Ucap Farel menunjuk Jessy dengan dagu nya.
"Uh.. Ketahuan sudah" Gumam Jessy sambil menghembuskan nafas nya.
-Flashback On-
Vera menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan nya sambil memijit pelan kening nya, tak sekali-sekali ia menghembuskan nafas nya kasar. Jessy pun sudah menduga bahwa Naomi gagal di ajak kerja sama.
"Sial. Seharusnya aku benar-benar membunuh nya malam itu" Umpat Vera kesal.
"Dia tidak mau?" Tanya Jessy duduk di sebelah Vera.
"Menurut mu?! Dia masih mengira keluarga ku yang membunuh orang tua nya, bahkan dia menuduhku menyembunyikan bukti. Dasar orang tidak tau diuntung!" Ucap Vera dengan nada kesal.
Jessy terkekeh pelan karena Vera. Vera melepaskan blazer nya dan di lempar masuk ke dalam kotak sampah. Vera menyenderkan kepala nya di sofa empuk itu.
Drett.. Drett..
__ADS_1
Handphone Vera bergetar di atas meja. Vera mengambilnya dan langsung mengangkat tanpa melihat siapa orang yang menelfon nya.
"Aku sibuk!" Ucap Vera dan langsung mengakhiri sambungan telfon itu sepihak. Tak lama berselang handphone nya kembali bergetar, dengan perasan yang sudah sangat kesal Vera menerima nya dan meneriaki orang itu.
"Kau tidak dengar?! Aku SIBUK!" Pekik Vera dengan menekan kata akhirnya.
"Dasar cucu sialan! Kau lupa dengan nenek mu?" Tanya orang dari seberang telfon dengan nada bicara yang terdengar marah dan jengkel itu. Vera sontak melotot mendengar suara orang itu.
"Ne-nenek" Ucap Vera gugup.
"Hump! Cucu sialan, akhirnya ingat juga kau" Jawab nenek Rosa.
"Maaf nek.. aku memang benar-benar sibuk hari ini, aku tidak mengenali mu" Ucap Vera sopan dengan nada bicara yang melembut.
"Sibuk dengan bisnis sampai kau melupakan sekolah mu?!" Tanya nenek Rosa geram.
"Eh.. itu.. em.. bukan begitu nek" Jawab Vera gugup. Bagi Vera nenek nya bisa menjelma menjadi singa. Walaupun nenek nya sudah tua, tapi jika nenek nya marah habis sudah. Tidak ada yang tidak pernah bisa nenek Rosa inginkan dan dapat kan di dunia ini.
"Bullshitt! Besok nenek tidak mau tau, besok kamu harus ada di sekolah. Ingat, selama nenek masih hidup, kamu tidak bisa hilang dari pandangan nenek sedikit pun. Apa yang kamu lakukan nenek tau. Tapi urusan mafia mu, nenek tidak ikut campur" Jelas nenek Rosa.
"Nenek punya mata-mata?" Tanya Vera penuh kecurigaan.
"Mata-mata nenek ada di mana-mana. Kamu tidak akan pernah bisa melacak nya" ucap nenek Rosa.
-Flashback Off-
Esok pagi nya selesai sarapan Vera dkk kecuali Ansel berangkat ke sekolah. Kini mansion Vera sudah banyak penghuni nya, bahkan di mansion Vera punya 3 meja makan yang panjang dan 5 dapur.
Sama seperti sebelum nya, Vera akan satu mobil dengan Lucas. Mereka mengantarkan Alex ke sekolah nya terlebih dulu. Setelah mengantarkan Alex mereka baru menuju sekolah. Sampai di sekolah mereka langsung bergegas ke kelas.
"Yo! Queen kita balik gangs!" Ucap Ender saat Vera baru saja melangkah masuk ke kelas nya.
"Queen 11-3 bukan kaleng-kaleng!"
"Queen 12 bukan tandingan Cool beauty!"
"Untung Cool beauty cepat balik"
Vera tidak menghiraukan ucapan itu. Ia duduk di bangku lamanya. Vera mengeluarkan handphone nya dan mulai sibuk dengan kegiatan nya.
"Ver, lu tau tidak? Akhir-akhir ini banyak cewek-cewek deketin Lucas" Ucap Ender membuat Vera kaget dan reflect menatap tajam Lucas.
__ADS_1
"Siapa yang deketin Lucas gua? Tanya Vera dingin namun terlihat cemburu.
"Queen class 12-2, Zura Montana" Bisik Ender.
"Oh!" Jawab Vera cuek.
-Jam istirahat, kantin sekolah-
Vera dkk beserta Mark dkk dan Mia duduk di satu meja panjang dengan makanan dan minuman yang sudah ada di atas meja. Mereka asik mengobrol sambil menyantap makannan masing-masing. Tiba-tiba ada suara wanita yang terdengar centil dari belakang.
"Bebeb! Apa kabar? Kangen Zura ya?" Tanya Zura dengan mulut tepat di telinga Lucas. Lucas bergidik risih dengan kehadiaran Zura.
"Gak usah pegang-pegang gua!" Bentak Lucas sambil menyingkirkan kepala Zura dari pundak nya. Zura pun memanyunkan bibir nya.
"Kok gitu sih beb.." Ucap Zura dengan suara centil nya.
Lucas melirik ke arah Vera yang wajah nya terlihat masam karena camburu. Tak hanya Vera saja yang merasa terganggu dengan kehadiran Zura, tapi semua orang di meja itu. Lucas menjadi bingung harus apa, Zura adalah tipe cewek gurita yang terus melekat setiap saat.
Pandangan Zura mengikuti Lucas. Ia tertuju dengan Vera yang duduk di sebelah Lucas yang sedang menyeruput avocado juice nya. Tatapan tidak suka terlihat di mata Zura.
"Aura iri?" Ucap Vera dalam hati tanpa sedikit pun melirik ke Zura. Vera sudah yakin bahwa cewek ini adalah orang yang di maksud Ender, Zura Montana.
"Beb, cewek ini sapa sih? Deket-deket kamu? Gak cocok tau sama kamu. Liat deh penampilan nya udah mirim kaya jal*ng. Baju merah Coca-Cola, celana hitam ketat, rambut panjang acak-acakan, muka soks-sok 'an. Gak pantes buat kau yang cool" Ucap Zura menilai penampilan Vera dengan suara agak keras. Orang-orang yang mendengar kritikan Zura mendadak tegang seketika. Karena mereka tau orang yang di kritik Zura adalah orang yang di takuti di sekolah.
"Lucas, juga gak cocok buat pel*cur. Cewek kek lu udah masuk nominasi 'cewek matre" Ucap Vera menekan 2 kata akhiran.
"Lu siapa berani ngatain gua?" Tanya Zura dengan nada angkuh.
"Kenalin, gua Vera si cool beauty and Queen 11-3" Ucap Vera yang sudah berdiri menatap tajam Zura.
"Gua Zura, pacar Lucas" Ucap Zura membuat semua terkejut.
"Pacar?" Ulang Vera dengan wajah tidak suka.
"Iya. kenapa?" Tanya Zura.
Vera geram dengan Zura. Sedangkan Lucas menjadi bingung dengan situasi saat ini. Vera tiba-tiba memunculkan senyum devil nya. Vera menyuruh Lucas berdiri dan..
Cupp..
Vera menarik telengkuk Lucas dan mencium bibir Lucas di depan Zura dan seluruh orang yang ada di kantin. Mata Zura membulat seketika melihat apa yang Vera lakukan.
__ADS_1
"Kenalin gua calon istri Lucas" Ucap Vera membuat Lucas tertegun.