Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 64


__ADS_3

Setelah memarkirkan mobilnya, Vera langsung masuk ke sekolah. Berjalan melewati lorong-lorong kelas dan akhirnya berhenti di sebuah pintu bertuliskan 'Ruang Kepala Sekolah'. Vera membuka pintu nya dan melemparkan tasnya sembarangan. Saat itu pak kepala sekolah memang belum berangkat. Vera duduk di kursi kerja pak kepala sekolah dan menopang kepalanya dengan kedua tangan nya.


"Drama nya bagus sekali, kenapa tidak terbang ke Indonesia dan bermain sinetron? Bukan kan lebih bagus?" Gumam Vera sendiri.


"Tapi Mia sangat mencurigakan, dia seperti sudah kenal dekat dengan Reva. Siapa dia sebenarnya?" Tanya Vera.


Vera bergegas mengambil tas nya yang berada di lantai. Vera membuka resleting tas dan mencari handphone nya. Setelah dapat Vera langsung menelfon Ansel, orang yang sangat dan paling ia percaya.


"Ansel, aku ingin informasi tentang 'kuman' itu" Ucap Vera dingin.


"Of course my lovely honey lady!" Jawab Ansel sambil menggombal pada Vera.


"Hei... Lu pinter menggombal juga ya.." Puji Vera.


"Ya pasti! Apa yang seorang Ansel tidak bisa lakukan honey?" Ucap Ansel.


"Terserah mu Ansel. Intinya setelah kau mendapatkan nya segera kirim ke handphone ku" Perintah Vera.


"Sure my honey" Jawab Ansel.


Setelah itu Vera memutuskan sambungan telfon itu sepihak. Vera mengantongi handphone nya dan menggendong tasnya. Vera berjalan keluar menuju kelas nya karena jam tangan nya menunjukkan pukul 07.10.


"Verararara!!!" Sapa Farel dengan semangat dan hanya di balas lirikan okeh Vera.


"Dia kenapa?" Batin Farel merasa ada yang aneh dengan saudaranya, Vera.


"Lu kenapa gak bareng Lucas?" Tanya Farel.


"Gak mood" Jawab Vera cuek.


"Lu berantem sama Lucas?" Tanya Farel yang penyakit kepo nya kumat.


"Gak!" Jawab Vera ketus.


"Bukan pertanda baik nih! Mendingan gak udah ikut campur deh gua, nanti malah kena imbasnya" Batin Farel.


"Oya Ver! Kata Jessy lu ngadopsi anak ya?" Tanya Farel mengubah topik pembicaraan.


"Iya" Jawab Vera.


"Waduh jadi mama muda dong!" Ucap Farel dengan suara yang agak keras.


"Bacut!" Ketus Vera.


"Ver!" Panggil Mark yang baru saja datang dengan komplotan nya.

__ADS_1


"Wih! Yang akhir-akhir ini gak keliatan, kemana aja lu?" Tanya Darren.


"Ke Indo" Jawab Vera.


" Pantesan gak nongol" Ucap Mark.


"Vera, ada yang mau gua omongin. Ini serius" Ucap Jessy yang tiba-tiba muncul di ambang pintu.


Vera segera menghampiri Jessy dan sedikit menjauh dari kelas. Takut ada yang curiga. Vera dan Jessy pergi ke perpustakaan.


"Apa?" Tanya Vera yang terlihat bahwa mood nya kurang baik.


"Lu ngerasa ada yang aneh sama Mia?" Tanya Jessy.


"Hemmm.." Jawab Vera yang haya berdehem.


"Vera, sebenernya ini yang mau gua omongin ke lu" Ucap Jessy sambil menyodorkan handphone nya dan terlihat sebuah video yang berhasil di ambil Jessy lewat CCTV tersembunyi di kamar Vera, di video itu terlihat seorang gadis masuk ke kamar Vera diam-diam.


Mata Vera langsung menajam seketika menonton rekaman ulang itu dengan terpampang jelas pukul berapa gadis itu masuk. Tangan Vera menggepal kuat dan menggertakkan gigi nya menahan emosi yang meluap.


"Gua yakin ini pasti ulah 'kuman' itu. Gua juga berhasil mendapatkan gambar nya malam tadi. Tapi apa yang 'kuman' itu lakukan di kamar mu? Dan kenapa dia bisa masuk kedalam? Lu lupa kunci pintu?" Tanya Jessy.


"Sialan! Cari mati!" Umpat Vera dengan penuh penekanan.


"Kirim fotonya ke The Hacker's di semua markas, aku ingin informasi mendetail. Pastikan mereka tidak membocorkan nya kepada Refa, atau mereka akan mati" Perintah Vera dengan nada yang sangat dingin dan raut wajah iblisnya.


--------


-Ruang kerja Ansel, Mansion Vera-


Ansel duduk di kursi kerja nya dengan menghadap ke komputer di depan nya. Jari jemari 'nya dengan lihainya menekan-nekan keyboard komputer. Mata sipit dan tajam Ansel sagat serius melihat ke monitor.


"Kenapa tidak bisa diakses? Dan kenapa informasi nya sangat rahasia? Siapa 'kuman' itu sebenarnya?" Ucap Ansel yang terlihat sedikit frustasi.


"Kalian memaksa ku, baiklah terpaksa aku harus meretas sistem mu.." Ucap Ansel lagi dengan senyum semlirik nya.


Ansel terus bergulat dengan komputer nya untuk meretas sistem yang mengganggu pekerjaan nya.


"Selesai! Jangan meremehkan ku.. Walau aku tidak terlalu pintar, tapi untuk urusan retas meretas aku cukup ahli.." Ucap Ansel membanggakan dirinya sendiri.


Tiba-tiba mata sipit nya menajam seketika saat membaca informasi itu. Rasa kecurigaan nya terbayar saat melihat yang sesungguhnya.


"Apa aku bilang? Benar-benar mata-mata, sayangnya.. hidupmu tidak akan lama lagi honey.. White Heart, satu mata-mata terbaik mu akan segera musnah" Tambah Ansel.


Ansel segera mem-print semua informasi yang ia dapat. Vera akan sangat senang dengan hasil kerja nya.

__ADS_1


--------


Setelah berbicara dan memberi perintah Vera dan Jessy kembali ke kelas karena bell masuk sudah terdengar. Vera dan Jessy duduk di tempatnya dan memasang wajah datar, seperti tidak terjadi apa-apa. Namun perubahan dari Vera sangat terasa menusuk tulang, mulai dari raut wajahnya, suaranya, sikapnya, tatapan matanya, senyuman nya dan aura khas Vera yang menusuk.


Tak lama pak Garba, wali kelas 11-3 masuk ke kelas.


"Selamat pagi semua!" Sapa pak Garba.


"Selamat pagi pak!" Jawab semua nya kecuali Vera.


"Hari ini kita kedatangan murid baru" Ucap pak Garba membuat Vera berkerut kening dan sudah memastikan bahwa yang di maksud adalah 'kuman' itu.


Tiba-tiba seorang gadis masuk dengan lugu nya dan terlihat sangat cupu. Namun Vera dan Jessy sudah tau jika semua itu hanya TOPENG untuk menutupi KEBUSUKANNYA. Garis besari hanya TOPENG!.


"Halo semua! Aku Mia Olivia, senang bertemu kalian" Sapa Mia dengan senyum manis nya membuat Vera muak.


"Mulai sekarang Mia akan menjadi bagian dari kelas ini" Jelas pak Garba.


"Permintaan anda di TOLAK! Gua gak setuju!" Ucap Vera tegas dan dingin dengan menekan kata 'tolak' membuat sehat kaget termasuk Mia dan pak Garba, tak terkecuali Refa, Farah dan Lucas yang menatap tajam Vera.


"Gua juga gak setuju!" Tambah Jessy membela Vera.


"Saya juga tidak setuju!" Ucap Farel yang ikut menolak.


BRAK!!


"Vera! Lu jangan keterlaluan! Lu udah gak anggep di rumah terus dia mau masuk kelas ini juga gak lu izinin?!" Pekik Reva.


"REVA! LU BUTA?! MIA CUMA PAKE TOPENG!" Bentak Jessy yang sudah tidak tahan dengan sahabatnya ini.


"Reva.. Lu liat kan? Di kelas ini udah gak ada kursi kosong" Jawab Vera.


"Kursi itu mudah! Bisa ambil yang baru!" Jawab Reva.


"Gimana kalo kita bikin kesepakatan?" Ajak Vera bernegosiasi.


"Duel, gua mau duel sama pacar gua. Kalo gua kalah dia boleh tinggal di kelas ini. Tapi kalo gua menang dia harus keluar dari sekolah dan mansion" Ucap Vera.


"Deal! Kita tantangan lu!" Ucap Farah.


"Gua ngerti! Jadi gara-gara di Mia ini Vera sama Lucas jadi renggang" Batin Farel.


"Lucas, gua sebenarnya yang mau ikut campur. Tapi kalo lu sampe sakitin Vera gua gak akan tinggal diam" Batin Mark.


"Vera pasti menang dan capat atau lambat kita akan buka siapa jati diri Mia sebenarnya' Batin Jessy.

__ADS_1


" Inikah ujian cinta? Lebih sulit dari ujian kimia atau matematika. Sebenarnya kenapa Vera gak suka banget sama Mia? Dan kenapa dia berubah jadi gini? Apa salah aku ya?" Batin Lucas yang sedikit tersiksa.


__ADS_2