
Setelah kejadian itu, suasana kelas menjadi biasa. Karena ulah Vera, kelas 11-3 mendapatkan jam kosong selama 3 jam. Dan selama 3 jam itu Vera gunakan untuk tidur. Pelajaran selesai, waktu istirahat tiba. Vera dkk bergerak menuju lantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah konser. Justin dan Darren juga ikut ke kantin bersama setelah kelas nya selesai, Justin dan Darren berbeda kelas dari Vera dkk, Mark dan Ender. Jika mereka kelas 11-3, maka Justin dan Darren kelas 11-1. Di tengah perjalanan mereka terhenti karena Lucas.
"Vera, boleh ngomong bentar?" Tanya Lucas.
Vera menaikkan satu alisnya pertanda Vera menjawab 'apa'.
"Cuma lu sama gua, berdua" Jawab Lucas sedikit gugup.
"Penting?" Tanya Vera.
"Sangat penting pake banget" Jawab Lucas.
"Kalian duluan, gua nyusul" Ucap Vera pada teman-temannya.
Teman-temannya mengerti dan meninggalkan Vera dan Lucas sendiri. Lucas menggandeng tangan Vera menuju kelas mereka yang sudah kosong karena semua orang pergi ke kantin.
"To the point, gua laper" Ucap Vera yang duduk di atas meja.
"Vera, kalo ada cowok yang nyatain perasaan ke lu, lu bakal terima dia?" Tanya Lucas yang sukses membuat Vera berkerut kening.
"Tergantung" Jawab enteng Vera.
"Maksud lu?" Tanya Lucas.
"Tergantung gua suka apa gak sama tuh orang" Jawab Vera.
"Emang kenapa?" Tanya Vera.
"E.. Kalo gua yang nyatain perasaan.. lu bakal terima gak?" Tanya Lucas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aneh" Jawab Vera sambil turun dari atas meja dan berjalan pergi meninggalkan Lucas.
"Gua serius Ver! Gua gak becanda, gua suka sama lu. Gua selalu mikir seribu kali buat ngomong ini langsung ke lu. Dan sekarang apa yang gua omongin ini tulus, gak bohong.I like you. I really like you.You want to be my girlfriend?" Tanya Lucas sukses membuat jantung Vera disco 'an.
Vera berbalik badan menghadap kembali Lucas. Vera berusaha menenangkan jantung nya agar tidak terus menerus berdisco. Entah kenapa Vera sulit untuk menjawab Lucas, sedangkan Lucas sudah mempersiapkan hati nya jika ia di tolak oleh Vera.
"Kenapa gua lemah sama cinta? Cinta itu apa sih? Dan lagi, Lucas kenapa bisa suka sama gua? Gua harus jawab apa ban*ke! Ini pertama kali nya gua sebingung ini, gua gak pinter masalah cinta-cinta 'an" Batin Vera.
"Tapi kenapa gua nyaman sama dia? Atau jangan-jangan gua juga suka sama dia. Gua bingung nj*irr!"
Vera pun di buat bingung oleh Lucas. Vera tidak tau harus jawab apa. Tapi Vera nyaman di deket Lucas, kadang dia tanpa sadar malah ngebayangin Lucas. Itu cinta apa bukan?
"Lucas.. maaf gua.." Ucap Vera yang sudah mengumpulkan keberanian nya untuk berbicara.
__ADS_1
Tapi lain hal dengan Lucas, saat Lucas mendengar kata 'maaf' yang terlontar dari mulut Vera, tiba-tiba hati nya sangat sakit seperti di tusuk dengan ribuan duri. Walaupun Lucas sudah memantapkan hati nya jika Vera menolak, tapi rasa sakit di tolak tidak bisa Lucas bohongi. Sakit nya lebih sakit dari pada tertembak peluru.
"Stop! Gua paham maksud lu. Maaf ganggu waktu lu, gua pamit" Ucap Lucas.
"Eh?" Ucap Vera yang tidak mengerti dengan perkataan Lucas.
Lucas melangkah pergi ke luar kelas meninggalkan Vera. Hati nya masih sangat sakit saat mengigat beberapa detik yang lalu saat cinta nya di tolak oleh Vera. Sedangkan Vera menatap kepergian Lucas penuh tanda tanya.
"Loh kenapa dia pergi?" Tanya Vera.
"Gua belum selesai ngomong bang*at!" Dengus kesal Vera.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
"Tunggu! Jangan-jangan dia... Bang*at!" Ucap Vera yang sudah mengerti kenapa Lucas pergi begitu saja.
Dengan cepat Vera berlari mengejar Lucas. Tapi aneh nya Lucas tidak bisa Vera temukan. Pikiran Vera pun menjadi kusut seperti benang. Vera terus berlari mencari Lucas. Vera mencari di semua kelas, di lapangan basket, lapangan sepak bola, lapangan tenis, halaman sekolah, kolam renang, perpustakaan, parkiran sekolah, ruang kesehatan, gudang, ruang loker namun tidak ada tanda-tanda kehidupan seorang Lucas.
Parah nya Vera mencari Lucas sampai nekat masuk ke toilet pria, alhasil para jantan yang sedang buang air kecil alias pipis kaget bukan main dengan kedatangan Vera yang tiba-tiba, mereka dengan cepat menutupi adik kecil mereka agar Vera tidak melihatnya. Tapi Vera? Dia tetap acuh pada semua pejantan itu. Vera menggedor-gedor pintu wc pria sambil meneriaki nama Lucas, tapi Lucas tidak ada di wc. Akhirnya setelah sekian lama Vera mencari perutnya memprotes Vera karena belum memasukkan jatah makan siang.
BUGH!
Vera menarik paksa pria itu dan meluncurkan nogem mentah yang mendarat di pipi pria itu, Lucas. Lucas dan teman-temannya Vera serta semua orang di kantin ikut kaget dengan kejadian itu.
"Vera kamu.." Ucap Lucas yang ingin protes tapi di potong ucapan Vera.
"LU TUH NGAPA NINGALIN GUA?! LU TAU GUA MUTER-MUTER NYARIIN LU SEANTERO SEKOLAH TAPI BATANG IDUNG LU GAK KELIATAN! LU TAU GUA NYARIIN LU SAMPE MANA?! GUA NYARIIN LU SAMPE MASUK TOILET PARA PEJANTAN! DAN LU MASIH GAK ADA DI SANA!" Maki Vera pada Lucas.
Lucas dan semua orang terkejut dengan peryataan langsung dari Vera. Mereka terkejut bukan karena apa, mereka terkejut karena ucapan Vera yang masuk ke toilet pria hanya untuk mencari Lucas.
"Lu ngapain cari gua?" Tanya cuek Lucas yang mulai berani melawan Vera, lady nya sendiri.
"Masih tanya?! Gua mau lu ngejelasin ngapa lu tinggalin gua sendirian di kelas!" Jawab Vera yang masih meninggikan intonasi nya.
"Lah kok tanya? Lu kan nolak gua?" Ucap enteng Lucas sukses membuat para manusia kaget, Jessy pun sampai tersedak di buat nya.
"Siapa yang nolak lu?" Tanya balik Vera yang kini sudah mereda amarah nya.
Lucas pun tertegun dengan Vera. Rasa sakit nya perlahan menghilang. Tapi masih ada sedikit luka yang membekas.
__ADS_1
"Ver.. lu.." Ucap Lucas.
"Makanya kalo nona Vera ngomong di dengerin!" Ucap Vera sedikit meninggikan kembali intonasi nya.
"Lu.." Ucap Lucas yang gagap.
Cupp...
Tiba-tiba Vera menarik Lucas dan mencium nya di depan umum. Di depan puluhan manusia di kantin. Refa dan Farah di buat baper dengan mereka berdua, tapi tidak dengan Jessy. Jessy memang iri dan baper tapi apa boleh buat, tidak ada pria yang suka dengan nya.
"Walaupun bukan gua yang ada di samping lu sekarang. Tapi, kalo lu bahagia gua ikhlas. Itu cinta gua ke lu, lu bahagia gua bahagia, li sedih gua jauh lebou sedih. Semoga bahagia..." Batin Mark melihat pasangan baru itu.
Vera melepaskan ciuman mereka dan memandang Lucas seksama.
"Hukuman buat lu" Ucap Vera sambil mengelap bibir Lucas yang menjadi sedikit merah karena lipstick yang di pakai Vera.
Vera meninggalkan Lucas untuk duduk bersama dengan teman-temannya yang lain.
"Cieee..! Udah bersatu nih" Ucap Farah.
"Mumpung ada pasangan baru, gimana kalo nanti kita jalan-jalan tapi mereka yang bayarin?" Tawar Farah.
"Oke tuh!" Jawab Justin.
"Sip lah! Satu langkah untuk menjadi kakak ipar gua.." Ucap Farel sambil mengacungkan jempol ke arah Lucas.
"BTW, ada yang masih free nih..." Ejek Refa sambil menyenggol pundak Jessy.
"Paan nih lu? Gua gak bohong free!" Bela Jessy.
"Pacar lu sapa?" Tanya Vera yanv tiba-tiba menjadi antusias.
Cupp...
Bak di sambar petir di siang bolong, gak ada ujan dan ada badai. Tiba-tiba ada jantan yang nyosor bibir Jessy. Yupp! Farel!. Jessy pun di buat jantung 'an oleh Farel.
"Gua pacar nya" Ucap Farel yang sudah melepaskan ciuman nya.
"Sejak kapan cebol!" Bel Jessy dengan pipi merona nya.
"Barusan!" Jawab Farel.
Suasana makan kali ini sungguh berbeda. Banyak kejutan mereka sapatkan dalam satu moment dan mungkin sulit terulang. Terutama moment dimana Vera kembali menampilkan senyum manis nya serta suara tawa yang selama ini ia sembunyikan.
__ADS_1