
Baru sampai di depan gerbang mansion yang tinggi itu Bi Dian dan Alex terkejut dengan mansion yang ada di depan mata mereka. Karena mansion baru, jadi Vera belum mempunyai pekerja disana. Vera turun dan membuka gerbangnya sendiri. Vera memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk mansion besarnya.
"Masuk" Suruh Vera.
"Iya" Jawab mereka.
Vera masuk ke mansion itu. Vera puas dengan mansion nya kerena memenuhi permintaannya. Lain dengan Bi Dian dan Alex, mereka terlihat sangat terkejut melihat mansion vera.
"Sekarang kalian tinggal disini. Bi Dian akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga" Jelas Vera.
"Terimakasih banyak non Vera!" Jawab Bi Dian.
"Ma, rumah kakaknya besar banget" Ucap Alex kagum.
"Ya! Bagus kan? Tapi inget kita disini cuma numpang. Jadi jangan buat yang aneh-aneh"
"Iya Ma!"
Vera naik ke lantai atas untuk melihat kamarnya. Vera sangat puas saat melihat kamarnya. Kamar Vera sangat besar, lengkap dengan TV, kamar mandi pribadi dan masih banyak lagi. Vera membereskan baju-bajunya. Tak lama setelahnya Vera kembali turun ke bawah.
"Kalian ikut aku" Suruh Vera pada Bi Dian dan Alex.
Mereka mengikuti Vera dari belakang. Vera berhenti di salah satu kamar yang ada di lantai bawah. Vera membuka kamar itu dan memperlihatkan nya pada Bi Dian.
"Ini kamar Bi Dian"
"Terimakasih non"
"Al, kamu tidur sendiri kan?"
"Iya!"
"Kamarmu tepat ada disamping kamar ibumu"
"Bi Dian, karena bekerja disini Bibi akan digaji per bulan dengan 7 juta"
Setelah itu Vera langsung menuju kolam renang pribadinya di belakang mansion sedangkan Bi Dian melakukan tugasnya sesuai instruksi Vera dan Alex yang sedang menonton tv.
*****
Vera turun untuk makan malam bersama Bi Dian dan Alex. Saat makan Vera bertanya pada Alex.
"Al, berapa umurmu?" Tanya Vera.
__ADS_1
"8 tahun" Jawab Alex sembari mengunyah makanan nya.
"Sekolah?"
"Tidak, aku tidak sekolah. Aku baru dikeluarkan"
"Besok kamu sekolah. Bagunlah lebih pagi"
"Sungguh?"
"Ya"
"Terimakasih!"
"Terimakasih non Vera" Ucap Bi Dian.
Vera hanya mengangguk pelan membalas ucapan Alex. Vera meneruskan makannya yang tertunda. Setelah setelah selesai makan Vera kembali ke kamarnya. Vera sibuk dengan laptop miliknya yang baru saja dibelinya dari sore. Tiba-tiba handphone Vera berbunyi, Om Rio menelponnya. Vera menggeser tombol hijauu di layar handphonenya.
"Iya Om"
"...."
"Nanti Vera kirim alamat email Vera. Informasi nya kirim ke Vera lewat email itu"
"...."
******
Sinar mentari dengan malu-malu perlahan masuk ke kamarnya. Vera langsung bangun dari tidurnya dan bergegas mandi. Dengan baju warna hitam lengan panjang, celana levis mini, fishnet stocking, sepatu boots hitam dan rambut yang dibiarkan terurai itu Vera turun dengan membawa tas punggung yang juga warna hitam itu.
Vera duduk di meja makan bersama Bi Dian dan Alex. Alex juga sudah terlihat siap untuk sekolah pertamanya, ia juga terlihat sangat senang. Mereka menyantap sarapan mereka dengan lahap. Setelah selesai sarapan Vera berjalan menuju garasi mengambil mobilnya. Di depan rumah Alex disuruh Vera masuk ke mobilnya untuk diantarkan ke sekolah. Vera langsung tancap gas mengantarkan Alex ke sekolahnya sekaligus mendaftarkannya.
Setelah mendaftarkan Alex, Vera kembali tancap gas menuju ke sekolah tempatnya akan mendaftarkan. Sampai di sekolahnya Vera memarkirkan mobilnya, dan karena mobilnya itu Vera menjadi perhatian warga sekolah. Vera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk mendaftar. Karena tidak tau dimana ruang guru, Vera bertanya pada sekelompok cowok yang sedang ngobrol.
"Dimana ruang guru?" Tanya Vera dingin.
"Di sebelah sana. Kamu lurus aja nanti belok kiri" Jawab cowok itu.
Vera langsung pergi tanpa mengucapkan kata "terimakasih" untuk cowok itu.
"Buset! Dingin amat tuh cewek. Ngomong terimakasih aja nggak" Gerutu cowok itu jengkel.
Vera mengikuti petunjuk cowok itu dan tak lm terlihat sebuah ruangan yang bertuliskan "ruang guru". Vera mengetuk pintu ruangan itu, setelah mendengar izin dari dalam Vera langsung masuk ke ruangan itu. Vera menjelaskan keperluan nya disana. Vera di berikan selembar kertas dan langsung diisi. Vera diterima dengan kelas X-1
__ADS_1
*****
Setelah bell masuk, Vera dan wali kelas X-1 Bu Veron menuju kelas. Sampai di kelas Bu Veron menyuruh Vera untuk jangan masuk dulu, Vera menurutu ucapan Bu Veron. Vera berdiri di depan kelas menyenderkan tubuhnya di tembok sambil bermain handphone.
"Perhatian! Hari ini kita kedatangan murid baru, dia akan menjadi bagian dari kita sekarang" Jelas Bu Veron.
Setelah ada sedikit pemberitahuan, Bu Veron menganggukkan kepalanya memberi kode apa Vera disana. Vera mengerti langsung memasukkan handphone nya ke tas dan berjalan masuk. Vera berdiri di depan papan tulis menghadap ke depan.
"Silahkan perkenalkan dirimu" Suruh Bu Veron.
"Vera" Ucap Vera dingin.
"Baiklah Vera, sekarng kamu duduk di barisan ke 2 dari belakang" Suruh Bu Veron.
Vera berjalan menuju salah satu bangku yang kosong dan duduk di sana. Pelajaran pertama pun dimulai. Saat yang lain mendengarkan penjelasan Bu Veron, Vera malah asik sendiri dengan bukunya yang iya tulis-tulis sendiri. Bu Veron pun menatap Vera.
"Vera!" Panggil Bu Veron.
Vera hanya menatap Bu Veron dengan mata malas. Lalu kembali ke kegiatannya nya sebelumnya. Bu Veron terlihat sedikit marah dengan Vera yang mengacuhkan nya. Vera pun ditantang Bu Veron untuk menjawab soal matematika di depan.
"Vera!" Panggil lagi Bu Veron untuk ke 2 kalinya.
"Whay?" Jawab Vera dingin dengan tatapan mata dingin nan tajam menatap Bu Veron.
"Maju! Isi soal ini"
Vera maju ke depan dan berdiri di samping Bu Veron. Vera merebut spidol Bu Veron dan langsung menuliskan jawabannya di papan tulis. Hanya butuh waktu 5 menit, soal yang ada dua papan tulis sudah terjawab oleh Vera. Vera langsung kembali ke tempat duduknya, Bu Veron meneliti jawaban Vera.
"Ga usah repot-repot di teliti lagi. Jawabannya positif benar" Ucap Vera sambil mengayunkan tangannya.
"Soal itu hanya sekecil debu"
Pelajaran pun kembali di lanjutkan. Mereka juga diberikan 10 soal matematika. Vera menyelesaikan soalnya dalam sekejap. Dan tak lama bell berbunyi.
Kringgg...!!!
"Baiklah pelajaran selesai, kalian boleh istirahat" Ucap Bu Veron.
Semua orang di kelas Vera langsung keluar ke kantin. Vera juga ikut ke kantin kerena emang udah laper. Di kantin Vera duduk sendiri di salah satu meja kosong dan santai memakan makanan nya. Kekhusyukan Vera yang sedang makan itu seketika buyar saat ada orang yang mengganggu nya.
"Yo! Minggir, duduk di tempat lain! Ini meja gue!" Bentak seseorang di belakang Vera.
Vera mengacuhkan orang itu dan melanjutkan makannya. Orang itu emosi karena baru pertama kalinya ada orang yang mengacuhkan nya. Seluruh manusia di kantin itu memandangi Vera yang masih tenang-tenang saja. Mereka tidak mengira jika ada yang berani mengacuhkan bad girl sekolah itu, Angel.
__ADS_1