Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 7


__ADS_3

Sudah 3 hari Vera tinggal di Indonesia. Kini saatnya Vera dan Farel untuk berangkat ke London. Vera dan Farel di antar Om Rio dan Tante Ana.


Note: Farel itu anak nya Om Rio sama Tante Ana.


"Vera tolong jagain Farel ya" Pinta Tante Ana.


"Oke Tante!" Jawab Vera sambil mengacungkan jempol ke tante Ana.


"Bunda apaan sih? Farel udah gede bun.." Protes Farel.


"Tenang tante, nanti kali udah sampe di London Farel bakal Vera bully terus Vera telantarin di depan panti jompo, buat hadiah" Ejek Vera.


"Apaan sih lu Ver?!" Ucap Farel protes lagi.


Tak lama kemudian pesawat yang di naiki Vera dan Farel akan lepas landas. Vera dan Farel menyalami dan mencium tangan Om Rio dan Tante Ana. Pesawat mereka lepas landas pukul 9 pagi.


**Flashback***


Semalam sebelum Vera kembali ke London Farel sempat mengajak Vera ke salah satu restoran di Jakarta.


"Ver, lu besok beneran balik?" Tanya Farel.


"Iya" Jawab Vera sambil meminum lemon tea nya.


"Gua mau bilang sesuatu sama lu" Ucap Farel dengan nada bicara yang mulai serius.


"Apaan?" Tanya Vera acuh


"Gua udah bilang sama Ayah dan Bunda" Jawab Farel.


"Bilang apa?" Tanya balik Vera.


"Bilang kalo gua mau pindah sekolah ke London" Jelas Farel.


"Uhuk uhuk uhuk.." Vera kaget dengan perkataan Farel yang akan bersekolah di London bersamanya.


"Lu ga salah Rel?" Tanya Vera memastikan.


"Gak! Kali ini gua serius! Gua pingin ketemu sama Jessy langsung" Jawab Farel.


"Ohh.. Jadi lu ke London cuma mau ketemu Jessy?" Goda Vera.


"Lu suka sama Jessy?" Tanya Vera yang mulai serius.


"Emm.. Kayanya sih gua suka" Jawab Farel.


"Terus kapan lu ke sana?" .


"Besok bareng lu"


"Lu ga salah?"


"Iya, gua udah siapin semua yang gua butuhin"

__ADS_1


"Di London lu mau tinggal di mana?"


"Numpang du rumah lu. Hahahaha"


"*****! Bilang aja mau liat Jessy setiap hari, pake acara alasan segala"


"Iya iya"


Lama mereka ngobrol di cafe itu akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam dan juga Vera akan kembali besok pagi.


**Flashback Of***


*****


Jessy ddk sudah sampai di parkiran sekolah setelah tadi mengantarkan Alex lebih dulu. Mereka keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam sekolah.


"Guys! Udah 3 hari lo sama sekarang Vera belum balik juga. Rumah sepi lagi" Ucap Farah membuka topik pembicaraan.


"Namanya juga ada urusan" Jawab Jessy.


"Ehh lu semua pada tau ga sih?" Tanya balik Jessy.


"Apaan?" Jawab kompak mereka kecuali Jessy.


"Pas pertama kali Vera pergi itu, malemnya gua vc Vera, abis itu gua di kenalin sapa sepupunya. Sumpahhh dia guanteng banget!" Jawab Jessy sumringah.


"Yang bener? Namanya siapa?" Tanya Refa.


"Kali ga salah sih Farel Farel gitu" Jawab Jessy.


"Ahh.. Nanti juga ketemu sendiri" Jawab Jessy.


Jessy ddk langsung bergegas ke kelas nya mengingat kelas sudah hampir di mulai. Selama 3 hari terakhir mereka membuat in in untuk Vera dengan alasan Vera sakit.


******


Setelah mengudara sekitar 13 jam 30 menit, akhirnya pesawat yang Vera dan Farel tumpangi mendarat. Vera dan Farel sampai setidaknya jam 22.30 waktu London.


Setelah turun dari pesawat Vera menelfon Jessy saat itu juga. Vera sudah menelfon 3 kali tapi tidak di anggat oleh Jessy.


"Nih anak kemana sih? Di telfon juga game di anggat!" Gerutu Vera jengkel.


"Ver, mana temen lu? Cape nih gua" Keluh Farel.


Keluhan Farel itu membuat Vera semakin jengkel dan marah. Vera berusaha menahan emosinya. Vera kembali menelfon Jessy untuk ke 4 kali nya.


*****


Drreet drreet..


Bunyi handphone Jessy yang bergetar di atas meja. Jessy sudah muak dengan suara handphone nya itu. Jessy mengambil handphone itu mamas dan mulai menggeser tombol hijau di layar handphone itu.


"Halo sini siapa?" Tanya Jessy santainya dengan nada khas orang bangun tidur.

__ADS_1


"Vera" Jawab Vera dari sebrang telfon.


"Vera sia-- Eh Vera ngapain lu telfon gua malem-malem gini?"


"Jemput gua di bandar sekarang!"


"Jemput lu? Ogah! Cari taksi aja sono! Ngantuk gua"


"Jemput sekarang!"


"Oke oke.. Gua jemput lu sekarang"


Jessy memutuskan sambungan telfon nya dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka nya. Jessy menjemput Vera dengan BMW milik Vera. 30 menit lama nya Jessy membelah jalanan London, akhirnya sampai di bandara.


"Masuk!" Suruh Vera ke Farel.


"Buset! Singa betina ini bawaanya BMW?" Batin Farel.


Vera masuk ke mobil nya dan menyuruh Jessy duduk di belakang. Vera melihat Farel masih di samping mobik celinguan, karena hari yang sekali malam Vera akhirnya meneriaki Farel.


"Lu ga mau masuk gua tinggal!" Ancam Vera.


Farel langsung tersadar dari lamunan nya dan segera menaruh kopernya ke bagasi mobil. Farel membuka pintu belakang mobil Vera. Setelah farel masuk Vera langsung tancap gas membelah jalanan London. Di perjalanan Jessy terus mengobrol dengan Farel.


"Lu Farel ya?" Tanya Jessy membuka pembicaraan.


"Iya gua Farel. Lu Jessy itu kan?" Ucap Farel.


"Iya" Jawab Jessy sambil tersenyum.


"Farel lebih ganteng kalo liat langsung dari pada di layar handphone. Aduhh jantung guaaa" Batin Jessy.


"Heloo..? Jessy?" Ucap Farel sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Jessy.


"E-eh.. Sorry" Jawab Jessy yang tersadar dari lamunan nya.


"Lu ngelamunin apa?" Tanya Farel.


"Lu kenapa ganteng bingit sih?" Gumam Jessy namun masih bisa terdengar oleh 2 manusia di mobil itu.


"Lu barusan bilang apa?" Tanya Farel memastikan ucapan yang barisan telinga nya tangkap.


"Ga ada, lu salah danger kali" Jawab Jessy mengelak.


Vera hanya tersenyum tipis menanggapi percakapan mereka berdua yang terlihat akrab dan mesra itu.


20 menit lama nya mereka berkendara dengan kecepatan 85km. Vera melajukan mobil nya masuk ke dalam mansion. Farel kaget sekaligus takjup karena Vera punya rumah sebesar itu.


"Ngapain lu celinguan? Masuk! Tidur jangan lupa besok lu ada sekolah baru!" Suruh Vera.


"Gile! Nih singa betina bisa jadi bunda ke 2 kalo gitu terus. Hadehh" Batin Farel.


Mereka pun masuk ke mansion, Vera berjalan menaiki tangga memutar itu dengan Jessy dan Farel yang mengekorinya. Vera berhenti di sebuah kamar kosong.

__ADS_1


"Nih kamar lu" Ucap Vera dingin.


Tanpa basa-basi lagi Vera langsung menuju kamar nya sendri begitu juga dengan Jessy. Vera menaruh tas kecil itu di atas laci sebelah kasur Vera. Vera langsung merebahkan tubuh nya dan menarik selimut tebal milik nya. Perlahan mata Vera mulai tertutup dan tertidur lelap.


__ADS_2