Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 74 - Mafia Rusia dan China*


__ADS_3

Seantero sekolah mendadak heboh karena ucapan Vera. 'Kenalin gua calon istri Lucas' kalimat itu menjadi booming di grub sekolah. Semua orang percaya jika Vera dan Lucas diam-diam sudah bertunangan, padahal kenyataan nya mereka masih berpacaran, belum bertunangan.


"Kamu cemburu?" Tanya Lucas.


"Betina mana yang gak cemburu jantan nya di apelin betina lain?" Tanya Vera ketus.


"Hahaha.. iya iya, kamu games deh kalo cemburu. Blak-blakan" Ucap Lucas.


"Tapi emang aku udah setuju buat aku jadi suami kamu?" Tanya Lucas di sela perjalanan menuju kelas nya. Sontak Vera langsung melirik ke Lucas.


"Kalo gak minat ya sudah. Cowok-cowok pada antri buat nyalon jadi suami seorang Vera" Jawab Vera sambil mempercepat langkah nya.


"Hei! Aku gak setuju kamu nikah sama cowok selain Lucas Vanderbilt!" Ucap Lucas mengejar Vera yang sudah duluan.


"Udah dong baby! Jangan cemberut lagi. Aku mau kok jadi suami kamu, nanti kita bikin 3 debay ya.." Ucap Lucas sambil merangkul pundak Vera. Vera mendadak menjadi malu karena ucapan Lucas yang ingin 3 debay itu.


"Belum nikah!" Jawab Vera sedikit ngegas. Lucas pun tertawa karena tingkah Vera yang tidak seperti biasa.


Mereka berjalan ke kelas dengan Lucas yang masih merangkul pundak Vera. Sampai di kelas Vera duduk di bangku nya menunggu guru masuk ke kelas. Vera merasa ada seseorang yang menatap nya dalam dan sedikit menyesal. Vera menoleh ke sumber nya yang tak lain adalah Reva. Vera bangkit dari duduk nya dan menghampiri bangku Reva.


"Jika ada yang ingin kamu bicara kan, kita bisa bicara di rumah nanti. Ada yang ingin aku tanyakan pada mu juga" Ucap Vera dengan senyum nya. Reva tertegun dengan senyum Vera. Reva merasa Vera seperti tau apa yang ia pikirkan. Vera kembali ke bangku nya.


"Aku tidak bisa lagi menyembunyikan ini lagi dari mu. Kau terlalu baik kepada ku Vera. Maaf sebelum nya aku menyembunyikan kebenaran ini. Aku akan berjalan jujur nanti" Ucap Reva dalam hati.


-Mansion Vera-



"Jacob, benar ini mansion wanita gila itu?" Tanya Joel yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Benar tuan, ini mansion nona Vera mafia Inggris" Jawab Jacob.


Joel merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Mansion megah, mewah, dan besar dengan halaman yang sangat luas bak lapangan golf. Belum lagi letak mansion Vera yang jauh dari keramaian. Joel turun dari mobil dengan Jacob di belakang nya.


Tin Tin!


Saat akan melangkah klakson mobil terdengar dari belakang. Joel dan Jacob menoleh ke belakang dan melihat mobil putih merk Jaguar berhenti. Tak lama seseorang turun dari dalam mobil itu.


"Xiao Cheng!" Panggil Joel yang mengenali orang itu.


"Joel!" Sapa master Xiao ramah.


"Kau berkunjung juga?" Tanya Joel.


"Ya! Hanya ingin menemui nona Vera" Jawab master Xiao.


Ting Tong!


Bel di pencet, tak lama Meghan membuka kan pintu mansion. Meghan melihat 4 orang pria dengan balutan jas rapi berdiri di depan pintu utama. Meghan yang tidak mengenali 4 orang itu lekas bertanya.

__ADS_1


"Maaf tuan, anda siapa?" Tanya Meghan sopan.


"Kami rekan mafia nona mu. Bisa kah kami bertemu dengan nona Vera?" Tanya Jacob mewakili 3 orang.


"Maaf, nona Vera sedang tidak ada di rumah. Jika tidak keberatan saya bisa memberi tau nona" Jawab Meghan. "Mari masuk dulu tuan"


"Ya! Terima kasih" Jawab Jacob.


Mereka berempat masuk ke mansion Vera. Alanglah terkejut nya mereka melihat isi mansion itu. Ruangan besar dengan warns putih mendominasi dinding tembok. Barang-barang mewah terpajang di sana. Mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Tuan sekalian ingin minum apa?" Tanya Meghan.


"Kami bisa memilih?" Tanya Joel.


"Tentu, kalian adalah tamu nona besar" Jawab Meghan dengan senyum nya.


"Cantik!" Ucap Jacob dalam hati karena terpana dengan senyum Meghan.


"Bisa beri kami vodka?" Tanya Joel.


"Tentu! Harap tuan tunggu sebentar" Ucap Meghan.


Meghan segera pergi dan menyuruh pelayan lain mengambil 2 botol vodka untuk tamu nona Vera mereka. Sedangkan Meghan menelfon Vera. Ansel menuju ruang tamu karena mendapat informasi bahwa ada tamu mafia yang berkunjung.


"Halo tuan Joel, master Xiao!" Sapa Ansel ramah.


Drett.. Drett..


Handphone Vera bergetar, saat itu kelas Vera belum ada guru yang masuk. Vera menerima panggilan dari Meghan itu.


"Ada apa?" Tanya Vera.


"Nona, tamu mafia mu mengunjungi mansion, mereka mencari mu" Ucap Meghan.


"Siapa?" Tanya Vera.


"Jika tidak salah, nama mereka tuan Joel dan master Xiao" Jawab Meghan.


"Ya! Aku akan segera pulang" Jawab Vera dan langsung memuskan sambubgan telfon nya.


"Jessy, Reva, Farah, Lucas, ayo kita pulang" Ucap Vera to the point.


"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Farah.


"Kita kedatangan tamu" Jawab Vera.


Mau tidak mau mereka meniruti ucapan Vera. Mereka mengemasi buku-buku dan segera pulang.


"Mia kau pulang dengan Farel" Ucap Vera dan di angguki Mia.

__ADS_1


Vera, Lucas dan Jessy dkk segera out dari kelas untuk pulang. Mereka mengendarai mobil menuju mansion. Tak butuh waktu lama, mereka sampai di depan pintu utama. Segera Vera dan yang lain masuk.


"Salamat datang kembali lady!" Sapa Ansel.


"Kenapa mencari ku?" Tanya Vera dingin sambil melemparkan tas nya ke Ansel. Ansel spontan menangkap tas Vera. Vera segera mendudukan diri nya di sofa empuk itu.


"Seperti biasa, kau sangat tidak sabar" Ucap Joel sambil meneguk habis vodka nya dengan sekali tegukan.


"Aku punya batas kesabaran" Ucap Vera dingin.


"Oke! Kau memang sangat agresif tapi aku suka" Ucap Joel.


"Jaga bicara mu!" Ucap Lucas dengan nada tidak suka.


"Joel, jangan menggoda nya" Ucap master Xiao.


"Vera, apa maksud mu dengan memesan 1000 grant mini? Kau ingin memulai perang dunia ke 3?" Tanya master Xiao.


"Hanya untuk berjaga-jaga. Kau tau? banyak mafia yang tidak suka dengan ku" Jawab Vera dengan menyilangkan kaki nya.


"Vodka?" Tawar master Xiao.


"Tidak. Terima kasih" Tolak Vera. "Jadi kalian kesini untuk mendiskusikan apa? Ingin meminta cek?"


"Tidak, hanya ingin bersekutu" Jawab master Xiao.


"Sekutu?" Tanya Vera.


"Ya! Jika kami dalam masalah atau keadaan genting kau bisa menolong kami, begitu pula sebalik nya" Ucap master Xiao sambil menyulut cerutu nya.


"Apa yang bisa kalian janji kan?" Tanya Jessy.


"Kami bisa membantu mu masuk dalam jejeran 11 dewan mafia besar. Bukan begitu Joel?" Ucap master Xiao sambil menghembuskan asap rokok nya.


"Tentu saja!" Seru Joel.


"Anggota 11 dewan mafia besar? Kau becanda? Setauku tidak ada kursi kosong di sana" Ucap Lucas.


"Siapa bilang? Ada satu kursi kosong yang masih menunggu seseorang untuk menempati nya. Kursi itu sangat istimewa" Jawab Joel.


"Kursi istimewa? Milik siapa dan kenapa tidak ada yang menempati nya?" Tanya Ansel.


"Karena orang lain tidak berhak menempati kursi itu. Kursi itu milik ibu mu, Vina Marquen" Jawab Joel membuat Vera kaget setengah mati, jantung nya serasa berhenti berdetak mendengar nama ibu nya, Vina Marquen.



ILUSTRASI: JOEL O'HARA


SOURCE BY: PINTEREST

__ADS_1


__ADS_2