Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 27


__ADS_3

Setelah membagi hadiah Vera, Lucas dan 3 mafioso nya menuju kelas Lucas. Selama mereka menuju kelas Lucas, Vera merasa jika HWHS dalam bahaya. Tapi Vera tetap positive thinking. Sampai di kelas Lucas Vera membagikan hadiah nya dan dan kembali ke kelas nya sendiri.


Saat sedang belajar tiba-tiba terjadi sesuatu yang membuat heboh seisi kelas bahkan seluruh sekolah.


*Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!


Prang! Prang! Prang! Prang*!


Tiba-tiba kelas Vera di hujani peluru yang membuat semua kaca jendela pecah. Semua manusia di kelas Vera ketakutan dan berteriak keras.


"TIARAP!!" Teriak Vera memberi arahan kepada semua manusia di kelas nya untuk tiarap.


Semua orang langsung mendengarkan ucapan Vera. Mereka langsung menjatuhkan diri agar tidak tertembak. Tak lama hujan peluru itu berhenti.


"VERA KELUAR LU! HADAPIN GUA SEKARANG!! JANGAN JADI PENGECUT LU!! GUA HITUNG SAMPE 10 LU BELUM JUGA KELIATAN GUA AMCURIN INI SEKOLAH!!!" Teriak seorang wanita dengan menggunakan pengeras suara.


"10.. 9... 8.." Ucap wanita itu menghitung mundur.


Dor!


Tembakan melesat mengenai salah seorang pria di belakang wanita itu. Seketika pula pria itu jatuh bersimbah darah. Tembakan dari lantai 2 dengan pistol itu memang tidak pernah meleset.


"INI GUA!" Jawab Vera dari jendela kelas nya yang sudah pecah tak bersisa itu.


"Turun lu! Lawan gua! Sekalian bawa pasukan lu!" Ucap wanita itu gak lain adalah Kathy dan Angel.


"Yakin?" Tanya Vera dingin dengan tatapan mata yang sangat tajam melebihi tajamnya mulut netizen.


"Banyak bacot! Buruan!" Ucap Kathy yang sudah tidak sabaran.


Vera langsung menjauh dari jendela itu dan mengambil pistol dan pisau lipat dari tas nya.


"Jessy, Refa, Farah, Farel mau liat pertunjukan?" Tanya Vera.


"Gak cuma mau liat doang. Tapi mau ikutan" Jawab Jessy.


"Oke. Kita kasih tau mereka, siapa yang berkuasa di sini" Ucap Vera dingin.


"Siap!" Jawab kompak mereka.


"Kalian tetep di sini dan tetep tiarap. Jangan ada yang keluar sebelum kita balik" Tegas Farel pada semua manusia di kelas itu.


"I-iya" Jawab mereka gagap karena ketakutan.

__ADS_1


Vera, Jessy dkk dan Farel pergi meninggalkan kelas mereka. Vera melemparkan pistol ke mereka, dengan sigap mereka menerima lemparan itu dan langsung mengisinya dengan peluru yang sudah di siapkan. Di tangga mereka bertemu Lucas.


"Vera" Ucap Lucas.


"Serang mereka. Jangan ada yang tersisa. Jangan bunuh Angel dan Kathy, gua belum main sama mereka" Ucap Vera dingin sabil memberikan Lucas pistol.


"Oke Lady!" Jawab kompak mereka.


"Kita jangan ketinggakan!" Ucap seseorang dari belakang mereka.


Saat mereka menoleh ke belakang ternyata mereka adalah Mark, Ender, Justin, dan Darren.


"Oke! Kita kasih pelajaran mereka" Ucap Refa.


"Ya!" Jawab mereka kompak kecuali Vera.


Berombolan Vera dan Mark berjalan menuju lapangan. Sampai di lapangan tampak puluhan pria yang berada di belakang Angel dan Kathy. Vera dan yang lain berbaris rapi, mereka menatap Kathy dan Angel dingin.


"Dateng juga lu, kirain gak dateng" Ucap Kathy.


"Nyali lu gede juga" Jawab dingin.


"Ba*ot! Serang!" Teriak Kathy memberi perintah anak buah nya untuk menyerang kelompok Vera.


Jessy dkk dan yang lain langsung ikut Vera menyerang. Seperti yang mereka lakukan saat menyerang markas mafia, Jessy dkk dan Lucas membuka jalan untuk Vera. Satu per satu Vera melewati anak buah Kathy dan sesekali Vera juga membunuh mereka yang menghalangi jalan nya. Sekarang Vera sudah ada di depan Kathy dan Angel.


"2 lawan 1?" Tanya Vera.


"Oke! Gua layanin sampe puas" Jawab Vera.


Vera pun berkelahi 1 vs 2. Karena Kathy anak mantan leader mafia jadi ia lumayan dalam hal ini. Sedangkan Angel yang memang anak mafia tapi malah kerjain melayani cowok hidung belang, tapi kemampuan nya mash jauh dari Kathy dan kemampuan Kathy lebih rendah dibanding kemampuan Vera.


*Bugh!


Ahh*..


Vera menendang dada bawah Angel. Alhasik Angel pun terpental dan meringkuk menahan sakit nya tendangan Vera, padahal tubuh Vera tidak begitulah fit. Sekarang hanya tersisa Kathy di depan mata Vera. Kathy nampak sudah mulai kelelahan dengan layanan Vera. Tapi tidak dengan Vera, Vera masih tidak puas dengan layanan yang di berikan Kathy untuk nya.


"Segitu doang kemampuan anak mantan leader mafia?" Tanya Vera.


"Liat aja, lu bakal kalah disini!" Jawab Kathy.


"Oke. Gua layanin lu sampe puas" Ucap Vera.

__ADS_1


"Siapa takut" Jawab sombong Kathy.


Setelah tumbangnya Angel, vera dan Kathy


1 vs 1. Mereka saling beradu pisau bersama. Saat Kathy lengah vera melancarkan serangan dadakan ke Kathy.


*Bugh!


Ahh*!


Vera menendang dada bagian bawah Kathy. Karena tendangan yang kuat membuat Kathy terjatuh dan pisau nya terlempar. Vera dengan sigap menaruh pisau lipatnya ke leher Kathy. Kali ini tidak ada belas kasihan lagi dari Vera, Vera menggoreskan pisau itu perlahan di leher Kathy sampai mengeluarkan darah.


"Ampun! Jangan bunuh gua" Ucap Kathy ketakutan.


Vera langsung memberhentikan pisau nya dan mengelapkan nya ke wajah Kathy. Sementara itu semua anak buah Kathy dan Angel sudah tergeletak di lapangan sekolah.


"Puas?" Tanya Vera dingin dengan tatapan mata yang mengerikan.


"U-udah" Jawab Kathy gagap.


Sementara Vera sibuk dengan Kathy, ternyata Angel sudah kabur lebih dulu meninggalkan mereka karena takut.


"Bawa dia ke markas dan suruh Marco bereskan ini secepat nya" Suruh Vera pada 3 mafioso nya.


"Baik Lady!" Jawab mafioso itu tegas.


3 mafioso itu langsung membawa pergi Kathy ke markas TDB untuk nanti Vera siksa. Setelah mafioso dan Kathy pergi Vera berbalik badan menghadap teman-temannya.


**!!!**


Brugh!


"Vera!!" Teriak mereka.


Tiba-tiba Vera langsung jatuh pingsan saat akan mendekati teman-temannya. Jessy dkk, Lucas, Farel, Mark, Ender, Justin dan Darren kaget dan langsung berlari menuju ke arah Vera yang sudah tergeletak tak sadarkan diri itu. Lucas menaruh kepala Vera di paha nya sambil menepuk-nepuk pelan pipi Vera. Karena Vera tak kunjung bangun Lucas langsung menggendong Vera menuju parkiran.


Yang lain pun panik dan cepat-cepat masuk ke mobil masing-masing untuk mengantarkan Vera ke rumah sakit. Karena mereka ramai, dan pakai mobil pribadi kecuali Refa dan Frah yang tidak bisa menyetir, mereka terlihat seperti konfoy kecil-kecilan. Mereka tidak takut akan polisi, dengan kecepatan bak balapan mereka semua mebelah jalanan London untuk bisa sampai di Quentin Hospital (Readers sayang.. Nama rumah sakit nya ngasal, jadi maklum ya😋).


Sampai di rumah sakit, Lucas langsung menggendong Vera masuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kedatangan mereka pun membuat heboh, tau lah.. Badan penuh bercak darah, ada yang ngantongin pistol dan beberapa dari mereka sedikit terluka dan lebam.


"BRANKAR MANA? DOKTER!! SUSTER!!" Teriak Lucas yang sudah khawatir tingkat dewa.


"GUA BILANG MAN DOKTER NYA?! PADA BISU?!!" Teriak Lucas yang sudah sangat emosi karena tak kunjung ada perawat atau dokter yang menghampiri mereka di tambah wajah Vera yang pucat pasi, suhu badan nya menjadi dingin, keringat keluar membasahi badan Vera.

__ADS_1


Saat itu juga datang seorang dokter pria yang tak lain adalah Darrel bersama 2 orang suster. Sister itu mendorong brankar ke arah Lucas. Dengan cepat Lucas membaringkan badan Vera dan langsung mendorong brankar itu ke ruangan perawatan.


__ADS_2