Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 62


__ADS_3

Setelah bermalam di Rusia, Vera dan Ansel bersiap kembali pulang ke London dengan pesawat pribadi Vera yang sudah sampai di Rusia, tak lupa baby Arthur ikut Vera bawa pulang. Dengan di kawak konvoi 5 mobil, Vera, Ansel dan baby Arthur menuju bandara.


Sampai di bandara mereka masih di kawal. Dan seperti biasa mereka selalu menggunakan kacamata hitam. Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian, orang-orang berfikir bahwa Vera dan Ansel merupakan pasangan suami istri dengan baby Arthur sebagai anak mereka. Ditambah Roberto ikut mengantarkan sambil membawa tas bayi yang berisikan susu formula dan selimut. Vera, Ansel dan baby Arthur di kawal sampai hangar pesawat. Tidak mau membuang-buang waktu, mereka langsung masuk. Tak lama pesawat mereka take-off terbang kembali ke London.


"Ansel, cari babysitter terbaik di London untuk mengurus baby Arthur saat aku sekolah" Ucap Vera memberi perintah.


"Butuh berapa babysitter?" Tanya Ansel.


"Mungkin 3? Jangan lupa siapkan peralatan bayi di mansion dan siapkan seragam untuk babysitter itu" Ucap Vera lagi.


"Iya" Jawab Ansel.


"Untuk baju nya, aku akan beli sendiri" Ucap Vera lagi dan lagi yang hanya di balas anggukan oleh Ansel.


Vera menuju kamar dan menidurkan baby Arthur dengan di pagar menggunakan bantal-bantal yang ada. Setelah itu Vera menghampiri Ansel lagi.


"Ansel, apa menurut lu gua udah kaya Mommy beneran?" Tanya Vera tiba-tiba membuat Ansel menatap nya.


"Lebih tepatnya Mommy muda" Jawab Ansel.


Baru 1 setengah jam perjalanan tiba-tiba terdengar suara tangisan yang sangat keras dari kamar yang ada di dalam pesawat.


Owekk! Owekk! Owekk!


"Anak lu bangun" Ucap Ansel yang di sambut Vera yang berjalan cepat menuju kamar menemui baby Arthur.


Vera membuka pintu dan melihat baby Arthur yang menangis dengan kain bedong yang basah dan sprei yang terlihat basah juga. Vera sudah feeling bahwa baby Arthur menagis karena mengompol. Vera dengan cepat naik ke atas ranjang dan membuka pagar itu.


"Ansel!" Panggil Vera.


1 menit kemudian Ansel udah ada di dalam kamar dan melihat Vera di atas kasur itu.


"Ambil tas itu, keluarkan kain, bedak dan minyak jangan lupa alas tidur nya" Perintah Vera yang sudah terlihat cocok untuk menjadi Mommy.


"Oke" Jawab Ansel sambil mengambil sebuah tas yang terdapat gambar kepala gajah di depan nya.


Ansel mengeluarkan barang-barang yang tadi di sebutkan Vera dan menyerahkan nya pada Vera. Vera mengambil alas tidur dan di letakkan di tempat yang kering, tak lupa baby Arthur yang ikut di pindahkan. Vera membuka bedong nya dan mengganti nya dengan telaten. Ansel pun dibuat mematung dengan tingkah Vera.


Vera yang dulu ia kenal merupakan sosok wanita yang dingin, datar, jarang berbicara, sadis, mengerikan dan boss mafia. Tapi Vera yang sekarang ada di depan nya malah terlihat seperti wanita dengan satu orang anak, tidak sadis dan mengerikan, malh di penuhi kehangatan dan kasih sayang.

__ADS_1


"Ansel! Ansel!" Panggil Vera pada Ansel yang sedari tadi di panggil tidak menjawab, Ansel pun tersadar dan membuyarkan lamunan nya.


"Lu ngelamun 'in apa?! Cepet bikinin susu buat beby Arthur!" Perintah Vera mutlak membuat Ansel kalang kabut.


Setelah mengambil kotak susu beserta dot nya, Ansel segera menuju dapur pesawat untuk menyiapkan susu. Di dapur Ansel bingung harus mulai dengan apa, karena Ansel tidak pernah menyiapkan susu untuk bayi.


"Apa yang harus aku dahulukan? Air panasnya atau bubuk susu dulu?" Gumam Ansel sambil menggaruk telengkuk nya yang tidak gatal.


"Udah! Ansel lu bunuh orang bisa ngapa bikin susu gak bisa!" Protes Ansel pada dirinya sendiri.


"ANSEL MANA SUSU NYA!!" Teriak Vera keras membuat Ansel kaget.


"BENTAR LAGI!!" Jawab Ansel.


"10 MENIT SUSU NYA BELUM JADI GUA CINCANG LU!" Ancam Vera membuat Ansel bergidik ngeri membayangkan tubuhnya menjadi potongan daging kecil-kecil.


Dengan cepat Ansel mulai membuat susu untuk baby Arthur. Setelah selesai Ansel memasukkan jari nya menyentuh susu itu.


"Udah pas kayanya" Gumam Ansel.


"ANSEL!!" Lagi-lagi terikan itu terdengar lagi membuat Ansel segera menghampiri Vera dan baby Arthur.


Baby Arthur yang mendapatkan susu langsung mengenyot dot itu. Baby Arthur pun terdiam dari tangis nya.


---------


Hanya butuh 5 jam perjalanan Vera sudah sampai di London dengan Ansel dan baby Arthur tentunya. Vera sudah menyuruh orang nya untuk menjemputnya di bandara. Vera, Ansel dan baby Arthur melaju langsung ke mansion. Awalnya mafioso Vera kaget dengan satu manusia yang berada di gendongan Vera.


30 menit berkendara Vera sampai di mansion nya. Vera masuk bersama Ansel yang membawa tas bayi, persis seperti Daddy sungguhan. Vera berjalan menuju ruang tamu dengan wajah yang lesu dan kelelahan.


"Vera lu udah pu.." Ucap Farah yang tiba-tiba terhenti saat melihat apa yang di gendong Vera.


"Apa?! Kak Vera pulang?! Yey!!" Teriak seorang anak kecil yang tiba-tiba berlari ke arah Vera ingin memeluk nya tapi terhenti karena tangan Vera menggendong sesuatu.


"Sstttt.. Alex jangan berisik adek bayi lagi tidur" Ucap Vera.


"Adek bayi?" Tanya Alex.


"Vera akhirnya balik juga lu" Ucap Jessy yang terlihat baru masuk dari taman, namun Vera menatap nya tajam nan dingin. Tapi sepertinya tatapan itu bukan untuk Jessy melainkan orang yang berada di sebelah Jessy.

__ADS_1


"Jadi ini Vera? Gak ada cantiknya tuh? Masih cantikan juga gua. Dan lagi dia udah punya anak? Dasar cewek murahan" Batin Mia.


"Vera.. akhirnya lu pulang" Ucap Lucas menghampiri Vera.


"Ver, ini.." Ucap Lucas yang terhenti saat melihat bayi yang tertidur di gendongan Vera.


"Kalian semua kumpul di atas, kecuali jika dia" Ucap Vera dingin sambil menekan kata 'dia' dengan.


"Ansel babysitter nya udah sampe?" Tanya Vera.


"Udah" Jawab Ansel.


"Kasih baby Arthur ke mereka, gua ada urusan" Ucap Vera sambil menyerahkan baby Arthur pada Ansel.


Ansel yang selama di pesawat sudah diajari Vera cara menggendong bayi itu sekarang menggendong baby Arthur dengan benar. Vera menuju ke lantai atas menghampiri teman-teman nya yang lain. Vera masuk ke ruang kerja nya dan langsung duduk di kursi kerjanya dengan membelakangi teman-teman nya.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Vera dingin.


"Vera, dia Mia. Waktu itu kita nolongin dia dari preman-preman. Tapi ternyata kia gak punya tempat tinggal, jadi kita bawa ke mansion" Jawab Reva.


"Belih tepatnya Reva dan Farah yang bawa cewek itu" Tambah Jessy.


"Siapa yang izinin kalian?" Tanya Vera.


"Tadinya kita mau izin sama lu, tapi takut ganggu lu. Jadi akhirnya kita gak minta izin" Jawab enteng Farah.


"Takut ganggu? Hehe..." Ucap Vera sambik tertawa hambar yang memberi kesan mengerikan.


BRAK!!


"DENGAN INI LU MALAH LEBIH NGEGANGGU GUA!" Bentak Vera di sertai gebrakan meja yang keras.


"Kalian lupa gua pernah bilang apa? Oke gua ulangin. Jangan bawa orang asing ke mansion tanpa izin gua! Apa masih kurang jelas?!" Pekik Vera dengan wajah yang sudah merah padam menahan amarah yang meluap-luap.


"Ve...." Belum selesai Lucas berbicara Vera sudah pergi dengan membanting pintu ruang kerja nya.


Vera yang udah marah langsung menuju kamarnya dan segera mandi. Selesai mandi dan berpakaian Vera langsung tidur untuk sedikit menenangkan pikiran nya yang kacaw balau.


"Bisa-bisa nya mereka membawa orang asing ke mansion saat para penghianat itu belum semua tertangkap" Batin Vera.

__ADS_1


__ADS_2