
Maaf untuk keterlambatan update. Karena author sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Jadi author gak bisa nulis naskah. Ini juga author bela-belain ngetik dengan tangan kiri di infus. Jadi mohon doa biar author cepet sembuh. Sekali lagi maaf banget ya...
-oOo-
5 hari kemudian•••
Setelah kejadian malam itu, Naomi masih Vera bebaskan, Naomi Vera biarkan hidup. Naomi juga masih berhutang jawaban pada Vera dan Vera juga berhutang sebuah bukti. 5 hari lamanya Vera tidak pernah kembali ke sekolah. Hanya menghabiskan waktu di perusahan, markas dan di mansion bersama baby Arthur, Ansel, Jessy dan Farel. Naomi masih sama seperti sebelum nya. Masih membenci Vera dan enggan berbicara dengan nya.
Tentang luka Naomi, Vera dan yang lain menyembunyikan nya dari siapa pun. Reva dan Farah bahkan hanya tau jika Naomi terluka karena di tusuk oleh preman dan ditolong Lucas.
Perusahan X'W Group
Selesai rapat Vera kembali ke ruangan nya. Setelah hampir satu minggu Vera tidak ke perusahan karena harus kembali ke Indonesia, ternyata masih banyak dokumen penting yang harus di tanda tangani. Tidak hanya itu, undangan dari beberapa perusahan juga sudah menunggu Vera. Terutama undangan perjamuan dari perusahan Cop company yang di adakan di hotel Royal.
"Ver, undangan perusahan Cop Company" Ucap Jessy menyodorkan keras undangan berwarna merah.
Vera mengambil nya dan membaca isi undangan itu kemudian di letak 'kan di atas meja.
"Ya! Jangan lupa temani aku" Ucap Vera.
"Okey!" Jawab Jessy.
"Ada kabar lanjutan dari Ansel?" Tanya Vera.
"Ya! Ansel dapat foto dari beberapa orang yang membunuh orang tua Naomi. Ansel dan The Hacker's masih menyelidiki siapa mereka" Ucap Jessy.
"Berapa orang?" Tanya Vera.
"3 dari 10 orang" Jawab Jessy.
Vera terdiam sebentar memikirkan apa yang selanjutnya ia harus lakukan. Kali ini Vera harus sangat berhati-hati agar tidak salah perhitungan. Otak genius nya bekerja lagi memecahkan teka-teki 7 tahun lalu, yang dimana saat itu usianya saja baru 4 tahun, mustahil di umur yang masih sangat muda itu Vera sudah menghimpun pasukan.
"Dimana rumah Eiji Dylan saat itu?" Tanya Vera.
"Berlin, German" Jawab Jessy.
Tiba-tiba Vera memperlihat kan senyum nya. Mungkin Vera sudah mendapatkan ide tentang rencana selanjutnya.
__ADS_1
"Bebankan semua pencarian pada The Hacker's, suruh Ansel untuk mencari bukti lewat CCTV yang ada di rumah Eiji atau sekitar nya" Ucap Vera.
"Tapi apa mungkin rekaman itu masih tersimpan? Itu sudah 7 tahun lama nya" Ucap Jessy.
"Jika masih tersimpan itu bagus. Tapi jika rekaman itu sudah hilang, suruh Ansel masuk ke database kepolisian yang menyelidiki. Mereka pasti setidaknya memiliki sedikit bukti. Jika masih kurang kirim The Hacker's ke Berlin dan selidiki langsung" Jawab Vera.
"Dan ingat jangan sampai kita terlacak" Tambah Vera dengan nada dingin dan di balas anggukan dari Jessy.
"Vera, tentang bukti Reva terlivat sudah kita dapat kan. Kau ingin melihatnya?" Tanya Jessy.
"Kirim secepat nya" Jawab Vera.
"Kita benar-benar harus membuat Naomi menjadi sekutu. Dia cukup berguna untuk menyerang White Heart satu saat nanti" Ucap Vera.
"Tapi aku juga sedikit khawatir jika Naomi hanya memanfaatkan mu" Ucap Jessy.
"Jessy gunakan otak mu. Jika Naomi tau bukan aku yang membunuh orang tua nya dan malah Hooper yang membunuh mereka apa Naomi masih mau bekerja dengan nya?" Tanya Vera.
"Ya memang cukup meyakinkan jika Naomi percaya dan menjadi sekutu. Tapi apa kabar dengan Reva? Dia masih belum mendapatkan hukuman" Ucap Jessy.
"Kita buat dia keluar dari kandang dengan sendiri ya" Jawab Vera.
Di depan perusahan Vera masuk ke sebuah mobil merk Mercedes Benz lengkap dengan supir pribadi. Vera duduk di kursi belakang dan Jessy di kursi depan samping supir itu yang tak lain adalah mafioso Vera.
"G&C Beauty" Ucap Vera pada supir nya.
"Baik lady!" Jawab Zhang Lie lalu segera menuju tempat yang di sebut kan.
20 menit perjalanan, mobil Vera berhenti di sebuah toko pakaian G&C Beauty. Zhang Lie segera turun dan membuka 'kan pintu mobil untuk Vera. Vera keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko dengan Jessy.
Mereka memilih gaun untuk di pakai pesta malam nanti. Tak lupa Zhang Lie juga di belikan sesetel tuxedo hitam pilihan Vera sendiri. Setelah membayar, Vera langsung bergegas pulang karena hari sudah mulai sore.
---------
Sementara di kastil Nigel dengan penjagaan yang ketat, terlihat seorang pria bertatto berada di sebuah ruangan khusus dengan lampu yang berwarna merah. Foto-foto tergantung di sebuah tali, beberapa di antara nya terdapat coretan tanda silang yang menunjukan bahwa orang itu sudah musnah. Di jejeran foto itu, terdakat sebuah foto perempuan yang cantik dengan senyum menawan.
"Aku akan membuat mu merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Tidak akan aku biarkan kau hidup dengan tenang sampai anak cucu mu nanti. Dan akan aku kirim kau bertemu dengan keluarga tidak berguna itu!" Ucap pria itu [Hooper] dengan tangan tangan nya mengambil foto itu yang tak lain adalah foto Vera.
__ADS_1
"Jika rencana ku berhasil, kau tidak akan pernah bisa lepas dari genggaman ku" Ucap Hooper lagi.
Tawa pun terdengar jelas menggelegar di ruangan kedap suara itu. Hooper menjepit lagi foto Vera bersebelahan dengan foto Lucas. Hooper langsung keluar dari tempat itu tak lupa mengunci nya.
---------
Malam tiba, Vera sudah siap dengan gaun nya. Rambut nya di biarkan terurai bebas, polesan make up natural pun siap. Vera turun ke bawah karena sudah di tunggu oleh Jessy.
"Kak Vera! Mau kemana? kok pake gaun?" Tanya Alex.
"Kakak ada urusan sebentar. Alex di rumah aja sama yang lain" Jawab Vera sambil mengelus kepala Alex.
"Iya kak!" Ucap Alex.
"Vera, ada acara di mana?" Tanya Lucas.
"Hotel Royal" Jawab Vera.
"Gua mau ngomong soal Mia sebentar" Ucap Lucas.
<"Sorry, kita ngomong nya nanti setelah gua pulang. Gak akan lama kok" Ucap Vera."Oh.. Oke" Jawab Lucas.Vera memberi kode pada Lucas untuk mendekat. Lucas pun paham dan berjalan mendekat ke Vera. Tiba-tiba tangan Vera menutupi mata Alex dan..CUP...Vera mencium Lucas lembut dan penuh perasaan. Lucas pun berusaha menyamai permainan Vera. Sedangkan Alex bingung kenapa mata nya tiba-tiba di tutup oleh Vera. Vera melepaskan ciuman nya bersamaan dengan tengan yang menutupi mata Alex."Cuma sebentar sayang.." Bisik Vera di telinga Lucas."Iya" Jawab Lucas. Vera kembali mengecup pipi Lucas sebentar dan berlalu pergi."Andai waktu itu lu gak kecelakaan dan amesia, mungkin kita udah terikat dengan pertunangan. Tapi tidak apa, sekarang kita akan bersama, selama nya. Dan gua janji akan selalu jaga lu" Ucap Lucas dalam hati.Zhang Lie membuka kan pintu mobil untuk nona nya. Vera masuk dengan anggun ke dalam mobil. Mobil Vera pun Melanie pergi meninggalkan mansion menuju hotel royal.
"Sorry, kita ngomong nya nanti setelah gua pulang. Gak akan lama kok" Ucap Vera.
"Oh.. Oke" Jawab Lucas.
Vera memberi kode pada Lucas untuk mendekat. Lucas pun paham dan berjalan mendekat ke Vera. Tiba-tiba tangan Vera menutupi mata Alex dan..
CUP...
Vera mencium Lucas lembut dan penuh perasaan. Lucas pun berusaha menyamai permainan Vera. Sedangkan Alex bingung kenapa mata nya tiba-tiba di tutup oleh Vera. Vera melepaskan ciuman nya bersamaan dengan tengan yang menutupi mata Alex.
"Cuma sebentar sayang.." Bisik Vera di telinga Lucas.
"Iya" Jawab Lucas. Vera kembali mengecup pipi Lucas sebentar dan berlalu pergi.
"Andai waktu itu lu gak kecelakaan dan amesia, mungkin kita udah terikat dengan pertunangan. Tapi tidak apa, sekarang kita akan bersama, selama nya. Dan gua janji akan selalu jaga lu" Ucap Lucas dalam hati.
__ADS_1
Zhang Lie membuka kan pintu mobil untuk nona nya. Vera masuk dengan anggun ke dalam mobil. Mobil Vera pun Melanie pergi meninggalkan mansion menuju hotel royal.