Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 39


__ADS_3

Vera beserta pasukan nya sudah mulai melakukan operasi penyelamatan. Dengan wireless Vera memberitaukan strategi nya. Kali ini Vera hanya membawa 50 pasukan, karena Vera yakin bahwa 50 anak buahnya siap untuk bertempur. 50 anak buah Vera juga akan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk lady yang mereka banggakan, mereka tidak ingin lady mereka kecewa, apa lagi Vera sudah menaruh keyakinan pada 50 anak buah nya.


Tak lama helicopter Vera mendarat sempurna 100 meter dari sebuah gedung pabrik tua di pinggir kota tempat Farah, Alex dan bi Diah di sandera. Pasukan Vera langsung menyebar susuai rencana. Vera, Jessy, Refa dan Lucas ikut masuk ke dalam gedung.


"Lepasin mereka!" Teriak Vera lantang membuat penculik itu kaget.


"Lady?" Ucap Farah kaget.


"Kak Vera!!" Teriak Alex yang ketakutan.


"Non tolong" Pinta bi Diah.


"Lepasin mereka? Langkahi mayatku dulu" Jawab sang penculik cowok.


"Oke! Attack now!!" Teriak Vera.


Vera, Jessy, Refa, dan Lucas langsung menyerbu pasukan penculik itu. Lawan mereka sebenarnya tidak seimbang 4 lawan 100 orang. Tapi itu tidak berpengaruh bagi Vera, Vera terus menyerang tanpa ampun.


"Uhh!!" Ringis Refa kesakitan karena terkena ujung pisau yang membuat perut kiri nya robek.


DOR!


Vera menembak orang yang melukai Refa dengan satu tembakan di kepala. Setelah itu Vera fokus lagi pada serangan nya. Refa pun mulai susah bergerak karena luka nya yang cukup dalam.


SRET..


Tangan Vera mendapatkan goresan dari pisau. Tak butuh waktu lama 100 pasukan kisih berhasil di lumpuhkan. Kini tersisa peminpin pasukan nya dan seorang cewek yang mengenakan masker. Tak lama terdengar suara langkah kaki yang hanya dan cepat. Anak buah Vera menghampiri Vera di dalam gedung. Mereka pun terkejut melihat banyak mayat tergeletak bersimbah darah, mereka semua mati di tangan 4 orang?.


"Anak buah ku sudah kami ratakan. Lepaskan mereka semua" Suruh Vera tegas.


"Baik. Kemarilah.." Ucap sang penculik cowok.


Tanpa pikir panjang Vera melangkahkan kaki nya mendekat.


"Vera lu ngapain? Stop Ver! Mereka cuma pura-pura!" Ucap Jessy lantang. Vera tidak menggubris ucapan Jessy.


"Stop! Sampe situ aja" Ucap penculik cowok itu.


Tangan si penculik cowok itu seperti sedang mengambil sesuatu. Sedangkan cewek yang berdiri di sebrang cowok itu seperti senang dengan datang nya Vera.


TRING!


Sebilah pisau dapur namun tajam dilemparkan ke Vera. Pisau itu mendarat tepat di depan sepatu Vera. Sontak Vera tertegun, Jessy dkk, Refa, bi Diah dan Lucas pun kaget begitu pun mafioso Vera. Vera menatap tajam pisau itu dan mentap tajam cowok itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kalo ingin mereka lepas ambil pisau itu dan sayatlah dirimu sendiri" Ucap cowok itu dengan senyum devil nya.


Vera hanya diam mematung menatap pisau itu dan semua teman-temannya, mafioso nya, serta 3 sandera itu yang merupakan bagian dari keluarga Vera.


"Ohh... Kau bingung ya? Jika kau tidak menyayat dirimu, maka semua orang yang kamu bawa akan mati termasuk 3 orang ini" Ucap cowok itu.


Mata Vera terbelalak seketika. Vera tidak percaya jika teman-temannya menjadi taruhan dari pertempuran kali ini. Vera memantapkan hati nya. Vera mengambil pisau itu.


"Vera! Please Stop!! Are you crazy?! Lu mau mati?!" Bentak Jessy melihat Vera yang bersedia mengorbankan dirinya.


"Vera! Lepas pisau itu!" Suruh Refa.


"Vera! Jangan nekat demi kita! Masih ada jalan lain Ver. Lepasin pisau itu!" Ucap Lucas yang tidak tega jika Vera melakukan itu demi mereka.


"Vera please don't do it" Pinta Farah sambil menahan tangis.


"Kak Vera Alex mohon jangan nekat. Alex gak papa" Ucap Alex.


"Non taruh pisau itu non.. Bahaya" Ucap bi Diah yang sudah menagis duluan.


"Lady tolong berhenti.." Pinta Ansel.


"Lady kami bersedia mati demi dirimu" Tangan Marco dengan ucapan mantap.


"Cukup. Sekarang sayat tangan mu" Suruh cowok itu.


Vera pun melakukan apa yang di peribtahkan cowok itu. Vera membuat sayatan di tangan kirinya. Darah Vera pun tumpah. Teman-temannya serta mafioso Vera tidak ada yang berani melihat agedan itu. Jessy dkk dan Lucas menahan tangis nya. Sedangkan bi Diah dan Alex sudah menagis, meminta Vera untuk berhenti.


Banyak permintaan cowok itu. Mulai dari kaki, pipi, perut, lalu kembali lagi ke tangan dan seterus nya. Kini Vera sudah bersimbah darah, nafas nya berderu kencang menahan sakit di seluruh tubuh, keringat dingin membasahi. Namun cowok itu belum berhenti.


DOR!


"VERA!!"


"LADY!!"


Cowok itu menembak pundak kanan Vera, Vera masih berdiri sempoyongan. Wajah Vera mulai pucat pasi. Vera memaksakan untuk berdiri dengan sisa tanaga nya.


"Ohh.. Masih bisa berdiri ternyata" Ejek cowok itu.


"Ahahahha!! Rasaain! Itu namanya karma!" Ucap cewek itu sambil membuka masker nya.


"Uh.. Te.. tepatin.. janji.. lu.. le.. lepas.. sin me.. mereka.." Ucap vera lirih.

__ADS_1


"Vera udah Ver.. Stop!" Pinta Farah di sertai segukan.


"Farah.. Gua.. Gua.. gak papa.." Jawab Vera.


"BERISIK!!" Teriak cowok itu.


DOR!


Cowok itu melepaskan tembakan nya lagi ke arah kaki Vera. Vera pun langsung terjatuh. Tangis teman-teman Vera semakin menjadi. Mafioso Vera tidak bisa berbuat apa-apa.


"Lebih baik lu yang kirim dia" Ucap cowok itu memberikan pistol pada Angel.


"Pasti!" Jawab Angel kegirangan.


Angel mengarahkan pistol itu di kepala Vera. Telunjuk Angel sudah siap menarik pelatuk nya. Dan..


DOR! DOR!


BRUK!!


"VERA!!!" Teriak teman-temannya.


"TIDAK!!!" Teriak Lucas yang sudah meneteskan air mata.


Peluru itu masuk ke perut Vera. Vera pun langsung ambruk dengan posisi tengkurap. Tapi Angel juga mati.


***Sesaat sebelum Angel menembak***


"Ready?" Tanya seorang pria pada sniper Vera.


"Yes sir!" Jawab sniper itu.


"Kelompok A, B, C, D siap di tempat. Dengan aba-aba ku masuk dan serang musuh" Jelas pria itu menyampailan lewat wireless.


"Understand sir!" Jawab masing-masing kelompok.


"Now!!" Ucap pria itu memberi komando.


Aba-aba di serukan. Sniper itu langsung melepaskan tembakan ke Angel tepat di kepala nya. Masing-masing kelompok juga sudah bergerak.


DOR! DOR!


Peluru mematikan dari sniper Vera menembus kepela Angel. Refleks Angel menarik pelatuk pistol itu. Memang mengenai Vera tapi meleset. Peluru yang harus nya masuk di kepala Vera, berpindah ke perut Vera. Masing-masing kelompok sudah masuk dan membantai musuk. Dalam hitungan detik pasukan musuh sudah rata.

__ADS_1


"VERA!!" Teriak Jessy dkk, Lucas, Alex dan bi Diah yang berlari menghampiri Vera yang sudah tergeletak itu.


__ADS_2