Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 23


__ADS_3

"Turunin gua" Suruh Vera.


"Gak" Jawab Lucas yang masih fokus pada jalannya.


"Turunin!" Bentak Vera.


"Kalo gua bilag gak ya gak!" Jawab Lucas yang juga membentak.


Vera hanya diam menanggapi ucapan Lucas. Sebenarnya Vera agak malu karena tingkah Lucas yang aneh di tambah orang-orang memperhatikan mereka termasuk guru-guru.


"Lucas.." Ucap Vera.


"Apa?" Jawab Lucas.


"Berhenti dulu" Suruh Vera.


Lucas langsung berhenti sesuai dengan ucapan Vera. Lucas sedikit bingung kenapa Vera menyuruh nya berhenti.


"Turunin gua" Suruh Vera.


"Gak!" Jawab Lucas.


"Gua cuma mau duduk" Ucap Vera kesal.


"Kita ke rumah sakit" Jawab Lucas.


"Gua gak mau ke rumah sakit" Ucao Vera sedikit memalingkan wajah nya.


"Kenapa?" Tanya Lucas.


"Intinya gak mau" Jawab Vera.


Lucas akhirnya menurunkan Vera dari gendongannya untuk duduk di kursi koridor sekolah. Tanpa di sadari tangan Lucas berubah menjadi warns merah terang.


"Lucas, tangan lu" Ucao Vera sabil menunjuk tangan Lucas.


Lucas langsung melihat tangan nya sendiri. Lucas baru sadar kalo tangan nya terdapat banyak noda darah.


"Sorry Lucas..." Lirih Vera yang sedikit merasa bersalah.


"Hey hey.. No problem" Jawab Lucas sambil memperlihatkan senyuman nya.


"Lucas, boleh minta tolong lagi?" Tanya Vera.


"Boleh lah" Jawab Lucas.


"Papah gua ke kelas" Ucap Vera.


"Tapi luka lu.." Protes Lucas tapi terpotong ucapan Vera.

__ADS_1


"Nanti gua telfon Darrel" Jawab Vera untuk menghilangkan rasa khawatir Lucas.


"Oke" Jawab Lucas.


Lucas pun membantu Vera berdiri dan berjalan ke kelasnya. Di jalan Vera merogoh handphone nya lalu terlihat Vera menelfon seseorang.


"Darrel, 10 ke HWHS sekarang" Perintah mutlak Vera tidak bisa di ganggu-gugat pihak lain.


"......"


"10-1, gua ketembak" Jelas Vera.


Setelah itu Vera memutuskan sambungan telfon sepihak lalu kembli mengantongi handphone lagi. Dengan keadaan kaki kiri nya pincang Vera susah untuk menaiki anak tangga menuju kelasnya.


Hupp..


Lucas kembali menggendong Vera tanpa persetujuan Vera. Entah kenapa Vera tidak mengubris Lucas. Vera kembali di gendong ala bridal style oleh Lucas. Karena mereka menaiki anak tangga membuat ada nya sedikit guncangan. Tanpa sadar Vera mengalungkan tangan nya di leher Lucas. Sedangkan Lucas hanya tersenyum merenspon tindakan Vera.


Sepanjang jalan mereka kembali di perhatikan banyak orang. Tak terasa mereka sudah sampai di kelas Vera. Lucas menggendong Vera sampai ke tempat duduk nya. Setelah menurunkan Vera, Lucas hendak pergi kembali ke kelasnya karena sebentar lagi kelasnya di mulai. Baru 2 langkah entah kenapa tangan Vera reflek menggengam tangan Lucas seakan tidak mengijinkan nya pergi. Lucas pun membalikan badan nya menghadap Vera


"Jangan pergi. Please...." Pinta Vera lembut. Entah kenapa tiba-tiba Vera menjadi lembut pada Lucas. Padahal sebenarnya Vera sangat dingin.


"Vera, gua ada kelas" Jawab Lucas juga dengan nada lembut.


"Kalo lu pergi gua ikut" Jawab Vera serius.


"Tapi luka lu.." Ucao Lucas yang terpotong ucapan Vera.


"Oke" Jawab Lucas.


"Sini gua gendong aja. Lama lu jalan" Ucao Lucas.


"Ya. Maaf ngerepotin lu" Lirih Vera.


"It's Okey!" Jawab Lucas.


"Kenapa gua lembut sama Lucas?" Batin Vera bertanya-tanya.


"Vera kenapa jadi lembut gini?" Batin Lucas penasaran.


*****


Vera dan Lucas sampai di kelas 11-3. Lucas menurunkan Vera di tempat duduk Vera di kelas 11-3.


"Makasih" Ucap Vera.


"Iya" Jawab Lucas.


Lucas pun duduk di depan Vera. Vera kembali mengeluarkan handphone nya untuk mengirim pesan pada Darrel.

__ADS_1


Kelas 11-3. Gua disana, 5 menit


Tak lama pesan itu terkirim. Dan telat saat pesan terkirim, guru masuk ke kelas 11-3 memulai pelajaran. 4 menit kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok Tok Tok..


"Masuk!" Jawab Vera keras seakan tidak ada guru di kelas itu.


Orang itu pun masuk setelah mendapatkan jawaban. Saat pintu terbuka, kaget bukan main saat dia melihat di ruangan itu sudah ada guru yang baru akan memulai pelajaran. Sedangkan para cewek-cewek berteriak histeris melihat datang nya seorang pria tanpan dengan tas di tangan kiri nya.


"Darrel!" Teriak Vera.


"No-nona?!" Ucap nya kaget.


"Sini" Ucap Vera sambil mengayunkan tangan nya.


Darrel segera mengikuti perintah Vera, Ia berjalan menghampiri Vera yang duduk di belakang Lucas.


"Keluarin peluru nya" Suruh Vera. Sontak seisi kelas kaget mendengar ucapan Vera. Masa iya dia mau ngeluarin peluru di kelas.


"Keluarin di sini?" Tanya Darrel.


"Iya lah!" Jawab Vera.


"Tapi kan kali mau ngeluarin baju nona...." Ucap Darrel yang terpotong karena tingkah Vera.


Vera langsung membuka kaos putih bersimbah darah di kelas itu. Seisi kelas pun jadi heboh sendiri karena tingkah Vera yang blak-blakan itu. Mata cowok-cowok di kelas 11-3 tidak henti-hentinya memandangi tubuh Vera yang kini hanya tersisa tube crop top hitam yang menutupi dada nya dan juga terlihat ABS wanita cantik itu membuat orang yang melihat nya menjadi 'GILA'.


"Liat apa lu?" Tanya dingin Vera.


"Ga-gak cool beauty!" Jawab mereka mengelak.


Dan mulai lah Darrel sedikit membuka luka Vera untuk dapat mengambil peluru yang ada di tubuh Vera. Saat itu juga Vera merasakan sakit yang amat sangat di pundak belakang nya. Vera mengepalkan kedua tangan nya dengan mata yang terpejam. Lucas melihat Vera menahan sakit itu reflek menggengam tangan Vera saakan memberi nya kekuatan.


15 menit kemudian peluru itu berhasil keluar dari tubuh Vera. Sekarang luka nya sudah di perban dan Vera juga sudah mengenakan baju yang tadi di bawa Marco.


*****


Kelas selesai, mereka sudah bersiap pulang. Vera, Lucas, Farel, dan Jessy dkk berjalan bersama menuju parkiran. Tapi di sebuah mobil bermerk Lamborghini itu ada sesuatu yang aneh. Dari kejauhan terlihat seorang pria bersandar di mobil Vera. Dan juga cowok itu membawanya sebuah bucket bunga mawar merah.


Tanpa meragukan cowok itu mereka berjalan mendekati mobil masing-masing. Saat Vera ada di samping mobil nya tepat di depan cowok itu Vera sempat berhenti.


"Minggir" Usir Vera pada cowok itu.


Tapi cowok itu tidak mengubris Vera, Vera pun kesal di buatnya. Lucas dan yang lain nya menonton di belakang Vera.


"Lu tuli?" Tanya Vera lagi.


"Vera" Ucap cowok itu sambil melepaskan kaca mata hitam nya.

__ADS_1


Sontak Vera dan yang lain terkejut kenapa cowok itu bisa kenal dengan Vera. Setau mereka semua di HWHS tidak ada orang yang mirip dengan cowok itu. Mungkin dia dari sekolah lain tau pun bisa juga dari luar negeri.


"Vera will you to be my girlfriend?" Ucap nya sambil berlutut dengan tangan kanan nya menyodorkan bucket bunga itu.


__ADS_2