
BREM.. BREM.. CIITT!!
Mobil vera berhasil masuk ke halaman markas nya. Entah siapa yang menyerang markas Vera. Mafioso yang menjaga di depan markas sudah tergeletak dengan jarum bius yang tertancap di salah satu leher mafioso Vera.
BRAK!!
Vera menendang pintu markas nya sendiri. Emosi Vera tambah memuncak saat melihat mafioso nya sudah tergeletak di lantai dengan penuh luka, wajah Vera seketika berubah jadi merah padam menahan emosi. Mafioso Vera tidak ada yang mati hanya pingsan dan terluka saja namun banyak bercak darah.
"Siapa kamu? Benari menggangguku?" Tanya Vera dingin dan penuh penekanan.
"Yo! Inikah leader TDB? Masih bocah? Hahahaha!!!" Ejek seorang cowok yang memunggungi Vera.
"Jangan panggil aku bocah!!" Bentak Vera keras tangan nya mengepal kuat menandakan Vera marah besar.
"Santai santai.." Jawab cowok yang masih belum menunjukan wajah nya.
"Apa mau lu?!" Tanya Vera.
"Mau gua? GUA MAU LU MATI!!" Jawab cowok itu juga dengan nada keras. Suara nya sampai menggelegar ke seluruh ruangan markas Vera.
"Mau gua mati? Cih! LU YANG BAKAL MATI DULUAN!!" Jawab Vera.
"Beneran? Soal nya gua gak bisa kalo gak bunuh orang.." Ucao cowok itu dengan nada yang dibuat-buat.
"SET*N!! SIAPA LU?!" Bentak Vera semakin menjadi.
"Jeon JinHo" Jawab cowok itu sambil berbalik badan menghadap Vera.
**!!**
Sontak Vera tersentak saat mendengar nama cowok itu. Jeon JinHo dulu nya adalah tunangan masa kecil Vera. Tapi karena Vera tidak pernah ada rasa cinta pada JinHo, Vera menolak untuk bertunangan dengan JinHo.
"Apa maksud lu nyerang gua JinHo?" Tanya Vera.
"Gua pingin lu Vera.." Jawab JinHo.
"Gua? Sampe kapan pun gua gak akan pernah mau sama lu!" Jawab lantang Vera.
"Beneran?" Tanya JinHo
__ADS_1
"Banyak bacot lu! Gua gak punya waktu banyak!!" Bentak Vera.
"Aduh.. Sakit juga ya ditolak hehehe.." Ucap JinHo yang berdialog dengan diri nya sendiri.
"Kalo gitu gua gak akan kasih peluang buat lu hidup lagi" Ucap JinHo lagi.
"GUYS KELUAR!!" Ucap JinHo memberi peringah entah pada siapa.
Suara derap kaki yang terdengar jelas dan banyak itu mengepung Vera sambil menodongkan pistol jenis VSP dan G18.
"Oke, udah selesai main-main nya" Ucap vera dengan tangan kanan nya mengambil pistol nya jenis Glock 45 GAP.
"WOY!! GAK IMBANG TUH, 1:100. SITU PADA BANCI? SINI LAWAN KITA!!" Teriak seseorang dari balik pintu markas TDB.
Mendengar teriakan itu sontak Vera langsung menoleh untuk melihat siapa yang berteriak. Kaget Vera saat melihat 3 orang dengan baju serba hitam dan menggunakan topeng hitam pula serta katana dan pistol yang sejenis dengan Vera.
"Kalian?!" Ucap Vera terkejut.
"Gak bisa gua liat leader kesayangan gua ngelawan sendirian" Ucap salah satu cowok yang tak lain adalah Lucas.
DODODODODORR!!!! Ahh!!
"ATTACK NOW!!!" Teriak Vera pad teman-temannya.
Langsung lah Jessy, Lucas dan Farel ikut menyerbu pasukan JinHo. Farel yang hanya ikut menghajar dan menembaki pasukan JinHo. Sementara di sisi lain Farah dan Refa yang masuk dalam kelompok sniper yang dimodalkan senjata McMillan TAC-50 terus mencari target tembak mereka.
"Look On.." Ucap Farah yang sudah dapat target.
DOR! AH!
Peluru Farah berhasil menembus kepala seseorang yang berkelahi dengan Jessy, untungnya peluru itu tepat dan tidak meleset mengenai Jessy.
Sementara Vera masih menghajar orang-orang yang menghalangi jalan Vera menuju JinHo. Sekarang Vera tidak bermain dengan pistol nya memainkan dengan katana nya. Kanata yang tadinya kinclong sekarang jadi bersimbah darah, katana yang tajam nya melebihi cocot'e tonggo berhasil menusuk, menebas dan tak segan memisahkan anggota badan mush nya.
"JinHo sekarang giliran kamu" Jawab Vera dengan wajah bengis nya di tambah senyum devil nya menghampiri JinHo.
Belum sampai Vera mendekati selangkah pun tiba-tiba...
DOR!! ARGH!! BRUK!!
__ADS_1
Sebuah peluru masuk di bagian dada bawah JinHo, seketika JinHo langsung ambruk seketika namun belum mati. Vera pun sempat kaget dengan tembakan yang tiba-tiba itu. Tembakan itu membuat seluruh anggota JinHo berhenti menyerang. Tapi di sisi lain..
"Refa! Lu apa-apaan sih? Kok malah di tembak?" Tanya Farah yang greget melihat Refa yang malah menambak JinHo.
"Gua cuma balas dendam aja" Jawab Refa yang sedikit dingin membuat Farah heran dengan perubahan sikap Refa.
"Balas dendam?" Tanya Farah.
"Udah yuk, samperin mereka" Ucap Refa yang mengalihkan pembicaraan sambil melemparkan senyum pada Farah dan mengambil senjatanya kembali.
Farah malah tambah aneh dengan Refa, sedetik yang lalu Refa tampak dingin dan sedetik kemudian Refa kembali menjadi Refa yang hangat dan cerewet. Vera yang melihat musuhnya tumbang sebelum dia membunuh nya pun sedikit kesal dengan orang yang menembak JinHo.
"Vera... Gua cinta lu.." Ucap JinHo lirih.
"Gua gak pernah cinta sama lu" Jawab Vera pada JinHo yang diambang kematian itu.
"Tapi gua cinta sama lu. Gua bakal bunuh siapa aja biar kita bisa hidup bersama" Ucap JinHo.
"Jadi lu tega bunuh Omma sama Appa cuma buat ambisi lu yang sia-sia ini?!" Jawab seorang wanita dengan McMillan TAC-50**** di punggung nya berjalan mendekati JinHo yang sudah sekarat itu.
"Refa?!" Ucap semua orang kompak karena terkejut.
"Yeodongsaeng?! (Adik?!)" Pekik JinHo yang kaget melihat adik nya Refa di depan nya sekarang.
"Oppa tau? Aku yang tembak Oppa!" Teriak Refa.
"Wae dangsin-eun jasin-ui Oppaleul chwal-yeong haessseubnikka. (Kenapa kami tega tembak Oppa kamu sendiri?)" Tanya JinHo.
"Wae? (Kenapa?)" Ucap Refa.
"meongcheonghan nom-iya?! yaghonhaji anh-eumyeon eommawa appaleul jug-il ma-eum-i issseubnikka?! ye ?! yeodongsaeng-i jagi yeodongsaeng-i yeodongsaeng-eul jug-ineun geos-eul boneun geos-i eolmana apayo?! gedaga hyeongjega geudeul-eul jug-il su-iss-eul ttaekkaji eomeoniwa abeojiga jalmosdoeeossseubnida! dangsin-eun naega miwohago wonhan-eul gajigo dangsin-i na-ege han il ttaemun-e algo issseubnida! JinHo-e silmanghaessseubnida! geuligo naneun hyeongjeleul jug-igi wihae yeogi issseubnida
(apa kau bodoh kak?! Kakak tega bunuh ibu dan ayah karena gagal tunangan?! iya?! Kau tau sakit nya hati seorang adik yang melihat kakak nya sendiri membunuh keliarga kecil nya?! Lagi pula ada salah ibu dan ayah sampai kakak tega bunuh mereka! Kakak tau karena perbuatan kakak ini buat aku jadi benci dan punya dendam sama kakak! Aku kecewa sama kak JinHo! Dan aku disini buat bunuh kakak)" Ucap Refa yang sudah mengarahkan moncong senjatanya ke kepala JinHo.
"Selamat tinggal" Ucap Refa.
DOR!
Refa melesatkan peluru itu masuk ke kepala JinHo. JinHo pun isded seketika.
__ADS_1