Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 11


__ADS_3

Setelah selesai dari urusan nya Vera kekuar dari ruang guru dan keberuntungan memihak Vera, setelah Vera menutup pintu believe istirahat langsung berbunyi. Jadi Vera berjalan santai menuju kantin untuk isi perut.


"Ver, tadi lu ngapain di ruang guru?" Tanya Farah.


"Urusan" Jawab Vera sambil memakan makanan nya.


"Oya Ver, ngomong-ngomong soal kemaren kita semua udah punya pilihan" Ucap Farah.


"Lu mau pindah? Oke gua beliin kalian man-" Jawab Vera tapi terpotong.


"Bukan itu. Kita sepakat buat tetep tinggal bareng lu dan kita juga mau jadi mafia" Jelas Farah.


"Kalian serius?" Tanya Vera.


"Iya" Jawab mereka kompak beserta Farel.


"Oke, nanti pulang sekolah kalian latian" Jawab Vera.


"Tapi Farel ga bolah ikut jadi mafia" Terang Vera.


Sontak Jessy ddk dan Farel kaget dengan penuturan Vera yang dadakan itu. Sampai-sampai Farel keselek.


"Loh kok ga boleh Ver? Kenapa?" Tanya Refa.


"Gua ga mau Farel ikut campur dunia bawah" Jelas Vera.


"Tapi gua pingin balas dendam atas om Hendrick" Ucap Farel.


"Itu urasan gua" Jawab Vera.


"Tapi Ver-" Bantah Farel namun di potong Vera.


"Inget Rel, lu itu bakal nerusin usaha bokap lu" Jelas Vera lagi.


"Dan gua ga mau untuk ke 2 kali nya kehilangan keluarga" Tambah Vera.


"Oke Ver, gua ngerti" Jawab Farel.


"3 hari lagi lu harus pindah dari mansion gua, gua udah beliin lu rumah juga ada pembantu" Ucap Vera.


Vera tidak menghabiskan makanan nya dan pergi dari kantin. Jessy ddk dan Farel hanya bisa menatap punggung Vera yang perlahan hilang. Dan sebeneenya Farel kecewa karena dia ga di bolehin sama Vera buat ikut jadi mafia.


Tapi memang kenyatannya Farel itu yang bakal nerusin usaha ayah nya, jadi Farel harus terima keputusan Vera. Farel juga tau kalo Vera sayang keluarga nya, jadi Vera ga mau buat Farel ada dalam jangkauan banyak nya kejahatan di tambah jika Farel ikut jadi mafia.


"Rel, lu ga papa?" Tanya Farah.


"Gua ga papa" Jawab Farel.


"Rel, gua bakal bujuk Vera buat nerima lu ikut masuk dunia bawah" Jelas Refa.


"Ga usah, gua tau kenapa Vera ga bolehin gua masuk dunia bawah. Lagian Vera itu kakak gua wakaupun cuma beda beberapa bulan" Jawab Farel.


"Lu kakak adek sama Vera?" Tanya Jessy.


"Lebih tepat nya adek sepupu Vera" Jawab Farel


******


Dengan lemontea nya yang setia duduk di kursi panjang di pinggir taman sekolah. Vera santai menyeruput lemontea sambil menatao segerombolan cowok yang duduk di bawah pohon besar.


Dengan sedotan yang masih menempel di bibir nya, mata Vera malah tertuju pada seorang cowok yang tertawa karena candaan teman nya. Vera memandangi cowok itu seksama, Vera merasa cowok itu mirip dengan kakak nya.


"Cowok itu mirip kak Dion?" Batin Vera.

__ADS_1


"Vera sadar! Kak Dion udah meninggal!" Tambah Vera.


Vera akhirnya memutuskan untuk bermain handphone nya dan melihat foto kak Dion di layar handphone. Tapi mata Vera selalu tertuju pada cowok itu. Vera terus menatap dalam cowok itu.


Tiba-tiba Vera sadar dan langsung memalingkan wajah nya. Sebelum Vera bener-bener memalingkan wajah nya ternyata cowok itu juga menatap Vera, mungkin cowok itu merasa ada seseorang yang menperhatian nya.


Dreet dreet


"Om Rio?" Ucap Vera pelan.


Vera menggeser tombol hijau di layar handphone nya lalu mendekatkan ke telinga.


"Kenapa om?" Tanya Vera.


"......"


"Apa?!"


"......"


"Bisa. Tapi-"


"......"


"Vera lagi ga bawa laptop. 5 menit lagi Vera telfon om Rio lagi"


Vera memutuskan sambungan telfon nya. Pikiran Vera jadi kacau karena perusahaan papa nya LIG sedang mendapat masalah. Vera berpikir keras untuk menjadi laptop atau computer.


Mata Vera akhirnya tertuju lagi pada gerombolan cowok itu. Salah satu dari mereka membawa laptop. Tanpa pikir panjang Vera mengambil lemontea nya dan menghampiri cowok itu.


"Boleh gabung?" Tanya Vera.


"Oke!" Jawab satu dari mereka.


Setelah dalat jawabab Vera duduk di dekat cowok yang mirip kak Dion itu.


"Iya" Jawab Vera.


"Gua Mark" Ucap cowok itu mengulurkan tangan.


"Vera" Jawab Vera.


"Ini Darren, Victor, Justin, Ender" Ucap Mark memperkenalkan teman-teman nya.


"Vera" Jawab Vera.


Dreet dreet


Handphone Vera kembali bergetar Vera tau itu pasti om Rio lagi.


"Gua angkat telfon dulu" Ucap Vera.


"Oke!" Jawab mereka.


Vera mendekat kan handphone nya ke telinga dan mulai lah pembicaraan nya dengan om Rio.


"Iya om?" Ucap Vera.


"......"


"Apa?! Informasi rahasia perusahaan bocor?"


"......"

__ADS_1


Vera sedikit menjauhkan handphone nya.


"Sorry, gua boleh pinjem laptop lu?" Tanya Vera.


"Boleh" Jawab Ender.


Ender memberikan laptop nya ke Vera.


"Oke! Om sekarang kirim semua data nya ke email yang Vera kirim" Suruh Vera.


"....."


"Oke udah masuk. Sekarang serahin semua ke Vera"


Vera mematikan sambungan telfon nya dan juga Vera sudah me nerima data yang di kirim om Rio. Vera mulai membereskan data-data itu dan memulihkan nya. Hanya buntuh 10 detik Vera selesai dengan kerja nya.


******


Sekolah selesai, Vera membereskan buku nya ke dalam tas. Bersama Vera menuju parkiran mobil. Vera masuk ke mobil nya dan tancap gas meninggalkan sekolah. Di tengah jalan mobil Vera mendadak berhenti, Farel pun ikut berhenti. Vera keluar dari mobil nya dan menyebrang jalan.


"Keroyokan?" Ucap Vera dengan nada dingin.


"Siapa lu?" Tanya satu cowok yang tubuh nya di penuhi tato.


"Dewi kematian" Jawab vera.


"Dewi kematian? Hahahaha!!" Jawab mereka sambil tertawa.


"Berani menertawai ku akan aku kirim kalian ke akhirat" Ucap Vera.


Vera mengambil pistol dari balik badan nya, entah dari mana pistol itu muncul. Dengah hawa pembunuh yang amat kental Vera memulai aksinya.


Dor dor dor


Gemuruh tembakan terdengar saat itu juga. 5 menit Vera berhasil mengantarkan baji*gan itu sampai ke akhirat.


"Terima kasih nona" Ucap cowok itu.


"Ya" Jawab Vera.


"Nona, biarkan aku membalas kebaikan mu"


"Oke"


"Cukup setia. Siapa nama mu?"


"Lucas Vanderbilt Ananta"


Vera mengambil handphone nya dan menelfon mafioso nya.


"Marco, bereskan tempat kejadian jangan sampai ada yang tersisa" Ucap Vera dingin do telfon.


Vera lalu berjalan kembali ke mobil nya dengan cowok itu mengekorinya. Vera melanjutkan jalan pulang mereka.


******


Vera masuk ke mansion nya dan langsung di sambut bi Diah dan Alex.


"Non Vera udah pulang?" Sapa bi Diah.


"Iya bi" Jawab Vera.


"Kak Vera, kakak ganteng itu siapa?" Tanya Alex polos.

__ADS_1


"Kamu kenalan sendiri ya sayang.." Jawab Vera halus.


Entah kenapa Vera selalu hang at dan baik pada anak kecil. Tapi walau pun Vera dingin, kejam, sadis, dan cuek Vera masih punya Sisi hangat walau hanya sedikit.


__ADS_2