
Tok tok tok
"Ver.. Vera bangun!" Suruh Farah di depan pintu kamar Vera.
"Vera kita bisa telat nih.." Tambah Jessy.
"Duluan. Gua nyusul" Jawab Vera dari dalam kamar dengan nada malas.
"Oke! Kita duluan" Jawab Refa.
"See you" Tambah Lucas.
Setelah mereka pergi Vera bangun dan melihat ke arah jam. Jam Vera sudah menunjukan pukul 08.15. Vera masuk ke kamar mandi nya.
"Bagus ga sih?" Tanya Vera melihat diri nya sendiri di cermin.
Vera keluar dari kamar nya dan berjalan menuju meja makan untuk memakan sarapan nya. Bi Diah sampai heran kenapa Vera masih belum berangkat padahal sudah jam 08.30.
"Non Vera ga sekolah?" Tanya bi Diah.
"Mau berangkat" Jawab Vera yang masih memakan roti dengan selai kacang itu.
Vera sudah memakan 2 roti. Vera bangkit dari duduk nya dan mengambil kunci mobil dan berlalu pergi meninggalkan bi Diah. Tapi Vera balik lagi ke meja makan dan mengambil 1 roti lagi.
*****
Sampai di sekolah gerbang sudah tertutup rapat 30 menit yang lalu. Vera berhenti di depan gerbang lalu memundurkan mobil nya dan langsung tancap gas menerjang gerbang itu.
"Mereka pikir gerbang ini kuat?" Ucap Vera.
Setelah memarkirkan mobil Vera dengan santai berjalan ke kelas nya sambil memakan roti yang ia bawa tadi. Hari itu adalah pelajaran fisika bu Petra. Sampai di depan kelas Vera menendang pintu kelas.
Brakk!
"An*ir bidadari gua sampe"
"Anak baru aja udah belagu, jijik gua"
"Cuih palingan lu sekolah di sini aja karena beasiswa"
"Tuhan.. Bidadari mu ada yang hilang kah?"
"Dingin tapi cantik"
"Kita otw kasur yuk"
"Cool beauty"
"Body nya bang*at!"
Mungkin itu ucapan yang bisa di jabarkan saat Vera menendang pintu itu.
Pintu itu berhasil Vera buka. Akibatnya seluruh mata manusia di kelas menatap Vera. Vera hanya acuh merenspon mereka dan berjalan ke meja nya tapi langkah nya terhenti saat seseorang menanyakan nya.
"Kalo masuk kelas itu ketok pintu dulu!" Ucap bu Petra kesal.
"Ohh" Jawab Vera malas di sertai nada dingin.
"Itu kamu kenapa makan?" Tanya bu Petra sambil melipat tangan nya di dada.
"Laper" Jawab Vera
"Kami ya.. Ga tau sopan santun banget, orang tua kamu ngajarin ga sih?!" Tanya bu Petra dengan nada keras.
__ADS_1
"Gila ngelanggar pantangan nj*r.." Batin Farah.
"Kelar idup lu bu.." Tambah Jessy
"Vera tahan emosi..." Batin Farel.
Melanggar satu pantangan yang seharusnya tidak di ucap kan di hadapan Vera. Mulutnya Vera yang tadi nya asik mengunyah makanan langsung berhenti seketika, telinga nya panas, dan emosinya memuncak. Vera berbalik menghadap bu Petra. Vera menatap tajam manik biru laut bu Petra.
"Apa hak anda menceramahi saya?" Tanya Vera penuh penekanan. Hawa dingin terpancar dari tubuh Vera membuat semua orang bergidik ngeri.
"Ka-kamu akan sa-saya lapor kan ke kepa-sepala sek-sekolah" Jawab bu Petra terbata-bata, keringat dingin membasahi kening nya.
"Mengancam?" Tanya Vera balik. Vera sekarang sudah menjadi sangat dingin nagai puncak everest, jiwa psycho muncul.
Vera mengeluarkan sebuah pisau lipat milik nya dari kantong celana nya. Pisau itu sangat mengkilap yang menandakan pisau itu sangat tajam. Vera menyenderkan tubuh bu Petra di dinding papan tulis, Vera juga mendekatkan pisau itu di leher bu Petra.
"Vera! Gawat jiwa psycho nya muncul!" Batin Jessy.
Vera semakin mendekatkan pisau itu sampai menyentuh kulit leher bu Petra. Badan bu Petra langsung bergetar ketakutan, semua orang di kelas juga takut pada Vera. Vera menggoreskan pisau itu ke leher bu Petra sampai mengeluarkan darah.
"Kita hadang Vera, dia ga boleh bunch orang di sekolah" Bisik Refa di telinga Farah.
*****
Di kelas Lucas tidak bisa konsen dengan pelajaran nya. Hati nya sangat menghawatirkan seseorang.
"Gua kenapa sih? Ga bisa konsen bang*at!" Batin Lucas.
*****
"Berani menguji ku? Sangat hebat" Bisik Vera di telinga bu Petra.
"Lihat ini.. Pisau ini berdadah membuat ku ingin membunuh mu" Tambah Vera sambil menjilat pisau nya.
"Sepertinya darah dan daging mu lezat, cocok untuk 'Leo' ku"
"Vera! Ver udah!" Teriak Refa yang berlari kecil menghampiri Vera di ikuti Jessy, Farah, dan Farel.
"Ver! Sadar!" Ucao Jessy.
Vera berhenti mengelapkan pisau nya ke bu Petra. Vera menghadap ke arah Jessy ddk dan Farel.
"Hak apa kalian merintah gua?" Tanya Vera dingin.
"Vera tenang.." Bujuk Jessy.
"Minggir!!" Bantak Vera.
"Ver, sadar ini bukan lu" Ucap Refa.
Brakk!!
"Hosh.. hosh.. Vera, berhenti..." Ucap Lucas yang datang tiba-tiba dengan nafas ngos-ngosan.
"Lucas?" Ucap Jessy ddk kompak.
"Ver, berhenti" Suruh Lucas.
Vera menatap Lucas dan bu Petra. Vera menenangkan diri nya. Vera akhirnya mengantongi lagi pisau lipatnya.
"Nantikan pertunjukan selanjutnya" Bisik Vera di telinga bu Petra.
Vera langsung pergi dari kelasnya. Vera juga sempat menyenggol pundak Lucas. Lucas hanya bisa menatap punggung Vera yang perlahan hilang.
__ADS_1
"Kas, lu kenapa bisa kesini?" Tanya Jessy.
"Filling gua tadi ga enak ke Vera" Jawab Lucas.
*****
Vera mengendarai mobionya sangat cepat menuju mansion mafioso nya 'Markas'. Kedatangan Vera di sambut hormat mafioso nya.
"Selamat datang Lady!" Ucap mereka sambil membungkuk.
"2 menit temui aku!" Suruh Vera yang music di dalam mobil.
"Baik Lady!" Jawab mereka.
Vera masuk ke markas nya. Markas Vera bersifat rahasia karena tidak semua orang tau dimana markas The Demon Blood berada. Itu wajar karena markas Vera itu adalah sebuah mansion yang megah dan mewah tapi mengerikan.
Vera duduk di kursi nya setelah mengganti bajunya. Dengan baju serba hitam, celana hitam mini, topeng hitam, dan jubah bertuliskan Leader The Demon Blood.
"Kenapa Lady memanggil kami?" Tanya sopan Marco.
"Aku punya tugas untuk kalian" Jawab dingin dan datar khas Vera.
"Bawa orang ini ke hadapan ku" Suruh Vera sambil melemparkan foto pada Marco. Marco langsung mengambil foto itu dan melihatnya.
"Siapa orang yang berani melawan Lady? Nyalinya besar sekali" Batin Marco sambil memandangi foto wanita.
"Baik Lady!" Jawab Marco.
"Jika tidak bisa membawanya, kalian yang akan menggantikan nya" Ancam Vera.
"Baik Lady!" Jawab Marco.
"Siapkan mafioso, malam ini kita serbu Matatula" Suruh Vera.
"Baik Lady!" Jawab Marco.
"Pergi!" Suruh Vera.
Mereka langsung membubarkan diri dari hadapan Vera.
"Nantikan kematian mu" Ucap Vera di sertai senyuman devil nya.
******
Sekolah sudah bubar, Jessy ddk, Farel, dan Lucas sampai di mobil mereka bersiap untuk pulang.
"Gua cabut duluan ya. Oya tolong jagain kakak sepupu gua ya" Ucap Farel dari dalam mobil nya.
"Siap!" Jawab Refa semangat.
"Bay bay!!"
"See you again Farel!!" Teriak Refa.
Setelah mobil Farel tidak terlihat mereka masuk ke BMW Vera dan langsung Tanya gas meninggalkan sekolah.
******
"Lady kami sudah menangkap orang nya" Ucap Marco.
"Bawa dia ke hadapan ku!" Suruh Vera.
"Baik Lady" Jawab Marco.
__ADS_1
Marco pergi untuk mengambil orang yang tadi mereka tangkap. Tak lama Marco dan 2 orang yang lain masuk sambil memegangi seorang wanita paruh baya. Marco memaksa wanita itu berkutut di hadapan Vera.
"Welcome to the Demon Blood!!" Seru Vera pada wanita itu.