
Perjalanan mereka menuju bandara sedikit tegang. Mungkin perang kali ini mereka bisa mati jika 10 sniper yang berganti posisi itu tidak membantu. Vera selesai mengeluarkan peluru dari tangan Jessy dan memperban nya. 30 menit kemudian mereka sampai di bandara dan di sambut oleh beberapa mafioso nya. Tak mau berlama-lama Vera, Jessy, Lucas dan Farel langsung menuju me pesawat pribadi Vera. Sebelum terbang Vera memberikan perintah pada Farah dan Refa.
"Selama gua pergi kalian handle perusahaan di bantu Black Rose. Jangan nyerang tanpa perintah gua. Dan selama gua pergi, gua mau semua mafioso latihan keras" Ucap Vera.
"Oke!" Jawab Farah.
"Tapi ingat, saat aku pulang dan mengecek hasil latihan mereka namun tidak ada perubahan, bersiap untuk menjalani 'Pelatihan Iblis' 1 bulan, mengerti?" Ucap Vera menambahkan namun dengan penuh penekanan dan hawa dingin menusuk tulang. Para mafioso yang kebetulan ada di sana mendadak takut saat mendengar 'Pelatihan Iblis'.
Bagaimana mereka tidak takut, pelatihan iblis yang di maksud adalah pelatihan secara nonstop 18 jam, dari pukul 8 pagi sampai 6 sore. Dan masing-masing hanya di perbolehkan istirahat 10 menit. Parah nya pada pelatihan iblis ini Vera sendiri yang melatih sekaligus instruktur pelatihan.
"Ba-baik lady!" Jawab mafioso nya dengan gagap.
Vera masuk ke dalam pesawat nya dan menutup pintu kabin. Vera duduk manis di sofa yang berwarna cream itu sambil menyilang kan kedua tanga di dada dan memejamkan matanya. Pukul 11 malam pesawat Vera take out dan terbang menuju Indonesia. Setelah pesawat Vera terbang, para mafioso serta Refa dan Farah kembali ke mansion dengan konfoi 4 mobil.
Di dalam pesawat Vera masih duduk dan memejamkan matanya sambil berpikir bagaimana caranya Vera bisa mengalahkan White Heath jika mafioso Vera melawan cabang WH saja sudah kewalahan. Tanpa di sadari seseorang menghampiri Vera dan duduk di samping Vera.
"Jangan memaksakan diri. Tubuh mu kelelahan dan butuh istirahat" Ucap Lucas membuat Vera membuka matanya dan menatap dalam Lucas.
"Kau sendiri tau kalo aku keras kepala. Aku hanya berpikir bagaimana caranya kita mengalahkan white heart. Sedangkan kita melawan anak cabang sudah kesusahan, apa lagi pusat nya?" Jawab Vera sambil meminun jus jeruk yang sudah di siapkan.
"Aku tau Vera, tapi kamu malah akan menyiksa tubuh mu sendiri kalo terus-terusan seperti ini" Ucap Lucas.
"Berisik! Lebih baik beri aku kekuatan" Jawab Vera lagi.
Cupp..
Tanpa aba-aba dari Vera, tiba-tiba nyosor bibir Vera. Vera yang kaget berusaha untuk menyamai permainan Lucas. Lucas menggigit bibir bawah Vera sebagai ganti nya Vera juga menggigit bibir atas Lucas. Sekarang gantian lidah mereka bekerja, lidah Lucas masuk ke mulut Vera dan menjelajahi setiap inci mulut Vera.
Tanpa di sadari, jauh di belakang Vera ada beberapa mafioso nya dan 2 teman nya mengintip aksi mereka. Salah satu mafioso wanita hanya bisa menahan gejolak cemburu di hati nya, tapi ia sadar bahwa 'gua siapa lu?'. Lain hal dengan Farel yang ikut melihat itu, ingin rasa nya ia mencium wanita yang kini ada di samping nya, Jessy.
__ADS_1
"Kalian ngapain?" Tanya dingin Ansel yang tiba-tiba datang dari belakang mereka dan mengejutkan para manusia yang mengintip itu.
"Tuh.. nonton.." Ucap salah satu mafioso pria Vera sambil menunjuk ke arah panggung konser nya.
Ansel hanya melihat sekilas lalu terpancar senyum tipis di balik wajah datar nya.
"Aku saran kan, lebih baik kalian bubar sebelum lady mempergoki kalian semua" Ucap Ansel.
"Tenang dia gak akan tau.." Jawab enteng Farel.
"Terserah, aku gak mau dapet konser gratis lady" Jawab Ansel kemudian masuk kembali ke ruang kemudi.
Para manusia itu tidak menghiraukan ucapan Ansel. Setelah memandangi punggung Ansel yang lama kelamaan hilang, mereka kembali menghadap ke depan. Jantung mereka serasa copot saat melihat lady mereka ada di depan mata dengan tangan menyilang di dada dan tatapan pembunuh menatap tajam mereka.
"Lady?!" Pekik mereka terkejut melihat Vera yang tiba-tiba muncul.
Para manusia itu langsung berdiri tegap dengan perasaan takut menusuk jantung. Jika Vera marah, Vera benar-benar menjadi iblis kejam bagi mereka. Bulu kuduk mereka berdiri, mereka gemetar ketakutan. Tidak ada yang berani menatap wajah Vera sedikit pun.
"Answer me.." Ucap Vera lagi dengan nada yang lebih dingin serta penekanan penuh.
"Ti-tidak! Bukan apa-apa" Jawab salah satu mafioso Vera.
"Benarkah? Baik lah mood ku baik kali ini. Aku ampuni kalian" Ucap Vera membuat para pengintip itu mengelap nafas lega.
"Tapi jika kalian melakukan nya lagi, aku tidak segan akan mencingcang kalian satu per satu" Ucap Vera yang lagi-lagi dengan nada dingin nya.
"Ba-vaik lady, kami mengerti" Jawab mereka.
"Bubar" Perintah Vera.
__ADS_1
Dengan secepat kilat mereka kembali ke posisi masing-masing. Kini tinggal Jessy dan Farel yang masih ada di tempat.
"Kembali lah, Jessy istirahat kan tubuh mu. Tidur di kamar" Ucap Vera.
"Terus lu tidur di mana?" Tanya Jessy.
"Di mana aja" Jawab Vera.
"Tapi.." Ucap Jessy yang terpotong karena mendapatkan tatapan dari Vera.
"Oke.." Lirih Jessy kemudian pergi ke kamar untuk istirahat.
Vera dan Farel pergi duduk di sofa menghampiri Lucas. Duduk Vera di samping Lucas.
"Singa betina, lu ngerasa ada yang aneh sama penyerangan tadi gak?" Tanya Farel tiba-tiba.
"Maksud nya?" Tanya balik Lucas.
"Ya aneh aja gitu, dari cara mereka nyerang itu ketauan banget kalo mereka udah tau kalo kita malam ini bakal nyerang mereka. TDB setiap nyerang itu pasti dadakan, jadi musuh gak punya kesempatan nyerang. Tapi kali ini beda, kaya nya satu di antara beribu-ribu dari mafioso TDB ada yang bocorin masalah ini" Jelas Farel dengan sangat serius.
Vera dan Lucas hanya mendengarkan ucapan Farel yang mungkin ada benar nya.
"Penghianat, ada penghianat di antara antara kita. Tapi aku masih tidak ingin menuduh atau mencurigai seseorang karena kita belum punya bukti yang kuat" Ucap Vera dengan nada serius nya.
"Itu benar, kita masih harus menyekidiki ini lebih dalam untuk menemukan penghianat yang sebenarnya" Ucap Lucas menambahkan.
"Entah siapa pun orang nya, dia sangat berani dengan ku. Saat aku menemukan pelakunya akan aku hukum dia seberat-beratnya" Batin Vera sambil menatap keluar jendela.
"Penghianat ini pasti orang dalam, orang yang mengetahui semua rencana Vera, orang yang ada di dalam lingkup kita. Tapi siapa?" Tanya Lucas dalam hati.
__ADS_1