Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 53


__ADS_3

Setelah 16 jam mereka terbang, akhirnya pesawat landing di bandara Seokarno-Hatta. Setelah pesawat benar-benar berhenti, semua yang berada di dalam pesawat turun dari pesawat, sebelum turun Vera dan anggota sudah berganti pakaian dan memakai topeng untuk menutupi wajah dan identitas mereka yang bersifat rahasia. Baru membuka pintu kabin, mereka sudah di sambut dengan mafioso yang berjejer menanti kedatangan lady agung mereka, Vera. Vera turun dan berjalan ke luar bandara dengan di kawal mafioso 'nya yang menyamar sebagai bodyguard.


Saat berada di dalam bandara, Vera menjadi pusat perhatian. Bukan karena apa, tapi Vera terlihat seperti orang penting yang di kelilingi pria tampan nan gagah. Depan belakang di jaga mafioso, sudah benar-benar seperti orang penting negara. Vera berjalan acuh menuju pintu keluar, mafioso yang sudah menanti kedatangan Vera di luar bandara memberi hormat dan membuka kan pintu mobil untuk Vera. Dengan senang hati Vera masuk ke mobil itu bersama Lucas. Berangkat Vera menuju rumah lama nya yang penuh memori hangat nya keluarga.


"Vera, apa rencana mu buat ngusut penghianat ini?" Tanya Lucas.


"Kita ada 'in kumpulan dan kita mulai kumpulan itu di sini" Jawab Vera.


"Balik ke markas" Perintah Vera pada mafioso yang bertugas menyetir.


"Baik lady" Jawab mereka.


Mafioso Vera memberi informasi untuk berbalik ke markas pada satu mobil di depan nya, mobil depan yang menerima perintah langsung berputar arah menuju markas TDB in Indo. Dengan cepat mobil Vera ikut berputar mengikuti mobil di depan. Konfoi di belakang Vera ikut berputar mengikuti mobil yang berada di depan.


20 menit perjalanan, konfoi mereka berhenti di sebuah gedung dekat hutan-hutan. Mobil terus melaju sampai di pintu masuk. Mafioso Vera dengan cepat membuka pintu dan mempersilahkan Vera masuk. Vera masuk dengan anggotanya. Lagi dan lagi Vera mendapat hormat dari mafioso yang berada di dalam gedung. Duduk Vera di kursi khusus nya.


"Tidak perlu terlalu sopan, tapi tetap jaga sikap" Ucap Vera tegas.


"Baik lady!" Jawab para mafioso itu.


"Adam, kumpulan semua mafioso di aula" Perintah Vera.


"Baik lady" Jawab Adam sembari pamit untuk memanggil para mafioso yang lain.


Suasana hening sangat terasa, bukan karena apa, tapi mereka sedang memikirkan bagaimana cara untuk memancing keluar penghianat ini. Dan tentu saja seperti seseorang yang sedang memancing ikan, dia membutuhkan umpan yang lezat.


"Aku ingin kalian bersumpah" Ucap Vera pada anggotanya dari London.


"Bersumpah untuk apa?" Tanya Jessy yang memang belum mengetahui tentang penghianat itu.


"Bersumpah jika kalian yang aku bawa ke sini bukan seorang penghianat. Jika kalian ketauan berhianat maka aku tidak segan menyiksa atau pun membunuh kalian tanpa ampun di depan para mafioso ku" Ucap Vera dingin tanpa sedikit pun menoleh ke arah mereka.


Jessy sontak kaget dengan ucapan Vera. Tubuhnya gemetar kecil saat mendengar Vera akan menyiksa dan membunuh penghianat itu. Jessy sebisa mungkin menenangkan jantung nya dan berdetak kencang itu. Tanpa pikir panjang para mafioso yang ada di dekat Vera seorang berjejer di depan Vera, Jessy yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengikuti rekan nya. Setelah semua berjejer mereka mengangkat satu tangan nya dan bersumpah langsung di hadapan Vera yang menatap mereka tajam.

__ADS_1


"Aku bersumpah bahwa aku bukan seorang penghianat. Dan jika aku ketauan berhianat aku bersedia menanggung resiko seberat apa pun. Aku bersumpah" Ucap mereka kompak nan tegas.


"Good" Jawab Vera sambil tersenyum tipis.


"Dan aku beri tau, jika kalian tau siapa penghianat itu langsung kata 'kan pada ku. Itu lebih baik dari pada aku yang menemukan sendiri. Understand?" Tanya Vera.


"Understand lady!" Jawab mereka kompak.


Vera memberi mereka kode tangan. Mereka yang menangkap kode langsung berdiri di tempat semula. Tak lama ratusan orang masuk secara rapi dan teratur ke dalam aula. Setelah semua masuk, pintu tertutup kumpulan di mulai. Vera bangkit dari duduk nya.


"Kalian tau kenapa kalian aku kumpulkan di sini?" Tanya Vera.


"Tidak lady!" Jawab mereka kompak.


"Aku ingin mendengar kalian bersumpah setia lagi pada ku" Ucap Vera.


"Aku bersumpah untuk setia pada kelompok ku, rekan ku, ketua ku, mengikuti setiap perintah yang di berikan dan menjalankan sebaik-baiknya. Rela dan tidak takut mati, pantang menyerang dan tidak pernah akan menyerah, melampaui batas bukan halangan, tidak pernah gentar dan tidak pernah takut" Ucap semua mafioso Vera dengan lantang, tegas dan jelas.


"Aku bangga pada kalian" Jawab Vera sambil tersenyum tipis.


"Bersedia lady!" Jawab mereka.


"Baik ikuti ucapan ku" Ucap Vera.


Vera mengucapkan sumpah yang tadi di ucap 'kan mafioso dari London. Mafioso Vera yang ada di Indonesia mengikuti setiap ucapan Vera. Setelah selesai Vera mempersilahkan mereka kembali ke aktifitas masing-masing. Sedangkan Vera menuju ruang ketua bersama Lucas dan Farel.


"Vera bagaimana rencana mu selanjutnya?" Tanya Farel.


"Kita pantau semua kegiatan di markas pusat. Karena pasti penghianat itu satu dari kita semua" Jawab Vera.


"Jadi?" Tanya Lucas.


"Kita pasang CCTV di tempat tersembunyi" Jawab Vera.

__ADS_1


"Kapan kita akan memasang CCTV itu jika semua mafioso ada di dalam markas?" Tanya Lucas lagi.


"Serahkan pada ku" Jawab Vera.


"Dan lagi, aku butuh semua nomor telfon mereka untuk aku sadap tanpa mereka sadari" Ucap Vera.


"Ide bagus" Jawab Farel.


"Ya, dengan begini kita pasti akan bisa menangkap nya" Ucap Lucas.


Sedangkan Jessy sedang berkeliling gedung di temani Ansel. Suasana itu sangat awkward karena mereka tidak berbicara sepatah kata pun. Jessy yang cuek dance Ansel yang datar dan dingin memang tidak cocok untuk bersama, bisa-bisa mereka tidak akan berbicara. Tapi keheningan itu pecah saat Jessy berbicara pada Ansel.


"Ansel" Ucap Jessy.


"Hem" Jawab Ansel dengan datar nya.


"Menurut 'mu siapa penghianat itu?" Tanya Jessy sontak membuat Ansel menatap nya.


"Kenapa? Gua salah ngomong?" Tanya Jessy yang tidak suka di tatap Ansel.


"Kenapa lu tanya gitu? Ada yang lu curigain?" Tanya Ansel.


"Gua cuma mau denger pendapat lu doang" Jawab Jessy dengan nada yang sedikit aneh.


"Gua curiga sama 1 orang, tapi gua gak punya bukti nuduh dia" Ucap Ansel.


Jessy yang mendengar kaget dan langsung berhenti. Jantung nya berdetak kencang tidak karuan. Ansel yang merasa aneh dengan sikap Jessy yang tidak biasa ikut berhenti dan menoleh ke arah nya.


"Lu kenapa? Tangan lu sakit lagi?" Tanya Ansel.


"Ng.. gak kok" Jawab Jessy.


"Ansel, siapa yang lu curigain?" Tanya Jessy.

__ADS_1


"Jessy kenapa tiba-tiba tanya gini? Atau jangan-jangan... Gak gua harus lapor ke lady" Batin Ansel sambil menatap tajam Jessy.


"Ini cuma feeling gua apa beneran? Gua di curigain mereka? Vera, Lucas sama Farel juga curiga sama gua?" Batin Jessy yang ketakutan.


__ADS_2