Lady Of The Mafia

Lady Of The Mafia
Chapter 34


__ADS_3

Setelah setiap jam Vera marah-marah di kelas Lucas akhirnya pelajaran usai. Vera bersiap untuk menuju kantin dengan Lucas. Mereka berjalan bersama. Setelah turun dari tangga, Vera dan Lucas bertemu Jessy dkk.


"Vera!" Teriak Farah sambil melambaikan tangannya.


Vera tidak menjawab teriakan Farah. Vera terus berjalan mendekati mereka. Namun sekarang ada yang sedikit aneh dengan Refa. Dia menjadi pendiam tak banyak bicara sejak markas di serang kakak nya.


"Ke kantin bareng yuk" Ucap Farah.


"Oke" Jawab mereka kompak kecuali Vera dan Refa.


Perjalanan mereka menuju kantin di selingi cerita-cerita dan tawa. Namun sepertinya itu tidak berpengaruh pada Vera dan Refa. Saat mereka sudah sampai di kantin tiba-tiba..


PLAK! PRANG!


"Vera!" Teriak Jessy dkk, Farel dan Lucas bersamaan karena terkejut.


Seorang cewek entah dari mana menampar Vera dengan kuat sampai handphone yang Vera genggam jatuh di lantai kantin dengan kuat sampai-sampai handphone Vera retak dan tidak bisa di hidupkan kembali.


Jessy dkk, Farel dan Lucas serta seisi kantin kaget sekaligus takut dengan kejadian yang baru terjadi. Ini baru pertama kali nya ada orang yang berani menampar Vera. Mereka takut Vera berubah menjadi monster.


"Dasar ******. Benari-berani nya lu ngerebut Lucas dari gua! Pura-pura jadi temen nya segala lagi. Busuk tau gak lu. Mentang-mentang lu kaya, lu bisa beli orang pake duit lu itu. Nggak girls! Murahan tau gak lu! Dasar rubah busuk!" Bentak cewek itu.


Mendengar ucapan itu tangan Vera mengepal kuat, telinga nya panas, hati nya sakit, wajah nya merah padam menahan emosi yang meluap-luap, pandangan nya kosong menatap handphone yang sudah retak itu.


"Heh ******! Gua sarani mending lu jauhin.." Ucap cewek itu lagi tapi Vera bertindak duluan.


BUK!!


"Vanessa!!" Teriak ketiga teman nya.


Vera menghadiahkan cewek itu dengan tinju setan milik Vera tepat di pipi cewek itu, darah segar pun keluar dari sudut bibirnya yang robek. Cewek itu langsung jatuh dan memegangi pipi nya itu. Vera yang sudah tidak terkendali itu menghampiri cewek itu yang masih jatuh di lantai. Tidak ada yang berani menghentikan Vera.


GREB!


Vera menarik kerah baju cewek itu dan memaksa nya berdiri.


BUK! BUK! BUK! BUK! BUK!

__ADS_1


Vera menghujani cewek itu dengan tinju setan milik nya. Saat Vera melepaskan cengkraman nya cewek itu langsung jatuh terkapar kesakitan.


"Kalo lu pacar nya, gua tunangan nya! Lu benari nampar gua berarti lu cari mati!" Bentak Vera.


Vera berbalik badan mengambil handphone nya yang sudah rusak itu. Vera memegang erat handphone itu dan kembali berbalik menghadap cewek itu.


"LU TAU LU BIKIN KESALAHAN APA?! LU TAU APA ISI HANDPHONE INI! LU NGEHANCURIN MEMORI KELUARGA GUA BANG*AT!! LU TAU BETAPA BERHARGA NYA HANDPHONE INI?! DAN SEKARANG LU HANCURIN?! LU BOSEN IDUP?! KALO GUA MAU, SEKARANG JUGA LU BISA GUA KIRIM KE AKHIRAT!!" Bentak Vera yang sudah meluap-luap itu.


"Farel, itu Vera gimana?" Tanya Jessy berbisik-bisik dengan Farel.


"Gak ada yang bisa kita lakuin buat Vera sekarang. Kalo Vera marah itu wajar, karena emang handphone itu punya banyak kenangan keluarga Vera" Jawab Farel.


"Jadi kita diem aja?" Tanya Refa.


"Kita bisa nenangin Vera baik-baik kan?" Usul Farah.


"Bisa. Tapi kemungkinan kecil berhasil nya, kalian sendiri tau kan gimana Vera ngehabisin bu Petra cuma karena ngucapin kata keluarga?" Jawab Farel.


"Biar gua yang coba" Ucap tegas Lucas.


"Ya. Apa pun resiko nya kita harus tenangin Vera" Jawab mantap Lucas.


"Oke. Good luck" Jawab Farel sambil menepuk pundak Lucas.


Tak lama para dewan guru, security, dan kepala sekolah berbondong-bondong ke kantin. Mereka menghampiri Vera guna menenangkan Vera yang sudah Over limit. Diam-diam Lucas mulai berjalan membelakangi Vera.


"BERHENTI ATAU GUA BUNUH!!" Pekik Vera lantang menatap tajam para guru itu. Sontak semua orang bergidik ngeri dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Vera tenang Vera.. Kamu tau siapa yang kami hadapi sekarang? Dia Vanessa Hudgens, anak direktur perusahaan Hudgens" Ucap kepala sekolah dengan hati-hati takut menyinggung Vera.


"Ohh... Jadi apa yang harus aku lakukan" Tanya Vera dingin dan penuh penekanan.


"Kamu harus melepaskan dia Vera. Atau kamu tidak akan sanggup menerima konsekuensi dari keluarga Hudgens" Jawab kepala sekolah.


"Atas dasar apa anda memerintah saya?" Tanya Vera dingin.


"Vera tolong beri Vanessa keringanan" Pinta bu Veron memelas pada Vera.

__ADS_1


"KERINGANAN KATA MU?! APA KAU INGIN MENGGANTIKAN DIA DISINI?!" Bentak Vera lantang.


PRANG!!


Vera membanting handphone nya ke lantai sampai hancur. Kartu dan momori handphone Vera juga ikut keluar dari tempat nya. Orang-orang sampai takut setengah mati melihat Vera over limit. Tangan Vera sudah mengepal kuat siap untuk tinju setan berikutnya. Tapi belum sampai tinju itu di lepaskan..


GREB!


Lucas langsung memeluk Vera dari belakang. Sontak Vera tertegun dan tangannya berhenti menganyunkan tinju itu. Entah kenapa saat Lucas memeluk Vera, Vera merasa damai dan sedikit tenang. Walaupun Vera masih marah.


"Vera please stop. Tenangin diri lu" Ucap Lucas yang masih memeluk Vera. Vera merenspon Lucas dengan diam.


"Gua gak punya hubungan sama cewek itu. Gua juga gak kenal sama cewek itu. So please stop Vera.." Ucap Lucas.


Perlahan Vera menurunkan tanggan nya. Amarah nya mulai reda namun masih ada benci di hati Vera.


"Oke, i'm stopped now" Jawab Vera.


Lucas pun melepaskan pekukan nya dan memutar tubuh Vera ke hadapan nya.


"Give me your handphone" Ucap Vera sambil memajukan tangan nya.


Lucas Tanya pikir panjang menyerahkan handphone nya pada Vera. Vera menerima nya dan mengetik nomor entah milik siapa.


"Aku ingin keluarga Hudgens lenyap. Waktu kalian 30 menit" Ucap dingin Vera. Sontak mata Vanessa terbelalak kaget mendengar ucapan Vera.


"Yes lady!" Jawab seorang pria di balik telfon.


"Ku mohon ampuni aku.. Aku salah. Tolong jangan lenyapkan keluarga ku. Aku berjanji akan melakukan apa pun untuk mu" Ucap Vanessa memelas sambil merangkul kaki Vera. Tapi Vera diam membisu.


"Harus nya kau bersyukur aku tidak melakukan lebih pada mu" Jawab Vera dingin sambil mekepskn kaki nya dari tangan kotor Vanessa.


Vera berjongkok di depan handphone yang sudah hancur itu. Vera mencari-cari kartu memori handphone Vera. Setelah Vera menemukan nya Vera langsung pergi dari kantin tanpa mengucapkan apa pun. Vera duduk di kursi taman yang ada di halaman sekolah. Tak lama seorang duduk di sebelah Vera.


"Vera lu bener cuma mau bales keluarga Hudgens gitu aja?" Tanya Jessy.


"Tentu tidak Jessy. Telfon Marco suruh dia bawa semua keluarga Hudgens ke markas, kita habisi mereka" Jawab Vera dingin dan penuh dendam.

__ADS_1


__ADS_2