
"Kalian ingin membuat X'W Group bangkrut?" Tanya Vera spontan saat membaca dokumen data keuangan kerja sama.
Vera tau trik gelap dari T.E. Sebenarnya T.E berusaha mengirimkan uang penggelapan perusahaan ke perusahaan Vera. Nominal itu bukan sedikit, setidaknya ada 30 milyar dollar uang yang akan di kirim. Itu cukup untuk membuat X'W Group mengalami penurunan saham drastis bahkan bisa langsung bangkrut seketika.
"Ma-maksud nona Vera?" Tanya Towels gagap.
"Kau memalsukan dokuman nya bukan?" Tanya Vera lagi dengan tatapan tajam dan dingin milik nya.
"Ti-tidak! Tentu tidak. Mana mungkin T.E melakukan hal seperti itu" Elak Towels dengan keringat dingin membasahi wajahnya.
Jessy dkk ikut menatap tajam Towels. Towels pun gemetar ketakutan. Vera memberi kode mata pada Lucas. Lucas yang menangkap kode itu langsung menyerahkan sebuah dokumen yang tadi Vera suruh siapkan. Dokumen di terima Jessy dan di berikan pada Vera untuk di baca.
"Kau berusaha mengirimkan uang hasil penggelapan dana perusahaan T.E ke X'W Group. Membuat X'W Group mendapat kerugian besar dan kau malah mendapatkan keuntungan dari uang denda ku. 30 milyar dollar? Bukan jumlah yang banyak bukan? Kau ingin bermain curang tuan Towels?" Ucap Vera penuh penekanan, dingin, datar dan tatapan pembunuh nya yang bisa membuat siapa saja bergidik ngeri.
"Tidak! Kalian memfitnah kami!" Pekik Towel seakan tidak terima.
"Kau ingin bukti?" Tanya Vera.
"Silahkan!" Jawab Towels.
Refa langsung memengang laptop nya dan mengetik sesuatu. Tak lama sebuah gambar terlihat di layar monitor ruang meeting. Gambar itu berisikan data-data penggelapan dana, berapa jumlah masuk nya dana dan total dana gelap. Sontak para anggota T.E terbelalak melihat gambar itu. Bagaimana mungkin X'W Group bisa mendapatkan itu? Padahal mereka melakukan nya dengan sangat tertutup dan hati-hati.
"Apa bukti ini kurang jelas?" Tanya Vera lagi dengan kedua tangan nya bersilang di dada.
"Cara mu sungguh licik Towels. Bukti sudah terpampang jelas, reputasi mu bisa hancur di buat nya. Bersiap untuk kebangkrutan mu" Ucap Vera lagi.
Setelah itu Vera bangkit dari duduk nya dan membenarkan pakaian nya.
"Meeting selesai, terima kasih atas kerja sama nya" Ucap Vera sambil berlalu pergi meninggalkan ruang meeting di ikuti anggota nya yang mengekori di belakang Vera.
Ruang meeting pun sunyi setelah kepergian Vera. Anggota dari perusahaan T.E hanya diam mematung seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Sial! Apa yang kalian lakukan?! Kenapa bocah ingusan itu bisa tau kalo kita berbuat licik?!" Pekik Towels pada bawahan nya.
__ADS_1
"Tidak becus! Kalian di pecat!" Ucap Towels sampai menyemburkan kuah sari mulut nya.
Towels pun pergi begitu saja dengan perasaan marah. Sedangkan Vera di ruangan nya merasa sangat puas. Vera kembali duduk di kursi kerja nya dan melepaskan high heels nya dan mengganti dengan sendal rumahan biasa. Vera menatap banyak nya tumpukan dokumen yang menunggu untuk Vera baca dan tanda tangani.
Waktu terus berlalu, jam dinding menujukan pukul 13.30, Vera menutup dokumen nya dan kembali menggenakan blazer hitam dan high heels. Vera dan Jessy keluar dari ruang CEO untuk menghadiri meeting di perusahaan J5. Hanya butuh waktu 10 menit dengan Vera yang mengendarai mobil nya sampai di perusahaan J5. Mereka langsung masuk ke ruang meeting di lantai 13.
"Ohh.. Nona Vera ternyata sudah datang" Ucap salah seorang Direktur tua dengan umur lebih dari 50 tahun perusahaan K2.
"Ya" Jawab vera datar lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan.
"Wanita ini menarik, aku sangat ingin mencobanya" Batin tuan Franco.
Tiba-tiba tua bangka Franco tersenyum ke arah Vera. Vera hanya di acuh tidak merenspon Franco. Tapi lain hal dengan Jessy. Meski bukan diri nya yang di geniti tua bangka itu tapi Jessy merasa sangat risih dan jijik melihat Franco, Jessy ingin sekali menebas kepala nya dengan kanata yang ia rindukan.
Vera members kode tangan pada Jessy. Jessy mengerti dan mendekatkan kepala nya.
"Tahan Jessy, pertarungan berdarah kita akan di mulai tak lama lagi" Bisik Vera.
Jessy hanya mengangguk paham dengan ucapan Vera. Kembali ke posisi semula, Vera duduk dengan kaki yang menyilang dan tangan yang ikut menyilang di dadanya. Vera mencoba bersabar menunggu di empu meeting nya. Vera terus terusan melihat jam tangan nya, sudah 15 menit mereka menunggu tapi yang di tunggu belum kunjung datang.
Pintu terbuka, seseorang masuk dengan seorang pria mengekorinya. Jessy merasa sangat familiar dengan wajah direktur itu. Dia mirip seperti yang di deskripsikan Darrel saat di rumah sakit. Dan juga dengan pria yang di belakang nya, mereka berdua sangat persis mirip seperti ucapan Darrel.
"Vera itu..." Bisik Jessy pada Vera.
Vera langsung menengok ke arah yang di maksud Jessy. Matanya terbelalak melihat direktur pria yang masuk ke dalam ruang meeting.
"Bang Dion?" Batin Vera dengan matanya menjelajahi setiap inci wajah direktur itu, dan sangat mirip dengan wajah Dion yang ia kenal.
"Maaf menunggu terlalu lama. Baik lah meeting nya langsung kita mulai saja" Ucap direktur Hans sambil membuka jas nya dan di taruh di atas kursi.
"Tato itu.. beneran bang Dion? Gak mungkin, dia beneran bang Dion? Gua ketemu bag Dion? " Batin Vera.
Vera menepis jauh-jauh rasa penasaran nya itu. Meeting di mulai, dengan presentasi dari perusahaan J5 mengenai kelanjutan kerja sama pembangunan sebuah universitas. Tapi ketegangan terjadi karena adanya perbedaan pendapat.
__ADS_1
"Jadi apa nama untuk universitas ini?" Tanya tuan Tony direktur perusahaan E-Business.
"Universitas Black Rose" Jawab Hans.
*!!!*
"Black Rose? Lambang keluarga William. Benarkah Hans itu Dion?" Tanya Vera dalam hati.
"Black Rose? Nama macam apa itu? Bagaimana jika 'Zdklin International University' lebih bagus dan terkesan lebih elegant bukan?" Usul tua bangka Franco.
"Itu benar. Tapi black rose, mawar hitam menurut ku lebih elegant" Jawab nona Agni.
"Black Rose memang nama yang bagus, Z'dklin juga elegant. Mungkin Z'dklin?" Ucap tuan Tony.
Di tengah perdebatan yang hanya mempermasalahkan sebuah nama untuk universitas, Vera hanya menjadi pendengar setia sambil sekali-kali mencerna satu per satu usulan yang terlontar.
"Nona Vera bagaimana menurut anda? Lebih cocok black rose atau z'dklin?" Tanya direktur Hans.
"Menurut ku antara black rose atau pun z'dklin semua sama saja. Hanya ada beberapa kriteria yang berbeda di masing-masing nama. Dalam hal ini kita tidak boleh memaksakan usulan masing-masing karena itu bisa menjadi masalah yang serius. Black rose atau z'dklin bukan masalah, masalah nya adalah bagaimana kalian menyikapi perbedaan pendapat antar sesama. Jika memang kalian ingin adil, buat lah sebuah kotak suara di masing-masing perusahaan kalian. Suruh semua karyawan kalian untuk memilih antara black rose atau z'dklin dengan cara vote menggunakan krtas suara yang sudah di siapkan. 1 bulan kemudian kotak suara akan di hitung. Yang memiliki jumlah vote terbanyak mana nama itu yang akan di pakai untuk universitas ini" Jelas Vera panjang kali lebar kali tinggi.
Pada anggota yang lain mendegakan dengan seksama dan sesekali menganguk pelan. Tanpa di safari ternyata Hans tersenyum pada Vera.
"Bukan ide buruk" Jawab Hans.
"Baiklah, kita gunakan saja cara ini" Ucap nona Agni dan di renspon anggukan setuju pada semua anggota.
"Baik sudah diputuskan, perusahaan J5 yang akan membuat keetas suara dan di bagikan pada setiap perusahaan. Untuk kotak suara setiap perusahaan boleh menyediakan lebih dari 3 kotak suara dan kotak suara itu bebas untuk model nya sesuai dengan kreatifitas karyawan" Jelas Hans.
-**oOo-
Assalamualaikum Wr.Wb
Hai semua! Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu. Gak kerasa nya kita udah menjalankan ibadan puasa di bulan ramadan. Dan besok hari Minggu, 24 Mei 2020 seluruh umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri. Hati raya kali ini emang beda, tapi jangan jadika perbedaan sebagai halangan untuk dapat saling bersilaturahmi. Halo ada saudara jauh kita bisa pake handphone kita buat saling berbagi kabar. Intinya Billa minta maaf buat kalian semua.
__ADS_1
Terima kasih**!