
35 menit kemudian Vera sampai di depan pintu masuk hotel Royal. Di depan pintu masuk tergelar red carpet dengan 2 orang menjaga pintu masuk. Setelah membuka pintu Vera dan Jessy memperlihat 'kan undangan nya kepada salah satu penjaga itu.
"Selamat datang dan selamat malam nona Xavier, nona Jessy. Tuan Richard sudah menunggu anda di tempat perjamuan" Ucap salah satu penjaga itu sopan.
"Terima kasih" Jawab Jessy sedangkan Vera hanya mengangguk pelan.
Vera dan Jessy melangkah masuk ke hotel. Mereka menaiki lift masuk menuju lantai 23. Pintu lift terbuka, mereka berjalan keluar dan menuju tempat perjamuan. Saat masuk, semua mata tertuju pada Vera dan Jessy. Entah kenapa aura mereka berbeda dengan para pengusaha yang lain.
"Bukan kah itu CEO muda perusahan X'W?"
"Benar kata orang-orang, CEO mereka masih sangat muda"
"Masih muda sudah jadi CEO perusahan terkenal"
"Masa depan nona itu sangat cerah"
"Itu CEO perusahan X'W! Xaviera Saffanya Beryn William!"
"Aku dengar dulu perusahan nya baru berdiri 1 bulan tapi sudah melesat tinggi seperti perusahan perusahan yang lain"
Bisik-bisik tetangga terdengar sampai telinga Vera. Vera tetap acuh dengan mereka. Bisik-bisik itu juga terdengar sampai telinga Richard. Richard segera menengok ke belakang dan tampak lah sosok wanita cantik yang ia tunggu.
"Nona Xaviera! Selamat datang" Sapa tuan Richard ada Vera yang baru saja sampai.
"Tuan Richard tidak perlu terlalu sopan, panggil saya Vera saja" Jawab Vera dengan senyum menawan nya.
[Yaa walaupun drama, tapi siapa yang tidak terpana dengan kecantikan nya?]
"Oh baik nona Vera. Dan juga selamat datang nona Jessy" Sapa Richard lagi dan di balas senyum oleh Jessy.
"Jadi apa maksud anda mengundang kami?" Tanya Vera yang memang tidak membaca undangan dari tuan Richard sampai selesai.
"Hanya ingin memperkenalkan pengganti posisi presdir perusahan Cop. Biasa saya sudah tua" Jawab Richard.
"Tua? Anda terlihat seperti masih berumur 40 tahun" Ucap Vera.
"Hahaha.. Mata nona Vera memang jeli, saya memang baru 40 tahun, lebih tepat nya 46 tahun" Ucap Vera.
"Terima kasih pujian nya. Mata saya sangat jeli dan mematikan" Ucap Vera sambil mengambil segelas *red wine* yang di bawa oleh salah seorang pelayan.
"Nona Vera, saya harap nanti kita akan terus bisa menjalin kerja sama yang baik kedepan nya" Ucap Richard.
"Tentu saja tuan Richard" Jawab Vera sambil mengoyang-goyangkan gelas nya dan mencium aroma wine itu lalu meminum wine itu sedikit demi sedikit.
"Inglenook Cabernet Sauvignon 1941" Ucap Vera setelah meneguk wine itu.
__ADS_1
"Wow!! Anda sungguh berbakat" Puji Richard.
"Ayah, siapa nona cantik ini?" Tanya seorang pria tampan yang berjalan menghampiri Richard dengan memegang gelas wine.
"Perkenalkan ini nona Vera, CEO X'W Group" Ucap Richard memperkenalkan.
"Vera? Kau benar-benar Vera?" Tanya nya bersemangat.
"Dia kenal Vera? Siapa dia?" Batin Jessy.
"Maaf, anda siapa?" Tanya Vera frontal menusuk hati pria itu.
"Dia tidak ingat aku?" Tanya pria itu dalam hati.
"Calvin! Sopan lah, perkenalkan diri mu lebih dulu" Ucap Richard.
"Maaf Ayah. Selamat malam nona Vera, kenalkan Calvin Harris" Ucap Calvin mengajak Vera berjabat tangan.
"Malam tuan Calvin, saya Vera dan dia Jessy sekertaris saya" Jawab Vera berjabat tangan dengan Calvin.
"Malam nona Jessy" Sapa Calvin melepaskan tangan nya.
"Malam tuan Calvin" Sapa Jessy balik.
"Baik Ayah" Jawab Calvin.
Richard pun pergi menyapa tamu yang lain. Sedangkan Vera dan Jessy di temani Calvin. Tapi rasa penasaran muncul di hati Vera dan Jessy. Kenapa Calvin bisa kenal dengan Vera sebelum berkenalan?
"Vera, oh! maaf, nona Vera bagaimana kabar anda?" Tanya Calvin media pembicaraan.
"Baik tuan Calvin" Jawab Vera.
"Tuan Calvin? Sudah sejauh itu kah?" Tanya Calvin dalam hati.
"Nona Vera, anda benar-benar tidak ingat saya?" Tanya Calvin.
"Maksud anda?" Tanya balik Vera.
"Aku Binbin! Masa Rara tidak ingat?" Tanya Calvin dengan logat berbicara seperti sudah sangat akrab.
"Binbin? Rara? Apa maksud nya?" Tanya Vera yang benar-benar tidak mengerti.
"What?! Seriously? Rara tidak ingat Binbin? Binbin dulu sahabat Rara kecil. Rumah kita sebelahan, kita satu sekolah" Ucap Calvin mengebu-ngebu membuat Vera semakin bingung, begitu pula dengan Jessy.
"Oh! Dulu kita bernah memanjat pohon mangga untuk mengambil layangan yang tersangkut. Rara benar tidak ingat?" Tanya Calvin dengan raut wajah seperti berharap Vera mengingat nya. Vera menggeleng kan kepalanya tanda Vera tidak ingat.
__ADS_1
"Jadi bener yang kata bibi Ana, Vera amnesia" Ucap Calvin dalam hati.
--------
Vera sudah sampai di mansion pukul 9 malam. Di ruang keluarga Vera sudah di tunggu oleh Lucas sambil menonton TV. Vera menyuruh Jessy untuk istirahat duluan.
"I'm home" Ucap Vera sambil ikut duduk di samping Lucas.
"Welcome to home honey" Jawab Lucas sambil mengecup kening Vera.
"Hahaha.. Berasa udah jadi pasutri nih" Ucap Farel yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Eh! Ganggu orang aja lu" Protest Lucas pada Farel.
"Yo sorry" Ucap Farel.
"Nih Ver!" Ucap Farel sambil melemparkan sebuah undangan berwarna biru tua di atas meja. Farel langsung pergi setelah memberikan undangan itu.
"Ini undangan pernikahan?" Tanya Lucas sambil mengambil undangan berwarna biru tua itu.
"Bang Hans!" Pekik Vera yang melihat nama Hans tercantum di dalam undangan itu. Dengan cepat merebut undangan itu dari tangan Lucas dan langsung membuka nya dan membaca isi undangan itu.
"Dia nikah sama Chelsea?" Tanya vera tidak percaya.
"Chelsea itu siapa?" Tanya Lucas.
"Chelsea itu temen cewek satu-satu nya bang Hans. Chelsea sudah sama bang Hans dari kecil. Tapi waktu itu bang Hans gak suka sama Chelsea. Tapi siapa sangka akhirnya nikah nya sama Chelsea" Ucap Vera.
Setelah itu Vera dan Lucas masuk ke topik pembicaraan mereka. Setelah selesai berbicara Vera dan Lucas kembali ke kamar untuk beristirahat.
Vera yang sudah menggantikan gaun nya degan piama tidur merebahkan dirinya di kasur empuk itu. Entah kenapa Vera malah memikirkan ucapan Calvin.
"Binbin? Kaya nya aku gak pernah punya teman namanya Binbin. Rara juga bukan nama panggilan aku. Terus yang di maksud Calvin itu siapa?" Tanya Vera dalam hati.
Vera malah mengingat ucapan Calvin yang membuat nya menjadi penasaran.
"Dulu nama kamu Xaviera Edgar William, tapi karena kamu kecelakaan nama kamu di ubah kaya sekarang"
"....*Waktu umur kamu 5 tahun, kamu mengalami kecelakaan mobil pas mau berangkat sekolah. Mobil yang kamu naikin di tambak truk box. Mobil kamu terbang ke udara abis itu kebanting-banting di aspal jalanan. Atap mobil ancur, body mobil pun pulak semua, semua kaca pecah. Pak Bowo dan Bi Sumi yang waktu itu nganterin kamu meninggal di tempat. Kamu dibawa ke rumah sakit. 6 jam kami di operasi, pas selesai dokter bilang kalo kamu selamat tapi koma dan kamu amnesia. Dokter bilang kalo amnesia kamu bisa sembuh, tapi entah kapan, dokter tidak bisa memastikan. Kamu koma 8 bulan. Tapi bulan ke 7 aku terbang ke Belanda karena perjalanan bisnis. Waktu kamu sadar, Om Hendrick dan Tante Vina ubah nama kamu jadi Xaviera Saffanya Beryn William, nama lu yang sekarang"
"....Aku tidak nuntut kamu buat inget aku. Tapi walaupun kamu tidak ingat aku, yang penting aku masih inget kamu. Semoga aku bisa inget sama aku. Aku selalu menanti itu.."
"Binbin akan berusaha untuk selalu ada buat Rara. Binbin janji*"
"Xaviera Edgar William.. Rara, Binbin" Gumam Vera.
__ADS_1