
Pagi yang begitu cerah, mentari bersinar penuh semangat. Cakrawala biru tampak anggun sekali. Tampak sepasang suami istri begitu tenang dan sejuk di pandang mata, dengan sesekali pasangan suami istri itu berceloteh sambil kedua tangannya sibuk dengan aktivitas nya membereskan barang barang rongsokan yang siap di jual hari ini.
"Ayah.... Ibu..... Tampak begitu bahagia di pagi hari ini.." Tegur seorang pemuda baru keluar dari rumah kontrakan nya.
Dua insan yang sedang merasakan puber kedua di masa tua itu, langsung membalikkan badannya dan tersenyum kepada pemuda yang baru saja berkata.
"Ehk..... Laksa... Kesayangan Ibu, tumben sudah bangun Nak......" Kata Nuri..
"Iya Bu....... Mau keluar pukul sembilan menemui seseorang.." Jawab Laksa sambil berjalan kearah mereka berdua yang duduk dengan barang rongsokan di hadapannya.
"Mau ketemu siapa. Sa.... Pasti Non Dinda ya.." Kini Ayah nya yang bertanya..
"Alhamdulillah... Ayah dan Ibu tidak mengetahui kejadian sore itu, ketika diriku di hina habis habisan oleh Kedua Orang Tua Dinda.." Ucap hati Laksa.
"Sa....... Sa..... Kok.. Diam di tanya sama ayah.." Kata Nuri sang Ibu membuyarkan lamunannya.
"Ehk.... Anu itu Yah...........!! Ais.... Kenapa kata kata ku terbata bata ya.....?" Tanya Laksa pada diri sendiri.
"Kenapa Sa.... Kok tiap Ayah dan Ibu membicarakan Non Dinda.. Kau tampak gugup... Hehehe.." Ilham menggoda Laksa.
"Aish ahk... Ayah... Bukan gitu maksud Laksa... Tapi sudah ahk gak usah membahas Non Dinda.." Protes Laksa..
Dalam hatinya tak ada rasa suka atau pun cinta sedikit pun kepada anaknya Syamsul.. Apalagi di tambah empat hari yang lalu Kedua Orang Tua nya, menghina habis habisan dirinya.
"Yaa... Sudah... Tadi kamu mau keluar, emang mau bertemu sama siapa Sa..?" Tanya Nuri..
"Ohk... Itu Bu... Laksa mau ganti profesi Bu... Mau jadi supir sang Nyonya Besar.. Itu juga kalau Ibu dan Ayah mengijinkan.." Terang Laksa..
"Ibu sangat setuju... Itu lebih baik Sa.. Dari pada kerjaan yang sekarang kau geluti.. Menurut ayah bagaimana..?" Tanya Sang istri kepada suaminya.
"Semua keputusan Laksa yang tentukan.. Ayah hanya bisa mendukung nya.. Yang penting kerjaan nya itu halal dan tidak membebani diri sendiri.." Kata sang Ayah memberikan petuah nya.
__ADS_1
"Makasih Ayah.. Makasih Ibu.." Ucap Laksa.. Nuri dan Ilham pun mengangguk.
"Emang mau jadi supir siapa Sa..?" Tanya Sang Ibu.
"Nyonya Besar Fatimah Bu... Adik dari pemilik perusahaan terbesar se-Asia.. Mungkin ayah dan ibu juga tahu.." Kata Laksa.. Hal itu membuat mereka berdua terkejut.
"Laksa... Ahk kamu jangan bercanda......" Kata Nuri... Berbeda dengan Ilham.. Apakah ini sudah waktunya.. Dan keluarga besar Harsya sudah bertemu dengan Nyonya Inah dan Ineh.. Hingga Ia bisa menjadi supir sang Nyonya Besar Fatimah.." Batin Sang ayah bergejolak.
"Nggak Bu... Laksa gak bercanda.. Sekarang jam sembilan Nyonya Besar Fatimah, menyuruh untuk datang di restoran yang ada di jalan provinsi.." Terang Laksa.
"Alhamdulillah Hirobbill Allamiin.. Yaa Allah terima Kasih banyak.. Sudah mengangkat Drajat anakku.." Ucap Nuri dengan menadahkan tatapan mata nya ke atas.
"Sebaiknya kamu segera mandi Sa.. Dan memakai baju yang bagus.." Kata Lagi Nuri antusias.
"Iya Bu..
Laksa pun beranjak pergi menuju rumah untuk membersihkan seluruh badannya..
#####
Tiga lelaki paruh baya tampak sedang duduk di kursi yang sedikit tinggi dari kursi lainnya.. Di hadapan nya tampak beberapa sajian tersedia di atas meja, menambah suasana mantap di pertemuan yang di adakan di pagi menuju siang itu.
Ketiga lelaki paruh baya itu, yang tak lain adalah pemilik perusahaan gabungan TRI FUTURE COMPANY GRUP, yang menjadi musuh dari keluarga Besar Harsya.
Setelah di cukup semua peserta rapat itu hadir, sang motor pembawa acara pun langsung memulai untuk di mulai jalan nya rapat..
Firza sang Ketua Genk Serigala merah berdiri dan langsung memegang mic nya, lalu berkata di hadapan para peserta rapat.
"Selamat siang, selamat datang kepada Tuan Besar Naga Saki Sempur.. Tuan Besar Simon dan Tuan Besar Kong Kong yang sudah duduk di kursi pemimpin..
"Tak lupa rasa syukur dan ucapan selamat datang kepada dua Srikandi kita pemilik perusahaan Kobra Company Group, yaitu Nona Besar Shintia dan Nona Besar Anastasya yang sudah duduk di ruangan kita.
__ADS_1
"Baiklah......... Untuk mempersingkat waktu dalam pertemuan serta penyambutan datang atas bebas dua Srikandi kita.. Saya Firza akan membentang kerangka penghancuran keluarga besar Harsya badzil Ismail Abdullah.
"Poin pertama lima puluh Ninja yang sudah berada di negara kita, akan di tugaskan untuk segera mengeksekusi keluarga, Syamsul beserta istri dan anaknya, tepat malam Senen, di saat acara haol kematian mertua Harsya di gelar....
"Sedangkan poin yang kedua.. Anggota Genk Serigala merah akan menghadang orang orang yang akan datang kepada kediaman Syamsul di antara nya.. Keluarga Indah.. Keluarga Dewi.. dan Keluarga Besar Dirga." Kata Firza menerangkan sebuah rencana dalam lingkup pertemuan itu.
Semua yang hadir manggut manggut mendengarkan dengan seksama penuturan dari sang Ketua Genk Serigala merah itu...
Sang lelaki paruh baya dari tiga yang duduk di kursi pemimpin, melambaikan tangan nya untuk berbicara..
"Tuan Besar Simon............" Ucap Firza.
"Kenapa anda tidak mengerahkan semua anak buah kita... Dan hanya 30 % saja kekuatan kita untuk di kerahkan.. Informasi yang di dapat oleh anak buah kita katanya Pemilik perusahaan yang menjadi musuh kita, akan hadir dalam acara haol kematian pemilik Organisasi Macan Putih.." Kata Simon penasaran dengan rencana nya Firza.
"Menjawab Anda Tuan Besar.!
"Kita harus belajar dari segi pengalaman yang telah kita lewati dan waktu itu ketika semua orang orang kita membumi hanguskan Keluarga Besar Harsya bersama para sahabatnya... Takutnya kita menganggap enteng musuh kita.." Terang Firza..
"Masuk akal....." Timpal Mister Kong Kong...!
"Yaa... Betul sekali Simon Ompong, apa yang di katakan oleh Firza.." Naga Saki ikut berkomentar.
"Huh...... Emang loe gak Ompong Naga Saki Sempur.." Sergah Simon.
"Hahaha hahahahahaha... Kita bertiga memang Ompong, tapi pesona dan kekayaan yang kita punya, tak terlihat lelaki Ompong... Betul nggak..?" Tanya Naga Saki Sempur.
"Yaa....... Yaa..........." Kata Dua pria Ompong yang duduk di sebelahnya...
"Uhk........ Kalian berdua." Dengus Simon...!
"Sudah sudah sudah Paman Paman... Firza lanjutkan lagi.." Pinta Anastasya.
__ADS_1
"Baik... Nyonya Muda.." Jawab Firza.... Lalu melanjutkan semua rencana yang sudah di susun rapi oleh nya... Malam Minggu semua Genk Serigala merah dan para Ninja sudah bersiaga di posisi yang mengarah ke arah kota Sukabumi tempat kediaman Syamsul.
Bersambung.