
"Aku tidak akan perhitungan dengan kalian berempat.. Walau bagaimana pun kalian, mempunyai alasan yang sangat kuat dengan apa yang selama ini kalian sembunyikan dari kami.." Terang Halimah.
"Terima Kasih.. Terima Kasih Nyonya Besar." Ucap mereka berempat serempak.
"Langkah pertama yang akan kami berempat lakukan, mengumpulkan kekuatan yang selama ini sudah kami persiapkan untuk memulai perang dari dalam, seperti waktu dulu kita menyerang Dani Rustandi dan Genk Kobra.." Ucok mulai menjelaskan alur yang akan di hadapi ke depannya.
"Apakah kau dan Beni akan masuk dalam interen perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.. Kalau pikiran ku mengarah kesana, ngaco kalian berdua.." Sergah Halimah.
Hehehehe... Tidak lah, kami berdua tidak sampai berpikiran ke sana. Tapi Kiara dan Arsyi serta Rendi, sudah masuk ke dalam perusahaan milik musuh kita. Walaupun hanya sebatas pegawai kontrak saja.." Terang Ucok dan anggukan kepala mereka bertiga.
"Lalu.." Halimah mulai di landa ketertarikannya akan rencana dari Ucok dan Beni.
"Mereka bertiga sudah mengumpulkan titik titik koordinat yang bisa kita gunakan untuk mengikis pertahanan pihak musuh, walau pun tidak berarti sama sekali terhadap mereka bertiga, yaitu Tuan Simon, Kong Kong dan Naga Saki Sempur, karna kekuatan yang sesungguhnya dari pihak luar negri." Kata Ucok yang mendapatkan informasi dari ketiga anak didiknya yang bekerja di perusahaan tersebut.
Halimah mencerna kata yang keluar dari Ucok.. Kekuatan dari luar.." Gumam nya pelan namun terdengar jelas di telinga mereka. Apalagi telinga Amanda yang duduk di samping Halimah.
"Yaa.. Nyonya Besar.. Kekuatan dari luar yang di miliki oleh Simon berasal dari negeri gajah, dan Mister Kong Kong dari China, kalau Naga Saki Sempur anda juga sudah tahu, namun hampir tiga puluh persen kekuatan nya sudah tumbang oleh anak anda, ketika menyelamatkan Dua keluarga yang akan datang dalam acara haol kematian Kiayi Sepuh, malam Minggu kemarin."
"Sebentar Cok! Barusan kau bilang acara haol Kiayi Sepuh." Kaget Halimah.
__ADS_1
"Izinkan, hamba untuk menjawab pertanyaan dari suami hamba Nyonya Besar.." Ucap Inah, jelas Ia mengetahui semua yang terjadi malam itu dari keempat Srikandi yang di tugaskan oleh Guru nya Kiayi Geni Ulum.
Halimah mengangguk pelan.!
"Siang itu ketika anak anda, yang bernama Muhammad Laksa Ilham, sudah bertemu dengan Tuan Besar Harsya, lalu mereka berlima pun mengatur rencana, untuk menyelamatkan dua keluarga yaitu Keluarga Indah dan Dewi dari intaian para Ninja dan Genk Serigala Merah untuk membunuh mereka dan menangkap Indah dan Dewi untuk di jadikan umpan melemahkan Tuan Riyan agar mau merusak tatanan perusahaan milik suami anda dari dalam agar, bisa sepenuhnya perusahaan ISMAIL FUTURE COMPANY bisa di kuasai oleh ketiga bajingan itu. Lalu rencana itu gagal karna para Anggota Macan Putih yang di tugaskan oleh Fatimah untuk memantau apa saja kegiatan pihak musuh, segera melaporkan rencana dari Firza atas perintah Nyonya Besar Anastasya dan Nyonya Besar Shintia untuk menghabisi keluarga indah yang akan menghadiri acara haol kematian Kiayi Sepuh. Dan cerdik nya Nyonya Fatimah haol itu di adakan nya di Keluarga Syamsul..
"Lalu ketika kau bilang anakku mengalahkan para Ninja dan iblis iblis Serigala Merah itu. Tidak kenapa napa kan.." Terus Amanda sendiri bilang dia berada di rumah sakit dalam keadaan koma.." Coba uraikan Inah.. Amanda kepada saya.." Kata Halimah dengan nada amarah yang tertahan.
"Nenek Inah.. Biar Nda aja yang menjelaskan sekaligus ada sesuatu yang sangat penting untuk semua yang hadir di sini Nda katakan.." Amanda meminta ijin kepada istri dari Kakek Ucok.
"Silahkan.." Kata Inah.!
Tak lama kemudian. Satu jam berselang, Tuan Besar Harsya dan Riyan pun datang, karna di beritahu oleh Nyonya Fatimah bahwa Kak Laksa terus menerus bergerak liar dalam ranjang nya, namun jantung nya tak berdetak.
"Tuan Besar datang bersama rombongan dan langsung membisikkan sesuatu kearah telinga Kak Laksa, hingga kembali lagi ke seperti semula.. Dokter pun langsung memeriksa nya dan mengatakan untuk menunggu serta bersabar agar sarafnya yang ada di seluruh tubuhnya bisa merangsang satu sama lain.." Terang Amanda terdiam sesaat, menoleh kearah Wa Omah dan yang lainnya tampak serius terlihat dari wajahnya mereka yang sedang mendengarkan penjelasan dari gadis berusia 19 tahun itu.
Satu jam berselang, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi tentang kondisi Kak Laksa. Aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah karna beberapa hari tidak pulang.. Aku tersentak kaget ketika Nyonya Besar Fatimah meminta Tuan Riyan untuk mengantarkan aku kembali ke rumah nya tanpa dan tak bisa di tolak oleh ku.. Ada rahasia besar dalam diriku yang di ketahui oleh Fatimah dan Tuan Besar Riyan.." Jelas Amanda.
"Lanjutkan Nda.. Kita di sini ingin tahu apa yang terjadi ketika Riyan mengantarkan kamu.." Pinta Halimah dan tatapan dua pasang suami istri itu.
__ADS_1
"Ngeng.............. Mobil Pajero Sport keluar dari rumah sakit tersebut membelah jalanan di malam hari.. Sosok lelaki tampan sedang pokus menatap tajam ke depan dan tampak adem di pandang mata oleh orang yang menatapnya.
"Amanda.. Bagaimana keadaan istri dari Tuan Besar Harsya? Apakah baik baik saja..?" Tanya Riyan dalam keheningan malam di dalam mobil itu.
"Istri Tuan Besar Harsya.?"
Seketika gadis itu tersentak kaget dengan pertanyaan yang di berikan oleh Tuan Riyan.
"Iya Istri Tuan Besar Harsya, yank tak lain Ibunda dari Muhammad Laksa Ilham, wanita Solehah yang sekarang tinggal bersama seorang pemuda dan wanita paruh baya yang bernama Nyonya Tuti, dan berhadapan dengan mu Nak Amanda.." Terang Riyan menjelaskan nya.
"Tu... Tuan... Riyan.......... Jadi Kak Laksa itu putra tunggal dari Tuan Besar Harsya..?" Tanya Amanda begitu terkejut atas penjelasan dari Riyan.
"Yaa..." Angguk Riyan.
"Mohon maaf sebelumnya, bila hamba lancang untuk bertanya.. Kenapa Tuan membocorkan rahasia identitas Tuan Muda Laksa kepada saya.. Tuan sendiri tahu posisi saya adalah orang luar, bukan interen dari perusahaan atau pun Organisasi Macan Putih..?" Tanya Amanda.
Riyan langsung membelokkan mobil nya ke arah pom bensin, dan berhenti tepat di pengisian BBM.. Amanda menatap pokus kedepan kedua matanya, dia tak berani menatap kearah Riyan dan hanya bisa menunggu jawaban dari sebuah pertanyaan nya itu.
"Karna kunci untuk Tuan Muda Laksa, sadar ada di dalam rencana mu.." Kata Riyan lalu menghidupkan kembali mobil yang sudah terisi bensin.. Hal itu membuat Amanda kebingungan.
__ADS_1
Bersambung.