
Pencarian selama belasan tahun, prasangka dan duga bahwa istri dari sahabatnya itu sudah meninggal itu hanya sebuah berita hoax dan paisan kosong di mata Riyan. Secercah cahaya kecil kini datang di hadapan nya, penantian panjang sang sahabat akan segera terkabul dengan di pertemukan nya sosok sang Istri yang membuat hidup nya terpuruk.
Walaupun semangat hidupnya sudah meningkat bagi Sang Harsya dengan di temukan nya Muhammad Laksa Ilham anak kandung nya, yang proses kelahirannya tidak di saksikan karna di buru nya oleh sang musuh, namun Riyan yang menjadi jantung di perusahaan terbesar se-Asia itu, belum puas seratus persen bila sang istri sahabat belum di temukan.
"Kamaluddin.. Dimana mereka sekarang, apakah kau sudah mencoba mendekati salah satu dari mereka..?" Tanya Riyan
"Menjawab anda bos Riyan."
"Saya bersama yang lain, belum mendekati Nyonya Besar Halimah atau pun Kedua pasangan suami istri Cok Ben.. Salah satu teman saya sudah berbaur dan tinggal di salah satu kampung yang di tempati oleh mereka.."
"Bagus sangat bagus.. Kau dan yang lainnya terus selidiki mereka, hingga waktu nya tiba, aku sendiri yang akan menemui mereka dan membawa kembali ke pangkuan sahabat ku, menghidupkan kembali perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP dan Organisasi Macan Putih di puncak kejayaan.." Terang Riyan.
"Siap Bos menerima tugas dan perintah dari anda.." Kamaluddin berdiri membungkuk hormat."
###
"Kak Halimah, kapan anda akan menemui Tuan Muda Laksa di rumah sakit..?" Tanya Riyan.
"Esok malam pukul 23:00 dan aku bersama Amanda akan menemuinya, usahakan sebisa mungkin agar jangan sampai orang lain tahu aku datang ke sana.." Kata Halimah mengingatkan Riyan.
"Baik Kak aku akan mengaturnya.. Kak Halimah sebaik nya anda berangkat bersama Cok Ben dan kedua istrinya menuju rumah sakit rakyat itu, biarkan Amanda sendiri yang berangkat terlebih dahulu ke rumah sakit.." Riyan memberikan saran dan masukan.
"Kenapa Riyan..?" Halimah berkerut keningnya.
"Jika anda ingin menemui Tuan Muda Laksa ke rumah sakit, tanpa ada orang lain yang ingin mengetahui nya, itu menurutku terlalu susah, karna Nyonya Fatimah dan Kedua Orang Tua angkat Tuan Muda ada di situ, bahkan bisa kemungkinan orang orang besar di perusahaan milik suami anda juga pasti berada di situ.." Riyan Terdiam sesaat sebelum melanjutkan perkataannya lagi.
"Biar Amanda yang berangkat terlebih dahulu dan meminta untuk bergantian menjaga Sif menggantikan mereka, dengan begitu anda bersama Cok Ben dan kedua istrinya bisa masuk dengan leluasa karna di tempat dimana Tuan Muda Laksa di rawat hanya ada Amanda saja.." Terang Riyan.
__ADS_1
"Hmmmmmmmm... Masuk akal juga Yan..." Manggut manggut kepala Halimah, hal serupa juga bagi Ucok dan Beni serta istri istri nya.
"Aku ikut saran mu Riyan... Besok aku berangkat dari sini menuju rumah sakit, kau atur lah sedemikian rupa.." Ucap Halimah.
"Baik Nyonya Besar..." Riyan berkata singkat seraya tersenyum manis.
#######
"Firzaaaaaaaaaa..............."
"Brakkk................."
"Jelaskan kepada kami bertiga dan alasan apa yang ingin kau katakan hah.."
Teriak lelaki paruh baya salah satu di antara mereka bertiga dengan sorot mata tajam mengarah kepada lelaki berusi 48 tahun berdiri di hadapan ketiga petinggi perusahaan yang mulai merambat naik keatas dan akan menyelip perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.
"Mohon maafkan hamba, Tuan Simon, mister Kong Kong dan Tuan Naga Saki Sempur, hamba tidak mempunyai alasan dan itu semua kesalahan hamba yang telah menganggap enteng musuh kita.." Wajah nya tertunduk dalam hati berkobar rasa sakit akibat bentakan dan cacian dari mereka bertiga.
Satu dari mereka bertiga bangkit dan berjalan kearah Firza.. Sampai di lelaki yang di beri kepercayaan lebih memimpin Organisasi Serigala Merah, lelaki paruh baya itu berjalan memutari nya dengan tatapan penuh dengan amarah.
"Dalam pertemuan malam itu kau berlagak, dengan sombong dan angkuhnya, bahwa tugas yang di berikan oleh majikan mu Anastasya dan Shintia akan mudah membereskan nya. Juga tak perlu bantuan dari bawahan kita berdua, namun akhir nya, ini yang kami dapat hah..."
"KEKALAHAN TELAK YANG KAMI DAPATKAN HAH.." Bentak lelaki paruh baya yang tak lain Simon salah satu petinggi TRI FUTURE COMPANY GRUP.
"Sekali lagi hamba meminta maaf.. Hamba janji akan membalas kekalahan ini dengan tetes darah penghabisan.." Firza tak bisa berkata apa apa hanya kata maaf yang bisa dia katakan.
"Aku tak butuh kata maaf dari mu Firzaaaaaaaaaa.." Teriak lelaki paruh baya bermata sipit itu, bangkit dari duduknya dan langsung berjalan kearah Firza.
__ADS_1
"Plaakkk...............!
"Plaakkk...............!
"Dua tamparan ini cukup untuk dirimu agar meresapi semua kesalahan yang telah terjadi. Hingga lima puluh anak buah ku mati dalam sia sia.." Ucap Naga Saki Sempur.
"Terima Kasih Tuan Naga Saki Sempur.." Ucap Firza seraya menyeka darah yang keluar dari sudut bibir sebelah kiri nya.
"ENYAH LAH KAU DARI HADAPAN KAMI HAH.." Teriak Naga Saki Sempur.."
Firza membungkuk hormat dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu, hati nya membatin penuh aura kebencian terhadap mereka bertiga, semua pekerjaan belasan tahun tak ada harganya di mata mereka bertiga, akibat kekalahan pertama yang dia dapatkan dari musuh bebuyutan nya itu.
Setelah Ketua Serigala Merah itu keluar dari ruangan khusus tempat mereka bertiga, biasa mengatur rencana. Simon pun langsung mengajak duduk sahabat nya Naga Saki Sempur untuk membahas rencana selanjutnya.
"Simon.... Kong Kong, sudah saat nya yang muda keluar untuk membereskan musuh musuh kita, dan menggantikan Firza dari kursi Ketua Organisasi Serigala Merah.." Saran Naga Saki Sempur.
"Yaa... Itu sudah berada dalam otak dan rencana ku.." Jawab Simon, sedangkan Kong Kong hanya mengangguk saja.
"Aku sudah muak dengan semua yang di lakukan oleh Firza, lima tahun kita mencari alasan untuk mencopot kepimpinan Genk Serigala Merah dari Firza akhirnya hari ini tanpa ada penolakan dari Anastasya dan Shintia kita bisa dengan mudahnya menendang Firza dari Organisasi Genk Serigala Merah.." Terang Naga Saki Sempur, jelas tampak seringai licik terlihat di bibir lelaki paruh baya itu.
"Hahahaha..... Hahahaha....... Hahahaha....... Hahahaha....."
Simon maupun mister Kong Kong tertawa terbahak bahak, mendengar penuturan dari sahabatnya itu, hal yang wajar bila Naga Saki Sempur sangat dan sangat kecewa kepada Firza karena dua andalannya mati sia sia.
"Sahabat ku. Naga Saki Sempur, ayo kita berangkat ke negara masing masing dan mempersiapkan serta memberitahukan kepada anak anak kita, untuk segera menguasai negara ini, baik dalam interen pemerintahan atau pun dunia bawah tanah.." Kata Simon mengedipkan sebelah matanya."
"Lest' Go.." Timpal Naga Saki Sempur dan Mister Kong Kong serempak."
__ADS_1
Bersambung.