Laksa Sang Pemulung

Laksa Sang Pemulung
Tamparan dari Tuan Besar Syamsul


__ADS_3

Satu unit motor sport mewah melaju cepat dari kecamatan takokak... Meninggalkan sebuah rumah panggung yang begitu indah dan sejuk di pandang mata..


Rintik rintik hujan kecil mengguyur aspal jalan di sore hari itu, kabut Awan di atas Gunung Gong Gong menambah suasana sore itu terasa dingin... Dinda pun memberanikan diri untuk memeluk pemuda yang di depan nya itu.


Berdebar kencang jantung pemuda yang berprofesi sebagai pemulung itu, ketika gadis cantik itu melingkar kan tangannya di perut Laksa.


"Non Dinda.... " Ucap Laksa seraya memperlambat pedal gas motor nya.


"Kak......... Maaf... Aku kedinginan dan tak meminta ijin terlebih dahulu.." Jawab Dinda dari belakang.


"Tak apa apa Non...! Laksa pun segera memecut kembali laju kendaraan nya, 60 km perjam.


Satu jam berlalu, kini mereka berdua sudah sampai di pusat kota dan kemudi stang motor pun Ia belokkan ke salah satu kompleks perumahan elit...


Gerbang pagar sangat tinggi pun di buka, lalu motor sport pun masuk dengan posisi Dinda masih tangan melingkar dalam perut Laksa...


Kedua Orang Tua Dinda yang baru datang dari kota Jakarta, menyaksikan dengan mata sendiri, anak satu satu nya sedang memeluk mesra kepada pemuda yang mereka berdua tahu, jauh dari kata kaya dan ada dalam lingkaran kemiskinan.


"Non kita sudah sampai, coba buka lah mata Nona Dinda, kedua Orang Tua mu, menatapku dengan tatapan yang mungkin tampak menakutkan.." Kata Laksa


Sang gadis yang sedang nikmat nikmatnya memeluk lelaki pujaan nya itu, langsung tersentak kaget dan bener sang Ibu dan ayah menatap kearah nya dengan tatapan yang tak berkedip.


Dinda pun buru buru turun dan langsung berjalan sedikit kencang ke arah ayah dan ibu nya... Hal serupa itu di lakukan oleh Laksa setelah memarkirkan motornya Ia pun langsung berjalan mengikuti Nona Muda Dinda.


"Ayah....... Ibu............." Ucap Dinda..... Tapi Sang ayah langsung mengibaskan tangan nya untuk segera masuk.


Laksa yang melihat tatapan dingin dari Tuan Besar Syamsul, tak ada rasa getar sedikitpun dari hati nya... Ia lalu menyapa mereka berdua, setelah gadis yang minta di antar ke takokak itu masuk ke dalam Mansion.


"Anak Muda, saya perlu bicara dengan mu... Ayo ikut dengan ku.." Pinta Tuan Besar tanpa aura senyum sedikit pun dari bibir nya.

__ADS_1


"Baik..... Silahkan Tuan Besar berjalan terlebih dahulu.." Jawab Laksa..


Sesampainya di ruangan khusus... Syamsul beserta istri nya telah duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu.. Sedangkan Laksa masih berdiri, tanpa ada perintah dari Sang empu Mansion untuk mempersilahkan duduk.


"Saya tidak mau basa basi lagi kepada mu anak muda.!! Ada hubungan apa antara kau dan anakku..?" Tanya Syamsul dengan nada sinis.


"Iya... Jawab.... Sebenernya kamu.. Apakah pacaran sama anak ku..?" Sang Istri Syamsul ikut bertanya...


Mungkin dalam hati mereka berdua, pemuda di hadapannya itu tak pantas bersanding dengan anaknya.. Yang notabene perbedaan mereka berdua antara langit dan Bumi.


"Menjawab anda Tuan Besar... Nyonya Besar..!!


"Hubungan ku dengan Non Dinda, bisa di bilang teman bukan.. Sahabat bukan... Apalagi pacaran itu juga bukan.. Tetapi Non Dinda selalu datang ke rumah kontrakan yang di tempati oleh ku dan Kedua Orang Tua ku serta adikku, untuk sekedar meminta antar bila ada perjalanan yang lumayan jauh.." Kata Laksa berkata Jujur.


"Bohong..........." Ucap Lasmi Istri Syamsul dengan nada tinggi.


"Mohon maaf Nyonya Besar.. Semua yang aku katakan tidak ada kebohongan sama sekali..... Dan aku beserta keluarga ku, sadar diri untuk bersanding dengan putri anda.." Kata Laksa..


"Saya mengerti Tuan Besar Syamsul... Tapi Tuan dan Nyonya jangan salahkan aku dan keluargaku, seandainya Nona Dinda terus menerus datang ke rumah ku, untuk meminta antar kemanapun yang di inginkan oleh putri anda satu satu, maka ancaman itu jangan salahkan aku bila harus membalas nya.." Kata Syamsul dengan kesombongan nya..


"Hahahhahahahhaha........ Hahahahhahahahaha.....


"Hahahhahahahhaha....." Kau sangat sombong anak muda.... Belum pantas dan hanya mencari mati bila kau ingin membalas ancaman dari ku..." Tawa Syamsul dengan keangkuhan nya itu.


"Kita lihat saja nanti Tuan Besar... Seandainya putri anda menjauhi diriku.. Aku pun dan keluarga ku, tak akan menemui nya, tetapi bila putri anda bersikeras datang menghampiri ku, aku pun tak bisa apa apa.. Sebaiknya anda berdua siapkan cctv untuk membuktikan kebenaran nya.. Apakah aku yang mengejar putri anda... Atau...... Kalimat Laksa terhenti, ketika satu tangan melayang kearah wajah nya.


"Plakk.............................!!


"Plakk.............................!!

__ADS_1


"Ini tamparan dari ku, untuk seorang manusia miskin yang sombong dan angkuh, berbicara kepada orang yang mempunyai kedudukan tingkat tinggi.." Ucap Lasmi dengan tatapan sinis.


Laksa hanya tersenyum sinis sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, lalu berkata..


"Terima Kasih dua tamparan ini akan saya ingat sampai kapanpun... " Ucap nya, lalu pergi keluar dari ruangan itu.


Ketika keluar dari ruangan khusus... Laksa bertatap muka dengan Dinda... Ia menatap putri dari Syamsul dengan rasa iba yang kasihan... Dinda sendiri hanya terpaku dan jantung berdebar kencang ketika mata nya itu menatap kearah sudut bibir yang tampak terlihat noda darah.


"Kak.... Ada apa.?" Apakah Kedua Orang Tua ku mempersulit mu...?" Apakah tentang masalah yang tadi di motor aku memeluk mu..?" Tanya Dinda dengan pertanyaan yang beruntun dan bibir bergetar.


"Dinda..................................


"Masuk ke kamar.." Teriak Syamsul keluar dari ruangan khusus dengan berdecak pinggang.


Laksa.. Hanya menggeleng dan langsung berlalu pergi, mengabaikan pertanyaan beruntun dari gadis yang tadi meminta antar nya... Ia menyadari suatu saat akan ada waktu nya ketika dirinya dekat dengan dengan Nona Dinda akan mendapatkan penghinaan yang teramat menyakitkan.


"Kak........ Laksa...... Tunggu........ Ayah..... Ibu.... Ini hanya sebuah salah paham.." Kata Dinda ketika pemuda itu berlari keluar Mansion..


"Dinda......... Salah paham apa hah.... Cepat masuk ke kamar sekarang juga.." Bentak Syamsul.. Kesombongan yang di berikan oleh Laksa masih menyelimuti api dendam yang membungkus dalam hatinya.


"Istriku..... Bawa anak mu untuk segera masuk ke dalam kamar nya.." Titah Syamsul kepada istrinya itu.


"Baik suami ku.......


Lasmi pun langsung berjalan kearah anaknya yang mematung dan menangis terisak menatap kepergian pemuda yang tadi baru saja Ia mengantar nya ke rumah Nona Besar Fatimah..


"Ayo sayang kita masuk ke kamar dan kita bicarakan baik baik.." Pinta sang Ibu membujuk anaknya itu.


"Ayah dan Ibu.. Kalian berdua akan menyesal, telah membuat saling sengketa dengan Kak Laksa.." Ucap Dinda berlalu masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2